IDENTIFIKASI PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA TANAMAN KOPI ARABIKA GAYO / Identification of Pathogen as the Causal Agent of White Root Disease in Gayo Arabica Coffee Plant

Rita Harni, Enny Randriani

Abstract


The Gayo Highlands is an Arabica coffee-producing area known for its Gayo coffee, located in the districts of Central Aceh and Bener Meriah. The problem with coffee plant cultivation in this area is the infestation of white root disease (WRD). The study aimed to identify the symptom and pathogens that cause WRD on Arabica coffee plants in the Gayo highland area. The research activities were field surveys and laboratory observation during 2020-2022. The field survey was performed to collect root and soil samples; observe the symptom and transmission of the disease; as well as information on the shade tree types, cultivation technique, climate, soil type, and ph in three villages, Rimba Raya and Sepeden Village, Bener Meriah District (900 and 1500 m asl) and Lelabu Village, Aceh Tengah District (1300 m asl). Isolation and identification of pathogens were conducted in the laboratory, continued with the Postulate Koch test to the coffee seedling in the glasshouse. The result showed that the WRD in Gayo coffee has widely transmitted with severity levels of 16,67-48,33%. The early symptom of WRD is yellowish leaves and falling out, the deciduous plant then dead. The mycelia or rhizomorphs of the fungi are white to yellowish and tightly stick on the root surface. The Postulate Koch test result on coffee seedlings and identification of pathogen showed that the WRD was caused by Rigidoporus microporus. Referred to the high distribution, disease incidence, and supported agroecosystem conditions, it is advisable to immediately take disease control activities in the field.

Keywords: Gayo highlands, symptoms of white root disease, disease distribution pattern, Rigidoporus microporus

 

Abstrak

Dataran tinggi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan daerah penghasil kopi Arabika yang terkenal dengan kopi Gayo. Salah satu kendala dalam budi daya tanaman kopi Gayo adalah serangan penyakit jamur akar putih (JAP). Tujuan penelitan adalah untuk mengidentifikasi gejala dan penyebab penyakit JAP pada tanaman kopi Arabika di dataran tinggi Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah). Kegiatan penelitian adalah survei lapangan dan penelitian laboratorium pada tahun 2020-2022. Survei lapangan dilakukan untuk mengambil sampel akar dan tanah; mengamati gejala dan sebaran penyakit; serta informasi tentang jenis tanaman penaung, teknik budi daya, iklim, jenis, dan pH tanah. Penelitian dilakukan di tiga desa, yaitu Desa Rimba Raya dan Sepeden, Kabupaten Bener Meriah (900 dan 1500 m dpl), serta Desa Lelabu, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah (1300 m dpl). Isolasi dan identifikasi patogen dilakukan di laboratorium, dilanjutkan dengan uji Postulat Koch pada bibit kopi di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit JAP pada kopi Gayo telah meluas dengan tingkat keparahan 16,67-48,33%. Gejala penyakit JAP adalah daun menguning kemudian rontok, tanaman meranggas dan mati. Miselia atau rhizomorf jamur berwarna putih sampai kekuningan menempel kuat pada permukaan akar. Akar-akar serabut membusuk sehingga tersisa hanya akar tunggang dan primernya. Penularan penyakit JAP di lapangan menunjukkan pola kontak akar. Hasil uji Postulat Koch pada bibit kopi dan identifikasi patogen menunjukkan bahwa penyakit jamur akar putih disebabkan oleh Rigidoporus microporus. Sebaran dan kejadian penyakit yang cukup tinggi, serta kondisi agroekosistem yang mendukung maka perlu segera dilakukan tindakan pengendalian penyakit di lapangan.

Kata kunci: Dataran tinggi Gayo, gejala penyakit jamur akar putih, pola sebaran penyakit, Rigidoporus microporus


Keywords


Gayo highlands, symptoms of white root disease, disease distribution pattern, Rigidoporus microporus

Full Text:

PDF

References


Afizar & Parlina, I. (2017) Bakteri endofit asal akar kopi dan potensinya sebagai agen pengendali penyakit akar putih Rigidoporus microporus. Bioleuser. 1 (2), 54–62.

Amaria, W., Harni, R. & Wardiana, E. (2018) Pengaruh dosis dan frekuensi aplikasi biofungisida Trichoderma terhadap infeksi Rigidoporus microporus pada benih karet. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar. [Online] 5 (2), 49–58. Available from: doi:http://dx.doi.org/10.21082/jtidp.v5n2.2018 .p49-58.

Amaria, W. & Wardiana, E. (2014) Pengaruh waktu aplikasi dan jenis Trichoderma terhadap penyakit jamur akar putih pada bibit tanaman karet. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar. 1 (2), 79–86.

Barnet, H.L. & Hunter, B.B. (1998) Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Minnesota APS.

Catharina, T.S. (2012) Strategi Pengelolaan untuk memperkecil serangan jamur akar putih (Rigidoporus microporus) pada perkebunan jambu mente. Jurnal Ganec Swara. 6 (1), 26–31.

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Aceh (2014) Kopi. Dinas Perkebunan dan Hortikultura Aceh, Aceh.

Direktorat Jendral Perkebunan (2018) Statistik Perkebunan Indonesia 2018-2020: Kopi. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.

Farhana, A.H.K.F. et al. (2017) Morphological features of Rigidoporus microporus isolated from infected Malaysian rubber clones. Malaysian Journal of Microscopy. 13, 17–23.

Guyot, J. & Flori, A. (2002) Comparative study for detecting Rigidoporus lignosus on rubber trees. Crop Protection. 21 (6), 461–466.

Harni, R. 2020. Tingkat Serangan Hama dan Penyakit pada Tanaman Kopi Arabika Gayo. Laporan Penelitian Kerjasama Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh.

Harni, R. & Amaria, W. (2011) Penyakit Jamur Akar Putih dan Coklat pada Jambu Mete dan Strategi Pengendaliannya. Buletin Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri. 2 (2), 2013–220.

Harni, R., Trisawa, I.W. & Wahyudi, A. (2011) Observasi dan identifikasi penyakit jamur akar ada tanaman pala di Kabupaten Aceh Selatan. Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri. 2 (3), 383–390.

Hulupi, R. & Martini, E. (2013) Budi Daya dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campur. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Bekerja Sama dengan Agfor Sulawesi.

Im Toy, B.A. et al. (2018) Komparasi Morfologi Beberapa Koloni Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) dari Perkebunan Karet di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet. [Online] 36 (2), 137–146. Available from: doi:10.22302/ppk.jpk.v36i2.562.

Johnston, A. (1989) Disease and Pest. dalam Webster, C.C. and Bulkwill, W.J. (Ed). Rubber. Tropical Agriculture Series. Longman Singapore Pub. (Pte.) Ltd. Singapore.

Kaewchai, S. et al. (2010) Characterization of Rigidoporus microporus isolated from rubber trees based on morphology and ITS sequencing. Journal of Agricultural Technology 2010. 6 (2), 289–298.

Khalid (2017) Budidaya Kopi Arabika Gayo Secara Berkelanjutan. Pondok Gajah 6-8 Maret 2017.

Manurung, L. et al. (2015) Pengujian Berbagai Jenis Bahan Aktif terhadap Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr.) di Areal Tanpa Olah Tanah (TOT). Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan. Jurnal Online Agroekoteknologi. 3 (1), 168–178.

Muharni, M. & Widjajanti, H. (2011) (2011) Skrining bakteri kitinolitik antagonis terhadap pertumbuhan jamur akar putih (Rigidoporus lignosus) dari rizosfir tanaman karet. Jurnal Penelitian Sains. 14 (1), 51–56. Nandris, D., Nicole, M. & Geiger, J.P. (1987) Root Rot Diseases. Plant Disease. 71 (4), 298– 306.

Omorusi V.I. et al. (2014) Control of white root rot disease in rubber plantations in Nigeria. International Journal of Microbiology and Immunology Research. 3 (4), 046–051.

Semangun, H. (2000) Penyakit-Penyakit Karet Perkebunan di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Semangun, H. (2008) Penyakit-Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.

Setyawan, B., Pawirosoemardjo, S. & Hadi, H. (2013) Biofungisida Triko combi sebagai salah satu pengendali jamur akar putih pada tanaman karet. Warta Perkaretan. 32 (2), 83–94.

Sinulingga, W. & Eddy (1989) Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet. Medan. Situmorang, A. et al. (2009) Penyakit Jamur Akar Putih. Balai Penelitian Sembawa-Pusat Penelitan Karet. P 17.

Situmorang, A. (2004) Status dan manajemen pengendalian penyakit akar putih di perkebunan karet. In: Situmorang, et al (ed.).In: Prosiding Pertemuan Teknis. Strategi Pengelolaan Penyakit Tanaman Karet untuk Mempertahankan Potensi Produksi Mendukung Industri Perkaretan Indonesia Tahun 2020. Palembang, Pusat Penelitian Karet. pp.66–68.

Situmorang, A., Suryaningtyas, H. & Pawirosoemardjo, S. (2007) Current status of white root disease (R. microporus) and the disease control management in rubber plantation of Indonesia. In: Pawirosoemardjo, S. et al. (eds.).In: Proceedings International Workshop on White Root Disease of Hevea Rubber. Salatiga, Indonesian Rubber Research Institute. pp.82–96.

Strange, R.N. (2008) Introduction to plant pathology. New York (US): John Wiley and Sons Ltd.

Sudanta, I.W. (2017) Identifikasi Patogen Penyakit Akar pada Tanaman Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dan Pengendalian secara Hayati. Disertasi, Pascasarjana Universitas Udayana. Bali.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v28n1.2022.11-20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats