Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah

Asmarhansyah Asmarhansyah

Abstract


ABSTRAK

Kegiatan penambangan timah telah secara nyata mengakibatkan kerusakan lingkungan biofisik lahan dan status ekonomi dan sosial masyarakat sekitar tambang. Selain itu, lahan bekas tambang timah memiliki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah yang tergolong buruk dan bukan merupakan media tanam yang ideal untuk pertumbuhan dan produksi tanaman. Penanganan dan perbaikan kualitas lahan bekas tambang timah harus dilakukan sebelum lahan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif. Teknologi peningkatan produktivitas lahan dan tanaman sangat diperlukan, melalui inovasi teknologi pertanian. Peningkatan produktivitas tersebut patut mempertimbagkan sumberdaya yang terkait dengan lahan bekas tambang timah, meliputi sumber lahan, tanaman, peternakan, dan air. Aplikasi bahan organik dan bahan pembenah tanah mampu memperbaiki kualitas lahan bekas tambang timah. Implementasi sistem pertanian terintegrasi akan mampu meningkatkan produktivitas lahan bekas timbang timah untuk pertanian produktif secara komprehensif dan berkelanjutan.

Kata kunci: lahan, tambang timah, produktivitas


Keywords


Lahan, Tambang Timah, Produktivitas

Full Text:

PDF

References


Asmarhansyah. 2015. Characteristics of Physical and Chemical Properties of Former-Tin Mining Areas for Crop Production in Bangka Island. Prosiding. Nasional Sistem Informasi dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Mendukung Swasembada Pangan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

Asmarhansyah. 2016a. Lahan bekas tambang timah berpotensi untuk pertanian. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 38(5): 6-8.

Asmarhansyah. 2016b. Improving soil properties and yield of corn (zea mays l.) by application of organic amendment on abandoned tin-mining areas in Bangka Island. J. Trop Soils. Vol 21 (3): 141-151.

Aspinall, C. 2001. Small-Scale Mining in Indonesia. International Institute for Environment and Development (IIED). World Business Council for Sustainable Development (WBCSD). Retrieved on 02 Mei 2017.

Ashraf, M.A., M. J. Maah, and I. Yusoff. 2013. Evaluation of natural phytoremediation process occurring at ex-tin mining catchment. Chiang Mai J. Sci. 40(2): 198-213

Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2016. Atlas peta tanah lahan bekas tambang tingkat semi detail Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Kementerian Pertanian. Bogor.

Balai Penelitian Tanah. 2012. Laporan Tahunan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

Budianta, D., N. Gofar and G. A. Andika. 2013. Improvement of sand tailing fertility derived from post tin mining using leguminous crop applied by compost and mineral soil. J. Trop Soils. Vol. (18)3: 217-223

Cobbing, E.J. 2005. Granite. in Barber, A.J.,Crow, M.J. and Milsom,J.S. (ed.) Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. Geological Society Memoir, No. 31.

Dariah, A., A. Abdurachman, dan D. Subardja. 2010. Reklamasi lahan eks penambangan timah untuk perluasan areal pertanian. J. Sumberdaya Lahan. (4): 1-12.

Henny, C. dan E. Susanti. 2009. Karakteristik limnologi kolong bekas tambang timah di Pulau Bangka. Limnotek. Vol XVI (2): 119-131.

Henny C. 2011. Kolong bekas tambang timah di Pulau Bangka: permasalahan kualitas air dan alternative solusi untuk oemanfaatannya. Oseanologi dan Limnologi Indonesia. Vol. 37(1): 119-138.

ICMM (International Council on Mining and Metals). 2006. Good practice guidance for mining and biodiversity, ICMM, London, http://www.icmm.com/page/1182/good-practice-guidance-for-mining-and biodiversity.

Inonu I, Budianta D, Umar M, Yakup, Wiralaga AYA 2011. Ameliorasi bahan organik pada media tailing paisr pasca tambang timah untuk pertumbuhan bibit karet. J. Agrotropika 16(1): 45-51.

Kastono, D, 2007. Aplikasi model rekayasa lahan terpadu guna meningkatkan produksi hortikultura secara berkelanjutan di lahan pasir pantai. J. Ilmu-ilmu Pertanian. 3 (2): 112-123

Lestari, T., Z. Abdi, J. Widodo, dan Yohanes. 2008. Analisis vegetasi di lahan bekas penambangan timah Desa Rebo, Kabupaten Bangka. Enviagro, Vol. 2 (2): 11-28

Madjid, N.M. A. Hashim, and A. Abdol. 1994. Rehabilitation of ex-tin mining land by agroforestry practice. J. Trop Forest Sci. 7(1): 113-127.

Nurcholis, M., Wijayani, A. dan Widodo, A. 2013. Clay and organic matter application on the coarse quartz tailing material and the sorghum growth on the post tin mining at Bangka Island. J of Degraded and Mining Lands Management. Vol.1(1):27-32

Nurtjahya E, Setiadi D, Guhardja E, Muhadiono, Setiadi Y. 2007a. Sabut kelapa sebagai mulsa pada revegetasi tailing timah di pulau Bangka. Eugenia. 13: 366–382.

Nurtjahya E., Setiadi D., Guhardja E., Muhadiono, Setiadi Y. 2007b. Succession on Tin-mined Land in Bangka Island. The Seventh International Flora Malesiana Symposium, Leiden 17 – 22 June 2007, the Netherlands.

Nurtjahya, E., D. Setiadi, E. Guhardja, Muhadiono, dan Y. Setiadi. 2007c. Populasi Collembola di lahan revegetasi tailing timah di Pulau Bangka. Biodiversitas. Vol. 8 (4): 309-313

Nurtjahja E. 2008. Revegetation on tin-mined land using local tree species in Bangka Island. Thesis. Bogor: Bogor Agricultural University.

Nurtjahya E, Setiadi D, Guhardja E, Muhadiono, Setiadi Y. 2009. Succession on tin-mined land in Bangka Island. Blumea: Vol. 54(1-3): 131-138.

Oktavia, D., Y. Setiadi, and I. Hilwan. 2015. The comparison of soil properties in heath forest and post-tin mined land: basic for ecosystem restoration. Procedia Environmental Sciences 28:124 – 131.

Pratiwi, Santoso, E. dan Turjaman, M. 2012. Penentuan dosis bahan pembenah tanah (ameliorant) untuk perbaikan tanah dari tailing kuarsa sebagai Medium tumbuh tanaman hutan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol 9 (2):163-174.

Prawiradiputra, B.R., E. Sutedi, Sajimin, dan A. Fanindi. 2012. Hijuan pakan ternak untuk lahan sub-optimal. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 63 Hal.

PT. Timah. 2009. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT. Timah. 2013. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT. Timah. 2015. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

Putri, D.S. 2016. Penataan lanskap reklamasi pascatambang timah di PT Timah tambang air mawas Kabupaten Bangka Selatan. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 69 Hal.

Rajiman, Yudono, P., Sulistyaningsih, E. dan Hanudin, E., 2008. Pengaruh pembenah tanah terhadap sifat fisika dan hasil bawang merah pada lahan pasir pantai Bugel. Jurnal Agrin. 12 (1): 67-77.

Sainsbury, C.L. 1969. Tin Resources of the world. Geology Survey Buletin 1301. https://pubs.usgs.gov/bul/1301/report.pdf. Retrieved on November 12, 2016.

Santi, R. 2005. Pertumbuhan Nilam (Pogostemon cablin Benth) pada sandy tailing asal lahan pasca penambangan timah yang diberi kompos dan tanah kupasan (overburden). Thesis. Program Studi Ilmu Tanaman Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Sitorus, S.R.P., E. Kusumastuti, L.N. Badri. 2008. Karakteristik dan Teknik Rehabilitasi Lahan Pasca Penambangan Timah di Pulau Bangka dan Singkep. J. Tanah dan Iklim. 27:57-74.

Subardja, A. Kasno, dan Sutono. 2012. Teknologi Pencetakan Sawah pada Lahan Bekas Tambang Timah di Bangka Belitung. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 111-122. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Sujitno, S. 2007. Dampak Kehadiran Timah Indonesia Sepanjang Sejarah, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sukartono dan W.H. Utomo. 2012. Pemanfaatan biochar sebagai pembenah tanah pada pertanaman jagung (Zea mays) di lahan lempung berpasir (sandy loam) semiarid tropis Lombok Utara. Buana Sains 12:91-98.

Sunarminto, B.H., M. Nurudin, Sulakhudin, dan C. Wulandari. 2014. Peran geologi dan mineralogy tanah untuk mendukung teknologi tepat guna dalam pengelolaan tanah tropika. Gajah Mada University Press. 227 Hal.

Suprapto, S.J., 2006. Pemanfaatan dan permasalahan endapan mineral sulfida pada kegiatan pertambangan. Buletin Sumber Daya Geologi. Vol. 1 No. 2.

Syukur A, Harsono ES. 2008. Pengaruh pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap beberapa sifat kimia dan fisika tanah pasir pantai samas Bantul. J.Ilmu Tanah dan Lingkungan. 8(2):138-145.

Van Bemmelen, R.W. 1970. The Geology of Indonesia (second edition). Government Printing Office, The hague, Netherlands

Zulfahmi, A.R., Wan Zuhairi, W.Y., Raihan, M.T., Sahibin, A.R., Wan Mohn Razi, I., Tukimat, L., Syakireen Z.S.N. and Noorulakma, A. 2012. Influence of Amang (Tin Tailing) on Geotechnical Properties of Clay Soil. Sains Malaysiana, Vol. 41 (3), pg. 303-312.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v11n2.2017.91-106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.