Pemetaan Potensi Air Tanah untuk Mendukung Pengembangan Pertanian Lahan Kering

Nani Heryani, Budi Kartiwa, Hendri Sosiawan

Abstract


Abstrak. Informasi potensi air tanah merupakan salah satu acuan yang sangat penting dalam pengelolaan air pada lahan kering baik untuk pemanfaatan aktivitas rumah tangga maupun untuk pengembangan pertanian. Sampai saat ini, metode atau survei geolistrik merupakan metode cepat dan penting untuk mempelajari dan menggambarkan kondisi akuifer di lahan kering. Teknik Vertical Electrical Sounding (VES) dipergunakan untuk menentukan potensi air tanah melalui dua elektroda arus yang diinjeksikan secara vertikal ke dalam bumi, dan sangat populer dalam studi air tanah karena tekniknya sederhana. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda tertentu, dapat ditentukan variasi nilai hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur (titik sounding). Perbedaan sifat kelistrikan batuan antara lain disebabkan oleh perbedaan karakteristik batuan (kerapatan, porositas, ukuran pori, bentuk), kandungan air, suhu, dan sebagainya. Hasil penelitian di beberapa agroekosistem lahan kering yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur memberikan informasi bahwa wilayah lahan kering tersebut memiliki air tanah dengan kategori sangat buruk sampai bagus dengan potensi debit antara <0,4 sampai 16,7 l detik-1. Peta potensi air tanah yang dihasilkan memberikan informasi tentang lokasi/titik pengamatan yang berpotensi untuk dilakukan pengeboran air tanah untuk digunakan sebagai sumber irigasi.

Abstract. The information of groundwater potency is one of the most important reference in the water management on dry land for the utilization of household activities and agricultural development. Nowadays, the observation of geoelectrics has been utilized as quick and important exploring tool for studying and depicting the subsurface aquifer in arid areas. The Vertical Electrical Sounding (VES) technique was employed to determine the groundwater potential through two current electrodes vertically planted on the ground, and has proved very popular with groundwater studies due to simplicity of the technique. By measuring the resulting variations in electrical conductivity potential at other pairs of planted electrodes, it is possible to determine the variations in electrical conductivity of the layer at the VES’s point. It is based on measuring the contrast in electrical conductivity of the different rock units which is varying according to the rock nature (density, porosity, pore size and shape), water content and temperature. Result of the researches in several upland agroecosystem at Sumatera, Java, Bali, East and West Nusa Tenggara provided the information of groundwater potency. These upland areas have a groundwater potency between very poor to excellent categories, with potential discharge between <0,4 to 16,7 l sec-1. Groundwater potential maps provided the informations of the area which potential for groundwater drilling as a source of irrigation.


Keywords


Potensi Air Tanah; Survei Geolistrik; VES; Irigasi Suplemen; Pertanian Lahan Kering; Groundwater Potency; Geoelectrics Survey; Supplement Irrigation; Dryland Agriculture

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v8n2.2014.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

       

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.