KARAKTER FISIK DAN FISIOLOGIS JENIS RIMPANG SERTA KO RELASINYA DENGAN VIABILITAS BENIH JAHE PUTIH BESAR (Zingiber officinale Rosc.)

MELATI MELATI, SATRIYAS ILYAS, ENDAH RETNO PALUPI, ANAS D SUSILA

Abstract


ABSTRAK

Salah satu kendala dalam produksi jahe putih  besar (Zingiber treatments tested were five types of rhizomes, control (2-3 vegetative officinale Rosc.) adalah tingginya kebutuhan benih yaitu sekitar 2 juta ton buds), mother rhizome, primary rhizome, secondary rhizomes, and tertiary per ha. Efisiensi penggunaan benih tanaman telah dilakukan melalui penelitian yang bertujuan untuk menentukan karakter awal rimpang yang berhubungan/berkorelasi dengan viabilitas benih rimpang dan peluang perbanyakan jahe dengan menggunakan satu jenis rimpang. Percobaan ini dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium benih Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor pada bulan Mei 2014 sampai Agustus 2014. Benih tanaman berasal dari jahe putih besar yang dipanen pada umur 9 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu lima jenis rimpang  yaitu kontrol (2-3 propagul), rimpang induk, rimpang primer, rimpang sekunder, dan rimpang tersier. Pengamatan karakteristik awal rimpang/mutu fisik (bobot, diamater, panjang dan kekerasan) dilakukan terhadap masing-masing jenis rimpang. Mutu kimia meliputi kadar pati, kadar serat, kadar air, kandungan hormon GA3 dan hormon IAA serta laju respirasi. Peubah yang diamati untuk menduga viabilitas benih yaitu daya tumbuh yang diukur 1 BST (bulan setelah tanam). Viabilitas potensial benih yaitu tinggi tunas,  jumlah  tunas,  jumlah  daun,  bobot  kering  tunas,  bobot  basah rimpang, bobot kering rimpang, panjang akar bobot kering akar diamati pada 1,5  BST.  Data  awal (karakter  fisik  dan  fisiologis  rimpang) dikorelasikan dengan viabilitas benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kadar  pati  berkorelasi  positif  dengan  viabilitas  benih (daya tumbuh).  Viabilitas  benih  berkorelasi  negatif  dengan  karakter  fisik rimpang (bobot, kekerasan, dan diameter). Rimpang induk mempunyai kadar pati dan kekerasan yang tinggi. Kontrol yang selama ini digunakan sebagai   kriteria   benih   mempunyai   daya   tumbuh   rendah.   Efisiensi penggunaan rimpang dapat dilakukan menggunakan satu jenis rimpang (satu propagul). Rimpang induk, primer, sekunder dan  tersier yang terdiri atas satu propagul dengan bobot rimpang antara 20 dan 40 g dapat digunakan sebagai sumber benih.

Kata kunci:  Zingiber  officinale  Rosc,  efisiensi  benih,  jenis  rimpang, korelasi, viabilitas benih

 

Correlation Among Physical, Physiological Characters of Rhizome Type and Viability of Large White Ginger (Zingiber officinale     Rosc.)

ABSTRACT

One  of the problems  in the  large white ginger  production  of (Zingiber officinale Rosc.) is high requirement for seed rhizome (± 2 ton per ha). Efficiency of propagation material has been carried out through research that aims to determine the initial character of rhizome related to seed viability of ginger rhizome and opportunity’s of propagation using one type of rhizome. This experiment was conducted in the greenhouse  and laboratory of  Seed Research Institute for Spices and Medicinal Crops,  Bogor from May 2014 to August 2014. The plant material derived from a large white ginger is harvested 9 months after planting. The design used was a randomized complete block design with four replications. The treatments tested were five types of rhizomes, secondary rhizomes, and tertiary rhizomes. Observations  baseline  characteristics  of  rhizomes  /physical characters (weight, diameter, length and hardness) carried out on each type of rhizome. Physiological characters (starch content, fiber content, water content, GA3, IAA and respiration rate). Viability (growth ability) was observed at 1 MAP (month after planting). Potential viability (sprout height,  number  of  shoots,  number  of  leaves,  dry  weight  of  shoots, rhizomes wet weight, dry weight of rhizomes, root length root dry weight) were observed at 1.5 MAP. The physical, physiological characters and viability observations were subjected to correlation. The  results  showed  that starch  content  positive  significant correlation with viability (growth   ability).   Viability was   negative significant  correlation  with physical character  of rhizome (weight, hardness, and diameter). Mother rhizome has high starch content and high hardness.  Efficiency of seeds can be done by using single rhizome (one propagule) as propagation material, with rhizome weight ± 20 - 40g.

Keywords:  Zingiber  officinale  Rosc,  seed  efisiensi,    rhizome  type, correlation, viability


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v21n2.2015.89-98

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats