Ketersediaan Lahan Mendukung Ekspor Jagung Kabupaten Bengkayang ke Malaysia

Masganti Masganti, Ani Susilawati, Muhammad Yasin

Abstract


Abstrak. Jagung merupakan tanaman multifungsi, tetapi di Indonesia lebih banyak dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak. Kelangkaan komoditas ini di pasaran berefek ganda terhadap industri pakan, harga pakan dan harga ayam potong dan telur. Kebijakan Pemerintah melarang impor jagung dan mengekspor 3,0 juta ton jagung ke Malaysia perlu didukung secara penuh dan konsisten. Kabupaten Bengkayang merupakan sentra produksi jagung Kalimantan Barat dengan kontribusi 76,71%. Petani di kabupaten ini sudah terbiasa membudidayakan jagung dengan rata-rata produktivitas 4,07 t ha-1. Dari 17 kecamatan yang ada, semuanya mempunyai tradisi menghasilkan jagung. Peningkatan produksi jagung melalui perluasan areal tanam dengan memanfaatkan sekitar 183.934,5 ha lahan yang merupakan (1) perluasan areal tanam melalui pemanfaatan lahan kehutanan APL dan HP, (2) tumpangsari dengan tanaman perkebunan, (3) optimasi lahan bera, dan (4) intensifikasi daerah sentra produksi. Dengan memanfaatkan lahan tersebut, Kabupaten Bengkayang berpotensi menghasilkan 665.434 ton jagung pipilan kering atau setara dengan 21,85% quota ekspor jagung ke Malaysia. Perluasan areal tanam jagung di Kabupaten Bengkayang perlu didukung oleh hal-hal teknis seperti (a) ketersediaan tenaga kerja yang terampil, Alsintan (pengolah tanah, pemeliharaan, pemanen, dan pemipil, dryer), lantai jemur, air, saprodi (benih, insektisida, herbisida), dan pupuk organik, (b) pendampingan teknologi dari penyuluh dan peneliti, dan (c) kelembagaan seperti kios saprodi dan organisasi petani.

Keywords


Ketersedian Lahan; Jagung; Ekspor; Kabupaten Bengkayang

Full Text:

PDF

References


Adimihardja, A., A. Dariah, dan A. Mulyani. 2008. Teknologi dan strategi mendukung pengadaan pangan nasional. Jurnal Penelitian Badan Litbang Pertanian 27(2):434-49.

Ananto, E.E. dan Astanto. 2003. Evaluasi teknis dan ekonomi traktor di lahan pasang surut (Kasus di Delta Telang II Sugihan Kanan, Sumsel). Jurnal Engineering Pertanian 1(2):8-15.

Arieska, N.D., N.L. Zuraida, dan Z. Kusuma. 2016. Pengaruh olah tanah konservasi terhadap retensi air dan ketahanan penetrasi tanah pada lahan kering masam di Lampung Timur. J. Tanah dan Sumberdaya Lahan 3(1):279-283.

Arsyad, A. 2006. Pengaruh olah tanah konservasi dan pola tanam terhadap sifat fisik tanah ultisol dan hasil jagung. Jurnal Agronomi 8(2):111-116.

BBSDLP. 2016. Peta Arahan Penggunaan Lahan. Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

BPP Grogol. 2015. Analisis Usahatani Jagung Hibrida. Balai Penyuluhan Pertanian Grogol. Grogol. 5 Hlm.

BPS Kabupaten Bengkayang. 2016. Bengkayang dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang. Bengkayang. 714 Hlm.

BPS Republik Indonesia. 2016. Statistik Indonesia 2016. Badan Pusat Statistik. Jakarta. Hlm: 193-280.

Deptan. 2008. Roadmap Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian 2009-2013 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Deptan. Jakarta. 45 Hlm.

Efendi, R. dan Suwardi. 2009. Mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan kering dan produksi jagung dengan sistim penyiapan lahan konservasi. Dalam Makarim, K., Zubachtirodin, F. Kasim, A.M. Adnan, dan Syuryawati (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Serealia Menuju Kemandirian Pangan dan Agroindustri. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros.

Haryono. 2013. Strategi kebijakan kementerian pertanian dalam optimalisasi lahan sub optimal mendukung ketahanan pangan nasional. Hlm 11. Dalam Seminar Nasional Intensifikasi Lahan Sub Optimal dalam Rangka Mendukung Kemandirian Pangan Nasional. Palembang, 20-21 September 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta

Heryani, N., B. Kartiwa, dan H. Sosiawan. 2014. Pemetaan potensi air tanah untuk mendukung pengembangan pertanian lahan kering. Jurnal Sumberdaya Lahan 8(2):95-108.

Hidayat, A., dan A. Mulyani. 2004. Lahan kering untuk pertanian. Dalam Adimihardja, A., A. Mappaona, dan Saleh (Eds.). Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Menuju Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan. Puslittanak, Badan Litbang Pertanian, Bogor. Hlm. 1-34.

Hidayat, A., Hikmatullah, dan D. Santoso. 2000. Potensi dan pengelolaan lahan kering dataran rendah. Hlm 197-215. Dalam Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian.

Hidayat, R. S. 2008. Potensi air tanah di cekungan air tanah Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Geologi Indonesia 2(4):205-216.

Hikmatullah, H. Subagyo, dan D. Djaenudin. 1999. Potensi sumberdaya lahan di empat daerah perioritas pengembangan padi, kedelai dan jagung di Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 18(4):126-135.

Kementerian Pertanian. 2015. Statistik Pertanian 2015. Pusdatin, Kemtan. Jakarta. 355 Hlm.

Las, I. 2013. Model pertanian pangan cerdas iklim berbasis tatakelola lahan bijak untuk menghadapi ancaman perubahan iklim. Dalam Sumarno, T. D. Soedjana, dan K. Suradisastra (Eds.). Membumikan Iptek Pertanian. Badan Litbang, Kementerian Pertanian, Jakarta. Hlm:198-220.

Masganti, Wahyunto, Ai Dariah, Nurhayati, dan Rachmiwati. 2014. Karakteristik dan potensi pemanfaatan lahan gambut terdegradasi di Provinsi Riau. Jurnal Sumberdaya Lahan 8(1):47-54.

Masganti. 2013. Teknologi inovatif pengelolaan lahan suboptimal gambut dan sulfat masam untuk peningkatan produksi tanaman pangan. Pengembangan Inovasi Pertanian 6(4):187-197.

Mulyani, A. 2006. Perkembangan potensi lahan kering masam. Sinar Tani Edisi 24-30 Mei 2006.

Mulyani, A., dan I. Las. 2008. Potensi sumberdaya lahan dan optimalisasi pengembangan komoditas penghasil bioenergi di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 27(10):31-41.

Mulyani, A., dan M. Sarwani. 2013. Karakteristik dan potensi lahan suboptimal untuk pengembangan pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan 7(1):47-55.

Nuryati, L., B. Waryanto, Akbar, dan R. Widaningsih. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Tanaman Pangan. Pusdatin. Jakarta. 102 Hlm.

Permentan No. 03 Tahun 2015. Pedoman Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai Melalui Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya Tahun Anggaran 2015.

Ritung, S. et al. 2015. Sumberdaya Lahan Pertanian Indonesia: Luas, Penyebaran dan Potensi Ketersediaan. Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) Press.100 Hlm.

Sarasutha, I. G. P. 2002. Kinerja usahatani dan pemasaran jagung di sentra produksi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 21(2):39-47.

Subagyo, H., N. Suharta, dan A. B. Siswanto. 2000. Tanah-tanah pertanian di Indonesia. Dalam Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Puslittanak, Bogor. Hlm:21-66.

Subagyo. 2017. Kementan tanam 1 juta hektar jagung di lahan perkebunan. Antara News, 01 Mei 2017.

Sutoro. 2012. Kajian penyediaan varietas jagung untuk lahan suboptimal. Buletin Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan 7(2):108-116.

Tangendjaja, B., Y. Yusdja, dan N. Ilham. 2003. Analisis ekonomi permintaan jagung untuk pakan. Dalam Kasryno, F., E. Pasandaran, dan A. M. Fagi (Eds.). Ekonomi Jagung Indonesia. Badan Litbang Pertanian, Jakarta. Hlm: 229-254.

Tufalia, M., S. Alam, dan S. Leomo. 2014. Strategi Pengelolaan Lahan Marginal: Ikhtiar Mewujudkan Pertanian yang Berkelanjutan. Unhalu Press, Kendari. 110 Hlm.

Widyastuti, Y. E., dan T. Adisarwanto. 2002. Meningkatkan Produksi Jagung di Lahan Kering, Sawah, dan Pasang Surut. P. T. Penebar Swadaya. Jakarta 83 Hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v11n2.2017.107-116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.