Best Practices Pengelolaan Air Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut

Rima Purnamayani, Ai Dariah, Haris Syahbuddin, Suria Darma Tarigan, Sudradjat Sudradjat

Abstract


Alih fungsi hutan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit seringkali menimbulkan isu lingkungan.  Budidaya kelapa sawit di lahan gambut membutuhkan drainase untuk menurunkan kedalaman muka air tanah sampai batas tertentu. Tulisan ini ditujukan untuk memberikan informasi dan menelaah best practices pengelolaan air pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut untuk mencapai pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.  Pengelolaan air merupakan salah satu kunci keberhasilan pengembangan lahan gambut sehingga diperoleh produktivitas lahan yang optimal, namun mampu mempertahankan kelestarian sumber daya lahan gambut.  Produktivitas kelapa sawit di lahan gambut bervariasi tergantung umur tanaman, kesuburan lahan, dan kedalaman muka air tanah. Best practices pengelolaan air berbasis kearifan lokal menjadi dasar pengelolaan air pada skala lebih luas.  Best practices pengelolaan air di perusahaan perkebunan besar sudah memperhitungkan rancangan drainase secara lebih presisi, menggunakan metode pembendungan menggunakan pagar kayu, tiang pancang, karung berisi pasir dan dinding batu.  Pengelolaan air yang harus diimplementasikan pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut adalah pengelolaan air yang berfungsi ganda, yaitu untuk membuang kelebihan air pada musim hujan dan konservasi air pada musim kemarau. Best practices pengelolaan air pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut harus memperhitungkan aspek berkelanjutan, yaitu dengan memperhatikan aspek ekologi, sosial dan ekonomi.  


Keywords


peat, oil palm, water management

Full Text:

PDF

References


Adesiji RA, Adeoye PA, Gbadebo AO. 2014. Review Article Effects of Water Table Fluctuations on Peatland-A Review. Sch. J. Eng. Technol. 2(3C):482–487.

Adji F, Damanik Z, Teguh R, Suastika KG. 2019. Karakteristik lahan gambut pedalaman Kalimantan Tengah ( Studi kasus: kanal penghambat dan dampak pembasahan). Di dalam: Soendjoto M, Dharmono, Riefani M, Ansari M, Septiyan R, Sahdi N, editor. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. Vol. 4. Banjarmasin: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat. hlm. 226–232.

Adji TN, Agniy RF, Cahyadi A, Haryono E, Nurkholis A. 2019. Karakteristik sistem aliran sungai bawah tanah di kawasan Karst Jonggrangan dengan tracer test. .doi:10.31227/osf.io/9r5kh.

Agus F, Subiksa I. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Bogor: Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF).

Agus F, Wahyunto, Dariah a, Setyanto P, Subiksa IGM, Runtunuwu E, Susanti E, Supriatna W. 2010. Carbon budget and management strategies for conserving carbon in peatland: case study in Kubu Raya and Pontianak districts, West Kalimantan, Indonesia. (May 2014):217–233.

Agus F, Wahyunto, Sosiawan H, Subiksa I, Setyanto P, Dariah A, Maswar, Nurida, N L, Mamat H, Las I. 2014. Pengelolaan berkelanjutan lahan gambut terdegradasi : trade off keuntungan ekonomi dan aspek lingkungan. Di dalam: Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mitigasi Emisi GRK dan Peningkatan Nilai Ekonomi. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. hlm. 1–23.

Anda M, Ritung S, Suryani E, Hikmat M, Yatno E, Mulyani A, Subandiono RE. 2021. Geoderma Revisiting tropical peatlands in Indonesia : Semi-detailed mapping , extent and depth distribution assessment. Geoderma. 402(May):115235.doi:10.1016/j.geoderma.2021.115235.

Armstrong A, Holden J, Kay P, Foulger M, Gledhill S, McDonald AT, Walker A. 2009. Drain-blocking techniques on blanket peat: A framework for best practice. J. Environ. Manage. 90(11):3512–3519.doi:10.1016/j.jenvman.2009.06.003.

Dariah A, Maswar. 2018. Isu lingkungan gambut tropika Indonesia. Di dalam: Agus F, Anda M, Jamil A, Masganti, editor. Lahan Gambut Indonesia: Pembentukan, karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan. III. Jakarta: IAARD Press. hlm. 101–129.

Dariah A, Nurzakiah S. 2000. Pengelolaan Tata Air Lahan Gambut. Pandu. Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut terdegradasi.:30–46.

Haddaway NR, Burden A, Evans CD, Healey JR, Jones DL, Dalrymple SE, Pullin AS. 2014. Evaluating effects of land management on greenhouse gas fluxes and carbon balances in boreo-temperate lowland peatland systems. Environ. Evid. 3(5):1–30.

Harianti M, Sutandi A, Saraswati R, Maswar, Sabiham S. 2017. Organic acids exudates and enzyme activities in the rhizosphere based on distance from the trunk of oil palm in Peatland. Malaysian J. Soil Sci. 21:73–88.

Hartatik W, Subiksa I, Dariah A. 2011. Sifat Kimia dan Fisika Lahan Gambut. Di dalam: Nurida, N L, Mulyani A, Agus F, editor. Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Hatano R, Inoue T, Darung U, Limin SH, Morishita T, Takaki F, Toma Y, Yamada H. 2010. Carbon dioxide and nitrous oxide emissions associated with tropical peatland degradation. 19th World Congr. Soil Sci. Soil Solut. a Chang. World.(August):13–16.

Holden J. 2006. Chapter 14 Peatland hydrology. Dev. Earth Surf. Process. 9(C):319–346.doi:10.1016/S0928-2025(06)09014-6.

Imanudin MS, Bakri. 2016. Model Drainase Lahan Gambut Untuk Budidaya Kelapa Sawit Berbasis Evaluasi Lahan. Semin. dan Lokakarya Kelapa Sawit Terpadu dan Berkelanjutan.:1–19.

Katimon A, Shahid S, Abd Wahab AK, Ali MH. 2013. Hydrological behaviour of a drained agricultural peat catchment in the tropics. 1: Rainfall, runoff and water table relationships. Hydrol. Sci. J. 58(6):1297–1309.doi:10.1080/02626667.2013.815759.

Lim KH, Lim SS, Parish F, Suharto R. 2012. RSPO Manual on Best Management Practices (BMPs) for Existing Oil Palm Cultivation on Peat. Ed ke-1. Malaysia: Roundtable on Sustainable Palm Oil.

Marwanto S, Watanabe T, Iskandar W, Sabiham S, Funakawa S. 2018. Effects of seasonal rainfall and water table movement on the soil solution composition of tropical peatland. Soil Sci. Plant Nutr. 64(3):386–395.doi:10.1080/00380768.2018.1436940.

Masganti, Anwar K, Maulia Aries S. 2017. Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian Potential and Utilization of Shallow Peatland for Agriculture. Sumber Daya Lahan. 11(1):43–52.

Masganti, Nurhayati, Widyanto H. 2019. Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit di Lahan Gambut Melalui Pemanfaatan Kompos Tandan Buah Kosong dan Berbagai Dekomposer. J. Tanah dan Iklim. 43(1):13–20.

Melling L, Goh KJ, Chaddy A, Hatano R. 2005. Soil CO2 Fluxes from Different Ages of Oil Palm in Tropical Peatland of Sarawak, Malaysia. Soil Carbon.(1997):447–455.doi:10.1007/978-3-319-04084-4_44.

Noor M. 2001. Pertanian lahan gambut, potensi dan kendala. Yogyakarta: Kanisius.

Noor M. 2010. Lahan Gambut : Pengembangan, Konservasi dan Perubahan Iklim. Ed ke-1 Sabiham, editor. Yogayakrta: Gadjah Mada Univeristy Press.

Noor M, Masganti, Agus F. 2018. Pembentukan dan karakteristik gambut tropika Indonesia. dalam Lahan Gambut Indonesia. Di dalam: Agus F, Anda M, Jamil A, Masganti, editor. Pembentukan, Karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan. Ed ke-1 Jakarta: IAARD Press.

Nugroho T, Oksana, Aryanti E. 2013. Analisis Sifat Kimia Tanah Gambut yang Dikonversi menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Kampar. J. Agroteknologi. 4(1):25–30.

Obidzinski K, Dermawan A, Hadianto A. 2014. Oil palm plantation investments in Indonesia’s forest frontiers: limited economic multipliers and uncertain benefits for local communities. Environ. Dev. Sustain. 16(6):1177–1196.doi:10.1007/s10668-014-9519-8.

Othman H, Mohammed AT, Harun MH, Darus FM, Mos H. 2010. Best management practices for oil palm planting on peat: optimum groundwater table. MPOB Inf. Ser. 472.

Permana RCE, Nasution IP, Gunawijaya J. 2011. Kearifan Lokal Tentang Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Baduy. Makara Hum. Behav. Stud. Asia. 15(1):67.doi:10.7454/mssh.v15i1.954.

Pulunggono HB, Anwar S, Mulyanto B, Sabiham S. 2019. Dinamika Hara pada Lahan Gambut dengan Penggunaan Lahan Kebun Kelapa Sawit , Semak dan Hutan Sekunder. J. Pengelolaan Sumberd. Alam dan Lingkung. (Journal Nat. Resour. Environ. Manag. 9(3):692–699.doi:10.29244/jpsl.9.3.692-699.

Ritung S, Sukarman. 2018. Kesesuaian lahan gambut untuk pertanian. Di dalam: Agus F, Anda M, Jamil A, Masganti, editor. Lahan Gambut Indonesia: Pembentukan, karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan. III. Jakarta. hlm. 61–84.

Ritzema H. 2008. The Role of Drainage In The Wise Use of Tropical Peatlands. Restor. Trop. Peatlands.(October 2016):78–87.

Ritzema H, Limin S, Kusin K, Jauhiainen J, Wösten H. 2014. Canal blocking strategies for hydrological restoration of degraded tropical peatlands in Central Kalimantan, Indonesia. Catena. 114:11–20.doi:10.1016/j.catena.2013.10.009.

Runtunuwu E, Kartiwa B, Sudarman K, Nugroho WT, Firmansyah A. 2015. Saluran Di Lahan Gambut. Ris. Geol. dan Pertamb. 21(2):65–73.doi:10.14203/risetgeotam2.

Sabiham S, Sukarman. 2012. Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Indonesia. J. Sumberd. Lahan. 6(2):55–66.doi:10.2018/jsdl.v6i2.6389.

Sangok FE, Maie N, Melling L, Watanabe A. 2017. Evaluation on the decomposability of tropical forest peat soils after conversion to an oil palm plantation. Sci. Total Environ. 587–588:381–388.doi:10.1016/j.scitotenv.2017.02.165.

Sayyidati R. 2019. Kombinasi Sistem Surjan-Handil sebagai Kecerdasan Lokal (Local Genius) dan Kearifan Lokal (Local Wisdom) Masyarakat Banjar Kuala di Kampung Tamban Mekar Sari Pal 16, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. J. Hum. Teknol. 5(1):28–34.doi:10.34128/jht.v5i1.53.

Setiawan I. 2021. Pengelolaan Lanskap Gambut Untuk Industri dan Masyarakat.

Sjahza A, Asmit B. 2019. Regional economic empowerment through oil palm economic institutional development. Manag. Environ. Qual. An Int. J. 30(6):1256–1278.doi:10.1108/MEQ-02-2018-0036.

Sumarga E, Hein L, Hooijer A, Vernimmen R. 2016. Hydrological and economic effects of oil palm cultivation in Indonesian peatlands. Ecol. Soc. 21(2).doi:10.5751/ES-08490-210252.

Suwardi. 2017. Begini Cara Mengembangkan Kelapa Sawit Di Lahan Gambuttle. https://thepalmscribe.id/. [diunduh 2021 Feb 25]. Tersedia pada: https://thepalmscribe.id/id/kelapa-sawit-di-lahan-gambut/

Suwondo, Sabiham S, Sumardjo, Pramudya B. 2010. Analis lingkungan biofisik lahan gambut pada perkebunan kelapa sawit. J. Hidrolitan. 1:20–28.

Syahza A, Suwondo, Bakce D, Nasrul B, Mustofa R. 2020. Utilization of peatlands based on local wisdom and community welfare in Riau Province, Indonesia. Int. J. Sustain. Dev. Plan. 15(7):1119–1126.doi:10.18280/IJSDP.150716.

Tarigan SD. 2011. Neraca Air Lahan Gambut Yang Ditanami Kelapa Sawit Di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. J. Ilmu Tanah dan Lingkung. 13(1):14.doi:10.29244/jitl.13.1.14-20.

Tonks AJ, Aplin P, Beriro DJ, Cooper H, Evers S, Vane CH, Sjögersten S. 2017. Impacts of conversion of tropical peat swamp forest to oil palm plantation on peat organic chemistry, physical properties and carbon stocks. Geoderma. 289:36–45.doi:10.1016/j.geoderma.2016.11.018.

Wahyunto, Dariah A, Pitono J, Sarwani M. 2013. Prospek Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. J. Perspekt. 12(1):11–22.

Wahyunto, Nugroho K, Agus F. 2018. Perkembangan pemetaan dan distribusi lahan gambut di Indonesia. Di dalam: Agus Fahmuddin, Anda M, Jamil A, Masganti, editor. Lahan Gambut Indonesia: Pembentukan, karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan. III. Jakarta: IAARD Press. hlm. 33–60.

Wawan, Amri A, Akbar A. 2019. Sifat fisika tanah dan produktivitas kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di lahan gambut pada kedalaman muka air tanah yang berbeda. Agroteknologi. 10(1):15–22.

Wigena I, Sudradjat, Siregar H. 2018. Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dengan Pendekatan Model Dinamis. Ed ke-1 Prambudy R, editor. Bogor: PT Idemedia Pustaka Utama.

Wigena IGP, Sudradjat, Sitorus SRP, Siregar H. 2009. Karakterisasi Tanah dan Iklim serta Kesesuaiannya untuk Kebun Kelapa Sawit Plasma. Tanah dan Iklim. 30.

Winarna. 2015. Pengaruh kedalaman muka air tanah dan dosis terak baja terhadap hidrofobisitas tanah gambut, emisi karbon, dan produksi kelapa sawit. IPB University.

Wiratmoko D, Rahutomo S, Santoso H. 2008. Topogen and ombrogen peat land characteristics in Labuhan Batu district of North Sumatra for oil palm plantation. (January).

Wösten JHM, Clymans E, Page SE, Rieley JO, Limin SH. 2008. Peat-water interrelationships in a tropical peatland ecosystem in Southeast Asia. Catena. 73(2):212–224.doi:10.1016/j.catena.2007.07.010.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v16n1.2022.9-21

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

       

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.