PENGARUH EKSTRAK SERBUK BIJI MIMBA TERHADAP KONSERVASI MUSUH ALAMI DAN POPULASI Helicoverpa armigera HUBNER PADA TANAMAN KAPAS

DWI ADI SUNARTO, . NURINDAH, . SUJAK

Abstract


Musuh alami dalam konsep pengendalian hama terpadu (PHT) merupakan kekuatan alami yang diharapkan dapat bekerja untuk mengen¬ dalikan serangga hama. Musuh alami akan mampu mengendalikan hama apabila sepcnuhnya mendapat kesempatan untuk bcrkembangbiak dan dukungan untuk berperan secara optimal sebagai faktor mortalitas biotik serangga hama. Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, perlu didukung dengan tindakan konservasi. Penggunaan insektisida botani serbuk biji mimba (SBM) yang aman terhadap musuh alami diharapkan dapat mengkonservasi musuh alami. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh SBM terhadap musuh alami dan efektivitasnya dalam menekan populasi Helicoverpa armigera Hbn. pada tanaman kapas. Penelitian dilaksanakan di KP. Asembagus pada bulan Desember 1999 sampai dengan Mei 2000. Perlakuan yang diuji adalah (1) penyemprotan dengan insektisida botani serbuk biji mimba (SBM) konsentrasi 20 g/l air, (2) penyemprotan dengan insektisida sintetis betasifultrin (ISB) konsentrasi 1.5 ml/1 air. Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 8 kali. Ukuran petak untuk masing- masing perlakuan pada setiap ulangan 25 x 30 m. Penyemprotan SBM maupun IBS dilakukan secara bcrkala sebelum pengamatan populasi hama dan musuh alami mulai 41 hingga 86 hari setelah tanam (hst) dengan selang waktu 5 hari (10 kali penyemprotan). Pengamatan dilakukan setiap 5 hari, sejak tanaman berumur 40 hingga 100 hsl. Variabel yang diamati adalah populasi musuh alami (parasitoid dan predator), populasi ulat dan larva penggerek buah // armigera, kerusakan badan buah, dan hasil kapas berbiji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insektisida botani SBM dapat mengkonservasi musuh alami terutama predator dan menekan populasi penggerek buah H. armigera pada tanaman kapas. Perbedaan penekanan populasi predator yang disebabkan oleh perlakuan ISB dibanding SBM rata-rata 25%. Parasitisasi telur dan larva H. armigera pada kedua perlakuan tidak berbeda dengan tingkat parasitisasi tertinggi mencapai 63% oleh parasitoid telur Trichogrammatoidea armigera dan 25% oleh parasitoid larva Eriborus argenteopilosus dan Carcelia illola. Efektivitas SBM dalam menekan populasi hama tidak berbeda dengan efektivitas ISB. Populasi larva //. armigera rata-rata 0.95 ekor pada perlakuan SBM dan 1.5 ekor pada perlakuan ISB per 10 tanaman. Tingkat kerusakan buah pada kedua perlakuan kurang dari 10% dengan produktivitas hasil kapas berbiji 1 921 kg/ha pada perlakuan SBM dan 1 838 kg/ha pada perlakuan ISB. Dengan demikian, maka SBM layak digunakan sebagai substitusi ISB.

Katakunci: Gossypium hirsutum L, Azadirachla indica A. Jussieu, insektisida botani, konservasi musuh alami, Helicoverpa armigera Hbn.

 

ABSTRACT

The effect of neem seed powder extract on natural enemy conservation and population of Helicoverpa armigera (Hubner) on cotton

In IPM concept, natural enemies are expected to act as natural power in controlling the pests. They will eonlrol the pests when they are in an encouraging environment. Conservation is possible to build such environment. The use of botanical insecticide, extract of neem seed powder (NSP), which is relatively save for natural enemies could be expected for conservation. The objective of this research was to test the effects of NSP extract on Helicoverpa armigera and its natural enemies.

The research was carried out at Asembagus Research Station from December 1999 to May 2000. The treatments applied were: NSP spray (NSP) versus betasifultrin chemical insecticide spray (BCI); designed in 8 replicates. The plot size was 25 m x 30 m. Both NSP and BCI were applied every 5 days since 41 days ater planting (dap) to 86 dap (10 sprays). Variables observed were the population of natural enemies (parasitoids and predators), H. armigera (eggs and larvae), damaged bolls and seed cotton production. The results showed that NSP did not have any adversary effects on parasitoids and predators on cotton, but it does on // armigera so that it could be functioned for natural enemy conservation Average suppression on predator population by BCI was higher 25% than thai of NSP. However, egg and larvae parasitism on BCI and NSP were not significantly different. The highest parasitism level was 63% and 25% by egg parasitoid Trichogrammatoidea armigera and larvae parasitoid Eriborus argenteopilosus and Carcelia illola, respectively. The effectiveness of BCI on H. armigera larvae was not significant with NSP. Larvae population was 0.95 larvae/10 plants and 1.5 larvae/10 plants on BCI and NSP, respectively. Fruit damage on both treatments was less than 10% and seed cotton productivity was 1 921 kg/ha and I 838 kg/ha on NSP and BCI, respectively. Therefore, NSP could be used as BCI substitution.

Key words : Gossypium hirsutum L, Azadirachla indica A. Jussieu. botanical insecticides, natural enemy conservation, Helicoverpa armigera Hbn


Keywords


Gossypium hirsutum L;Azadirachla indica A. Jussieu;botanical insecticides;natural enemy conservation;Helicoverpa armigera Hbn

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v10n3.2004.89-95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats