PENGARUH KERAPATAN BULU DAUN DAN KELENJAR GOSIPOL TERHADAP INFESTASI HAMA PENGISAP DAUN Amrasca biguttula ISHIDA DAN PENGGEREK BUAH Helicoverpa armigera HUBNER PADA KAPAS

IGAA. INDRAYANI, SIWI SUMARTINI

Abstract


ABSTRAK
Sebagai hama utama tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.),
pengisap daun Amrasca biguttula Ishida dan penggerek buah, Helicoverpa
armigera Hubner merupakan faktor pembatas produktivitas. Kedua hama
ini dapat dikendalikan secara efektif dan efisien jika menggunakan varietas
tahan yang sumber ketahanannya berasal dari karakteristik morfologi
(antixenosis), terutama kerapatan bulu daun, dan antibiosis (kelenjar
gosipol). Bulu daun berperan sebagai penghalang serangan hama pengisap,
A. biguttula, sedangkan gosipol bersifat racun terhadap hama H. armigera.
Penelitian ini dilakukan di  Kebun Percobaan  Asembagus dan
Laboratorium Patologi Serangga, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan
Serat, Malang mulai Maret sampai Juli 2011. Tujuan penelitian adalah
untuk mengetahui pengaruh kerapatan bulu daun dan kelenjar gosipol 15
aksesi kapas terhadap infestasi hama A. biguttula dan H. armigera.
Sebanyak 15 aksesi kapas, yaitu (1) HSCY 52, (2) DPL 55, (3) Deltapine
(DP) 340, (4) PTY 800, (5) Chinese x 229, (6) GLK 320 x 359 x 339 x
448/8, (7) GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, (8) GLK 351 x 268/4, (9) GLK
135 x 182/8, (10) GLK 135 x 182/10, (11) Kanesia 15, (12) CEA N 886
(hirsute), (13) Stoneville 825 (blackseed), (14) DPL 55 B, dan (15) HSC 5
digunakan sebagai perlakuan ditanam dalam petak berukuran 10 x 3 m
dengan jarak tanam 100 x 25 cm dengan satu tanaman per lubang. Setiap
perlakuan (aksesi) disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan
empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kerapatan bulu daun
dan populasi nimfa A. biguttula pada 3 daun tanaman sampel berbeda,
kerapatan kelenjar gosipol diamati pada batang, daun dan buah kapas, dan
populasi larva H. armigera diamati dari 5 kanopi tanaman sampel di
lapangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi kapas yang memiliki
kerapatan bulu daun tinggi (200-268 helai/cm 2 ) dengan populasi nimfa A.
biguttula rendah (kurang dari 2 ekor/tanaman) adalah GLK 320 x 359 x
339 x 448/8, GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, GLK 351 x 268/4, GLK 135 x
182/8, GLK 135 x 182/10, Kanesia 15, CEA N 886 (hirsute), dan DPL 55
B. Korelasi negatif yang kuat antara kerapatan bulu daun dan populasi
nimfa A. biguttula (r = -0,711; y = -0,012x + 3,836) menyebabkan
penurunan jumlah nimfa/tanaman pada aksesi dengan kerapatan bulu daun
yang tinggi. Keberadaan kelenjar gosipol, khususnya pada buah, efektif
mengurangi infestasi larva H. armigera, karena berkorelasi negatif (r =
-0,579; y = -3,796x + 51,886). Populasi larva H. armigera pada aksesi
HSCY 52, DP 340, PTY 800, Kanesia 15, dan CEA N 886 lebih rendah
dan kerapatan kelenjar gosipol pada buah rata-rata lebih tinggi (43-57
kelenjar/cm 2 ) dibanding aksesi lainnya (34-44 kelenjar/cm 2 ). Terdapat dua
aksesi kapas yang menunjukkan tahan terhadap A. biguttula maupun H.
armigera, yaitu: Kanesia 15 dan CEA N 886 (hirsute) sehingga keduanya
berpotensi sebagai materi genetik pembawa sifat tahan terhadap A.
biguttula dan H. armigera.
Kata kunci: aksesi, Amrasca biguttula, kelenjar gosipol, Gossypium
hirsutum, Helicoverpa armigera

ABSTRACT
As major insect pests, A. biguttula and H. armigera have been
limiting factors of cotton productivity. These insect pests could be
effectively controlled by using resistant varieties based on plant
morphological characters (antixenosis), especially leaf hair density, and
antibiosis resistance mechanism. Leaf hair density prevented the nymph of
A. biguttula to suck the leaf sap freely while gossypol gland toxics to H.
armigera larvae. This study was conducted at Asembagus Experimental
Garden and Insect Pathology Laboratory of Indonesian Sweeteners and
Fiber Crops Research Institute in Malang from March to July 2011. The
objective of study was to find out the effect of leaf hairs and gossypol
glands density of fifteen cotton accessions to infestation of sucking pest, A.
biguttula and bollworm H. armigera. Fifteen cotton accessions: (1) HSCY
52, (2) DPL 55, (3) Deltapine (DP) 340, (4) PTY 800, (5) Chinese x 229,
(6) GLK 320 x 359 x 339 x 448/8, (7) GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, (8)
GLK 351 x 268/4, (9) GLK 135 x 182/8, (10) GLK 135 x 182/10, (11)
Kanesia 15, (12) CEA N 886 (hirsute), (13) Stoneville 825 (blackseed),
(14) DPL 55 B, and (15) HSC 5 were used as treatments and planted in 10
x 3 m of plot size with 100 x 25 cm of row spacing with one plant per
hole. Each treatment (accession) was arranged in Randomized Complete
Design (RCD) with four replications. Parameter observed were leaf hair
density and population of A. biguttula nymph on three sample leaves from
different plant, gossypol gland density was observed on stem, leaves and
boll of sample plant, and population of H. armigera larvae was recorded
from plant canopy. Data observed were analized with analysis of variance.
Results showed that cotton accessions with lower leaf hair density (200-
268 pieces/cm 2 ) and less than 2 nymphs/plant were GLK 320 x 359 x 339
x 448/8, GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, GLK 351 x 268/4, GLK 135 x
182/8, GLK 135 x 182/10, Kanesia 15 and CEA N 886 (hirsute) and DPL
55 B. Negative correlation (r = -0,711 and y = -0.012x + 3.836) between
leaf hair density and population of A. biguttula nymph reduced the nymph
population when leaf hair density increased. Gossypol gland density,
mainly on bollwall, effectively reduced the larval population due to
negative correlation between the two parameters (r = -0.579 and y = -
3.796x + 51.886). Lower population of H. armigera larvae was counted on
HSCY 52, DP 340, PTY 800, Kanesia 15, and CEA N 886 (hirsute) due to
higher gossypol density (43-57 glands/cm 2 ) compared to other accessions
with lower gossypol density (34-44 glands/cm 2 ). Kanesia 15 and CEA N
886 (hirsute) were seemed to be the potential genetic materials for
developing resistant varieties against A. biguttula and H. armigera.
Key words: accession, Amrasca biguttula, gossypol gland, Gossypium
hirsutum, Helicoverpa armigera


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v18n3.2012.95-101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats