SIMULASI USAHA TANI JARAK PAGAR ( Jatropha curcas L. )

SYAFRIL KEMALA

Abstract


ABSTRAK
Simulasi usaha tani jarak pagar (Jatropha curcas L) bertujuan untuk
mengetahui status usaha tani jarak pagar secara finansial tentang layak atau
tidaknya diusahakan. Pengumpulan data dilakukan dengan desk study dan
survei. Desk study dilakukan dengan beberapa nara sumber dan pustaka
untuk mendapatkan data sekunder. Survei lapangan dilakukan di
Kabupaten Sukabumi, pada kebun induk jarak pagar (KIJP) Pakuwon dan
di Desa Tegal Kamulyaan, Kec. Cilacap Selatan dan Desa Jeruk Legi
Wetan, Kec. Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap. Analisis kelayakan jarak
pagar ini dilakukan atas 3 simulasi, yaitu: (1) simulasi teknologi rendah,
produksi 4,35 ton/ha dengan kisaran harga Rp 500, Rp700, dan Rp 1.000
per kg. (2) simulasi teknologi menengah, produksi 6,5 ton/ha, kisaran
harga Rp 500, Rp 700, dan Rp1000 per/kg, (3) simulasi teknologi tinggi,
produksi 8,7 ton/ha, kisaran harga Rp 500, Rp700 dan Rp 1.000 per/kg.
Hasil analisis menunjukkan bahwa simulasi teknologi rendah, tingkat
produksi 4,35 ton/ha hanya layak bila harga Rp 700 dan Rp1000 per kg,
untuk harga Rp700/kg keuntungan yang diterima Rp 737.000/ ha/tahun,
tingkat keuntungan investasi 23,32% dan B/C rationya 1,24, untuk harga
Rp1.000/kg keuntungan yang diterima Rp 5.423.000 per ha/tahun, tingkat
keuntungan investasi 31,35% dan B/C ratio 2.04. Untuk simulasi teknologi
menengah, tingkat produksi 6,50 ton/ha hanya layak pada tingkat harga
Rp700 dan Rp1.000/kg, untuk harga Rp700/kg keuntungan yang
diterima (net present value) adalah Rp 3.895.000 tingkat keuntungan
investasi 42% dan B/C ratio 2,2, sedangkan pada harga Rp1.000
keuntungan yang diterima adalah Rp 11.528.000 tingkat keuntungan
investasi >50% dan B/C ratio 5,78. Untuk simulasi teknologi tinggi/maju,
tingkat produksi 8,7 ton hanya layak pada tingkat harga Rp 700/kg dengan
keuntungan yang diterima Rp 6.102.000 dan keuntungan investasi 45,14%
serta B/C ratio 2,39. Pada harga Rp 1000/kg keuntungan yang diterima Rp
16.577.000, keuntungan investasi > 50% dan B/C ratio 5,59. Sejalan
dengan kriteria kelayakan yang didapat maka upaya peningkatan produksi
melalui teknologi budidaya serta kebijakan harga adalah faktor penentu
dalam menjadikan jarak pagar sebagai komoditas alternatif bahan bakar
minyak. Asumsi umur ekonomis jarak pagar 10 tahun dalam analisis ini
akan berbias under estimate terhadap indikator kelayakan (NPV, IRR,
B/C), berarti indikator kelayakan aktualnya akan lebih besar. Implikasinya
memberikan peluang mendapat-kan tingkat keuntungan usahatani lebih
besar.
Kata kunci : Jarak pagar, Jatropha curcas L., usaha tani, kelayakan,
biofuel, Jawa Barat, Jawa Tengah
ABSTRACT
Simulation of Jatropha farming system
Simulation of Jatropha farming system was aimed to find out the feasibility
study of Jatropha from financial point of view. Data were collected using
desk study and survey. Desk study was carried out with some respondents
and references to collect secondary data. Field survey was carried out in
Jatropha Seed Garden (KIJP) Pakuwon, Sukabumi and in two villages
namely Tegal Kamulyaan, Cilacap Selatan District and Jeruk Legi Wetan,
District of Jeruk Legi, Cilacap. This feasibility study was carried out with
3 simulations, that is : (1) low technology simulation, production 4.35
ton/ha with level of price Rp 500 – Rp 700 and Rp 1,000 per kg. (2)
middle technology simulation, production 6.5 ton/ha and level of price Rp
500, Rp 700 and Rp 1,000 per/ kg, (3) high technology simulation,
production 8.7 ton/ha, price level Rp 500 – Rp 700 and Rp 1,000 per/kg.
The results of analysis showed that low technology simulation with
production level 4.35 ton/ha was only feasible for price Rp 700 and Rp
1,000 per kg. At price level Rp 700/kg, the profit was Rp 737,000/ha/year,
Return on investment 23.32% and B/C ratio 0.24. For price of Rp 1000/kg,
the profit was Rp.5,423,000 per ha/year, return on investment 31.35% and
B/C ratio 2.04. For the middle simulation with production level 6.50
ton/ha, the feasible price was Rp 700 and Rp 1000/kg. At price level Rp
700/kg, the profit (net present value) was Rp 3,895,000 return on
investment 42% dan B/C ratio 2.2, while at price level Rp 1,000 the net
present value was Rp11,528,000 return on investment >50% and B/C ratio
5.78. For high technology simulation with production level 8.7 ton, the
feasible price level was Rp700/kg, net present value was Rp 6,102,000 and
return on investment 45.14% and B/C ratio 2.39. At price level Rp
1,000/kg, the net present value was Rp 16,577,000 return on investment.
>50% and B/C ratio 5.59. According to the result, it is necessary to
improve production through farming technology and price policy is a
determinant factor to make Jatropha as an alternative commodity for
biofuel. In this analysis, the assumption of 10 years economic age of
Jatropha will be bias under estimate compared to the indicators (NPV,
IRR, B/C), meaning that the indicators are bigger than the economic age.
The implication that it is a chance to give bigger profit to the Jatropha
farming system.
Key words : Jatropha, Jatropha curcas L., farming system, feasibility
study, biofuel, West Java, Central Java

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v12n3.2006.87-97

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats