POTENSI PENGEMBANGAN HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) DAN JEWAWUT (Setaria italica) MENDUKUNG DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL / Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) and Millet (Setaria italica) Development Potential to Support Local Food Diversification

Suarni Suarni

Abstract


The benefits of hanjeli grain are that they include protein 14.8 g/ 100 g, fat 4.g/100 g and Fe minerals 6 mg/100 g, whereas millet seeds contain protein 12.0 mg/100 g, dietary fiber 8.2%, and phenolic 0.03% to 3.0% at a level that is significantly greater than other cereals. The potential nutritional and functional components of these alternative cereal commodities make them a good food source to support local food diversification, and even serve as functional food items. The development potential demands of high yielding varieties that is superior to local varieties. Appropriate farming technology and post-harvest processing are required to increase yield. The final product is preferred by consumers on organoleptic tests (willingness to accept-WTA) of various circles, has a selling value and is affordable (willingness to pay-WTP), along with adequate nutritional content, especially the bioactive functional components must be preserved through adequate processing. It is possible to bring attention to hanjeli and millet cereals as neglected foodstuffs if they are packaged correctly, so that a quality and aesthetically pleasing final product is achieved.

Keywords: Hanjeli, millet, food diversification, potential

 

Abstrak

Biji hanjeli mengandung protein 14,8 g/100 g, lemak 4,9 g/100 g, mineral Fe 6 mg/100 g, sedangkan biji jewawut mengandung protein 12,0 mg/100 g, serat pangan 8,2%, fenolik 0,03-3% relatif lebih tinggi dibanding serealia lainnya. Potensi komponen nutrisi dan fungsional pada komoditas serealia alternatif tersebut menjadikannya sumber pangan yang layak dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pangan lokal, bahkan dapat berfungsi sebagai bahan produk pangan fungsional. Potensi pengembangan memerlukan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki sifat yang lebih baik dibanding varietas lokal. Untuk meningkatkan produksi kedua komoditas memerlukan teknologi budi daya dan penanganan pascapanen yang tepat. Penanganan pengolahan yang memadai diperlukan untuk memperoleh produk akhir yang disukai konsumen dari berbagai kalangan, tingkat penerimaan melalui uji organoleptik memenuhi willingness to accept (WTA), memiliki nilai jual dengan harga yang terjangkau (willingness to pay-WTP), disertai kandungan gizi yang memadai, terutama komponen fungsional bioaktif. Dikemas secara higienis akan diperoleh produk hanjeli dan jewawut yang berkualitas dan menarik sehingga kedua serealia ini potensial dipasarkan dan dikembangkan mendukung diversifikasi pangan.

Kata Kunci: Hanjeli, jewawut, diversifikasi pangan, potensi


Keywords


Hanjeli, millet, food diversification, potential

Full Text:

PDF

References


Amadou, I., Gounga, M.E., Shi, Y.-H. and Le, G.-W. (2014). Fermentation and heatmoisture treatment induced changes on the physicochemical properties of foxtail millet (Setaria italica) flour. Journal Food and Bioproducts Processing 92(1): 38– 45.

Ani, L.S. (2013). Anemia Defisiensi Besi. In: Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hlm. 10-16 dan 45-46.

Anugrahati, N.A. dan Naomi, J. (2021). Karakteristik fisik kue kembang goyang dengan substitusi jewawut (Setaria italica L. P. Beauv.) dan variasi konsentrasi santan. Jurnal Teknologi Pertanian Versi Online: http://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/ agritekno 10(1): 45–55.

den Besten, G., van Eunen, K., Groen, A.K., Venema, K., Reijngoud, D.-J. and Bakker, B.M. (2013). The role of short-chain fatty acids in the interplay between diet, gut microbiota, and host energy metabolism. Journal of Lipid Research 54(9): 2325– 2340. Available at: https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/ S0022227520351245.

Cahyani, W. (2010). Substitusi jagung (Zea mays) dengan jali (Coix Laryma–jobi L.) pada pembuatan tortila kajian karakteristik kimia dan sensori. Skripsi Fak Pertanian Univ. Sebelas Maret. 66 hlm.

Dai, H., Shan, C., Wei, A., Yang, T., Sa, W. and Feng, B. (2012). Leaf senescence and italica (L.) P. Beauv] varieties exposed to drought conditions. Australian Journal of Crop Science 6(2): 232–237.

Demando, G., Hamisah, B. dan Marseli, Z. (2019). Potensi tanaman jewawut sebagai sumber karbohidrat terbarukan dan bioaktivitasnya sebagai antihipertensi. Khazanah Intelektual 3(1): 355–370.

Dewandaria, K.T., Munarso, J. dan Rahmawati (2020). Sifat fisikokimia berondong hanjeli (Coix lacryma-jobi L). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian 17(3): 154–164.

Dewi, S.W. (2018). Perbandingan campuran tepung hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) dan tepung ikan tongkol (Euthynus affinis C.) terhadap karakteristik food bar. Skripsi. Program Studi Teknologi Pangan. Fakultas Teknik. Universitas Pasundan. Bandung.

Dhivya, A., Subashini, S., Chandrababu, R. and Ramalingam, J. (2015). Establishment of MilletDB: TNAU Released Millet Varieties with their Morphological Traits. International Journal of Computer Applications 111(14): 24–26.

DKP (2009). Panduan Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia (FSVA). Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan-Badan Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian. Jakarta.

Fadlallah, O.E., El Tinay, A.H. and Babiker, E.E. (2010). Biochemical characteristics of sorghum flour fermented and/or supplemented with chickpea flour. International Journal of Biological and Life Sciences 6: 21–23.

Fafo, R., Lawa, Y. dan Jasman (2018). Karakteristik fisikokimia biscuit jali (Cix lacryma-jobi L) terkombinasi tepung dan pasta daun kelor (Moringa oliefera L) dalam pengembangan olahan pangan kaya protein. In: Prosiding Seminar Pendidikan dan Sains-2. Kupang 11 Mei 2018., pp. 82–96.

Fitriani, S. dan Purnomo, H.E. (2013). Pengembangan Produk Makaroni dari Campuran Jewawut (Setaria italica L.), Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) var. Ayamurasaki) dan Terigu (Triticum aestivum L.). Jurnal Pangan 22(4): 349–364.

Fuller, S., Beck, E., Salman, H. and Tapsell, L. (2016). New horizons for the study of dietary fiber and health: a review. Plant Foods for Human Nutrition 71: 1–12.

Hadyan, R. (2021). Indeks Ketahanan Pangan Global 2020. https:/ /ekonomi.bisnis.com/read. Diakses 10 Februari 2022.

Hidayat, R. (2019). Karakteristik mie basah dari tepung jewawut (Setaria italic L.) termodifikasi secara fermentasi menggunakan Lactobcillus acidophilus dan waktu fermentasi bervariasi. Skripsi. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan.

Hijrianti, S. dan Widodo, S. (2018). Substitusi tepung jewawut pada kue kasiipiq di desa Bonde Kecamatan Campalagian Kab. Polewai Mandar. In: Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 1: 294–299.

Hoelz, L., Horta, B., Araújo, J., Albuquerque, M., de Alencastro, R. and da Silva, J. (2010). Quantitative Structure-activity Relationships of Antioxidant Phenolic Compounds. J. Chem Pharm Res 2(5): 291–306.

Indrastuti dan Damrah, F. (2018). Penentuan standard operating procedur (SOP) pada dodol jewawut. Jurnal Galung Tropika 7(2): 95–101.

Irwan, A., Nurmala, Ã. dan Nira, T. (2017). Pengaruh jarak tanam berbeda dan berbagai dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli pulut (Coix lacrymajobi L.) di dataran tinggi Punclut. Jurnal Kultivasi 16(1): 233– 245.

Juhaeti, Setyowati, T.N. dan Gunawan, I. (2021). Pemanfaatan dan prospek serealia minor jali (Coix lacryma-jobi L.) dalam pembuatan kuliner untuk pengembangan usaha industri rumah tangga. Jurnal Pengabdian Multidisiplin 3(2): 6–17.

Juhaeti, T. (2016). Karakterisasi pertumbuhan, produksi dan nilai gizi beberapa aksesijali (coix lachryma-jobi l.) dari Jawa Barat. In: Prosiding Seminar Nasional Biologi UIN Syarif Hidayatullah Bandung., pp. 220–225.

Juhaeti, T., W. Widiyono, N. Setyowati, P. Lestari, F. Syarif, Saefudin, I. Gunawan, Budiarjo, RH Agung. (2019). Serelaia lokal jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv): Gizi, Budidaya dan kuliner. In: Prosiding Sem. Nas. Biologi, Saintek dan Pembelajarannya (SN-Biosper) tahun 2019., pp. 9–17.

Kim, J.Y., Son, B.K. and Lee, S.S. (2012). Effects of adlay, buckwheat, and barley on transit time and the antioxidative system in obesity induced rats. Nutrition Research and Practice 6(3): 208–212.

Kirankumar, T., Madhusudhan, K., Nareshkumar, A., Kiranmai, K., Lokesh, U., Venkatesh, B. and Sudhakar, C. (2016). Expression analysis of Aldo-Keto Reductase1(AKR1) in foxtail millet (Setaria italica L.) subjected to abiotic stresses. American Journal of Plant Sciences 7: 500–509.

Kiswari, R. (2014). Hematologi & Transfusi. In: Jakarta: Penerbit Erlangga., pp. 164–166. Kurniasih, R. (2016). Formulasi, daya terima, kandungan gizi dan kapasitas antioksidan pasta jali (Coixlachrymajobilinn) dengan penambahan ekstrak torbangun (coleus amboinicuslour) (Thesis). Retrieved from https://repository.ipb.ac.id.

Leder, I. (2004). Sorgum and millet in cultivated plants, primarilly as food sources. In: Eolss Publishers Oxford. UK. Lim, T. (2013). Edible medicinal and non medicinal plant Volume 5 fruits. Springer Science+bussiness Media Dordrecht 2013 . doi: 10.1007/978-007-5653-3_14.

Mambrasar, R., Prasetyo, B. dan Martosupono, M. (2010). Antioksidan dan imunomodulator pada serealia. In: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS., pp. 154–163.

Marta, H., Marsetio, Yana, C. dan Arum, G.P. (2016). Sifat fungsional dan amilografi pati millet putih (Pennisetum glaucum) termodifikasi secara heat moisture treatment dan annealing. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 5(3): 76–84.

Maryanto, I, JS. Rahajoe, SS. Munawar, W. Dwiyanto, D. Asikin, SR. Ariati, Y. Sunarya dan D. Susiloningsih. (2013). Bioresources untuk pembangunan ekonomi hijau. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Kementerian Riset dan Teknologi. In: LIPI Press, Jakarta. 229 hlm.

Mathanghi, S. and Sudha, K. (2012). Functional and phytochemical properties of finger millet (Eleusine coracana) for health. International Journal of Pharmaceutical Chemical and Biological Sciences 2(4): 431–438.

Muhammad, D., Sasti, T., Siswanti dan Anandito, R.B. (2020). Karakteristik brownies kukus cokelat berbahan dasar pati garut dengan substitusi parsial tepung jewawut. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian XII(2): 87–98.

Mun´im, A. (2012). Analsisis pengaruh faktor ketersediaan, akses dan penyerapan pangan terhadap ketahanan pangan di kabupaten surplus pangan: pendekatan partial least square path modeling. Jurnal Agro Ekonomi 30(1): 41–58.

Munawar, L.T. (2016). Pengaruh konsentrasi senyawa phospat dan perbandingan air perebusan terhadap karakteristik tepung instan hanjeli (Coix lacryma-jobi L).

Nastiti, A. (2018). Karakteristik flakes yang dihasilkan dari tepung hanjeli (Coix lacryma jobi L.) termodifikasi dengan metode heat moisture treatmen. Tugas Akhir Program Studi Teknologi Pangan Fak. Teknik Univ Pasundan.

Nur´aeni, D. (2019). Kajian perbandingan tepung hanjeli (Coix lacrymajobi L.) dan tepung ubi jalar dengan jenis emulsifier dalam pembuatan cookies gluten free. Tugas Akhir Sarjana Jurusan Teknologi Pangan Univ. Pasundan.

Nurmala, T. (2010). Potensi dan prospek pengembangan hanjeli (Coix lacrima joi L) sebagai pangan bergizi kaya lemak untuk mendukung diversifikasi pangan menuju ketahanan pangan mandiri. Artikel Pangan 20(1): 41–48.

Nurmala, T., Qosim, W.A. dan Achyar, T.S. (2009). Eksplorasi, identifikasi dan analisis keragaman plasma nuftah tanaman hanjeli (Coix lacryma-Jobi L.) sebagai sumber bahan pangan berlemak di Jawa Barat. Laporan Penelitian Strategis UNPAD.

Onwurafor, E., Onweluzo, J. and Ezeoke, A. (2014). Effect of fermentation methods on chemical and microbial properties of mung bean (Vigna radiata) flour. Nigerian Food Journal 32(1): 89–96.

Pangesti, Y.D., H.R.P., N. dan R.A., A. (2014). Kajian Sifat Fisikokimia Tepung Bengkuang (Pachyrhizus erous) Dimodifikasi Secara Heat Moisture Treatment (HMT) Dengan Variasi Suhu. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian 3: 72–77.

Puranik, S., Jha, S., Srivastava, P., Sreenivasulu, N. and Prasad, M. (2011). Comparative transcriptome analysis of contrasting foxtail millet cultivars in response to short-term salinity stress. Journal of Plant Physiology 168: 280–287.

Purwati, N., Handayani, D. dan Ruhana, A. (2015). Es krim free lactose berbahan dasar hanjeli sebagai alternative pengganti es krim susu bagi penderita lactose intolerance. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 4(1): 36–41.

Qosim, W., Nurmala, T., Irwan, A. dan Damanik, M. (2013). Pengaruh pupuk NPK dan pupuk hayati BPF terhadap karakter pertumbuhan dan hasil empat genotif hanjeli (Coix lacrymajobi L.). Pangan 22: 113–118.

Qurnaini, N.R., Nasrullah, A. dan Fauziyah, A. (2021). Pengaruh substitusi biji jali (Coix lacryma-jobi L.) terhadap kadar lemak, serat, fenol, dan sifat organoleptik tempe. Jurnal Pangan dan Gizi 11(1): 30–41.

Rachmacelly, A., Setiasih, I.S., Sukarminah, E. dan Rialitas, T. (2019). Kajian proses ozonasi tepung hanjeli. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian 14(1): 5–10. Available at: http:// journals.usm.ac.id/index.php/jtphp.

Ridwan, Handayani, T. dan Witjaksono (2018). Respon tanaman jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv) terhadap kondisi cahaya rendah. Jurnal Biologi Indonesia 14(1): 23–32.

Rini, D. (2018). Potensi aksesi lokal jewawut (Setaria italic L.) P. Beauv sebagai pangan alternative di lahan kering pulau Sumba NTT. In: Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek III: 558–564.

Rukmi, D., Legowo, A. dan Dwiloka, B. (2015). Total bakteri asam laktat, pH, dan kadar laktosa yoghurt dengan penambahan tepung jewawut. Agromedia 33(2): 46–54.

Ruminta and Handoko (2016). Vurnerability Assessment of Climate Change on Agriculture Sector in the South Sumatra Province, Indonesia. Asian Journal of Crop Science 8(2): 31–42. Available at: https://www.scialert.net/abstract/?doi=ajcs.2016.31.42.

Ruminta, Yuwariah, Y. dan Sabrina, N. (2017). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) terhadap jarak tanam dan pupuk pelengkap cair. Jurnal Agrikultura 28(2): 82–89.

Sandhu, Harkanwal, P.S., Frank, A.M. and Simsek, S. (2012). Ozone gas affect physical and chemical properties of wheat (Triticum aestivum L) starch. Journal Of Carbohydrate Polymers 87: 1261–1268.

Saraswati, N.P.P.D., Ekawati, I.G.A. dan Putra, I.N.K. (2019). Pengaruh perbandingan tepung hanjeli (Coix lacryma-Jobi, L.) dengan buah salak kering (Salacca edulis Reinw) terhadap karakteristik snack bar. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan 8(1): 57–65.

Setiadi, Y., Sunarto dan Hutagalung, S.P. (2015). Potensi tepung jewawut dalam meningkatkan kadar Fe dan daya terima nugget ayam. Jurnal Riset Kesehatan 4(2): 756–762.

Setiasih, I., Santoso, M., Hanidah, I. dan Marta, H. (2017). Pengembangan kapasitas masyarakat dalam menggunakan hanjeli sebagai alternative pengganti beras sebagai pangan pokok dan produk olahan. Jurnal Penelitian & PKM 4(2): 147–152.

Soeka, Y. dan Sulistiani (2017). Profil vitamin, calsium, asam amino dan asam lemak tepung jewawut (Setaria italica L.) fermentasi. Jurnal Biologi Indonesia 13(1): 85–96.

Suarni (2013). Pengembangan pangan tradisional berbasis jagung mendukung diversifikasi pangan. IPTEK Tanaman Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan 8(1): 40–48.

Suarni (2014). Peranan sifat fisikokimia dan komponen fungsional jagung sebagai landasan inovasi teknologi diversifikasi pangan. Pengembangan Inovasi Pertanian. Badan Penelitian dan Pertanian 7(1): 11–20.

Suarni (2016). Peranan sifat fisikokimia sorgum dalam diversifikasi pangan industry serta prospek pengembangannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 35(3): 99–110.

Suarni, Aqil, M. dan Azrai, M. (2020). Prospek pengembangan komoditas sumber karbohidrat kaya antosianin mendukung diversifikasi pangan fungsional. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 39(2): 117–128.

Suarni dan Subagio, H. (2013). Prospek pengembangan jagung dan sorgum sebagai sumber pangan fungsional. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 32(2): 47–55.

Sulistyaningrum, A., Rahmawati dan Aqil, M. (2017). Karakteristik tepung jewawut (Foxtail Millet) varietas Lokal Majene dengan perlakuan perendaman. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian 14(1): 11–21.

Sutrisno, N. dan Heryani, N. (2019). Pengembangan irigasi hemat air untuk meningkatkan produksi pertanian lahan kering beriklim kering. Jurnal Sumberdaya Lahan. Edisi khusus Kerakteristik dan Variasi Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Balitbang Pertanian. Kementerian Pertanian 13(1): 17–26.

Syahputri, D. dan Wardani, A. (2015). Pengaruh fermentasi jali (Coix Lacryma Jobi L.) pada proses pembuatan tepung terhadap karakteristik fisik dan kimia cookies dan roti tawar. Jurnal Pangan dan Agroindustri 3(3): 984–995.

Thapliyal, V. and Singh, K. (2015). Finger millet: potential millet for food security andpower house of nutrients. International Journal of Research in Agriculture and Forestry 2(2): 22–33.

Tirajoh, S. (2015). Pemanfaatan jawawut (Setaria italica) asal papua sebagai bahan pakan pengganti jagung. Wartazoa 25(3): 117– 124.

Tirtoatmojo, S. (2015). Pengaruh penambahan jewawut (Pennisetum glaucum) terhadap kandungan antoksidan, tiamin, dan karakteristik fisik ekstrudat berbasis beras merah (oryza nivara). Skripsi Program Studi Tek. Pangan. Fak. Teknologi Pertanian Univ. Katolik Soegijapranata.

Upadhyaya, HD., CR. Ravishankar, Y. Narasimhudu, NDRK. Sarma, SK. Singh, SK. Varshney, VG. Reddy, S. Singh, HK. Parzies, SL. Dwivedi, HL. Nadaf, KL. Sahrawat and CLL. Gowda. (2011). Identification of trait-Specific germplasm and developing a mini core collection for efficient use of foxtail millet genetic resources in crop improvement. Field Crops Research 124: 459–467.

Utami, C. (2018). Kajian perbandingan tepung sorgum (Sorghum bicolor L.) dengan tepung jewawut (Setaria italic L.) dan lama pemanggangan terhadap karakteristik. Jurusan Teknologi Pangan Fak Teknik Univ. Pasundan snack bar.

Vaz, M., Kurpad, A. and Raj, T. (2014). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology - E-Book: A South Asian Edition. New Delhi: Reed Elsevier India Private Limited.

Wang, L., Chen, C., Su, A., Zhang, Y., Yuan, J. and Ju, X. (2016). Structural characterization of phenolic compounds and antioxidant activity of the phenolic-rich fraction from defatted adlay (Coix lachryma-jobi L. var. ma-yuen Stapf) seed meal. Food Chemistry 196, pp. 509–517.

Widiyawati, E., Ratnaningsih, N. dan Lastariwati, B. (2020). Daya Terima dan Kandungan Gizi Millet Crispy dengan Memanfaatkan Tepung Millet sebagai Alternatif Snack Sumber Serat. Warta Industri Hasil Pertanian 37(1): p. 66. Available at: http:// ejournal.kemenperin.go.id/ihp/article/view/5907.

Wizna, Abbas, M., Rizal, Y., Djulardi, A. and Muis, H. (2012). The effect of supplementation of micro nutrient on nutrient rice bran which fermented by Bacillus amyloliquefaciens. Pakistan Journal of Nutrition 11: 439–443.

World Health Organization (2016). Guideline: Daily iron supplementation in infants and children. Geneva: World Health Organization.

Yang, X., Z. Wan, L. Perry, H. Lu, Q. Wang, C. Hao, J. Li, F. Xie, J. Yu, T. Cui, T. Wang, M. Li and QH. Ge. (2012). Early millet use in northern China. In: Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 109(10): 3726–3730.

Yanuwar, W. (2009). Studi aktivitas antioksidan dan imunomodulator serealia lokal non beras. Laporan penelitian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yulindasari, A. (2019). Pasta ravoli substitusi tepung jewawut (Parawut) sebagai makanan moder berbasis jewawut. Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya. Program Studi Teknik Boga Jur. Pendidikan Tek. Boga Busana Fak. Teknik. Univ. Negeri Yogyakarta.

Yusuf, A., Sugandi, W.K. dan Zaida (2021). Karakteristik fisik dan mekanik beberapa varietas hanjeli sebagai dasar desain komponen mesin penyosoh. Agroteknika 4(1): 20–29.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v41n2.2022.p85-97

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats