Reklamasi Lahan Bekas Tambang Timah Berpotensi sebagai Lahan Pertanian di Kepulauan Bangka Belitung

asmarhansyah asmarhansyah, Rahmat Hasan

Abstract


Abstrak. Lahan bekas tambang timah berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai areal pertanian dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan mengatasi persoalan lingkungan pasca penambangan. Tujuan makalah ini adalah untuk mengkaji upaya reklamasi lahan bekas tambang timah untuk dijadikan areal pertanian di Kepulauan Bangka Belitung. Luas seluruh izin usaha penambangan (IUP) yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat dan daerah dan dimiliki oleh perseroan di darat sebesar 327.524 ha, sedangkan luas IUP di laut 183.837 ha. Aspek biofisik lahan sangat menentukan keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang timah. Pemanfaatan lahan bekas tambang timah sebagai areal pertanian menemui sejumlah kendala biofisik lahan, seperti bentang lahan (lanskap) yang tidak beraturan, hilangnya lapisan atas tanah (top soil), rendahnya status kesuburan tanah, dan terganggunya kualitas air kolong. Selain aspek biofisik, upaya reklamasi juga patut mempertimbangkan aspek sosial ekonomi, seperti status kepemilikan lahan, pengetahuan dan keterampilan petani, dan kelayakan biaya usaha tani. Penyimpanan tanah pucuk, penataan lahan, penggunaan amelioran, pengembangan Legume Cover Crops, implementasi Integrated Farming Systems, dan perbaikan kualitas air kolong di lahan bekas tambang timah diyakini mampu meningkatkan kualitas dan daya dukung lahan bekas tambang timah untuk areal pertanian. Reklamasi lahan bekas tambang timah juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan tambang timah. Kegiatan reklamasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat untuk berusaha tani di lahan bekas tambang timah dapat dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan reklamasi pasca penambangan.

Abstract. Abandoned tin-mining lands have the potential to be used as agricultural areas in order to fulfill food demand and solve the environmental problems derived from mining activities. The purpose of this paper is to assess the reclamation measures on abandoned-tin mining areas which could be used as agricultural areas in Bangka Belitung Islands. The total areas of the mining business license (IUP) issued by the central and local government and owned by the company are 327,524 ha in inland and 183,837 ha in the sea. Biophysical aspects largely determines the success of reclamation of abandoned tin-mining areas. Utilization of abandoned-tin mining areas as agricultural areas is facing land biophysical constraints, such as undulating landscape, losses of top soil, low soil fertility status, and disruption of water quality of tin-mining pond. In addition to the biophysical aspects, reclamation efforts should also consider the socio-economic aspects, including land ownership status, knowledge and skills of farmers, and the feasibility of the cost of farming systems. Conservation of top soil, arrangement of land, development of legume cover crops, implementation of Integrated Farming Systems, and improvement of water quality in the area under the former tin mine are believed to improve the quality and carrying capacity of abandoned tin-mining areas to be used as agricultural areas. Reclamation of abandoned tin-mining areas also requires the active participation of the community, local government, and tin mining company. Reclamation activities that can provide benefits to local communities for farming in tin mined land can be used as one indicator of the success of the post-mining reclamation.


Keywords


reklamasi; timah; pertanian; bangka belitung; nilai ekonomi

Full Text:

PDF

References


Asmarhansyah, Subardja D. 2012. Perbaikan Kualitas Lahan Bekas Tambang Timah Bangka Tengah melalui Penggunaan Tanah Mineral dan Pupuk Organik. Hal 325-336. Dalam Wigena et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Bogor 29-30 Juni 2012. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

Asmarhansyah. 2015. Characteristics of Physical and Chemical Properties of Former-Tin Mining Areas for Crop Production in Bangka Island. Hal 181-190. Dalam Rejekiningrum et al. (Eds.). Prosiding Nasional Sistem Informasi dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Mendukung Swasembada Pangan. Bogor 29-30 Juli 2015. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

Erman E. 2013. Dampak penambangan timah dan respon masyarakat lokal, Prosiding. ITRI Indonesia Tin Forum, 11 December 2013, Pangkalpinang, Indonesia.

Ferry, Y., J. Towaha, dan RRKD Sasmita. 2013. Pemanfaatan kompos tanaman air sebagai pembawa inokulan mikriza pada budidaya lada perdu di lahan bekas tambang timah. J. Litri 19(1):15-22

Hadi H, Sudiharto. 2004. Pengembangan Perkebunan Karet di Daerah sekitar tambang batubara: Kasus di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Warta Perkaretan 23(3):28- 36.

Hairiah K, Utami SR, Lusiana B, Van Noordwijk M. 2003. Balance of nutrients and carbon in agroforestry systems: In : Introduction of Agroforestry. Teaching Materials 6. Word Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor. (Indonesian Version). p.105-124.

Hanura 2005. Perbaikan sifat kimia bahan tailing asal lahan pasca penambangan timah yang diberi kompos dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Thesis. Program Studi Ilmu Tanaman Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya.

Hermawan A, Asmarhansyah, Choliq A. 2010. Transformasi petani menjadi penambang timah di Bangka Belitung. Prosiding: Seminar Nasional Pengelolaan Lingkungan Hidup. Universitas Diponegoro, Semarang. 9 -10 Juni 2010. Hal 323 – 334.

Hutamadi R, Suherman W, Pertamana Y. 2007. Inventarisasi potensi bahan galian pada wilayah bekas tambang, Daerah Karimun, Kepulauan Riau. Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.

Inonu, I. 2011. Toleransi tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) di tailing pasir untuk revegetasi lahan bekas tambang timah di Pulau Bangka. Disertasi. Universitas Sriwijaya. Palembang. 133 Hal.

Inonu I, Kusmiadi R, Mauliana N. 2016. Pemanfaatan kompos bulu ayam untuk budidaya selada di lahan tailing bekas penambangan timah. J. Lahan Suboptimal. Vol 5(2): 145-152.

Muzammil D. Hermawan, Asmarhansyah. 2013. Laporan Akhir Tahun Pengkajian Reklamasi Lahan Bekas Timah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung. Pangkalpinang. (Tidak Dipublikasi).

Narendra BH, Pratiwi. 2014. Pertumbuhan cover crops pada lahan overburden bekas tambang timah di Pulau Bangka. Indonesian Forest Rehabilitation J. Vol 2(1):15-24.

Nurcholis M, Wijayani A, Widodo A. 2013. Clay and organic matter application on the coarse quartzy tailing material and the shorgum growth on the the post tin mining at Bangka Island. J. Degraded and Mining Land Management. Vol 1(1): 27-32.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Noor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

PT. Timah. 1991. Laporan studi evaluasi lingkungan lahan bekas tambang timah dan area smelter di Pulau Bangka. Vol 1 dan 3. PT. Timah. Pangkalipinang. Indonesia. Tidak dipublikasi.

PT Timah. 2010. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT Timah. 2011. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT Timah. 2012. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT Timah. 2014. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT Timah. 2015. Laporan Tahunan. PT Timah. Pangkalpinang

PT Koba Tin. 2010. Laporan Tahunan. Koba. Bangka Tengah

Pusat Penelitian Bioteknologi Hutan dan Lingkungan IPB. 2002. Effect of bio-organic on soil and plant improvement of post tin mine site at PT. Koba Tin Project Area, Bangka. Pusat Penelitian Bioteknologi IPB, Bogor.

Santi R. 2005. Pertumbuhan Nilam (Pogostemon cablin Benth) pada sandy tailing asal lahan pasca penambangan timah yang diberi kompos dan tanah kupasan (overburden). Tesis. Program Studi Ilmu Tanaman Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya. 72 Hal. Subardja D, Kasno A, Sutono, Sosiawan H. 2010. Identifikasi dan karakterisasi lahan bekas tambang timah untuk pencetakan sawah baru di Perlang, Bangka Tengah. Hal 109-122. Dalam Kartiwa et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Sumberdaya Lahan. Balai Besar Litbang Sumberdaya lahan Pertanian. Bogor.

Subardja D, Kasno A, Sutono. 2012. Teknologi Pencetakan Sawah pada Lahan Bekas Tambang Timah di Bangka Belitung. Hal 111-122. Dalam Wigena et al. (Eds.). Prosiding. Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

Sujitno S. 2007. Dampak Kehadiran Timah Indonesia Sepanjang Sejarah, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Suprapto SJ. 2016. Tinjauan reklamasi lahan bekas tambang dan asepk konservasi bahan galian. http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php? option=com_content&id =609. Diakses pada 1 September 2016.

Suryadi A. 2016. The government of tin mining in Bangka-Belitung Archipelago Province (From perspective of Good Governance). Global Journal of Politics and Law Research. Vol 4 (1): 18-28.

Tanpibal V, Sahunalu P. 1994. Characteristics and management of tin mine tailing in Thailand. Soil Technology 2:17-26.

Walhi. 2013. Mari buat Bangka Belitung lebih baik. Prosiding. ITRI Indonesia Tin Forum. 11 December 2013. Pangkalpinang.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v12n2.2018.73-82

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

       

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.