Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Tadah Hujan Melalui Penerapan Teknologi Adaptif Dampak Perubahan Iklim

Anicetus Wihardjaka, Ali Pramono, Mas Teddy Sutriadi

Abstract


Abstrak. Optimalisasi lahan sawah tadah hujan memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional yang sebagian besar masih dipasok dari lahan optimal sawah beririgasi. Lahan suboptimal sawah tadah hujan berpotensi dalam mendukung ketersediaan pangan nasional. Lahan sawah tadah hujan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim terutama cekaman kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman. Antisipasi dampak perubahan iklim di lahan sawah tadah hujan dilakukan dengan penerapan teknologi adaptif dan sekaligus sebagai upaya mirigasi gas rumah kaca. Beberapa teknologi adaptif yang berpotensi meningkatkan produktivitas padi sawah tadah hujan adalah penggunaan varietas unggul baru, penentuan waktu tanam dengan kalender tanam, pengelolaan sumberdaya air dengan teknologi embung, pengendalian OPT terpadu dan pengelolaan lahan. Teknologi mitigasi seperti pengairan berselang, penggunaan varietas rendah emisi, penggunaan bahan amelioran, pemupukan secara berimbang, dan integrasi tanaman padi – ternak efektif menurunkan emisi gas rumah kaca di lahan sawah tadah hujan. Integrasi tanaman pangan-ternak bebas limbah merupakan salah satu upaya mensinergiskan aksi adaptasi dan aksi mitigas terhadap perubahan iklim di ekosistem lahan sawah tadah hujan.

 

Abstract. Optimization of rainfed lowland rice contributes on national food availability which is still generally supplied from irrigated lowland rice. The sub-optimal rainfed lowland is quite susceptible to climate change impacts, especially drought stress and incidence of pests and diseases. Anticipating climate change impacts in rainfed lowland are approached by applying adaptive technology as well as greenhouse gase mitigation. Some adaptive technologies which potentially increase rainfed rice productivity are new superior varieties, cropping calendar for determining planting time, water resources management with small water reservoir, and integrated pests and diseases control. Some mitigation technologies such as intermittent irrigation, high yielding varieties with low emissions, ameliorant materials use, balanced fertilization, and integrated food crop-livestock reduce effectively greenhouse gas emissions in rainfed lowland rice areas. Integrated food crops-livestock with zero waste systems is one of synergic efforts between adaptation and mitigation actions on climate change impacts in ecosystems of rainfed lowland rice.


Keywords


Adaptasi, emisi, gas rumah kaca, mitigasi, sawah tadah hujan

Full Text:

PDF

References


Ali MA, Farouque MG, Haque M, Kabir AA. 2012. Influence of soil amendments on mitigating methane emissions and sustaining rice productivity in paddy soil ecosystems of Bangladesh. J. Environ. Sci. & Natural Resources. 5(1): 179-185.

Baharuddin B. 2015. Penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman pangan, industri dan hortikultura. Prosiding Seminar Nasional Agribisnis Universitas Haluoleo. doi: dx.doi.org/10.37149/ 3125.

Balingtan. 2010. Laporan Tahunan 2010. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Balingtan. 2015. Laporan Tahunan 2015. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Balitbangtan. 2011. Pedoman Umum Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Balitbangtan. 2015. Varietas unggul padi amfibi Balitbangtan Kementerian Pertanian siap dukung antisipasi kekeringan. Bahan Press Release Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. http://www.litbang.pertanian.go.id/ press/one/41/pdf/Varietas Unggul Padi Amfibi Balitbangtan Kementerian Pertanian Siap Dukung Antisipasi Kekeringan.pdf

Dubey SK. 2005. Microbial ecology of methane emission in rice agroecosystem: a review. Applied Ecology and Environmental Research. 3(2): 1-27.

Erythrina. 2016. Bagan warna daun: Alat untuk meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen pada tanaman padi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 35(1): 1-10. doi: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v35n1.2016.p1-10.

Fagi AM, Las I. 1992. Lingkungan tumbuh padi. Hlm. 167-213 Dalam Ismunadji M, Partohardjono S, Syam M, Widjono A. (Eds.). Padi. Buku 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Fagi AM, Setyanto P, Wihardjaka A. 2015 Petunjuk Teknis Budidaya Padi Gogorancah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

FAO. 2007. SARD and Agro-Ecology, Sustainable Agriculture and Rural Development (SARD). Policy Brief 11. Rome.

Frei M, Razzak MA, Hossain MM, Oehme M, Dewan S, Becker K. 2007. Methane emissions and related physicochemical soil and water parameters in rice–fish systems in Bangladesh. Agriculture, Ecosystems and Environment. 120: 391–398.

Gaihre YK, Wassmann R, Tirol-Padre A, Villegas-Pangga G, Aquino E, Kimball BA. 2014. Seasonal assessment of greenhouse gas emissions from irrigated lowland rice fields under infrared warming. Agric. Ecosyst. Environ. 184: 88–100.

Guardian. 2015. Global carbon dioxide levels break 400 ppm nilestone. http://www.theguardian.com/ environment/2015/may/06/global-carbon-dioxide-levels-break-400ppm-milestone. Diakses 29 September 2017.

Hartatik W, Husnain, Widowati LR. 2015. Peranan pupuk organik dalam peningkatan produktivitas tanah dan tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan. 9(2): 107-120.

Johnson JMF, Franzluebbers AJ, Weyers SL, Reicosky DC. 2007. Agricultural opportunities to mitigate greenhouse gas emissions. Environmental Pollution. 150: 107-124.

Juwita Y, Yustisia. 2018. Peningkatan nutrisi besi dan seng dalam beras: berbasis jenis tanah, pemupukan berimbang dan varietas. Jurnal Triton. 9(2): 143-158.

Kartikawati R, Nursyamsi D. 2013. Pengaruh pengairan, pemupukan, dan penghambat nitrifikasi terhadap emisi gas rumah kaca di lahan sawah tanah mineral. Jurnal Ecolab. 7(2): 93-107.

Kartiwa B, Rejekiningrum P, Sosiawan H, Sutrisno N, Heryani N, Talaohu SH, Sudarman K, Hamdani A, Haryono, Jayanto G, Harmanto, Nursyamsi D. 2017. Petunjuk Teknis Implementasi Infrastruktur Panen Air. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Kasno A, Rostaman T, Setyorini D. 2016. Peningkatan produktivitas lahan sawah tadah hujan dengan pemupukan hara N, P, dan K dan penggunaan padi varietas unggul. Jurnal Tanah dan Iklim. 40(2): 147-157.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2017. Summary Nationally Determined Contribution (NDC) dan Progres. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Khan MA, Zargar MY. 2013. Experimental quantifi-cation of greenhouse gas (CH4) emissions from fertilizer amended rice field soils of Kashmir Himalayan Valley. Journal of Environmental Engineering & Ecological Science. doi: 10.7243/2050-1323-2-5.

Kumar JIN, Viyol S. 2009. Short term diurnal and temporal measurement of methane emission in relation to organic carbon, phosphate and sulphate content of two rice fields of central Gujarat, India. J. Environ. Biol. 30(2): 241-246.

Majumdar D. 2003. Methane and nitrous oxide emission from irrigated rice fields: Proposed mitigation strategies. Current Science. 84(10): 1317-1326.

Makarim AK. 2006. Pemupukan berimbang pada tanaman pangan. Hlm. 80-87. Dalam Risalah Seminar 2005 Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Puslitbang Tanaman Pangan. Bogor.

Pramono A, Ariani M, Yulianingsih E, Hervani A, Adriany TA, Setianingrum R. 2015. Pengelolaan Pertanian Rendah Emisi Gas Rumah Kaca. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Priatmojo B, Adnyana MO, Wardana IP, Sembiring H. 2019. Kelayakan finansial dan teknis cara tanam padi jajar legowo super di sentra produksi padi kawasan Sumatera. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 3(1): 9-15.

Ramanathan V, Feng Y. 2009. Air pollution, greenhouse gases and climate change: Global and regional perspectives. Atmospheric Environment. 43: 37-50.

Rao GR, Kumari B, Sahrawat K, Wani S. 2015. Integrated pest management (IPM) for reducing pesticide residues in crops and natural resources. In: Chakravarthy A. (Eds.). New Horizons in Insect Science: Towards Sustainable Pest Management. Springer, New Delhi. p. 397-412.

Ritchie H, Roser M. 2019. CO2 and greenhouse gas emissions. Our world in data. https:// ourworldindata.org/co2-and-other-greenhouse-gas-emissions. Diakses 6 Januari 2020.

Sander BO, Samson M, Buresh RJ. 2014. Methane and nitrous oxide emissions from flooded rice fields as affected by water and straw management between rice crops. Geoderma. 235: 355–362. doi: 10.1007/s10705-014-9658-1.

Sains Indonesia. 2017. Lahan sawah harus diversifikasi. Majalah Sains Indonesia edisi 65, Mei 2017. Hlm. 64-66.

Setyanto P, Abubakar R. 2005. Methane emission from paddy fields as influenced by different water regimes in Central Java. Indonesian J. Agric. Sci. 6(1): 1-9.

Setyanto P, Kartikawati R. 2008. Sistem pengelolaan tanaman padi renda h emisi gas metana. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 27(3): 154-163.

Sutamihardja RTM. 2009. Perubahan Lingkungan Global: Sebuah antologi tentang Bumi Kita. Yayasan Pasir Luhur. Bogor.

Sutamihardja RTM, Mulyani ME. 2011. Climate Change. Yayasan Pasir Luhur. Bogor.

Tampubolon K, Sihombing FN, Purba Z, Samosir STS, Karim S. 2018. Potensi metabolit sekunder gulma sebagai pestisida nabati di Indonesia. Jurnal Kultivasi. 17(3): 683-693.

Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang pengesahan Paris Agreement atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim.

Wang P, Delaune RD, Masscheleyn PH, Patrick Jr WH. 1993. Soil redox and pH effects on methane production in a flooded rice soil. J. Soil Sci. Soc. Am. 57: 382-385.

Weller S, Kraus D, Ayag KRP, Wassmann R, Alberto MCR, Butterbach-Bhal K, Kiese R. 2015. Methane and nitrous oxide emissions from rice and maize production in diversified rice cropping systems. Nutr. Cycl. Agroecosyst. 101: 37–53.

Widyantoro, Toha MH. 2010. Optimalisasi pengelolaan padi sawah tadah hujan melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu. Prosiding Pekan Serealia Nasional. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Subang, Jawa Barat. Hlm. 648-657.

Wihardjaka A. 2011. Pengaruh Jerami Padi dan Bahan Penghambat Nitrifikasi terhadap Emisi Gas Rumah Kaca (Metana dan Dinitrogen Oksida) pada Ekosistem Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Disertasi. Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Wihardjaka A. 2015. Mitigasi emisi gas metana melalui pengelolaan lahan sawah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 34(3): 95-104.

Wihardjaka A, Suyanto, Supraptomo E. 2015. Model pertanian ramah lingkungan: Penerapan Sistem integrasi tanaman pangan ternak di agroekologi sawah tadah hujan di Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Mendukung Swasembada Pangan. BBSDLP, Bogor, 29-30 Juli 2015. Buku III. Hlm. 81-92.

Yuan Q, Pump, Conrad R. 2014. Straw application in paddy soil enhances methane production also from other carbon sources. Biogeosciences. 11: 237–246.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v14n1.2020.25-36

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

       

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.