Teknologi Pengelolaan Lahan Rawa untuk Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam Konteks Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim

Eni Maftu’ah, Wahida Annisa, Muhammad Noor

Abstract


Abstrak. Perubahan iklim di lahan rawa memberikan dampak berbeda tergantung tipologi lahan. Dampak perubahan iklim di lahan rawa mempengaruhi luas areal tanam, proses biofisik pada tanah dan tanaman, dan meningkatkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada lahan rawa lebak tengahan dan lahan rawa lebak dalam, El Niño menyebabkan permukaan air menurun sehingga mengurangi areal yang terendam dan meningkatkan luas areal tanam. Pengaruh El-Niño di lahan gambut dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan selain meningkatkan emisi karbon dari dekomposisi gambut, sedangkan di lahan sulfat masam dapat meningkatkan oksidasi pirit dan salinitas. Pada tahun La Niña, terjadi penurunan luas areal tanam pada lahan rawa lebak, sedangkan pada lahan pasang surut terjadi perubahan pola tanam. Kekhasan ekosistem rawa memerlukan penanganan khusus agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengelolaan lahan rawa harus memperhatikan aspek adaptasi agar terwujud pertanian berkelanjutan. Jangka menengah arah pengembangan teknologi pertanian di lahan rawa untuk meningkatkan kemampuan sektor pertanian dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim antara lain merakit, mendiseminasi dan menerapkan teknologi adaptasi tepat guna; meningkatkan kinerja penelitian dan pengembangan di bidang adaptasi perubahan iklim. Teknologi inovatif untuk optimalisasi lahan rawa dalam adaptasi terhadap perubahan iklim antara lain; pemanfaatan kalender tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan melalui sistem surjan, pengaturan tata air, penggunaan varietas unggul spesifik lahan rawa, ameliorasi dan pemupukan.

Abstract. The impacts of climate change on wetlands are different depending on the land typology. Climate change in wetlands affect the planting area, biophysical processes, soil properties, plant pests and diseases and greenhouse gases (GHG) emissions. In the swampy wetlands, El-Niño decreases inundation, thereby increases the areas that can be cultivated, especially for lowland rice. El Niño in peatland could increase carbon emissions both due to peat decomposition and to fires, whereas in acid sulfate soil it can increase oxidation of pyrite. During La Niña a decline in area planted occurs in swampy wetlands, whereas in tidal land it causes a change cropping patterns. The specificity of swampland requires special handling technique so that existing potentials can be optimally utilized. Management of wetlands should take into account the adaptation aspects for the realization of sustainable agriculture in wetlands. The medium term strategies of adaptive agricultural technology on wetlands to climate change include: development, dissemination and implementation of appropriate adaptive technologies; and enhancing research and development of adaptive technologies. Innovative technologies for the optimization of wetlands to adapt to climate change, among others; utilization of cropping calendar, optimization of land use through surjan system, water management, the use of swampland-specific improved varieties, soil amelioration and fertilization.


Keywords


Pupuk; Teknologi Inovatif; Adaptasi; Perubahan Iklim; Lahan Rawa; Pirit; El Niño; La Niña;

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v10n2.2016.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.