Pengembangan Kedelai Di Papua: Potensi Lahan, Strategi Pengembangan, Dan Dukungan Kebijakan

Siti Raodah Garuda, Yuliantoro Baliadi, Martina S. Lestari

Abstract


ABSTRACT

Soybean is one of startegies and important food crops in Indonesia. Soybean products are used for human consumption, animal feed, and a variety of non-food consumer and industrial products. They are considered a complete source of plant base protein because all of the essential amino acids are supplied. Soybean can be grown in a wide variety of soil and climate. More than 60% of Indonesia’s soybean consumption still needs to be imported from a broad in case of Papua, about 25% soybean demands is originated from Java island. To meet the needs that important to enhance domestic soybean production. There foreadditional plantations will have to be develop outside Java island such as Papua. Papua hasmany assets favouring soybean growing. Notable  among these are significan 2,75 million ha land area. A highly favorable climate with abundant rainfall, farmers with ample know-how, availability high yielding varieties, existing market potential and a satisfactory economic and government institutional support. In the utilization of land farmer’s need to get coaching and accompanied by an intensively both in land preparation, cultivating maintenance harvesting and post-harvesting by agricultural extension by implementing a specific technology innovation particularly good or sertified seeds of high yielding adapted soybean variety. In line with those, the strategy priorties are development of a seed sector, rehabilitation of all the site previously developed for food crops growing areas, agricultural advice, mechanization at production and technology transfer, support for processing and marketing local price.

Key words : Land potential, Papua, production, soybean, strategy

ABSTRAK

Kedelai adalah salah satu tanaman pangan yang startegis dan penting di Indonesia. Produk kedelai digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan berbagai produk olahan dan produk industri. Kedelai merupakan sumber protein nabati lengkap karena semua asam amino esensial yang terkandung didalamnya. Kedelai dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Lebih dari 60% dari konsumsi kedelai di Indonesia masih perlu diimpor dari luar negeri. Di Papua, sekitar 25% kebutuhan kedelai didatangkan dari pulau Jawa. Memenuhi kebutuhan kedelai tersebut yang terpenting adalah meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Oleh karena itu peningkatan budidaya kedelai perlu dikembangkan di luar pulau Jawa seperti Papua. Papua memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan kedelai. Adanya potensi lahan sekitar 2,75 juta ha, iklim yang sangat menguntungkan dengan curah hujan yang melimpah, tingkat pengetahuan petani yang cukup, ketersediaan varietas unggul, potensi pasar yang menjanjikan, kepuasan ekonomi dan dukungan lembaga pemerintah. Dalam pemanfaatan lahan, petani membutuhkan pembinaan dan pendampingan yang intensif mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen oleh penyuluh pertanian dengan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi, khususnya benih yang baik atau bersertifikat dari varietas kedelai yang memiliki adaptasi yang tinggi. Sejalan dengan itu, strategi prioritas adalah juga pengembangan melalui sektor perbenihan, perbaikan lahan pengembangan  tanaman pangan terlantar, perluasaan areal tanam, mekanisasi produksi dan transfer teknologi untuk mendukung proses produksi dan pemasaran.

 Kata kunci : Potensi lahan, Papua, produksi, kedelai, strategi.


Keywords


Land potential; Papua; production; soybean; strategy

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Amrizal, Y Akmal, Khadijah, M Daniel dan H Sembiring. 2004. Potensi pengembangan produksi kedelai di Sumatera Utara. hal : 61-68. Dalam Sudana (Ed). Prosiding Lokakarya Pengembangan Kedelai melalui PTT di Lahan Masam. Medan 5 Juni 2004. Balitkabi-BPTP Sumatera Utara.

Atman. 2006. Pengembangan Kedelai pada lahan sawah di Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Tambua V : 288-296.

Atman, dan N. Hosen. 2008. Dukungan teknologi dan kebijakan dalam pengembangan tanaman kedelai di Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Tambua VII : 347-359.

Baharsjah, S. 2004. Orientasi kebijakan pangan harus ke arah swasembada. Kompas 14 Januari 2004.

Balitbangtan. 2015. Peningkatan Produksi Kedelai Mendukung Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan. http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2116/. [22 Agustus 2016]

Balitkabi. 2015. Demas 1 : Varietas kedelai adaptif lahan kering masam. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/1836-demas-1-varietas-kedelai-adaptif-lahan-kering-masam.html. [8 September 2016].

Balitkabi. 2006. Produksi kedelai melalui pendekatan pengelolaan sumberdaya dan tanaman terpadu (PTT). Padu-Padan dan Umpan Balik Litkaji di Puslitbangtan, Bogor 13-14 Desember 2005. Badan Litbang Pertanian.

Bappenas. 2014. Kondisi wilayah perbatasan negara di Indonesia. http://batas.bappenas.go.id//index.php?option=com_content&task=view&id=54&Itemid=76. [24 Agustus 2016].

BBPSDLP. 2008. Potensi dan ketersediaan lahan untuk pengembangan kedelai di Indonesia. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 30 : 3-5.

Bobihoe, J. dan Endrizal. 2013. Implementasi teknologi budidaya kedelai pada lahan rawa lebak dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi. http://jambi.litbang.pertanian.go.id/ind/images/PDF/1JULISTIAImplementasi2014.pdf. [8 September 2016].

BPN Provinsi Papua. 2015. Profil Pembangunan Provinsi Papua. http://www.simreg.bappenas.go.id>profil>clickD [22 Agustus 2016]

BPS. 2016. Luas Panen Kedelai menurut Provinsi 1993-2015. http://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/870 [22 Agustus 2016].

BPS Papua. 2015. Papua Dalam Angka. BPS Propinsi Papua. 606 hal.

BPS Keerom. 2015. Statistik Daerah Kabupaten Keerom. BPS Kabupaten Keerom. 101 hal.

CSIRO. 1983. Soyben response to controlled waterlodging p : 4-8. In : Lehane R (Ed). Rural Research The Science Communication of CSIRO’s Beaureau of Scientific Services.

Diantoro, K., M. Munarsih, dan D. Soejono. 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi pada kelompok tani Patemon II di Desa Patemon Kecamatan Tlongsari Kabupaten Bondowoso. J-SEP 3 : 55-59.

Ditjen PPHP. 2016. Swasembada kedelai, Indonesia butuh 2 tahun lagi. https://m.tempo.co/read/news/2016/01/08/090734289/swasembada-kedelai-indonesia-butuh-2-tahun-lagi [22 Agustus 2016].

Ditjen Tanaman Pangan. 2015. Rencana Strategis Pembangunan Tanaman Pangan Tahun 2015-2019. Kementerian Pertanian. Jakarta. 264 hal.

Djufri, F., M. S. Lestari, dan A. Kasim. 2012. Pengujian galur-galur harapan kedelai produktivitas tinggi di dua kabupaten Provinsi Papua. hal : 103-111. Dalam Widjono et al (Eds). Inovasi Teknologi dan Kajian Ekonomi Komoditas Aneka Kacang dan Umbi Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi-Umbian. Malang, 15 November 2011. Puslitbangtan. Badan Litbang Pertanian.

Ghulamahdi, M. F. Rumawas, J. Wiroatmojoyo dan J. Koswara. 1991. Pengaruh pemupukan fosfor dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai pada budidaya jenuh air. Forum Pascasarjana 14 : 25-34.

Goenadi, D. H. 2008. Krisis pangan, krisis bangsa agraris. Kompas, 19 Januari 2008.

Hasan, N., E. Suryani and R. Hendrawan. 2015. Analisis of soybean production and demand to develop strategy policy of food self sufficiency : A system dynamic frame wrok. Procedia Computer Science 72 : 605-612.

Hilman, Y., A. Kasno, dan N. Saleh. 2004. Kacang-kacangan dan umbi-umbian: Kontribusi terhadap ketahanan pangan dan perkembangan teknologinya. hal : 45-135. Dalam Makarim (Ed). Inovasi Pertanian Tanaman Pangan. Puslitbangtan Bogor.

Kadir, S. 2015. Perakitan teknologi budidaya jagung (Zea mays, L). IAARD Press. Jakarta. 176 hal.

Kadir, S., A. Kasim, P. Laksono, M. K. Rumbara, H. S. Wulanningtyas, S. Wulandari dan S. R. Garuda. 2015. Pendampingan dan pengawalan program strategis kementerian pertanian. Identifikasi calon lokasi, koordinasi, bimbingan, dan dukungan teknologi upaya khusus (upsus) padi, jagung, kedelai di Propinsi Papua. Laporan Tahunan 2015. BPTP Papua. 79 hal.

Kasim, A. dan P. A. Beding. 2013. Pengkajian pemanfaatan pupuk organik bokashi untuk meningkatkan produksi kedelai > 2 ton/ha di Kabupaten Jayawijaya Propinsi Papua, hal : 352:358. Dalam Muhammad Yasin et al (Eds). Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan. Banjarbaru, 26-27 Maret 2013. BPTP Kalsel. Badan Litbang Pertanian.

Koesrini. 2016. Teknologi budiadaya kedelai di lahan rawa. http://balitra.litbang.pertanian.go.id/indx.php [8 Oktober 2016].

Laksono, P. dan Adnan. Kelayakan usahatani kedelai dengan pola pengelolaan tanaman terpadu (PTT) : Study kasus di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Keerom. Widyariset 14 : 267-274.

Noor, M dan Fadjry. 2008. Peluang dan kendala pengembangan pertanian pada agroekosistem rawa lebak : kasus desa Primatani di Kalimantan Selatan. hal : 138-145. Dalam Amir (Eds). Prosiding Lokakarya Nasional Percepatan Penerapan IPTEK dan Inovasi Teknologi Mendukung Ketahanan Pangan dan Revitalisasi Pembangunan Pertanian. Jambi 11-12 Desember 2007. BBP2TP. Badan Litbang Pertanian.

Pusdatin. 2015. Outlook komoditas pertanian subsektor tanaman pangan kedelai. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Kementerian Pertanian. 73 hal.

Puslitbangtan. 2006. Tanggamus, varietas kedelai untuk lahan kering masam. http://pangan.litbang.pertanian.go.id/berita-423-tanggamus-varietas-kedelai-untuk-lahan-kering-masam.html. [8 September 2016].

Setiabudi, B. 2015. Kedelai handal di lahan suboptimal. http://tabloidsinartani.com/content/read/kedelai-handal-di-lahan-suboptimal/. [29 Agustus 2016].

Silvia, S. 2011. Seleksi Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merril Generasi F2 Pada Tanah Salin. Program Studi Agroekoteknologi. Universitas Sumatera Utara, Medan. 68 hal.

Sumarno. 2011. Teknologi budi daya kedelai perkembangan teknologi budidaya kedelai di lahan sawah. Iptek Tanaman Pangan 6 : 139-151.

Sumarno dan M. M. Adie. 2010. Strategi pengembangan produksi menuju swasembada kedelai berkelanjutan. Iptek Tanaman Pangan 5 : 49-63.

Sumarno dan U. G. Kartasasmita. 2010. Analisis kelayakan penggunaan pupuk organik sebagai substitusi 25% pupuk anorganik pada padi sawah. Laporan Hasil Penelitian Analisis Kebijakan Teknis 2010. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. 151 hal

Taufiq, A., A. Wijanarko, Marwoto, T. Adisarwanto dan C. Prahoro. 2007. Verifikasi efektifitas teknologi produksi kedelai melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di lahan pasang surut Provinsi Jambi. Balitkabi. Malang. 48 hal.

Tim Primatani. 2006. Inovasi Teknologi Unggulan Tanaman Pangan Berbasis Agroekosistem Mendukung Primatani. Puslitbangtan Bogor. 40 hal.

Zakaria. 2010. Kebijakan pengembangan budidaya kedelai menuju swasembada melalui partisipasi petani. Analisis Kebijakan Pertanian 8 : 259-272.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v36n1.2017.p47-58

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats