PERANAN SEMUT (Oecophylla smaragdina dan Dolichoderus sp.) DALAM PENGENDALIAN Helopeltis spp., dan Sanurus indecora PADA JAMBU METE

ELNA KARMAWATI, E. A. WIKARDI

Abstract


Serangga berperan penting pada petumbuhan dan perkembangan serta produktivitas tanaman jambu mete. Di daerah Lombok, Nusa Tcnggara Barat telah diidcntiikasi lebih dari 90 jenis serangga yang meliputi serangga hama, musuh alami, penyerbuk dan serangga lainnya. Helopeltis spp. dan S. indecora merupakan serangga hama yang menonjol di wilayah tersebut. Beberapa musuh alami juga telah ditemukan, terutama semut yang bcrfungsi sebagai predator bagi Helopeltis spp. Akhir-akhir ini ketiga jenis serangga tersebut sering bcrada bersamaan dalam satu tanaman. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pcranan semut dan intcraksinya dengan Helopeltis spp. dan S. indecora. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sambik Rindang dan Sambik Jengkel, Lombok Barat dai bulan Mei sampai dengan Nopember 2003 Penelitian tcrdiri atas 3 kegiatan yang satu sama lain saling menunjang, yaitu (a) penelitian lapang, (b) penelitian semi lapang, dan (c) penelitian rumah kaca/pot. Pada penelitian lapang keadaan lingkungan tidak dikendalikan. pengamatan dilakukan dengan penarikan contoh. Penelitian lapang ditunjang oleh penelitian semi lapang, yaitu hanya salah satu faktor lingkungan yang dikendalikan (faktor populasi semut : 0, 5, dan 10 koloni per 5 tanaman). Penelitian semi lapang kemudian ditunjang oleh penelitian rumah kaca/pot. Pada penelitian ini tiga faktor dikendalikan/diperlakukan yaitu populasi semut, populasi Helopeltis dan populasi Sanurus indecora. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hama utama yang dominan di Dusun Sambik Jengkel berbeda dengan hama utama yang dominan di Dusun Sambik Rindang. Di Sambik Jengkel, Helopeltis lebih dominan dibandingkan dengan i'. indecora, walaupun S. indecora ditemukan tapi tidak sebanyak serangan Helopeltis. Di Sambik Rindang terjadi sebaliknya, 5. indecora lebih dominan bila dibandingkan dengan Helopeltis. Semut cukup berperan dalam mengendalikan populasi Helopeltis. Dai data yang diperoleh sampai bulan Oktober 2003 diketahui bahwa persentase pucuk yang terserang Helopeltis lebih kecil pada kelompok-kelompok tanaman yang dibei perlakuan semut, begitu pula populasi nimfa dan imagonya. Tidak demikian yang terjadi dengan ,S'. Indecora, populasi nimfa dan imagonya tidak dipengaruhi oleh kehadiran semut. Pada kelompok tanaman yang dibei perlakuan semut, populasi S. indecora justru lebih banyak. Namun demikian, jumlah bunga yang diserang S. indecora lebih banyak pada pucuk yang tidak ada semutnya. Oleh sebab itu, khusus pada bunga, 5. indecora tidak akan datang kalau pada bunga tersebut ada semutnya. Pada pucuk yang telah diserang 5. indecora, semut tidak mengganggu kecuali kalau Helopeltis tidak ada, semut akan memangsa nimfa-nimfa S. indecora.

Kata kunci: Anacardium occidentale, jambu mete, Helopeltis spp., nektar, Sanurus indecora, semut

ABSTRACT

Role of ants (Oecophylla smaragdina and Dolichoderus sp.) in controlling Helopeltis spp. and Sanurus indecora on cashew plant

Insects have important roles in cashew growth and productivity. In Lombok, West Nusa Tenggara, more than 90 kinds of insects have been identiied including pest, natural enemies and pollinators. Helopeltis spp. and S. indecora are the main pests in this area. Ants were found to be the predator of Helopeltis spp. Nowadays the three kinds of insects sometime exist in one plant, therefore the objective of this research was to ind out the interaction among Helopeltis spp., S. indecora and ants. The research was caried out in Sambik Rindang and Sambik Jengkel, West Lombok from May to November 2003. There were 3 activities of research (a) ield

trial, (b) semi-ield tial, and (c) glass house trial. In the ield trial, the environment conditions were not treated as ixed variables, the observations were done by sampling This ield trial was supported by semi ield trial, only one factor was used as a treatment (ants population) that had 3 levels : 0, 5, and 10 colonies per 5 plants. The semi ield trial was also supported by glass house trial. In this trial 3 factors were used as treatments ants population, Helopeltis spp. and Sanurus indecora population. The result showed that the main pest found in Sambik Jengkel was different from the main pest found in Sambik Rindang. In Sambik Jengkel, Helopeltis spp. was dominant, while in Sambik Rindang £ indecora. Ants had an impotant role in controlling Helopeltis population. The data obtained up to October 2003 revealed that the percentage of damaged shoots was less in the ants-invested plant than that without ants Meanwhile, the population of 5. indecora was not affected by ants incidence, however the number of flowers atacked by £ indecora were more in the shoots without ants. If shoots were previously attacked by S. indecora, the ants would not bother the insects, but when there was no Helopeltis spp. in the plant, the ants would atack the nymphs of S. indecora.

Key words : Anacardium occidentale, cashew plant, ants, Helopeltis spp., nectarc, Sanurus indecora


Keywords


Anacardium occidentale, cashew plant, ants;Helopeltis spp.;nectarc;Sanurus indecora

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v10n1.2004.1-7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats