Peningkatan Kadar Antosianin Beras Merah Dan Beras Hitam Melalui Biofortifikasi

Buang Abdullah

Abstract


improving nutritional status of human health. Rice as a staple food for Indonesian community is potential to be increased its nutritional content to produce rice with high vitamin, mineral and/or antioxidant (anthocyanin) which is benefit for human health. Anthocyanin is a compound that produced by plants. Biofortification of rice for high content of anthocyanin was carried out through development of red and black rice through conventional breeding. Bio-fortification is more effective than fortification to combat generative diseases. Two red improved rice varieties were released with high anthocyanin content were released by IAARD, namely Inpari 24 Gabusan as a red rice variety with anthocyanin content of 8 ug/100g and Inpari 25 Opak Jaya as a waxy red rice variety with anthocyanin content of 11 ug/100g. Red rice varieties produced from biofortification are rapidly adopted by farmers and stake-holders. Several number of red and black rice advanced lines having higher anthocyanin content are being tested in the field for their yield trial. These lines could be released as red and black rice varieties that better than the existing varieties. In order to overcome degenerative diseases such as cancer, diabetes, and high blood consuming functional food from bio-fortification would be more efficient than that from fortification, because the important compound which added through bio-fortification is derivative and eternal.

Keywords: Red and black rice, anthocyanin, bio-fortification

 

Abstrak

Biofortifikasi adalah paradigma baru di dunia pertanian dan merupakan salah satu pendekatan dalam meningkatkan gizi masyarakat. Beras yang merupakan makanan pokok di Indonesia dapat ditingkatkan kandungan gizinya melalui program pemuliaan tanaman guna menghasilkan varietas padi yang berasnya mengandung vitamin, mineral, dan/atau senyawa lain seperti antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan. Antosianin dapat dihasilkan oleh tanaman secara alami. Biofortifikasi beras yang mengandung antosianin tinggi telah dilakukan melalui program perakitan varietas padi beras merah dan beras hitam dengan prosedur pemuliaan konvensional. Dua varietas unggul padi fungsional yang mengandung antosianin tinggi telah dilepas yaitu Inpari-24 Gabusan sebagai varietas unggul padi beras merah dengan kandungan antosianin 8 ug/100g dan Inpari-25 Opak Jaya sebagai varietas ketan merah dengan kandungan antosianin 11 ug/100g. Varietas unggul padi beras merah hasil biofortikasi telah berkembang luas di beberapa daerah karena disukai konsumen dan menguntungkan petani. Beberapa galur harapan padi beras merah dan beras hitam yang mengandung antosianin lebih tinggi masih dalam tahap pengujian daya hasil dan multilokasi. Beberapa di antara galur tersebut diharapkan dapat dilepas sebagai varietas unggul padi beras merah dan beras hitam yang lebih baik dari varietas yang sudah ada. Untuk mengatasi penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, dan hipertensi, dengan mengonsumsi pangan fungsional hasil biofortikasi lebih efisien dan lebih efektif dibandingkan dengan pangan hasil fortifikasi karena senyawa penting yang ditambahkan melalui biofortifikasi bersifat diwariskan dan langgeng. Kata kunci: Padi, beras merah, beras hitam, antosianin, biofortifikasi


Keywords


Red and black rice; anthocyanin; bio-fortification

Full Text:

PDF

References


Das, GK and Oudhia P. 2001. Rice as amedical plant in Chattisgarth, India. Plant Genet. Resour. Newsl. 122:46.

Departemen Kesehatan. 2012. Laporan Studi Mortalitas 2011: Pola penyakit penyebab kematian di Indonesia. Jakarta. Depkes.

Fagi, A. M., C.P. Mamaril,dan M. Syam. 2009. Revolusi Hijau: Peran dan Dinamika Lembaga Riset. Balai Besar penelitian Tanaman Padi – International Rice Research Institute. 43 hal.

Gregorio, G.B., 2002. Progress in breeding for trace minerals in staple crops. Symp. Plant Breeding: A New Tool for Fighting Micronutrient Malnutrition. In Journal of Nutrition: 500S-502S.

Herdiansyah, Alam D., Amalia L., dan Briawan, D. 2002. Analisis manfaat dan biaya pprogram fortifikasi minyak goreng dengan vitamin A. Media Gizi & Keluarga, Desember 2002, 26(2):49-57.

Hermanto., Dedik S.W., dan Edi Hikmat. 2009. Deskripsi Varietas Unggul Padi 1943-2009. PusatPeneliitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan itbang Pertanian. 220 hal.

Hossain M. 1995. Sustaining food security for fragile environments in Asia: Achievements, challenges and implications for rice research. In: Kush, G.S. (Ed.), Proceedings of the third international rice genetics symposium, Manila, Philippines, pp. 3-23.

Indrasari, S.D. dan M.O. Adnyana. 2007. Preferensi Konsumen terhadap Beras Merah sebagai Sumber Pangan Fungsional. Iptek Tanaman Pangan Vol 2. No 2. 2007:227–241Indrasari, S.D., P. Wibowo dan E.Y. Purwani. 2010. Evaluasi mutu fisik, mutu giling, dan kandungan antosianin kultivar beras merah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Volume 29. Nomor 1: 56-62.

Indrasari, S.D., P. Wibowo, and D.S. Damardjati. 1997. Food consumption pattern based on the expenditure level of rural communities in several parts in Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi (unpublished).

Jawi, I.M. dan K. Budiasa. 2011. Ekstrak air umbi jalar unggu menurunkan total kolesterol serta meningkatkan total antioksidan darah kelinci. Jurnal Veteriner Vol. 12(2): 12-125.

Juliano, B.O. 1993. Rice in human nutrion. IRRI-FAO, Rome 1993

Juliano, B.O. 2003. Rice Chemistry and Quality. Philippine Rice Research Institute. 480 p.

Kamei, H., T. Kojima, M. Hasegawa., T. Koide, T. Umida, T. Yukawa, and K. Terabe. 1995. Suppression of tumor cell growth by anthocyanin in vitro. Cancer

Khumaidi, M. 2008. Beras sebagai pangan pokok utama bangsa Indonesia, keunikan dan tantangannya. Pemikiran Guru Besar IPB. Jakarta Penebar (179-186).

Krisnatuti, D.P., Yenrina, R. 1999. Perencanaan Menu bagi Penderita Janntung Koroner. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Lamid, A., Rimbawan, Khomsan, A., Kusharto, C.M., dan Muhilal. 2007. Pengaruh suplemen iodium dan beta karoten terhadap status iodium dan status gizi ibu hamil di daerah endemik GAKI. Media Gizi & Keluarga, Desember, 31(2):74-83.

Marliyati, S.A., Nasoetion, A., Simanjuntak, M., dan Puspitasari, M. 2008. Pola konsumsi pangan pria dewasa di pedesaan dan perkotaan Bogor-Jawa Barat: Kaitannya dengan faktor resiko penyakit jantung koroner. Media Gizi dan Keluarga, Desember, 32(2):1-24.

Pengkumsri, N., C. Chaiyasut, C. Saenjum, S. Sirilun, S. Peerajan, P. Suwannalert, SSirisattha, B.S. Sivamaruthi. 2015. Physicochemical and antioxidatve propreeties of black, brown and red rice varieties of North Thailand. Food Sci. Technol. Campinas, 35(2): 331-338.

Sompong, R., S. Siebenhandl-Ehn, G. Linsberger-Martn, E. Berghofer. 2011. Physicochemical and antioxidative propoertiesof red and black rice varieties from Thailand, China and Sri Lanka. Food Chemistry 124: 132-140.

Suprihatno, B., Daradjat, A.A., Satoto, Baehaki, S.E., Suprihanto, Setyono, A., Indrasari, S.D., Samaullah, M.Y., dan Sembiring, H., 2009. Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Litbang Pertanian, 2011. 105 hal

Tang, S and Z. Wang. 2001 Breeding for superior quality aromatic rice varieties in China. Pages 35–44. In Speciality Rices of the World: Breeding, Production and Marketing. R.C. Cahudury, D.V. Tran, R. Duffy (Eds). Food Agric Org. Rome. Italy–Sci Publ Inc. Enfield. NH. USA.

Timberlake, C.F. and B.S. Henry. 1988. Anthocyanions as natural food colorants. Prog. Clin. Biol. Res. 280:107–121.

Wang, G., B. Parpia, and Z. Wen. 1997. The composition of Chinese foods. Institute of Nutrition and Food Hygiene Chinese Academy of Preventive Medicine. Washington DC: ILSI Press.

Widjayanti, E. 2004. Potensi dan Prospek Pangan Fungsional Indigenous Indonesia. Disajikan pada Seminar Nasional: Pangan Fungsional Indigenous Indonesia: Potensi, Regulasi, Keamanan, Efikasi dan Peluang Pasar. Bandung, 6–7 Oktober 2004. Welch, R. M. and R. D. Graham. 2000. A new paradigm for world agriculture: productive, sustainable, nutrition, healthful food systems. Food and Nutrition Bulletin. Vol.1 (4): 361-366.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v36n2.2017.p91-98

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats