Land Suitability and Direction of Strategic Agricultural Commodities in East Kalimantan to Support the Development of the New Nation’s Capital of Republic of Indonesia

Sukarman Sukarman, Erna Suryani, Husnain Husnain

Abstract


Abstract. The development of the new nation's capital in East Kalimantan must be supported with sufficient food supply. An Agricultural buffer zone must be provided as production area of food crops, horticulture, plantation, and livestock to suffice the food needs. The planning of landuse arrangement in the area required land suitability assessment for various agricultural commodities. The purpose of this paper is to provide information of land suitability in East Kalimantan Province that support the development plan of the new capital of the Republic of Indonesia. Literature studies of the previous research in East Kalimantan Province are carried out by the Indonesian Center for Agricultural Land Resources Research and Development (ICALRRD), as well as other research institutions. Based on the researches by ICALRRD conducted between year 2016-2019, the land suitable for agriculture is quite extensive (7.7 million ha), mostly for dry land farming. It is classified as suitable (S) mainly for plantation, forage, dry land food, horticulture, and upland rice, especially rainfed paddy. Only a small part is suitable for swamp lowland paddy field or tidal paddy field. The efforts to develop the regions include: (1) the expansion of new areas called as extensification (E), and a little through intensification (I). Extensification is conducted by cultivating superior commodities on new opening land that were previously in the form of shrubs or swampy shrubs, and open area or pasture. The available area for extensification program in East Kalimantan is 2.728 million ha. (2) The intensification program is carried out through the development of commodities in the existing land by strengthening the application of land technology, water management, crops varieties selection and cultivation techniques covering 73.2 thousand ha.

Abstrak. Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, perlu didukung oleh kawasan penyangga pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan) untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Perencanaan penyusunan kawasan tersebut memerlukan data kesesuaian lahan berbagai komoditas pertanian. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikan informasi data tentang kesesuaian lahan di Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung rencana pembangunan ibukota baru Republik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi literatur dari hasil penelitian di Provinsi Kalimantan Timur, baik yang dilaksanakan oleh Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), maupun lembaga penelitian lain. Berdasarkan data hasil penelitian BBSDLP antara tahun 2016-2019, lahan yang sesuai untuk pertanian cukup luas (7,7 juta ha), terutama untuk pertanian lahan kering. Lahan yang tergolong kelas sesuai (S) sebagian besar untuk tanaman perkebunan, pakan ternak, pertanian tanaman pangan lahan kering, hortikultura, dan padi sawah tadah hujan. Hanya sedikit yang sesuai untuk pertanian padi rawa lebak atau padi pasang surut. Upaya yang dapat ditempuh untuk membangun kawasan ini adalah: (1) melalui perluasan areal baru atau ekstensifikasi (E) tanaman perkebunan, pakan ternak, pertanian tanaman pangan lahan kering, hortikultura, dan padi sawah tadah hujan, pada lahan bukaan baru yang sebelumnya berupa semak belukar atau semak belukar rawa, lahan terbuka atau padang rumput seluas 2,728 juta ha. (2) melalui program intensifikasi (I) dilakukan melalui pengembangan komoditas di lahan sawah eksisting melalui penguatan aplikasi teknologi pengelolaan lahan, pengelolaan air, penggunaan varietas unggul, dan teknik budidaya, seluas 73,2 ribu ha.


Keywords


New nation’s capital / East Kalimantan / Land suitability / Strategic agricultural commodities

Full Text:

PDF

References


Alimin D, Daru TP, Pujowati. 2018. Produksi rumput Meksiko (Euchlaena mexicana) pada media tanam top soil dan overburden dengan perlakuan pupuk kompos. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 1 (1): 12-19. Doi: http://dx.doi.org/ 10.30872/jpltrop.v1i1.2441.

Anwar K. 2015. Teknologi pengelolaan lahan rawa. Hlm 31-40. Dalam Rejekiningrum P, Tafakresnanto C, Suryani E, Khairullah I, Wihardjaka A, Widowati LR, Suastika IW (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Mendukung Swasembada Pangan, Buku III. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. ISBN 978-602-6916-2.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2020. Rekomendasi Budidaya Padi pada Berbagai Agroekosistem. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Sukamandi. 52 Hlm. ISBN 978-979-540-115-5.

BPS Kalimantan Timur. 2020. Provinsi Kalimantan Timur Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. Katalog No. 1102001.64. 826 Hlm.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016a. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-499-1.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016b. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-501-1.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016c. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-500-4.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016d. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Mahakam Hulu, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-503-5.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016e. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-6448-47-7.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016f. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-502-8.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016g. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-6448-46-0.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016h. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hlm. ISBN 978-602-436-498-4.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016i. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-385-7.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016j. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-385-7.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016k. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Kutai Timur, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-387-1

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016l. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Mahakam Hulu, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-388-8.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016m. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-395-6.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016n. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Berau, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-259-113-9.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016o. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kabupaten Paser, Skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 978-602-436-051-1

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2016p. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kota Samarinda, Skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2018a. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 19 Hlm. ISBN 978-602-459-326-1.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2018b. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1:50.000, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 18 Hlm. ISBN 978-602-459-328-5.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2018c. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kota Balikpapan, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 54 Hlm. ISBN 978-602-459-326-1.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2018d. Atlas Peta Kesesuaian Lahan dan Arahan Komoditas Pertanian Kota Bontang, skala 1:50.000 Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 49 Hlm. ISBN 978-602-459-327-8.

BBSDLP [Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian]. 2018e. Paket RPL (rekomendasi Pengelolaan Lahan) untuk Pengembangan dan Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian Strategis Berbasis Agroekosistem dan Kesesuaian Lahan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

FAO. 1976. A Framework for Land Evaluation. FAO Soil Bulletin No.32. Roma.

Hidayanto M, Nastiti D. 2015. Potensi lahan kering untuk pengembangan padi ladang di Kalimantan Timur. Hlm 137-148. Dalam Rejekiningrum P, Tafakresnanto C, Suryani E, Khairullah I, Wihardjaka A, Widowati LR, Suastika IW (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Mendukung Swasembada Pangan, Buku II. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. ISBN 978-602-6916-2.

Irawan B. 2015. Dinamika produksi padi sawah dan padi gogo: Implikasinya terhadap kebijakan peningkatan produksi padi. Hlm. 68-88. Dalam Pasandaran E, Rachmat M, Hermanto, Ariani M, Sumedi, Suradisastra K, Haryono (Eds.). Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan. IAARD PRESS, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Kasno A, Setyorini D, Suastika IW. 2020. Pengelolaan hara terpadu pada lahan sawah tadah hujan sebagai upaya peningkatan produksi beras nasional. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14 (1): 15-24. Doi: 10.21082/jsdl.v14n1.2020.

Oldeman LR, Las I, Muladi. 1980. Agroclimatic Map of Kalimantan, Scale 1:3.000.000. Central Research Institute for Agriculture, Bogor.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2017. Statistik Lahan Pertanian Tahun 2012-2016. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian, Jakarta. 195 Hlm.

Ritung S, Nugroho K, Mulyani A, Suryani E. 2011. Petunjuk Teknis, Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 161 Hlm.

Salelua SA, Maryam S. 2018. Potensi dan prospek pengembangan produksi jagung (Zea mays L.) di Kota Samarinda. Jurnal Agribisnis Komunikasi Pertanian, 1 (1): 47-53. Doi: http://dx.doi.org/10.35941/akp.1.1.2018.1703.47-53.

Sayaka B. 2018. Pertanian rakyat berbasis sayuran di lahan kering. Hlm. 111-134. Dalam Pasandaran E, Syakir M, Yufdi MP (Eds.). Sinergi Inovasi Memperkuat Pertanian Berbasis Tanaman Pangan dan Hortikultura. IAARD PRESS, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Setyawan FA. 2019. Jokowi: Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190826115726-32-424625/jokowi-ibu-kota-baru-di-kalimantan-timur. Diakses tgl 15 Mei 2019.

Syahrir S, Novieta ID. 2016. Analisis kandungan serat silase ransum lengkap yang diformulasi dengan bahan utama rumput gajah dan biomassa murbei. Seminar Nasional Peternakan 2, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin Makassar, 25 Agustus 2016.

Shanti R. 2020. Pertumbuhan dan produksi padi (Oryza sativa), pengaruh pengapuran dan pemupukan pada Ultisol. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 2 (2): 99-104.

Subardja D, Ritung S, Anda M, Sukarman, Suryani E, Subandiono RE. 2016. Petunjuk Teknis Klasifikasi Tanah Nasional. Edisi 2/2016. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor. 53 Hlm.

Sulaiman AA. 2019. Strategi Mentan Amran untuk Ibu Kota Baru Mandiri Pangan. Dalam FGD Strategi Pengembangan Kawasan Penyangga Kemandirian Pangan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, Balikpapan 30 Agustus 2019. https://pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3942. Diakses 29 Mei 2020.

Supriyo A, Lande M, Prayudi. 1991. Farming system research on peaty land in Sakalagun South Kalimantan Indonesia. Pp. 385-392. In Proceeding of International Symposium on Tropical Peatland. Kuching, Sarawak, 6-10 May 1991.

Taslim I. 2016. Analisis kesesuaian iklim untuk lahan perkebunan di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Bindhe, 1 (1): 44-53.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v15n1.2021.1-12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.