PERCEPATAN PROSES PENGOMPOSAN AEROBIK MENGGUNAKAN BIODEKOMPOSER / Acceleration of Aerobic Composting Process Using Biodecomposer

Rasti Saraswati, R. Heru Praptana

Abstract


Peningkatan siklus hara di tanah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik tanah. Residu tanaman berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, tetapi dapat berdampak negatif terhadap lingkungan apabila belum terdekomposisi dengan baik. Dekomposisi bahan organik secara alami membutuhkan waktu yang lama (3 - 4 bulan, bahkan dapat lebih lama hingga 1 - 2 tahun), sehingga upaya pelestarian bahan organik di lahan pertanian dan perkebunan mengalami hambatan. Kandungan lignin dan selulosa merupakan faktor pembatas terhadap kecepatan dan efisiensi dekomposisi, karena menghalangi akses enzim selulolitik dalam degradasi bahan berserat lignoselulosa. Strategi mempercepat proses dekomposisi bahan organik dapat dilakukan dengan: 1) memanfaatkan mikroba perombak bahan organik (dekomposer) lignoselulolitik untuk menghindari adanya immobilisasi hara dan alelopati, serta sebagai substrat patogen, dan 2) mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos. Berbagai hasil demonstrasi plot menunjukkan bahwa penggunaan dekomposer bahan berserat lignoselulosa dapat mempercepat proses dekomposisi hingga 1 - 2 minggu. Pemberian biodekomposer mampu mempercepat proses pengomposan, sehingga petani dapat memperoleh keuntungan dari percepatan masa penyiapan lahan dan waktu tanam, dapat memperbanyak masa tanam, dan meningkatkan produksi tanaman dengan kompos yang berkualitas, serta mengurangi dampak negatif dari tumpukan residu tanaman. Kebijakan penggunaan teknologi biodekomposer untuk percepatan pengomposan dalam penyediaan bahan organik diharapkan dapat menjadi bagian integral paket teknologi dalam pembangunan  pertanian.

ABSTRACT

The increasing of nutrient cycling is highly affected by the availability of soil organic matter. Plant residues play an important role to improve physical, chemical, and biological soil characteristics, however, can give a negative effect to environment if the plant residues are not completely decomposed. Naturally, decomposition of plant residues takes a long time (3 - 4 months, moreover up to 1 - 2 years), and thus inhibit the sustainable organic matter in agricultural and estate land. Lignin and cellulose content of organic matter is the limitation of the acceleration and efficiency of decomposition process, thus, inhibit the cellulolytic enzyme to degrade organic matter which is contain of lignocellulolytic fiber. Strategy to accelerate decomposition process are: 1) use lignolytic microbial decomposer to avoid nutrient immobilization, allelophatic effect, and as pathogen substrate, and 2) aerobic composting techniques to accelerate composting process to increase the quality of compost.  Many of demonstration plot show that the use of lignocelluloses decomposers can accelerate decomposition process up to 1 – 2 weeks. The use of decomposer is able to protect and increase soil quality. Biodecomposers are able to accelerate the composting process so that farmers can acquire a benefit from the acceleration of land preparation and planting time, can multiply the planting period, and increase the production of plants with quality compost, and reduce the negative impacts of crop residues. The policy of the biodecomposer technology to accelerate composting in the supply of organic matter is expected to become an integral part of technology package in agricultural development

 

Keywords


Biodekomposer, residu tanaman, percepatan pengomposan, aerobik

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anonim 2010. Laporan PT Perkebunan Nasional (PTPN) 10 Surabaya. Pengujian dekomposer pada limbah pabrik gula di PTPN 10.

Anonim 2012. Laporan PT Perkebunan Nasional (PTPN) 7 Lampung. Pengujian dekomposer pada limbah pabrik gula di PTPN 7.

Artiningsih, T. 2006. Aktivitas ligninolitik jenis ganoderma pada berbagai sumber karbon. Biodiversitas 7(4): 307-311.

Baldrian, P. 2009. Microbial enzyme-catalyzed processes in soil and their analysis. Plant Soil Env. 55(9): 370-378.

Crawford, D.L., A.L. Pometto and R.L. Crawford. 1983. Lignin degradation by Streptomyces viridosporus: jenision and characterization of a new polymeric lignin degradation intermediate. Appl. Environ. Microbiol. 45(3): 898-904.

Crawford. J. H. 2003. Composting of Agricultural Waste in Biotechnology Applications and Research, Paul N., Cheremisinoff and R. P. Ouellette (ed). p. 68-77.

EL-Din, B., S.M. Attia and S.A. Abo-Sedera. 2000. Field assessment of composts produced by highly effective cellulolytic microorganisms. Biol. Fertil. Soils. 32: 35-40.

Gianfreda, L. 2015. Enzymes of importance to rhizosphere processes. J.of Soil Sci. and Plant Nutr.,15(2): 283-306.

Hogg, S. 2005. Essential Microbiology. John Wiley & Sons Ltd. England.

Husen, E. dan Irawan. 2008. Pengkajian Efektifitas dan Efisiensi Dekomposer dalam Pembuatan Kompos Berbahan Baku Jagung. Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian Bogor. 18-20 Nov. 2008 (Buku 2).

Iqbal, A. 2008. Potensi pupuk kompos dan pupuk kandang untuk produksi padi organik di tanah inceptisol. Jurnal Akta Agrosia, 11(1): 13-18.

Irawan, T.A.B. 2014. Pengaruh susunan bahan terhadap waktu pengomposan sampah pasar pada komposter beraerasi. METANA 10(1): 18-24.

Irvan, P. Mahardela dan B. Trisakti. 2014. Pengaruh penambahan berbagai activator dalam proses pengomposan sekam padi (Oryza sativa). Jurnal Teknik Kimia USU 3(2): 5-9.

Karyadi, J.N.W, N. Rahmi, dan P. Setyawati. 2011. Kinerja Pengkomposan Limbah Ternak Sapi Perah dengan Variasi Bulking Agent dan Tinggi Tumpukan dengan Aerasi Pasif. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Ahli Teknik Pertanian 2011, Jember. pp. 775-782.

Karyono, T., Maksudi dan Yatno. 2017. Penambahan aktivator mol bonggol pisang dan EM4 dalam campuran feses sapi potong dan kulit kopi terhadap kualitas kompos dan hasil panen pertama rumput Setaria (Setaria splendida Stapf). Jurnal Sain Peternakan Indonesia 12(1): 102-111.

Kurniawan, W. 2009. Teknik Pengomposan Aerobik Suhu Tinggi dengan Menggunakan Trametes dan Trichoderma. Skripsi. Universitas Gajah Mada.

Ladiyani R., R. Saraswati dan S. Rochayati. 2015. Nitrogen Cycling and Composting Technologies in Livestock Manure Management. Dalam Buku: Data Inventory and Mitigation on Carbon Emission and Nitrogen Cycling from Livestock in Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kemen-terian Pertanian. IAARD PRESS. 2013. Hlm. 78-109.

Lankinen, P. 2004. Ligninolytic enzymes of the basidiomycetous fungi Agaricus bisporus and Phlebia radiata on lignocellulose-containing media. Academic Dissertation in Microbiology. http://www.u.arizona.edu/~leam/lankinen.pdf. [10 Desember 2005].

Martina, A.N. 2002. Optimasi beberapa faktor fisik terhadap laju degradasi selulosa kayu albasia (Paraserianthes falcataria). Jurnal Nature Indonesia 4(2):156-163.

Martin, V.L., E.L. McCoy and W.A. Dick. 1990. Allelopathy of crop residues influences corn seed germination and early growth. Agron. J. 82: 555-560.

Mulyani, H. 2014. Pengembangan model pengomposan aerob di Desa Paten Gunung, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Techno 15(2): 37-49.

Nugroho, J.W.K., N.S. Bintoro dan T.N. Yanti. 2010. Pengaruh Variasi Jumlah dan Jenis Bulking Agent pada Pengomposan Limbah Organik Sayuran dengan Komposter Mini. Prosiding Seminar Nasional Perteta 2010: Revitalisasi Mekanisasi Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi. Purwokerto, 10 Juli 2010. p: 606-611.

Perez, J., J. Munoz-Dorado, T. Rubia and J. Martinez. 2002. Biodegradation and biological treatments of cellulose, hemicellulose and lignin: An overview Int. Microbiol 5: 53-63.

Putro, B.P., G. Samudro dan W.D. Nugraha. 2016. Pengaruh penambahan pupuk NPK dalam pengomposan sampah organik secara aerobik menjadi kompos matang dan stabil diperkaya. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(2): 1-10.

Rachman, A, R. Saraswati, R. D. M. Simanungkalit, E. Husen, D. Setyorini, dan D. Santoso. 2007. Baku Mutu dan Metode Pengujian Pupuk Hayati. Balai Penelitian Tanah. 56 hlm.

Robson, L.M. and G.H. Chambliss. 1989. Enzymes Microb. Technol. 11: 626-644.

Saraswati, R. Dan E. Husen. 2007. Prospek Penggunaan Pupuk Hayati Pada Sawah Bukaan Baru. Dalam Tanah Sawah Bukaan Baru. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Hlm. 151-173.

Saraswati. R. 2014. Teknologi Pupuk Hayati Mendukung Pertanian Organik. Dalam Buku: Prinsip-Prinsip dan Teknologi Pertanian Organik. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. IAARD PRESS. 2014. Hlm. 169-180.

Saraswati, R. 2015. Inovasi Teknologi Pupuk Hayati Mendukung Pembangunan Pertanian Bioindustri. 2015. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian: Inovasi Teknologi dan Optimalisasi Sumber Daya Lahan Pertanian. ISSN 1979-5378. Juni 2014.7(2): 73-82.

Saraswati, R., R.D. Hastuti, dan S. Salma. 2016. Pupuk Hayati Pada Pertanian Organik. Dalam Buku Sistem Pertanian Organik Mendukung Produktivitas Lahan Berkelanjutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. IAARD PRESS. 2015. Hlm. 53-62.

Subiksa, I.G.M. 2006. Pemanfaatan Jerami Sebagai Penyedia Hara dan Pembenah Tanah pada Lahan Tadah Hujan Marginal di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Laporan Akhir Kerjasama Penelitian, Balai Penelitian Tanah - Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI). Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Kementan.

Triyadi, C., Y. Rahman, dan B. Trisakti. 2015. Pengaruh tinggi tumpukan pada pengomposan tandan kosong kelapa sawit menggunakan pupuk organik aktif dari limbah cair pabrik kelapa sawit di dalam komposter menara drum. Jurnal Teknik Kimia USU 4(4): 25-31.

Wong, J.C.W. and M. Fang. 2000. Effects of lime addition on sewage sludge composting process. Science Direct. 34(15): 3691-3698.

Yuniwati, M., F. Iskarima dan A. Padulemba. Optimasi kondisi proses pembuatan kompos dari sampah organik dengan cara fermentasi menggunakan EM4. Jurnal Teknologi 5(2): 172–181.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v16n1.2017.44-57

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by