PENGARUH AUKSIN IBA DAN NAA TERHADAP INDUKSI PERAKARAN INGGU

SITTI FATIMAH SYAHID, NATALINI NOVA KRISTINA

Abstract


ABSTRAK

 

Inggu (Ruta graveolens L.) merupakan salah satu tanaman obat
langka di Indonesia yang perlu dilestarikan. Upaya konservasi tanaman
inggu telah dilakukan secara in vitro di laboratorium Balittro selama 17
tahun pada kultur tunas. Untuk mengobservasi kestabilan genetik perlu
dilakukan induksi perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh auksin IBA dan NAA terhadap induksi perakaran inggu secara in
vitro. Bahan tanaman yang digunakan adalah tunas steril inggu in vitro
yang telah berumur 17 tahun, yang ditanam pada media dasar Murashige
dan Skoog (MS) setengah konsentrasi (½ MS) yang diperkaya vitamin dari
group B. Perlakuan yang diuji adalah beberapa taraf konsentrasi auksin
IBA dan NAA (0; 0,001; 0,002; dan 0,003 mg/l). Rancangan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan. Setiap
ulangan terdiri dari lima botol yang berisi dua tanaman. Parameter yang
diamati adalah jumlah, panjang, dan bentuk akar, serta jumlah tunas dan
penampilan kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
media ½ MS yang diperkaya NAA pada konsentrasi rendah 0,001 mg/l
menghasilkan jumlah akar terbanyak, yaitu 13,6 akar. Perlakuan ini juga
menghasilkan banyak bulu-bulu akar yang menandakan akar yang sehat.

 

Kata kunci: Ruta graveolens L., IBA, NAA, induksi perakaran, in vitro

 

 

The Effect of Auxin IBA and NAA to In Vitro Rooting Induction of Roe (Ruta graveolens L.)

 

ABSTRACT

Roe (Ruta graveolens L.) is one of the Indonesian rare medicinal
plants. An attempt to conserve roe, has been conducted through in vitro
culture of sterile shoots at the laboratory of the Indonesian Spice and
Medicinal Crops Research Institut (ISMCRI) for 17 years. To observe the
genetic stability of culture following in vitro conservation for a long
period, the collection must be tested in greenhouse and field. Therefore, it
is necessary to induce rooting. The aim of the experiment was to observe
the effect of IBA and NAA auxin to root induction of roe. The sterile
shoots were used as material. They were planted on half-concentration (½
MS) on Murashige and Skoog (MS) medium, enriched with vitamin from
group B. The experiment was arranged in a completely randomized design
with five replications. Each replication consist of five bottles with two
plants. The treatment tested were several concentrations of IBA and NAA
(0; 0.001; 0.002; and 0.003 mg/l). The parameters observed were number,
lenght, shape, and length of roots, and also the number of shoots and
culture performance. The result showed that the use of ½ MS + NAA

0.001 mg/l produced the highest number of roots  (13.6 roots). This
treatment also produced a lot of root hairs which indicates a healthy roots.

 

Key words: Ruta graveolens L., IBA, NAA, roots induction, in vitro

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v20n3.2014.122-129

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats