Karakteristik Tanah Sawah yang Terbentuk dari Bahan Endapan Aluvium dan Marin di DAS Cimanuk Hilir, Kabupaten Indramayu

Muhammad Hikmat, Edi Yatno

Abstract


ABSTRAK

 

Endapan aluvium dan marin merupakan bahan induk utama  pembentuk lahan-lahan sawah di daerah pantai utara (pantura) Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisika, kimia dam mineralogi tanah sawah yang terbentuk dari bahan aluvium dan marin di Kabupaten Indramayu. Sebanyak 28 contoh tanah dari 5 profil pada tanah-tanah sawah di Indramayu diamati dan dianalisis di laboratorium. Sifat-sifat tanah yang dianalisis meliputi mineralogi tanah fraksi pasir dan liat dalam tanah, dan sifat-sifat fisika dan kimia tanah yang meliputi tekstur tanah, pH tanah, P tersedia, basa-basa dapat tukar (Ca, Mg, K, dan Na), dan salinitas tanah. Hasil menunjukkan bahwa komposisi fraksi pasir dari tanah-tanah sawah yang terbentuk dari endapan aluvium dan marin di Indramayu didominasi mineral mudah lapuk dari kelompok feldspar dan piroksen, sehingga sangat menguntungkan sebagai cadangan sumber hara tanah. Komposisi mineral liat tanah-tanah ini didominasi oleh smektit, diikuti kaolinit dan illit dalam jumlah yang sedikit. Tanah-tanah sawah ini umumnya bersolum dalam, bereaksi agak masam sampai alkalis, dan mempunyai kadar basa-basa dapat tukar yang cukup tinggi. Basa-basa dapat tukar didominasi oleh Ca2+ yang menunjukkan bahannya berasal dari endapan sungai,  dan Mg2+ yang mengindikasikan bahannya berasal dari endapan marin. Tingkat salinitas dari tanah-tanah sawah tergolong rendah sampai tinggi. Tingkat salinitas tinggi disebabkan tanah sawah yang berkembang dari bahan endapan laut atau akibat intrusi air laut, sedangkan tanah sawah dengan salinitas rendah berkembang dari bahan endapan aluvium dan posisinya agak jauh dari garis pantai. Pembilasan tanah, pemberian gypsum, penambahan bahan organik dan penggunaan caritas padi yangtoleran terhadap salinitas menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan lahan sawah di daerah ini.

Kata kunci: endapan aluvium, endapan marin, sawah, salinitas


Keywords


alluvium, marine deposit, paddy soil, salinity

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Achdan AD Sudana. 1992. Peta geologi lembar Indramayu, Jawa, skala 1:100.000. Direktorat Geologi Bandung

Adiningsih JS, Sofyan A, Nursyamsi D. 2000. Lahan sawah dan pengelolaannya.Hlm. 165-196. Dalam Adimihardja (Eds.)Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Puslitbang Tanah dan Agroklimat.

Anda M, Subardja D. 2013. Assessing soil properties and tidal behaviors as a strategy to avoid environmental degradation in developing new paddy fields in tidal areas. Agriculture, Ecosystems and Environment 181 (2013) 90–100.

Ashraf M, Harris JC 2004. Potential biochemical indicators of salinity tolerance in plants. Plant Science, 166(1): 3–16

Ayolabi EA, Folorunso AF, Ondukoya AM, Adeniran AE. 2013. Mapping saline water Intrusion into the Coastal Aquifer with Geophysican and Geochemical Techniques. Nigeria.

Boer R, Buono A, Sumaryanto A, Surmaini E, Las I, Yelly. 2011. Dampak kenaikan muka air laut pada penggunaan lahan sawah di kawasan pantura. Laporan Akhir Konsorsium Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim Sektor Pertanian.

Borchardt GA. 1989. Montmorillonite and othersmectite minerals. pp 293-330. In J.B. Dixon and S.B. Weed (Eds.). Minerals in SoilEnvironments. Soil Sci. Of Amer., Madison, Wisconsin, USA.

Brubaker SC, Jones AJ, Lewis DT, Frank K. 1993. Soil properties associated withlandscape position. Soil Sci. Soc. Am. J. 57: 235-239

Buurman P. 1990. Chemical, physical, and mineralogical characteristics for the soil data base. Part 2. Soil Data Base Management. Technical Report No.7, Version 2.1. Land Resource Evaluation and Planing Project. Center for Soil and Agroclimate Research. Bogor.

Chendy TF dan Prasetyo BH. 2001. Peranan data mineral tanah dalam menunjang interpretasi sumber daya tanah. J. Tanah dan Air 2 (1):47-56

De Coninck F. 1974. Physico-chemical aspects of pedogenesis. State University of Ghent, Belgium.

Djuri. 1995. Peta geologi lembar Arjawinangun, Jawa, skala 1:100.000. Direktorat Geologi Bandung

Eviati, Suparto. 2009. Petunjuk teknis analisa kimia tanah, tanaman, air dan pupuk. Edisi-2. Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian. Bogor. 136 hlm.

Glasmann JR. 1982. Alteration of andesit in wet, unstable soil of Oregon’s western cascades. Clays and Clay Minerals 30:253-263.

Hanna AY, Harland PW, Lewis DT. 1982. Soil available water as influenced by landscape position and aspect. Agron. J. 74: 999-1004.

Hardjowigeno S, Subagyo H, Rayes ML. 2004. Morfologi dan klasifikasi tanah sawah. Hlm 1-28. Dalam F. Agus (Eds.) Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaan-nya. Puslitbang Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Hikmatullah, Suparto. 2014. Identifikasi sifat-sifat tanah dari endapan fluviatil di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hlm 53-66. Dalam Subardja et al. (Eds.). Pros. Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor

Huang PM. 1989. Feldspars, olivine, pyroxenes, and amphiboles. In J.B. Dixon and S.B. Weed (Eds.). Minerals in Soil Environments. Soil Sci. of Amer., Madison, Wisconsin, USA. Pp 945-1050.

Kasno A, Setyorini D, Nurjaya. 2003. Status C-organik lahan sawah di Indonesia. KongresHITI Padang, 21-24 Juli 2003.

Mohr EGJ, Van Baren FA, Van Schuylenborgh J. 1972. Tropical Soil. Third Edition. The Hague Paris-Jakarta.

Parson RB, Herriman RC. 1975. A Lithosequence in the mountains of Southern Oregon. Soil Sci. Soc. Am. Proc. 39:943-948.

Pradewa CJ, Sumarno, Kusmiyati F. 2012. Karakteristik fisiologi rumput benggala (Panicummaximum) pada tanah salin yang diperbaiki. Animal Agriculture Journal 1: 278-285

Pramudia A. 2002. Analisis Sensitvitas Tingkat Kerawanan Produksi Padi di Pantai Utara Jawa Barat terhadap Kekeringan dan El-Nino. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana,Institut Pertanian Bogor.

Prasetyo BH, Subardja D. 1998. Hubungan antara landform, litologi, dan tanah di DAS Citarum Bawah, Jawa Barat. Jurnal Tanah dan Iklim 16:34-42.

Prasetyo BH, Sosiawan H, Ritung S. 2000. Soil of Pametikarata, East Sumba: Its suitability and constraints for food cropdevelopment. Indonesian J. of Agric. Sci.1:1-19.

Prasetyo BH. 2007. Perbedaan sifat-sifat tanah Vertisol dari berbagai bahan induk. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 9 (1): 20 – 31.

Prasetyo BH, Suganda H, Kasno A. 2007. Pengaruh bahan volkan pada sifat tanah sawah. J. Tanah dan Iklim 25:45-58.

Prasetyo BH, Setyorini D. 2008. Karakteristik tanah sawah dari endapan aluvial dan pengelolaannya. J. Sumberdaya Lahan 2 (1):1-14.

Pusat Penelitian Tanah 1983. Term of ReferenceType A. Publ. P3MT-PPT. Bogor

Rachman A, Erfandi D, Ali MN. 2008. Dampak tsunami terhadap sifat-sifat tanah pertanian di NAD dan strategi rehabilitasinya. Jurnal Tanah dan Iklim. 28: 27-38

Rice TJ, Buol SW, Weed SB. 1985. Soil saprolite profiles derived from mafic rock in the North California Piedmont I: Chemical, morphological, and mineralogical characteristics and transformation. Soil Sci. Soc. Am. J. 49:171-178.

Ristori GG, Sparvalie E, deNobili M, D’Aqui LP. 1992. Characterization of organic matter in particle size fractions of Vertisols. Geoderma. 54: 295-305.

Soil Survey Laboratory Staff. 1992. Soil survey laboratory methods manual. Soil Survey Investigation Report No. 41. Version 1.0.

Soil Survey Staff. 2014.Keys to Soil Taxonomy.United States Departement of Agriculture Natural Research Conservation Service. Twelfth Edition

Suryani E, Prasetyo BH. 2000. Karakteristik sawah irigasi di daerah Kerawang dan Bekasi. Hlm 35-46. Dalam Irsal Las et al. (Eds.). Pros. Seminar Nasional Sumber Daya Lahan. Buku II. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Utomo WY. 2013. Analisis Potensi Rawan (Hazard) dan Risiko (Risk) Bencana Banjir dan Longsor (Studi Kasus Provinsi JawaBarat).Tesis. Bogor: Program Pascasarjana,Institut Pertanian Bogor.

Van Reeuwijk LP. 1993. Procedures for soil analysis. Fourth edition. Wageningen.

Van Wambeke A. 1992. Soil of the Tropics. Properties and Appraisal. McGraw-Hill. Inc. New York.

Wade MK, Sanchez PA. 1983. Mulching and green manure applications for continuous crop production in the Amazon basin. Agron. J. 75:39-45.

Werner AD. 2013. Seawater Intrusion Processes, Investigation and Management: Recent Advance and Future Challenges. Adelaide (AU)

Zeng L, Kwon TR, Liu X, Wilson C, Grieve CM, Gregorio GB. 2004. Genetic diversity analyzed by microsatellite markers among rice (Oryza sativa L.) genotypes with different adaptations to saline soils. Plant Science,166(5): 1275- 1285




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jti.v46n2.2022.107%20-%20119

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Tanah dan Iklim

 Sertifikat Akreditasi JTI (2021)

 

  

 

 

P-ISSN : 1410-7244

E-ISSN : 2722-7723

Alamat:

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Jl. Tentara Pelajar No. 12 Bogor 16124

Telf. (0251) 8323012

Fax. (0251) 8311256

(Stat Kunjungan [Sejak 11 Des 2016])