Teknologi Pemupukan Mendukung Jarwo Super

Husnain Husnain, Dedi Nursyamsi, Muhammad Syakir

Abstract


Abstrak. Terobosan program Jarwo Super yang merupakan integrasi berbagai Teknologi Badan Litbang Pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas komoditas padi. Adapun komponen teknologi Jarwo Super terdiri dari budidaya jajar legowo, pemanfaatan alat mesin pertanian, benih unggul, pemupukan dengan dosis optimal menggunakan PUTS, pemanfaatan dekomposer M-Dec dalam pengelolaan limbah jerami, pemanfaatan pupuk hayati dalam seed treatment (Agrimeth) dan biopestisida untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman. Teknologi pemupukan baik anorganik, organik serta hayati memberikan kontribusi signifikan dalam paket teknologi Jarwo Super. Pemupukan secara umum memberikan kontribusi minimal 20% dalam sistem produksi pertanian. Dengan demikian, rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan status hara tanah, optimal untuk varietas hasil tinggi dengan target hasil optimal sangat dibutuhkan. Penggunaan bahan organik seperti jerami padi yang berlimpah di lahan sawah perlu digalakkan kembali mengingat kompos jerami mengandung berbagai unsur hara terutama K dan Si serta memiliki fungsi meningkatkan kondisi fisik dan biologi tanah. Untuk mempercepat proses pembusukan jerami maka diperlukan dekomposer yang dapat memperpendek proses dekomposisi. Berbagai mikroba unggul dalam tanah dapat berfungsi dalam proses dekomposisi bahan organik, menghancurkan komponen toksik, transformasi inorganik, fiksasi N, Rhizobacteria, dan proteksi tanaman. Isolasi mikroba unggul dengan fungsi diatas menjadi cikal bakal formulasi pupuk hayati. Pupuk hayati dapat digunakan sebagai seed treatment, diberikan ke tanah dan tanaman sesuai dengan fungsinya. Berbagai jenis pupuk (anorganik, organik, hayati) yang diproduksi perlu diatur agar tidak merugikan konsumen yang sebagian besar adalah petani.

Abstract. Breakthrough program called Jarwo Super is an integration of various technologies of IAARD is expected to increase rice productivity. The program includes in Jarwo Super are Jajar Legowo (skip row), mechanization, high yield variety, balance fertilization with optimal dose (using paddy soil test kits PUTS), rice straw management (using decomposer M-Dec), the use of biofertilizers (Agrimeth) and biopesticides. Proper fertilizer management of inorganic, organic and biofertilizer will contributed significantly in the Jarwo Super Technology. In general, fertilizer contribute at least 20% in agricultural production systems. Thus, the fertilizer recommendation must consider soil nutrient status and high nutrient uptake by new variety. The use of organic materials such as rice straw which is abundant in rice fields should be encouraged recall straw compost contains variety of nutrients, especially K and Si as well as having the function of improving the physical and biological soil. Decomposer is required to speed up the decomposition process. Various microbes in the soil play important function in the soil such as decomposition of organic matter, destroying the toxic components, inorganic transformation, N fixation, Rhizobacteria, and plant protection. Isolation of microbes which having improtant function as mention above became the key in formulation of biofertilizer. Biofertilizer can be used as a seed treatment, soil and plants according to their function. Various types of fertilizers (inorganic, organic, biofertilizer) that is produced and commercially used should be regulated to protect farmer as the most user.


Keywords


Jarwo Super; Jajar Legowo; Balance Fertilization; Organic Fertilizer; Biofertilizer; Decomposer; Pemupukan Berimbang; Pupuk Organik; Pupuk Hayati; Dekomposer;

Full Text:

PDF

References


Adiningsih J. S. 1992. Peranan efisiensi penggunaan pupuk untuk melestarikan swasembada pangan. Bahan orasi pengukuhan ahli penelitia utama. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 34 Hal.

Balitbangtan. 2016. Rekomendasi Pemupukan N, P, dan K pada Padi Sawah Spesifik Lokasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Bappenas. 2009. Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. http://bappenas.go.id/files/1213/5229/ 9964/bab-19__20091007161707__20.pdf

BPS 2008. Statistical Yearbook of Indonesia. Pusat Biro Statistik Indonesia.

BPS 2013. Proyeksi Penduduk Indonesia, Indonesian Population Project 2010 – 2035. Badan Pusat Statistik. 468 halaman.

BPS 2014. Proyeksi penduduk menurut provinsi 2010-2013. Badan Pusat Statistik. Tersedia online at https:// www.bps. go.id.

BPS 2015a. Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai (Angka Ramalan I Tahun 2015). Berita Resmi BPS No. 62/07/ Th. XVIII, 1 Juli 2015.

BPS 2015b. Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Tanaman Pangan Menurut Provinsi (Dinamis). Badan Pusat Statistik.

Brady, N.C., and R.R. Weil. 2002. The Nature and Properties of Soils. Thirteenth edition, Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey.

Huang, J., J.S. Gao, Y.Z. Zhang, D.Z. Qin, dan M.G. Xu. 2013. Change characteristics of rice yield and soil organic matter and nitrogen contents under various long-term fertilization regimes. Ed. Ying Yong Sheng Tai Xue Bao. Pub Med US National Instute of Health, July 24(7):1889-94. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pubmed/24175518.

IPNI (International Plant Nutrition Institute). 2014. 4R Plant Nutrition: A Manual for Improving the Management of Plant nutrition. IPNI 2012. http://www.ipni.net/ ipniweb/. Diakses pada January 2014.

IPNI. 2016. Urease Inhibitors. Nutrient Source Specific. Tersedia untuk diunduh pada www.ipni.net/specific

Jamil A. 2016. Konsep & Implementasi Jarwo Super: Teknologi, Tantangan dan Kendala. Makalah disampaikan pada Raker BBSDLP, di Hotel Merdeka Pati, Jawa Tengah, 25-28 April 2016.

Koch, A., A. McBratney, M. Adams, D. Field, R. Hill. et al. 2013. Soil Security: Solving the Global Soil Crisis. Global Policy. University of Durham and John Wiley & Sons, Ltd. doi: 0.1111/1758-5899.12096.

Leiwakabessy, F. M. 1995. Persiapan Contoh, Pembuatan Esktrak dan Penetapan Kandungan Hara dalam Contoh. Bahan Pelatihan Pembinaan Uji Tanah dan Analisis Tanaman. Bogor. 23 Januari-4 Februari 1995 (tidak dipublikasikan).

Malik, K. A., R. Bilal, S. Mehnaz, G. Rasul, M.S. Mirza and S. Ali. 1997. Association of nitrogen-fixing, plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) with kallar grass and rice. Plant and Soil 194: 37-44.

Mukhopadhyay, SS, Parshad VR, Gill IS. 2009. Nanoscience and nano-technology: Cracking prodigal farming. Nature Precedings.

Nur S.M. 2014. Karakteristik Limbah Padi sebagai Bahan Baku Energi. Tersedia untuk diunduh dalam https://www.academia.edu/6028123.

OECD. 2001. Glossary of Environment Statistics, Studies in Methods, Series F, No. 67, United Nations, New York, 1997.

Perhimpunan Ekonomi Pertanian (PERHEPI) dalam peringatan 25 tahun Perhepi menerbitkan buku Perkembangan Ekonomi Pertanian Nasional 1969-1994 yang mengulas Pembangunan Pertanian dan membangi periode pembangunan pertanian dalam Pra-Bimas, Bimas dan Sistem Agribisnis.

Rechcigl, J. E. 1995. Soil Amendments and Environmental Quality. CRC Press LLC. 528 Pages.

Santosa E, T. Prihatini, S. Widati, dan Sukristiyonubowo. 1997. Pengaruh bakteri pelarut fosfat dan fosfat alam terhadap beberapa sifat tanah dan respon tanaman kacang tanah (Arachis hypogeae, L.). Dalam Prosiding Seminar Nasional Pupuk, HITI-Universitas Lampung.

Setyorini, D., J. S. Adiningsih, dan S. Rochayati. 2003. Uji Tanah Sebagai Dasar Penyusunan Rekomendasi Pemupukan. Seri Monograf No. 2 Sumberdaya Tanah. Balai Penelitian Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Simanungkalit R.D.M., R. Saraswati, R.D. Hastuti, dan E. Husen. Bakteri Penambat Nitrogen. Dalam Pupuk Organik dan Pupuk Hayati, Ed. Simanungkalit et al. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 313 Hal.

Sojka, R.E and Entry, J.A. 2007. Matrix-based fertilizer: A new fertilizer formulation concept to reduce nutrient leaching. In: Currie, L.D., Yates, L.J., editors. Proceedings of the Fertilizer & Lime Research Centre Workshop. Designing Sustainable Farms: Critical Aspects of Soil and Water Management, February 8-9, 2007, Palmerston North, New Zealand. Pp. 67-85.

Sukristiyonubowo, Suwandi, dan H. Rahmat. 2010. Pengaruh pemupukan NPK, kapur, dan kompos jerami terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil padi varietas Ciliwung yang ditanam pada sawah bukaan baru. Prosiding Seminar Nasional Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Tim Pupuk Balittanah. 2016. Rekomendasi pupuk untuk komoditas padi. Laporan Kegiatan Penelitian. Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanain (tidak dipubli-kasikan).




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v10n1.2016.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.