Penularan Penyakit Layu Bakteri dan Hasil Kacang Tanah Lokal dengan Penambahan Dosis Bertingkat Pupuk K

Eka Widiastuti, Fitrahtunnisa Fitrahtunnisa, Fitria Zulhaedar

Abstract


Bacterial wilt R. solanacearum is one of the main diseases of peanuts that can reduce crop production. The use of local varieties and plant management can control bacterial wilt disease. Local varieties are one source of germplasm diversity for plant breeding activities. Management such as fertilization is expected to control pests and plant diseases. The aim of the study was to determine the performance of bacterial wilt disease and its effect on the yield of three local peanut varieties in West Nusa Tenggara with the addition of various doses of K fertilizer. The study was conducted at the Narmada Visitor Plot, on 17 January - 29 April 2017. The experiment used a split plot factorial design. The main plots were three varieties of local NTB peanuts, namely local peanuts North Lombok (KLU) (V1), local Bima (V2), and local Pelat (V3). Subplots are four levels of potassium (K) fertilizer dose, namely 0 kg KCl/ha (P1), 20 kg KCl/ha (P2), 40 kg KCl/ha (P3), and 60 kg KCl/ha (P4). Each treatment was repeated five block. The results showed that each local peanut varieties with doses of KCl fertilizer showed bacterial wilt resistance. The lowest transmission of bacterial wilt was in KLU local peanuts with a dose of 0 kg KCl/ha, 20 kg KCl/ha, and 40 kg KCl /ha, Bima at a dose of 40 kg KCl/ha and Pelat at a dose of 60 kg KCl/ha. The application of KCl fertilizer at a dose of 0 kg/ha to 60 kg/ha did not affect the yield and varieties of local peanuts had different weights of 100 seeds in response to the application of K fertilizer, local peanuts KLU and Pelat had the highest weights of 100 seeds at the KCl dose. 40 kg/ha while Bima at a dose of KCl 60 kg/ha.

Keywords


Peanut; R. solanacearum; fertilizer K

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Agrios, G. N. 2005. Plant Pathology. Academic Press, New York. 803

Ahmad, M.A., S.M, Iqbal, A. Ayub, Y, Ahmad, and A. Akram, 2010. Identification of resistant sources in Chickpea against Fusarium wilt. Pak. J. Bot. 42 (1): 4 – 17

Aini, E.N., 2007. Efektivitas beberapa isolat Bacillus spp. dalam menghambat Ralstonia solanacearum pada cabai. Skripsi. Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember. 38 hlm.

Balitkabi. 2016. Deskripsi varietas unggul kacang tanah 1950-2016. Balitkabi Malang. 45 hlm.

Dewi, M.K., E. Ratnasari, G. Trimulyono. 2014. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Majapahit (Crescentia cujete) terhadap pertumbuhan bakteri Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu. LenteraBio 3(1): 51-57.

Fageria, NK., M.P.B. Filho, and J.H.C. Da Costa. 2009. Potassium in the use of nutrients in crops plant. CRC Press Taylor & Francis Group. Boca Raton. London. New York. pp.131-163.

Farhad, I.S.M., M.N. Islam, S. Hoque, and M.S.I. Bhuiyan. 2010. Role of potassium and sulphur on the growth, yield, and oil content of soybean (Glycine max L.) Ac. J. Plant Sci. 3(2): 99-103.

Habibi, A., S.D. Nurcahyanti dan A. Majid. 2017. Pengaruh varietas dan dosis pupuk kalium terhadap perkembangan penyakit bulai (Perenosclerospora maydis (Rac.) Saw, pertumbuhan dan produksi jagung. J. Agrotek. Trop. 6(2): 68-75.

Handini, Z. V. T., dan A. A. Nawangsih 2014. Keefektifan bakteri endofit dan bakteri perakaran pemacu pertumbuhan dalam menekan penyakit layu bakteri pada tomat. J. Fitopatologi Indonesia. 10(2). 61-67.

Hardiatmi, J.M. S., dan E. Patola. 2013. Uji dosis pupuk kandang dan pupuk KCl terhadap produktivitas kacang tanah (Arachis hypogeae L) pada tanah Grumusol. Innofarm 11(1): 1-11.

Harsono, A. 2015. Pengelolaan air pada kacang tanah. Monograf Balitkabi No.13; Kacang Tanah Inovasi Teknologi dan Pengembangan Produk. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. 196- 214 hlm.

Harsono, A. dan S. Karsono. 1999. Pengairan untuk bertanam kacang tanah monokultur dan tumpangsari dengan jagung. hlm. 209–220. Dalam: Krisdiana, R. et al. (Peny.). Perbaikan Komponen Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Edisi khusus Balitkabi No. 13.

Hayward, A.C. 1990. Diagnosis, distribution, and status of groundnut bacterial wilt. pp.12–17 In K.J. Middleton and A.C. Hayward (eds.). Bacterial Wilt of Groundnut. Proc of ACIAR/ICRISAT Collaborative Research Planning Meeting, 18-19 March 1990. Genting Highlands, Malaysia. ACIAR Proc No. 31.

Istiqomah dan D.E. Kusumawati. 2018. Pemanfaatan Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dalam pengendalian hayati Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu bakteri pada tomat. J. Agro 5(1): 1-12.

Lannou, C. 2012. Variation and selection of quantitative traits in plant pathogens. Annual Review of Phytopathology 50: 319-338.

Lingga, P. dan Marsono. 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nasrun, Nurmansyah, dan H. Idris. 2009. Evaluasi ketahanan hibrida somatik nilam terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum). J. Littri. 15(3): 110-115

Nugrahaeni, N. 2011. Pemuliaan kacang tanah untuk ketahanan terhadap layu bakteri Ralstonia di Indonesia. Buletin Palawija 21: 1-12.

Machmud, M. 1991. Genetic and cultural control of peanut bacterial wilt dalam G.C. Wright and K.J. Middleton (Ed.). Peanut Improvement A case study in Indonesia. ACIAR Proc. No 40. pp 19-25.

Miller, G.T., S.E. Spoolman. 2013. Sustaining the Earth. 6th edition. California: Thompson Learning Inc Pacific Grove. Chapter 7. 144 p.

Mehan, V.K., B.S. Liao, Y.J. Tan, A. Robinson-Smith, D. McDonald, and A.C. Hayward. 1994. Bacterial Wilt of Groundnut. Information Bull No. 35. ICRISAT, Patancheru, Andhra Pradesh 502 324, India. 23 p.

McCarter, S. 2006. Bacterial wilt. In: Jones, J.B., Jones, J.P., Stall, R.E. & Zitter, T.A. (eds.) Compendium of tomato diseases. Minnesota. USA. The American Phytopathological Society. pp. 28-29.

Pusdatin (Pusat Data dan Sistem Informasi) Kementerian Pertanian. 2016. Outlook komoditas pertanian tanaman pangan kacang tanah. Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian. Jakarta. 93 hlm.

Rahayu, M. 2015. Penyakit layu bakteri bioteknologi dan cara pengendaliannya. Monograf Balitkabi No.13; Kacang Tanah Inovasi Teknologi dan Pengembangan Produk. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Malang. hlm 284-305.

Rahmiana, A. A., A. Wijanarko dan Y. Bombo. 2018. Respon pertumbuhan vegetatif dan generatif varietas kacang tanah terhadap pemberian pupuk organik di dataran tinggi lahan kering iklim kering. Buletin Palawija. 16 (2): 104-112.

Rahmianna, A.A., H. Pratiwi dan D. Harnowo. 2015. Budidaya kacang tanah. Monograf Balitkabi No.13; Kacang Tanah Inovasi Teknologi dan Pengembangan Produk. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. 133 – 169

Rais, S.A., T.S. Silitonga, S.G. Budiarti, N. Zuraida, dan M. Sudjadi. 2001. Evaluasi ketahanan plasma nutfah tanaman pangan terhadap cekaman beberapa faktor biotik (hama dan penyakit). Prosiding Seminar Hasil Penelitian Rintisan dan Bioteknologi Tanaman. Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor. 163 – 174

Rosmarkam, A., dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta. 57 – 59

Rosyidah. A., 2016. Respon pemberian pupuk kalium terhadap ketahanan penyakit layu bakteri dan karakter agronomi pada tomat (Solanum lycopersicum L.). Seminar Nasional Hasil Penelitian 2016 Universitas Kanjuruhan Malang. 147 – 152

Satu Data NTB. 2019. Rekapitulasi produksi. luas panen dan produktivias kacang tanah di Provinsi NTB. https://data.ntbprov.go.id/ [Diakses pada 21 Mei 2021]

Singh F. and D. L. Oswald. 1995. Groundnut production practices. Skill Development series No. 3. ICRSAT Training and Fellowship

Sitepu, D. S B., J. Ginting, Mariati. 2014. Respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap pemberian Paclobutrazol dan Pupuk kalium. J. Online Agroekoteknologi. 2 (4): 1545 – 1551

Subandi. 2013. Peran dan pengelolaan hara kalium untuk produksi pangan di Indonesia. Naskah disarikan dari bahan Orasi Profesor Riset yang disampaikan pada tanggal 5 Januari 2006 di Lampung. Pengembangan Inovasi Pertanian. 6 (1). 1 – 10

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (ed: 15). Alfabeta. Bandung

Sun, D., T. Zhuo, X. Hu, X. Fan, H. Zou. 2017. Identification of a Pseudomonas putida as biocontrol agent for tomato bacterial wilt disease. Biological Control (114): 45 – 50

Sumarno. 1987. Teknik budidaya kacang tanah. Bandung (ID): Sinar Baru

Suradinata, T., H. Sutomo dan A. M. Ichsani. 2014. Pengaruh takaran pupuk kalium dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.) kultivar Jerapah. J. Agroswagati 2(1): 164 – 172

Suryadi, Y., I. Manzila, M. Machmud, dan H. Jumanto. 2007. Kajian efektifitas antibodi untuk uji deteksi patogen bakteri layu dan virus kerdil hampa. Agrivita 29(1): 71 – 79

Suryadi, Y., dan S. A. Rais. 2009. Respon beberapa genotipe kacang tanah terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) di rumah kaca. Bul. Plasma Nutfah 15 (1): 20 – 26

Sutrisno, O. 2002. Pengaruh pupuk fosfor dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahan kering. Temu Teknis Fungsional Non Peneliti. 242 – 249

Setyari, A.R. L. Q. Aini dan A. L. Abadi. 2013. Pengaruh pemberian pupuk cair terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) pada tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). J. HPT 1(2): 80 – 87

Taufik, A., dan A. Kristiono. 2015. Keharaan tanaman kacang tanah: Budidaya kacang tanah. Monograf Balitkabi No.13; Kacang Tanah Inovasi Teknologi dan Pengembangan Produk. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Malang.170 – 195

Taufik, M., Sarawa, A. Hasan, K. Amelia. 2013. Analisis pengaruh suhu dan kelembapan terhadap perkembangan penyakit tobacco mosaic virus pada tanaman cabai. J. Agroteknos. 3 (2): 94 – 100

Trustinah, 2015. Sumber genetik kacang tanah. Monograf Balitkabi No.13; Kacang tanah inovasi teknologi dan pengembangan produk. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Malang. 60 – 83

Untung, K. 2001. Pengantar pengelolaan hama terpadu. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 273.

Weiss, E.A. 1983. Oilseed Crops. First edition. Longman, Landon. 660 p

Zulchi, T., A. Higa., dan H. Puad. 2016. Komposisi koleksi plasma nutfah kacang tanah di bank Gen BB Biogen. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka kacang dan Umbi. Malang. 405 – 413

Zhao, Y., C. Zhang, H. Chen, M. Yuan, R. Nipper, C.S. Prakash, W. Zhuang, G. He. 2016. QTL mapping for bacterial wilt resistance in peanut (Arachis hypogaea L.). Mol Breding 36(13): 1 – 11

Zhenita, V.T.H. 2011. Keefektifan bakteri endofit dan plant growth promoting Rhizobacteria dalam menekan penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) pada tomat. 25




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v5n2.2021.p143-154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


P-ISSN: 2541-5166
E-ISSN: 2541-5174
Accredited No.148/M/KPT/2020 by Kemenristek/BRIN


Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan has been indexed by:

       


Editorial Office

Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Jln Merdeka no. 147, Bogor 16111, Indonesia
Phone/Fax.: +62-251-8312755 
E-mail: publikasi_puslitbangtan@litbang.pertanian.go.id
Website: http://pangan.litbang.pertanian.go.id

View My Stats