Tumbuhan Indonesia Potensial Sebagai Insektisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Kumbang Bubuk Jagung ( Sitophilus Spp.)

M. Sudjak Saenong

Abstract


ABSTRACT
Indonesia has an abundant flora diversity. More than 400 thousand species of plants have been identified having chemical compounds and 10 thousand species of them contain secondary metabolites that are potential as a raw material of biopesticide.  The results of the study indicated that secondary metabolite compounds were able to control insect pest population. The nature and mode of action of bio-material in protecting the plants can be as antiphytopathogenic compounds (antibiotics), phytotoxic compounds
or plant growth regulator (phythotoxins, hormones and the like), and active compounds against insects (the hormone of insects, pheromones, antifeedant, repellent, attractant and insecticide). This paper discusses the use of plant-based insecticides for controlling maize weevil (Sitophilus spp.) on corn during storage. In addition to corn, this pest also damages other important food crops such as rice, sorghum and wheat. To overcome this pest, bio-insecticide could be an option. The results showed that secondary metabolites could suppress the development of pest insect populations. The secondary metabolites  in crops include volatile compounds such as essential oils, citral, geraniols, tannins, piperines, acetogenins, azadirachtin, saponin, asarone, akoragermakron, akolamonin, isoakolamin, kalameon, kalamediol, alfamirin, kaemfasterol, salannine, nimbin, nimbidin, acetogenin, and some acidic groups such as cyanide, oleanollel acid and galoyonat acid. Alkaloid almost undetectable in all the tested plants, in addition to other flavonoids that have a direct impact on the lives of insect pests.
Keywords: Plants, botanical insecticide, Sitophilus spp., corn

Abstrak

Indonesia mempunyai keragaman flora yang sangat besar. Lebih dari 400 ribu jenis tumbuhan telah teridentifikasi bahan kimianya dan 10 ribu di antaranya mengandung metabolit sekunder yang potensial sebagai bahan baku pestisida nabati. Hasil-hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder dapat mengendalikan populasi serangga hama. Sifat dan mekanisme kerja bahan nabati tersebut dalam melindungi tanaman dapat sebagai antifitopatogenik (antibiotik pertanian), fitotoksik atau mengatur pertumbuhan tanaman (fitotoksin, hormon, dan sejenisnya), dan bahan aktif terhadap serangga (hormon serangga, feromon, antifidan, repelen, atraktan, dan insektisida). Tulisan ini membahas pemanfaatan insektisida nabati dalam pengendalian hama kumbang bubuk (Sitophilus spp.) pada jagung selama penyimpanan. Selain pada jagung, hama ini juga merusak komoditas tanaman pangan penting lainnya seperti padi, sorgum, dan gandum. Untuk mengatasi hama tersebut, pemanfaatan insektisida nabati dapat menjadi salah satu pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan metabolit sekunder dapat menekan perkembangan populasi serangga hama. Kandungan metabolit sekunder pada tanaman antara lain adalah senyawa atsiri seperti minyak atsiri, sitral, geraniol, tanin, piperin, asetogenin, azadirahtin, saponin, asaron, akoragermakron, akolamonin, isoakolamin, kalameon, kalamediol, alfamirin, kaemfasterol, salanin, nimbin, nimbidin, asetogenin, dan beberapa kelompok asam seperti asam sianida, asam oleanolat, dan asam galoyonat. Komponen alkaloid hampir terdapat dalam semua tanaman yang diuji, selain flavonoid lainnya yang berdampak langsung terhadap kehidupan serangga hama. 

 


Keywords


Plants; botanical insecticide; Sitophilus spp; corn

Full Text:

PDF

References


Agusta, A. 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Penerbit Institut Teknologi Bandung, Bandung. hlm. 101.

Amanupunyo dan R.D. Handri. 2016. Pemanfaatan pestisida nabati dalam perdagangan global. http://dokumen.tips/documents/pestisida-nabati-55b0799898560.html. [2 Mei 2016].

Andriana, R. 1999. Kajian daya insektisida ekstrak umbi bawang putih (Allium sativum) dan ekstrak daun buah nona (Annona reticulata L.) terhadap serangga Sitophilus zeamais Motsch. (Skripsi). Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Anonim. 2016. PP No. 6 Tahun 1995 Tentang Perlindungan Tanaman. Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, Jakarta.

