EFISIENSI PEMUPUKAN NPK PADA TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)

EKWASITA RINI PRIBADI, MONO RAHARJO

Abstract


ABSTRAK

Pemberian pupuk N, P, dan K yang tepat jumlah, dan jenis padatanaman temulawak, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaanpupuk dan biaya sehingga produksi dan pendapatan yang diperoleh akanoptimal. Untuk itu dilakukan pengujian beberapa dosis pupuk urea, SP-36dan KCl pada temulawak di Kebun Percobaan Sukamulaya pada tanahLatosol dengan ketinggian tempat 350 m dpl, tipe iklim C (klasifikasiSchmidt dan Ferguson). Penanaman dilakukan pada bulan Agustus 2006dan panen dilakukan bulan September 2007. Percobaan ini menggunakanrancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3kali ulangan. Faktor pertama, kedua dan ketiga adalah pupuk urea (N),SP-36 (P) dan KCl (K) masing-masing dengan dosis 100 kg/ha, 200 kg/hadan 300kg/ha. Ukuran petak percobaan adalah 3,75 m x 4 m per perlakuan/ulangan. Percobaan menggunakan bibit temulawak nomor harapan Fdengan jarak tanam 75 cm x 50 cm. Sebagai pupuk dasar diberikan pupukkandang dengan dosis adalah 20 ton pupuk kandang. Pupuk SP-36, danKCl diberikan sesuai dengan perlakuan yang seluruhnya diberikan padasaat tanam. Sedangkan pupuk urea diberikan sesuai dengan perlakuanmasing-masing 1/3 bagian pada umur 1, 2, dan 3 BST (Bulan SesudahTanam). Tanaman dipanen pada umur 10 bulan setelah tanam (BST).Peubah yang diamati meliputi; data asupan (input) berupa penggunaansarana produksi usahatani, penggunaan tenaga kerja dan peralatan, sertadata keluaran (output) berupa hasil rimpang segar, simplisia kering, danrendemen ekstrak temulawak. Harga masukan dan keluaran yangdigunakan mengacu pada harga standard/pasar yang berlaku pada saatpenelitian dilakukan. Analisis efisiensi teknis dan ekonomis digunakanuntuk menentukan dosis pemupukan yang paling baik untuk dikembang-kan. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan beberapa kriteria analisisefisiensi teknis dan ekonomis pengembangan temulawak nomor harapan Fdianjurkan menggunakan dosis pemupukan an-organik yang rendah yaitu200 kg/ha urea, dan SP-36 dan KCl masing-masing 100 kg/ha. Dengandosis pemupukan tersebut diperoleh : (1) produksi rimpang, kurkuminoiddan xanthorizol masing-masing 2.277 kg, 33,24 dan 73,26 kg per 1.000 m 2lahan, (2) tingkat pendapatan bersih Rp. 344.500/1.000 m 2 lahan, rasiobiaya operasional terhadap pendapatan kotor 23,13%, rasio pendapatandikurangi biaya operasional terhadap pendapatan kotor 76,87%, danefisiensi ekonomi tiap perlakuan pemupukan dibanding kontrol (urea,SP36 dan KCl masing-masing 100 kg/ha) 5,08.Kata kunci : Curcuma xanthorrhiza Roxb, kajian finansial, pupuk NPK,nomor harapan F

ABSTRACT

Efficiency of NPK Fertilizer Application on Java Turmeric (Curcumaxanthorrhiza Roxb)Efficiency of inorganic fertilizers application is determined byeffective type and fertilizers dosage. Current experiment was designed tocompare the efficiency of application of three levels dosage of urea, SP-36, and KCl on java turmeric farming system. The experiment wasconducted at Sukamulya (Sukabumi) Experimental Garden on latosol soiltype, 350 m above sea level, with climate type A of Schmidt andFerguson’s climate classification from August 2007 to September 2008.Treatments were combination of 100 kg/ha, 200 kg/ha, and 300 kg/ha ofeach urea, SP36, and KCl fertilizer. The treatments were designed infactorial randomized block with three replications. Organic fertilizer(manure) was applied to all experiment plots at planting time with dosageof 20 tons/ha. SP36 and KCl fertilizer were applied at planting time, whileurea fertilizer was applied in three equal parts, separately, on plantingtime, one and two months after planting time. Java turmeric promisingline of F was used as plant materials and planted at 75 cm x 50 cm plantedspacing. Physical and economic efficiency analysis of the each treatmentunit was used to evaluate the efficiency of fertilizer application withtreatment-related costs were assumed as variable costs. Results showedthat based on physical and economic efficiency, fertilizer combination of200 kg urea/ha, 100 kg SP36/ha, and 100 kg KCl/ha was the most efficientdosage with yield of rhizome, curcuminoid and xanthorhizol at the dosagelevel per 1000 m 2 were 2.277 kg, 33,24 kg, and 73,26 kg respectively.Moreover, that were gained crop value Rp. 344.500/1.000 m 2 , operatingexpense ratio 23,13%, net farm income from operation ratio 76,87%, andeconomic efficiency each treatment compare to control 5,08 times.Key words: Curcuma xanthorrhiza Roxb, financial analysis, NPKfertilizer, promising line F


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v14n4.2008.162-170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats