Peran Analisis Neraca Air untuk Perencanaan Pertanian di Kabupaten Konawe Selatan

Fathnur fathnur, Thamrin Kunta, Musyadik Musyadik

Abstract


Abstract. Water is a natural resource that has various functions for both potable water and economic activities such as industry, agriculture and tourism. The availability of groundwater, which mostly comes from rainfall, is an important limiting factor for increasing plant production. The concept of the environmental hydrological cycle (for example in a watershed) states that the amount of water somewhere on the earth surface is influenced by the amount of water that enters / absorbs (input) and leaves (output) at a certain time. The balance of water input and output at a certain area is known as water balance. Water balance is a method that can be used to see the availability of groundwater for plant at a certain time. One of the procedures for calculating the water balance is based on the Thornthwaite and Mather (1957) method. Water balance calculation needs to be done in every agricultural planning in line with climate change. The purpose of this paper is to examine the use of a general water balance for agricultural planning in Konawe Selatan District, Southeast Sulawesi Province.

 

Abstrak. Air merupakan sumberdaya alam yang memiliki beragam fungsi baik sebagai konsumsi air bersih maupun kegiatan perekonomian seperti industri, pertanian, dan pariwisata. Ketersediaan air tanah yang sebagian besar berasal dari curah hujan merupakan factor pembatas yang penting bagi peningkatan produksi suatu tanaman. Konsep siklus hidrologi lingkungan menyatakan bahwa jumlah air disuatu luasan tertentu di permukaan bumi dipengaruhi oleh besarnya air yang masuk/meresap (input) dan keluar (output) pada jangka waktut ertentu. Neraca  masukan dan keluaran air disuatu tempat dikenal sebagai neraca air (waterbalance). Neraca air merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk melihat ketersediaan air tanah bagi tanaman pada waktut ertentu. Salah satu prosedur perhitungan neraca air adalah berdasarkan metode Thorntwaite dan Mather (1957) dengan satuan tinggi air (mm). Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menelaah penggunaan neraca air umum untuk perencanaan pertanian berdasarkan hasilpenelitian di Kecamatan Lamooso Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

 

 


Keywords


curah hujan/ evapotranspirasi/ neraca air

Full Text:

PDF

References


Anna AN, Priyono KD, Suharjo, Priyana Y. 2016. Dampak perubahan iklim global terhadap tingkat kekritisan air meterologis di DAS Bengawan Solo Hulu. Hlm: 25-37. Dalam Prosiding Seminar Nasional Geografi. UMS. Upaya Pengurangan Risiko Bencana Terhadap Perubahan Iklim.

Ardiansyah T, Lubis KS, Hanum HS. 2013. Kajian tingkat bahaya erosi di beberapa penggunaan lahan di kawasan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Padang. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2 (1): 436-446. Doi: 10.32734/jaet.v2i1.5861.

Arifin MS. 2010. Modul Klimatologi. Jawa Timur. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Asdak C. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai. Edisi Revisi Kelima. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

BPS Provinsi Sulawesi Tenggara. 2011. Sulawesi Tenggara Dalam Angka. Tahun 2011. Badan Pusat Statistika. Propinsi Sulawesi Tenggara.

Cetinkaya CP, Gunacti MC. 2018. Multi-criteria analysis of water allocation scenarios in a water scarce basin. Water Resources Management. 32 :2867–2884. Doi : 10.1007/s11269-018-1963-z.

Djufry F. 2012. Pemodelan neraca air tanah untuk pendugaan surplus dan defisit air untuk pertumbuhan tanaman pangan di Kabupaten Merauke. Papua. Informatika Pertanian, 21(1): 1-9. Doi: http://dx.doi.org/10.21082/ip.v21n1.2012.p1-9.

Estiningtyas W, Wigena AH. 2011. Teknik statistical downscaling dengan regresi komponen utama dan regresi kuadrat terkecil parsial untuk prediksi curah hujan pada kondisi el nino, la nina, dan normal. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 12 (1): 65-72. Doi: http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v12i1.87.

Fibriana R, Ginting YS, Ferdiansyah E, Mubarak S. 2018. Analisis besar atau laju evapotranspirasi pada daerah terbuka. Agrotekma, 2(2): 130-137. Doi: https://doi.org/10.31289/agr.v2i2.1626.

Hassan D, Bano R, Burian SJ, Ansari K. 2017. Modeling water demand and supply for future water resources management. International Journal of Scientific and Engineering Research, 8(5) :1745–1750.

Hillel D. 1972. Soil and Water, Phycal Principles and Processes. New York: Academic Press.

Iskhaq F, Purwadi OT, Perangin Angin G. 2016. Kajian pengelolaan sumber daya air permukaan berbasis Geographics Information System (GIS) di Kota Bandar Lampung. Journal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD), 4(3): 345 – 356.

Isnin M, Basri H, Ramano. 2012. Nilai ekonomi ketersediaan hasil air dari Sub DAS Krueng Jreue Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 1(2): 184-193.

Jayanti KD, Sudira P, Sunarminto BH. 2015. Prediksi neraca air untuk menentukan masa tanam tebu di Kecamatan Kalasan, Sleman. Ilmu Pertanian, 18(2): 109-116. Doi : https://doi.org/10.22146/ipas.9092.

Kodoatie RJ, Syarief R. 2010. Tata Ruang Air. CV Andi Offset. Yogyakarta.

Kumambala P, Ervine A. 2010. Water balance model of Lake Malawi and its sensitivity to climate change. The Open Hydrology Journal, 4 (1):152-162. Doi: 10.2174/1874378101004010152.

Latha J, Saravanan S, Palanichamy K. 2010. A semi–distributed water balance model for Amaravathi River basin using remote sensing and GIS. International Journal of Geomatics and Geosciences, 1(2): 252-263.

Lee JH, Heo JH. 2011. Evaluation of estimation methods for rainfall erosivity based on annual precipitation in Korea. Journal of Hydrology, 409 (1–2): 30–48. Doi: https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2011.07.031.

Listyawati H, Suharsono T. 2012. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumber daya air untuk irigasi di Kabupaten Sleman. Mimbar Hukum, 24(1): 145–158. Doi: https://doi.org/10.22146/jmh.16151.

Mardawilis, Sudira P, Sunarminto BH, Shiddiq J. 2011. Analisis neraca air untuk pengembangan tanaman pangan pada kondisi iklim yang berbeda. AGRITECH, 31(2): 109-115. Doi: 10.22146/agritech.9733.

Maryanto A, Murtilaksano K, Rachman LM. 2014. Perencanaan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap sumberdaya air di Das Way Besai – Lampung. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea 3(2): 85 – 95. Doi: 10.18330/jwallacea.2014.vol3iss2pp85-95.

Paski JAI, Faski GISL, Handoyo MF, Pertiwi DAS. 2017. Analisis neraca air lahan untuk tanaman padi dan jagung di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2): 83-89. Doi: https://doi.org/10.14710/jil.15.2.83-89.

Polie RJ, Rispiningtati, Dermawan V. 2014. Kajian sistem manajemen pengelolaan daerah aliran sungai dalam upaya pelestarian sumber daya air (Studi Kasus: DAS Bone Provinsi Gorontalo). Jurnal Teknik Pengairan, 5(2): 189-198.

Rejekiningrum P. 2014. Dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air: identifikasi, simulasi, dan rencana aksi. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8 (1): 1-15. Doi: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v8n1.2014.%25p.

Schmadel NM, Neilson BT, Stevens DK. 2010. Approaches to estimate uncertainty in longitudinal channel water balances. Journal of Hydrology, 394 (3-4): 357-369. Doi: https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2010.09.011.

Setyawan C, Lee CY, Prawitasari M. 2017. Application of GIS software for erosion control in the watershed scale. International Journal of Scientific &Technology Research, 6(1): 57–61.

Soldevilla-Martinez M, López-Urrea R, Martínez-Molina L, Quemada M, Lizaso JI. 2013. Improving simulation of soil water balance using lysimeter observations in a semiarid climate. Procedia Environmental Sciences, 19: 534-542. Doi: https://doi.org/10.1016/j.proenv.2013.06.060.

Sukarman, Mulyani A, Purwanto S. 2018. Modifikasi metode evaluasi kesesuaian lahan berorientasi perubahan iklim. Jurnal Sumberdaya Lahan, 12(1): 1-11. Doi: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v12n1.2018.1-11.

Surmaini E, Runtunuwu E, Las I. 2011. Upaya sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 30(1): 1-7. Doi: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v30n1.2011.p1-7.

Tamba C, Fauzi M, Suprayogi I. 2016. Kajian potensi ketersedian air menggunakan model neraca air bulanan Thornthwaite-Mather (Studi kasus: Sub DAS Subayang Kampar Kiri Hulu). Jom FTEKNIK, 3 (2): 1-8.

Tarigan H. 2019. Manajemen sumber daya air, pembelajaran kasus Subak di Bali. Hlm: 416-434. Dalam Pasandaran E, Heriawan, Syakir M (Eds): Sumberdaya Lahan dan Air Prospek Pengembangan dan Pengelolaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Thornthwaite CW, Mather JP. 1957. Instruction and Tables for Computing Potensial Evapotranspiration and the Water Balance. New Jersey: Drexel Institute of Climatology. 401p.

Touhami IE, Chirino E, Andreu JM, Sánchez JR, Moutahir H, Bellot J. 2015. Assessment of climate change impacts on soil water balance and aquifer recharge in a semiarid region in South East Spain. Journal of Hydrology, 527 (2015) :619–629. Doi: https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2015.05.012.

Yin S, Xie Y, Liu B, Nearing MA. 2015. Rainfall erosivity estimation based on rainfall data collected over a range of temporal resolutions. Hydrology and Earth System Sciences, 19(10): 4113-4126. Doi: 0.5194/hess-19-4113-2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v15n1.2021.46-56

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.