Aranillewa, S.T., T. Ekrakene and J.O. Akinneye. 2006. Laboratory evaluation of four medicinal plants as protectants againts the maize weevil, Sitophilus zeamais (Motsch). Afr. J. Biotechnol. 5(21): 2032-2036. http://www.academic journals.org/AJB.

Asfriatini, J.J. 1990. Bercocok Tanam Kencur. Penebar Swadaya, Jakarta.

Ashouri, S. and N. Shayesteh. 2009. Insecticidal activities of black pepper and red pepper in powder form on adults of Rhyzopertha dominica (F.) and Sitophilus granaries (L.). J. Entomol. 31(2): 799-804.

Astriani, D. 2010. Pemanfaatan gulma babadotan dan tembelekan dalam pengendalian Sitophilus spp. pada benih jagung. Jurnal AgriSains 1(1): 56-67.

Astriani, D. 2012. Kajian bioaktivitas formulasi akar wangi dan sereh wangi terhadap hama bubuk jagung Sitophilus spp. pada penyimpanan benih jagung. Jurnal Agrisains 3(4): 44-52.

Astriani, D. dan W. Dinarto. 2014. Uji toksisitas beberapa gulma sebagai pestisida nabati hama bubuk pada penyimpanan benih jagung. Jurnal AgriSain. hlm. 54-64. http://lppm.mercubuana-yogya.ac.id. [25 Februari 2016].

Auger, J., I. Arnault, S. Diwo-Allain, M. Ravier, F. Molia and M. Pettiti. 2004. Insecticidal and fungicidal potential of Allium substances as biofumigants. Agroindustria 3: 5-8.

Awoyinka, O.A., I.O. Oyewolel, B.M.W. Amos and O.F. Onasoga. 2006. Comparative pesticidal activity of dichloromethane extracts of piper nigrum against Sitophilus zeamais and Calosobruchus maculatus. J. Biotechnol. 5(24): 2446-2449.

Babarinde, S.A., A. Sosina and E.I. Oyeyiola. 2008. Susceptibility of the selected crops in storage to Sitophilus zeamais Motschulsky in Southwestern Niger. J. Plant Prot. Res. 48(4): 541-550 (http://versita.metapress.com [16 Juli 2016].

Biebel, R., E. Rametzhofer, H. Klapal, D. Polheim and H. Viernstein. 2003. Action of pyrethrum-based formulations against grain weevils. Int’l. J. Pharmaceutics 256(1-2): 175-181.

Chan-Bacab, M.J. and L.M. Pena-Rodriguez. 2001. Plant natural products with leishmanicidal activity. Nat. Products Rep. 18: 674-688.

Djauhariya, E. 2003. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) tanaman obat potensial. J. Pengembangan Teknologi Rempah dan Obat 15(1): 1-16.

Dubey, N.K., B. Srivastava and A. Kumar. 2008. Current status of plant products as botanical pesticides in storage pest management. J. Biopesticides 01(02): 182-186

García-Lara, S. and D.J. Bergvinson. 2007. Integral program to reduce postharvest losses in maize. Agricultura Técnica de México 33: 181-189.

Grainge, M. and S. Ahmed. 1988. Handbook of Plants with Pest-Control Properties. John Wiley & Sons, New York-Chichester-Brisbane-Toronto Singapore. pp. 99-153.

Guenther, E. 1990. Minyak Atsiri Jilid 3, Universitas Indonesia, Jakarta.

Hartati, S.Y. 2012. Prospek pengembangan minyak atsiri sebagai pestisida nabati. Jurnal Perspektif 11(01): 45-58.

Hasnah dan U. Hanif. 2010. Efektivitas ekstrak bawang putih terhadap mortalitas Sitophilus zeamais M. pada jagung di penyimpanan. Jurnal Floratek 5: 1-10.

Hasnah, M. Rahim, dan L. Suryanti. 2014. Efikasi serbuk lada hitam dalam mengendalikan hama Sitophilus zeamais pada biji jagung selama penyimpanan. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains 16(2): 23-32.

Herlina, L. dan B. Istiaji. 2013. Respons ketahanan beberapa varietas gandum terhadap hama gudang Sitophilus zeamais (Coleoptera: Dryophthoridae). Buletin Plasma Nuftah 19(2): 89-91.

Herminanto, Nurtiati, dan D.M. Kristianti. 2010. Potensi daun sereh untuk mengendalikan hama Collosobruchus analis F. pada kedelai dalam penyimpanan. Jurnal Agrivigor 3(1): 19-27.

Hidayanti, E. dan D. Ambarwati. 2016. Pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpsurabaya/tinymcpuk/gambar/file/pesnab%20web.pdf. [20/7/16].

Hoppe, T. 1986. Storage insects of basic food grain in Horduras. Trop. Sci. 26: 25-28.

Huang, Y., S.H. Ho, H.C. Lee and Y.L. Yap. 2002. Insecticidal properties of eugenol, isoeugenol and methyleugenol and their effects on nutrition of Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera?: Curculionidae) and Tribolium castaneum (Herbst) (Coleoptera?: Tenebrionidae). J. Stored Product Res. 38: 403–412.

Inayatullah, M.S. 1997. Standarisasi Rimpang Kencur dengan Parameter Etil Para Metoksi Sinamat. Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya. http://repository.usu.ac.id. [14 April 2016].

Jorge, D.M. 1981. The effect of density on the survival and development of Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera Curculionidae) is different in maize varieties. Plant Protection News X, No. 7.

Kadir, N.N., R. Iswati, dan F. Datau. 2014. Uji efektivitas sereh (Cymbopogon citratus) sebagai insektisida nabati dalam menekan serangan hama kutu jagung (Sitophilus zeamais) pada beberapa wadah penyimpanan. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. http://kim.ung.ac.id. [25 Pebruari 2016].

Kardinan, A. dan E.A. Wikardi. 1994. Pengaruh abu limbah serai dapur dan tepung bawang putih terhadap hama gudang Callosobruchus analis. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 9(1): 3-7.

Kardinan, A. dan E.A. Wikardi. 1997. Pengaruh ekstrak akar tuba terhadap imago dan telur Callosobruchus analis. Jurnal Penelitian Tanaman Industri 3(1): 13-19.

Kardinan, A. 2004. Pestisida Nabati, Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta. hlm. 29.

Kardinan, A. 2011. Penggunaan pestisida nabati sebagai kearifan lokal dalam pengendalian hama tanaman menuju sistem pertanian organik. Pengembangan Inovasi Pertanian 04(4): 262-278.

Kim, H.M., E.H. Lee, S.H. Hong, H.J. Song, M.K. Shin, S.H. Kimand and T.Y. Shin. 1998. Effect of Syzygium aromaticum extract on immediate hypersensitivity in rats. J. Ethnopharmacol. 60(4): 125–131.

Lopulalan, C.G.C. 2010. Analisa ketahanan beberapa varietas padi terhadap serangan hama gudang (Sitophilus zeamais Motschulsky). Jurnal Pertanian 6(1): 11-16.

Manaf, S. Kusmini, dan E. Helmiyati. 2005. Evaluasi daya repelensi daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap hama gudang Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae). Jurnal Gradien 1(1): 23-29. [16 Maret 2014]

Marianah, L. 2016. Membuat pestisida nabati. http://www.bppjambi. info/newspopup.asp?id=708. [14 April 2016].

Moki, M., R. Iswati, dan F. Datau. 2016. Uji efektivitas tiga jenis kulit jeruk sebagai insektisida nabati dalam menekan populasi dan serangan kumbang beras (Sitophilus oryzae). Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo.

Morallo, B.R. and P.A. Javier. 1980. Laboratory assessment of damage caused by Sitophilus spp. and Rhizoperta dominica in stored grain. Sorghum and Millet Abstract. CAB April 1982. 7(1): 1-2.

Murdiati, Tb., G. Adiwinata, dan D. Hildasari. 2016. Penelusuran senyawa aktif dari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dengan aktivitas antelmintik terhadap Haemonchus contortus. file:///C:/Users/USER/Downloads/191-191-1-PB.pdf. [14 Juli 2016].

Mustika, I. 1999. Konsep dan strategi pengendalian nematoda parasit tanaman di Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian 3(2): 81-101. http://pustaka.litbang.pertanian.go.id/publikasi/ip032101.pdf. [18 April 2016].

Napoleão, T.H., B.R. Belmonte, E.V. Pontual, L.P. Albuquerque, R. Araújo Sá, L.M. Paiva, L.C.B.B. Coelho and P.M.G. Paiva. 2013. Deleterious effects of Myracrodruon urundeuva leaf extract and lectin on the maize weevil, Sitophilus zeamais (Coleoptera, Curculionidae). J. Stored Products Res. 54: 26-33.

Natawigena, D.W. 2000. Beberapa kendala dalam memproduksi pestisida nabati. Staf Pengajar Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UNPAD. Disajikan dalam Seminar Nasional ‘PHT Promo 2000’ [29 Juni 2000].

Oyedele, A.O., A.A. Gbolade, M.B. Sosan, F.B. Adewoyin, O.L. Soyelu and O.O. Orafidiya. 2002. Formulation of an effective mosquito-repellent topical product from lemongrass oil. Phytomedicine 9(3): 259-262.

Pakan, S. 1997. Hama pascapanen jagung di Kabupaten Kupang. Buletin Legimunosae 4(1): 12-26.

Pano, S.J., R. Iswati, dan F. Datau. 2016. Respons Sitophilus zeamais terhadap jeringau (Acorus calamus L.) sebagai insektisida alami pada variasi wadah penyimpanan. (Thesis) Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo.

Plantus. 2008. Anekaplantasia. Plants Clipping Infomations from All Over Media In Indonesia.

Porntip, V. and C. Sukpraharn. 1974. Current problems of pest of stored products in Thailand. In Pest of Stored Products. Biotrop Special

Pub. 33: 45-53.

Putri V.B. 2004. Kajian daya insektisida alami daun sirsak, daun srikaya, daun mahoni, dan bunga kecubung terhadap perkembangan serangga hama gudang Sitophilus zeamais Motsch. Skripsi Departemen Teknologi Pangan dan Gizi Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Saenong, S.M. 2009. Kajian aspek tingkah laku serangga hama kumbang bubuk Sitophilus zeamais Motsch di laboratorium. Prosiding Nasional Serealia Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.

Saenong, S.M. dan S. Mas’ud. 2009. Keragaan hasil teknologi pengelolaan hama kumbang bubuk pada tanaman jagung dan sorgum. Prosiding Nasional Serealia, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.

Said, E.G. 1994. Dampak negatif pestisida, Sebuah catatan bagi kita semua. Agrotek 2(1): 71-72.

Sembiring, R., D. Salbiah, dan R. Rustam. 2016. Pemberian tepung daun sirsak (Annona muricata L.) dalam mengendalikan hama kumbang bubuk jagung (Sitophilus zeamais M.) pada biji jagung. Jurnal Faperta 1(2): 1-11.

Sonyaratri, D. 2006. Kajian daya insektisida ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan ekstrak daun mindi (Melia azedarach L.) terhadap perkembangan serangga hama gudang Sitophilus zeamais Motsch. (Skripsi). Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Subiyakto. 2009. Ekstrak biji mimba sebagai pestisida nabati: Potensi, kendala, dan strategi pengembangannya. Jurnal Perspektif 8(2): 108-116.

Surtikanti. 2004. Kumbang bubuk Sitophilus zeamais Motsch. Jurnal Litbang Pertanian 23(4): 123–128.

Soetopo, D. 2007. Potensi jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan pestisida nabati. Prosiding Lokakarya Nasional Jarak Pagar III. Puslitbangbun, 9-10 Maret 2007. Departemen Proteksi Tanaman. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Subhan, F. 2011. Uji efektivitas beberapa insektisida nabati terhadap mortalitas hama Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera; Curculionidae) pada benih jagung (Zea mays). Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. http://repository.usu.ac.id. [25 Pebruari 2016].

Suprapto, S. 1986. Jamu Jawa Asli. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Suwanto, A. 1994. Mikroorganisme untuk biokontrol: Strategi penelitian dan penerapannya dalam bioteknologi pertanian. Agrotek 2(1): 40-46.

Suwahyono, U. 1996. Aplikasi biofungisida Trichoderma spp. untuk pengendali jamur patogen Rhizoctonia solani pada tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Alami 1(2): 50-53.

Syakir, M. 2011. Status penelitian pestisida nabati. Seminar Nasional Pestisida Nabati. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor.

Takahashi, N. 1981. Application of biologically natural products in agricultural fields. In M. Wirahadikusumah and A.S. Noer (Eds.). Proc. Regional Seminar on Recent Trend in Chemistry of Natural Product Research. pp. 110–132. Penerbit ITB, Bandung.

Tefera, T., F. Kanampiu, H.D. Groote, J. Hellin, S. Mugo, S. Kimenju, Y. Beyene, P.M. Boddupalli, B. Shiferaw and M. Banziger. 2011. The metal silo: An effective grain storage technology for reducing postharvest insect and pathogen losses in maize while improving smallholder farmers’ food security in developing countries. Crop Prot. 30(3): 240-245.

Timoty, C.J. 2014. Pengaruh ekstrak kering kencur (Kaempferia galanga L.) dan lama penyimpanan terhadap mortalitas hama kumbang bubuk (Sitophilus zeamais L.), indeks daya kecambah dan indeks kecepatan kecambah benih jagung (Zea mays). Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember (Skripsi). http://dspace.unej.ac.id. [25 Februari 2016].

Tukimin, D. Soetopo, dan E. Karmawati. 2010. Pengaruh minyak jarak pagar (Jatropha curcas L.) terhadap mortalitas, berat pupa, dan penularan hama jarak kepyar. Jurnal Littri 16(4): 159-164.

Udo, I.O., M.S. Ekanem and E.U. Inyang. 2011. Laboratory evaluation of West African black pepper (Piper guineense) seed powder against maize weevil (Sitophilus zeamais Motsch). J. Mun. Entomol. Zool. 6(2): 56-77.

Utami, A. dan B. Rahyu. 1996. Eko-teknologi sebagai jalan keluar untuk mengatasi problem lingkungan. Alami 1(2): 54-57.

Velluti, A., V. Sanchis, A.J. Ramos, J. Edigo and S. Marin. 2003. Inhibitory effect of cinnamon, clove, lemongrass, oregano and palmarose essential oils on growth and fumonisin B 1 production by Fusarium proliferatum in maize grain. Int'l. J. Food Microbiol. 89: 145–154.

Wahyuningsih, S. 2000. Kajian daya insektisida biji paria (Momordica charatia) dan biji mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap perkembangan Sitophilus zeamais Motsch. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Wakman, W., J. Tandiabang, Masmawati, Suarni, M.S. Saenong, H. Talanca, M. Yasin, S. Kontong, dan Sutjiati. 2003. Laporan Akhir Pengelolaan Hama dan Penyakit Utama Jagung secara Hayati. Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia Lain, Maros.

Wiratno, D. Taniwiryono, Hv Berg, J.A.G. Riksen, I.M.C.M. Rietjens, R. Djiwanti, J.E. Kammenga and A.J. Murk. 2009. Nematicidal activity of plant extracts against the root-knot nematode, Meloidogyne incognita. The Open Natural Products J. 2: 63-71.

Wiratno, M. Rizal, dan I W. Laba. 2011. Potensi ekstrak tanaman obat dan aromatik sebagai pengendali keong mas. Buletin Littro 22(1): 54-64.

Yusuf, R. 2012. Potensi dan kendala pemanfaatan pestisida nabati dalam pengendalian hama pada budidaya sayuran organik. Seminar UR-UKM ke-7. Optimalisasi Riset Sains dan Teknologi dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Zhu, B.C.R., G. Henderson, F. HF. Chen and RA Laine. 2001. Evaluation of vetiver oil and seven insect-active essential oils against the Formosan subterranean termite. J. Chem. Ecol. 27: 1617-1625




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v35n3.2016.p131-142

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats