PERTUMBUHAN BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA MEDIA TANAM KOMBINASI ANTARA GAMBUT, TANAH LAPISAN ATAS DAN ARANG SEKAM PADI DI PEMBIBITAN AWAL/The Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guineensis Jacq.) on Combinated Media of Peat, Topsoil an

Marlin Sefrila, Lucy Robiartini B., Astuti Kurnianingsih, Ilham Setiawan S.

Abstract


Growth medium is very important to produce good quality of seedling. The use of different growing media would give a different influence on plant colonization, as each medium type has different nutrient content.  The purpose of the study was to evaluate the growth of oil palm seedlings in a variety of growing media composition in pre-nursery. The research was carried out in smallholder estate of Keramasan Karyajaya Village, Kertapati Sub district of South Sumatra from September 2017 until December 2017. The design used was completely randomized design with growing media (M) as treatments: M0 (topsoil/controls), M1 (peat), M2 (topsoil+rice husk charcoal), M3 (peat + rice husk charcoal), M4 (topsoil+peat+rice husk charcoal). The observed variables were plant height number of leaves, greenness of leaves, and the number of survival seeds. The results of this study showed that growth media significantly affected plant height and the greenness of leaves. The percentage of oil palm seeds growing on peat media increase about 13% compared to the top soil medium. So, peat moss media can be used as an alternative media to replace the top soil media.

Key words: topsoil, peat, rice husk charcoal, oil palm, pre-nursery

 

Abstrak

Media pembibitan sangat penting dalam menghasilkan bibit yang berkualitas baik. Penggunaan media tanam yang berbeda-beda diduga akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman, karena setiap jenis media tanam memiliki kandungan unsur hara yang berbeda.  Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pertumbuhan benih kelapa sawit pada berbagai komposisi media tanam di pembibitan awal. Penelitian dilaksanakan di perkebunan rakyat Desa Keramasan Karyajaya, Kecamatan Kertapati, Sumatera Selatan dari bulan September 2017 sampai Desember 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan media tanam (M): M0 (Tanah lapisan atas/kontrol), M1 (Gambut), M2 (Tanah lapisan atas+arang sekam padi), M3 (Gambut+arang sekam padi), M4 (Tanah lapisan atas+gambut+arang sekam padi). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, dan jumlah benih yang hidup.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan tingkat kehijauan. Persentase tumbuh benih kelapa sawit pada media gambut naik sekitar 13% jika dibandingkan dengan media tanah lapisan atas, sehingga media gambut dapat digunakan sebagi media alternatif untuk menggantikan media tanah lapisan atas.

Kata kunci: Tanah lapisan atas, gambut, arang sekam padi, kelapa sawit, pembibitan awal


Keywords


topsoil;peat;rice husk charcoal;oil palm and pre-nursery

Full Text:

PDF

References


Afandie, R. dan Nasih. W. Yuwono. 2002. Ilmu kesuburan tanah. Yogyakarta. Kanisius.

Agus, F. dan and Made, I. G. 2008. Lahan gambut potensi untuk pertanian dan aspek lingkungan. Bogor: Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF).

Anita Agustin Dewi, Melya Riniarti, dan Duryat. 2014. Pemanfaatan limbah serbuk gergaji dan arang sekam padi sebagai media sapih untuk cempaka kuning (Michelia champaca). JURNAL SYLVA LESTARI, 2(3):49–58.

Allorerung, D., M. Syakir., Zulkarnain P, Syafaruddin. dan Widi. R. 2010. Budidaya kelapa sawit. Aska Media. doi: 10.3406/arch.1977.1322.

Hanibal. 2007. Pengaruh kombinasi tanah gambut dan tanah mineral sebagai media pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq .) di pembibitan utama. Jurnal Agronomi, 11(2):81–84.

Harry, O. B. dan Nyle. C. Brady.1982. Ilmu tanah. Jakarta. Bhratara Karya Aksara.

Irawan, A. and Kafiar, Y. 2015. Pemanfaatan cocopeat dan arang sekam padi sebagai media tanam bibit cempaka wasian (Elmerrilia ovalis).inPROS SEMNAS MASY BIODIV INDON: 805–808. doi: 10.13057/psnmbi/m010423.

Ispandi, A. 2004. Efektivitas pupuk PK dan frekuensi pemberian pupuk K dalam meningkatkan serapan hara dan produksi kacang tanah di lahan kering alfisol. Jurnal Ilmu Pertanian, 11(2): 11–24.

Kuvaini, A. 2012. Pengaruh perbedaan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre nursery. Bekasi, Jawa Barat.

PASPI.2016. Industri minyak sawit Sumatera Selatan berkelanjutan. Bogor.

Sabiham S. dan Sukarman. 2012. Pengelolaan lahan gambut untuk pengembangan kelapa sawit di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 6(2):55–66.

Sasli, I. 2011. Karakterisasi gambut dengan berbagai bahan amelioran dan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimia guna mendukung produktivitas lahan gambut.Agrovigor, 4(1):42–50.

Surtono, W. 2016. Perbedaan bahan stek dan komposisi media pada pembibitan tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis).JOM Faperta, 3(2).

Wahyunto, Sofyan Ritung, Kusumo Nugroho, Yiyi Sulaeman, Hikmatullah Chendy Tafakresnanto, Suparto. dan Sukarman. 2013. Atlas lahan gambut terdegradasi. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v25n1.2019.31-36

Refbacks





Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats