Pembenah Tanah untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Pertanian

Ai Dariah, S. Sutono, Neneng L. Nurida, Wiwik Hartatik, Etty Pratiwi

Abstract


Abstrak. Pembenah tanah (soil conditioner) dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan kualitas tanah. Tulisan ini menguraikan prinsip pemanfaatan pembenah tanah, jenis dan klasifikasi pembenah tanah, fungsi utama dan efek pembenah tanah terhadap kualitas tanah dan produktivitas tanaman, pengembangan pembenah tanah untuk pemulihan lahan pertanian, serta peluang dan kendala pengembangan pembenah tanah. Penggunaan pembenah tanah utamanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan/atau biologi tanah, sehingga produktivitas tanah menjadi optimum. Pembenah tanah ada yang bersifat alami maupun buatan (sintetis). Berdasarkan senyawa atau unsur pembentuk utamanya, pembenah tanah bisa dibedakan sebagai pembenah tanah organik, hayati, dan mineral. Penggunaan pembenah tanah yang bersumber dari bahan organik sebaiknya menjadi prioritas utama, selain terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan produktivitas lahan, juga bersifat terbarukan, insitu, dan relatif murah, serta bisa mendukung konservasi karbon dalam tanah. Kelemahannya adalah dibutuhkan dalam dosis relatif tinggi. Beberapa pembenah mineral juga efektif dalam meningkatkan kualitas tanah, namun tetap harus disertai dengan penggunaan pembenah tanah organik. Penggunaan pembenah tanah sintetik perlu diuji terlebih dahulu dari segi dampak negatifnya terhadap lingkungan, selain pertimbangan harga yang umumnya relatif mahal, meski dosis yang digunakan relatif rendah.

Abstract. Soil conditioner can be used to improve the recovery of soil quality. This paper mainly discuss on the use of soil conditioner, type and classification, function and its effect on soil quality and crop productivity, as well as the potency and challenge of using soil conditioner for recovery of the degraded agricultural land. The main role of soil conditioner is to improve soil physical, chemical and biological conditions and to provide optimum condition for soil productivity. There are natural and synthetic soil conditioners. Based on its component, they can be grouped as organic, biologic and mineral soil conditioner. The use of organic soil conditioner is strongly recommended as it proven very effective in improving soil quality and land productivity. Other benefits in using organic soil conditioner are their properties such as renewable, available in situ, and relatively less expensive. It also can support the conservation of carbon in the soil, but has the weakness associated with the high application rate. Some mineral soil conditioner is also effective in improving soil quality unless it’s combined organic soil conditioner. The use of synthetic soil conditioner should be evaluated for its negative impact on the environment prior to application and for its relatively expensive, although it is used at relatively low doses.


Keywords


Pembenah Tanah; Kualitas Tanah; Produktivitas Lahan; Soil Conditioner; Soil Quality; Land Productivity;

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v9n2.2015.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.