PENGARUH TOPPING, JUMLAH DAUN, DAN WAKTU PENYAMBUNGAN TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN JAMBU MENTE DI LAPANGAN

ROBBER ZAUBIN, RUDI SURYADI

Abstract


Rendahnya produktivitas perkebunan jambu mente di Indonesia, yaitu rata-rata hanya 350 kg gclondongha, disebabkan antara lain karena pohon- pohonnya berasal dari bibit (seedling) yang mutunya kurang baik. Untuk meningkatkan potensi produksinya, pertanaman jambu mente yang ada sebaiknya disambung dengan batang atas (entres) unggul.Teknik penyam- bungan dirumah atap sudah tersedia dengan hasil 90% - 95% sambungan hidup, sedangkan untuk penyambungan di lapangan baru dilakukan dengan metode sambung samping dengan keberhasilan 40%. Suatu penelitian telah dilakukan di Instalasi Penelitian Cikampek mulai Januari 2000 sampai dengan Januai 2001, dengan tujuan untuk menguji perlakuan topping, jumlah daun batang bawah dan waktu penyambungan yang terbaik untuk meningkatkan keberhasilan penyambungan jambu mente di lapangan Rancangannya adalah petak tcrpisah dengan 2 ulangan dan 32 sambungan/ perlakuan. Perlakuan yang diuji adalah (1) lopping (pembuangan pucuk batang bawah), sebagai petak utama, terdii atas (al) tanpa topping, dan (a2) topping; (2) jumlah daun pada batang bawah dan waktu penyambungan, sebagai anak petak, terdiri atas : (bl) 2 daun, disambungpukul 08.00-11.00, (b2) 2 daun, disambung pukul 1 1.00-13 00, (b3) 2 daun, disambung pukul 13.00-15.00, (M) 4 daun, disambung pukul 08.00-11.00, (b5) 4 daun, disambung pukul 11.00-13.00, (b6) 4 daun, disambung, pukul 13.00-15.00. Topping dilakukan 7 hai sebelum penyambungan. Sebagai batang bawah digunakan tunas-tunas yang tumbuh dai pangkal batang mente jenis Pecangaan yang ditebang pada tinggi I m. Batang atas diambil dai pohon unggul jenis Balakrisnan-02. Parameter yang diamati adalah jumlah sambungan yang hidup, pertumbuhan tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata dari perlakuan terhadap semua parameter. Interaksi terbaik diperoleh pada topping dengan 4 helai daun pada batang bawah dan waktu penyambungan pukul 08.00 - 11.00, dengan jumlah sambungan hidup, pertumbuhan tunas dan jumlah daun tetinggi, masing-masing 86.36% ; 27 cm ; dan 14 daun, sedangkan hasil terendah ditunjukkan oleh interaksi tanpa topping dengan 2 helai daun pada batang bawah dan waktu penyambungan pukul 1 3 00-15.00, dengan 10% sambungan hidup, petumbuhan tunas 12 cm, dan 5 helai daun.

Kata kunci: Anacardium occidentale L, topping, teknik penyambungan, produktivitas

 

ABSTRACT

Effect of topping, number of leaves and time of grafting on the success of cashew grafting at ield conditions

The low productivity of cashew plantation in Indonesia, average 350 kg pods/ha, is among others caused by low quality of the cashew plants developed from seedlings. To increase the productivity, the existing trees should be grated with scions taken from high yielding vaieties. The grating technique of cashew at lath-house conditions is available with a success of 90-95%, however, grating technique for ield conditions using (he side grat succeded only 40%. The experiment was conducted at Cikampek Research Installation - Balittro, from January 2000 to January 2001, lo studs the efect of topping, number of leaves on rootstock, and the lime of grating on the success of cashew grating at ield conditions. The design was a split plot, with 2 replicates and 32 grats/treatment. The treatments were (1) topping of the rootstock, as the main plot, consisted of (al) without topping, (a2) topping, and (2) number of leaves on the rootstock and period of grating, as the subplot, consisted of (bl) 2 leaves at the rootstock/grated at 8.00 - 1 1.00, (b2) 2 leaves at the rootstock/graded at 11.00-13.00, (b3) 2 leaves al the rootstock/gratcd at 13.00-15.00, (b4) 4 leaves at the rootstock/gratcd at 08.00- 11.00, (b5) 4 leaves at the rootstock/grafted at 11.00-13.00, (b6) 4 leaves at the rootstock/gratcd at 13.00-15.00. Topping was conducted 7 days before grating Shoots grown from the trunk of the Pecangaan type, coppiced at I m height, were used as the rootstock Scions were taken from high yielding vaiety Balakisnan 02 type. Parameters assessed were number of 'lakes" and growth of scion, consisted of length of scion and number of leaves. Results of the expeiment showed that there were significant interaction of the treatments on all of the parameters. The best interaction was shown by topping with 4 leaves at the rootstock and grated at 8.00-11.00 which resulted in a 86.3% of "takes", 27 cm length of scion with 14 leaves, while the lowest results were shown by without topping with 2 leaves at the rootstock and grated at 13.00- 15.00 with 10% of "takes". 12 cm lengOi of scion with 5 leaves.

Key words Anacardium occidentale L., grafting technique, topping, productivity


Keywords


Anacardium occidentale L;topping;teknik penyambungan,;produktivitas

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v8n2.2002.55-60

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats