DAM PARIT BERTINGKAT DAN TEKNOLOGI IRIGASI HEMAT AIR UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR DI LAHAN KERING / Channel Reservoir in Cascade and Water-saving Irrigation Technology for Optimization of Water Resources Utilization in Upland

Nani Heryani Heryani

Abstract


Currently, the frequency of floods and droughts is becoming more frequent and can threaten the agricultural production system and national food security. Rainfall in dry land, especially dry land in dry climates, is fall in large quantities and in a short time resulting in excess water in the rainy season and lack of water in the dry season. Most of the water will flow as runoff, so rainwater and runoff harvest are necessary. Rainwater harvesting and surface runoff through various water harvesting structures such as reservoir, long storage, channel reservoir, and other water conservation techniques have long been known and carried out in the context of water management in dry land. The design and construction of water harvesting can be done through:1) mapping of potential areas for water harvest development including the number, dimensions and distribution of water harvesting buildings, 2) assessing the level of suitability of rainwater harvesting development in the potential area. Channel reservoir as a source of supplement irrigation increased crop productivity and cropping index from 100 to 200 and 300, as well as changes or combinations of types of commodities that are cultivated in addition to food crops, namely horticultural crops such as shallots, red chilies, watermelons, melons, etc. Channel reserrvoir technology is a simple technology that can be done by damping the flow of water in the channel or river and distribute to the surrounding land. Water use optimization can be done through the application of water-saving irrigation by the application of pipeline irrigation system, solar panel pump or even smart irrigation. This paper presents the development of water harvesting technology by channel reservoir in cascade to optimize water utilization in order to increase the cropping index in dry land supported by water-saving irrigation.

Keywords: Water harvesting, channel reservoir in cascade, watersaving irrigation, dry land

 

Abstrak

Dewasa ini frekuensi kejadian banjir dan kekeringan semakin kerap yang dapat mengancam sistem produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional. Curah hujan yang sangat eratik di lahan kering, terutama lahan kering iklim kering, turun dalam jumlah besar dan waktu yang singkat sehingga terjadi kelebihan air pada musim hujan dan kekurangan air pada musim kemarau. Pada musim hujan, sebagian besar air akan mengalir di permukaan sehingga diperlukan upaya pemanenan air hujan dan aliran permukaan. Pemanenan air hujan dan aliran permukaan melalui berbagai bangunan panen air seperti embung, long storage, dam parit, dan teknik konservasi air lainnya telah lama dikenal dan dilakukan dalam upaya pengelolaan air di lahan kering. Rancang bangun panen air dapat dilakukan melalui: 1) pemetaan wilayah potensial untuk pengembangan panen air, meliputi jumlah, dimensi, dan sebaran bangunan panen air, 2) menilai tingkat kesesuaian pengembangannya di wilayah potensial. Dam parit dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi suplementer untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi 200 dan 300, serta mengubah dan atau mengombinasikan komoditas tanaman pangan dengan tanaman hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, semangka, melon, dan lain lain. Dam parit merupakan teknologi sederhana untuk menahan/membendung aliran air parit/sungai dan mendistribusikannya untuk mengairi lahan di sekitarnya. Optimalisasi penggunaan air dapat melalui aplikasi irigasi hemat air dengan penerapan sistem irigasi pipa, pompa tenaga surya atau irigasi cerdas (smart irrigation). Tulisan ini menyajikan tentang pengembangan teknologi panen air melalui dam parit bertingkat untuk optimalisasi pemanfaatan air dalam rangka meningkatkan indeks pertanaman di lahan kering didukung oleh irigasi hemat air. Kata kunci: Panen air, dam parit bertingkat, irigasi hemat air, lahan kering


Keywords


Water harvesting, channel reservoir in cascade, watersaving irrigation, dry land

Full Text:

PDF

References


Adham, A., K.N. Sayl, R. Abed, M.A. Abdeladhim, J.G. Wesseling, M. Riksen, L. Fleskens, U. Karim, and C.J. Ritsema. (2018). A GIS-based approach for identifying potential sites for harvesting rainwater in the Western Desert of Iraq. International Soil and Water Conservation Research 6: 297–304. Adi, S.H. dan Irianto, G. (2003). Pemodelan Transfer Air Pada Dam Parit Bertingkat Untuk Optimasi Sumberdaya Air Lahan Kering. In: Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Sumberdaya Tanah dan Iklim Bogor 14 – 15 Oktober 2003. Al-Adamat, R., Diabat, A. and Shatnawi, G. (2020). Combining GIS with Multicriteria Decision Making for Siting Water Harvesting Ponds in Northern Jordan. Journal of Arid Environments 74: 1471–1477. Al-Khuzaie, M.M., Janna, H. and Al-Ansari, N. (2020). Assessment model of water harvesting and storage location using GIS and remote sensing in Al- Qadisiyah, Iraq. Arabian Journal of Geosciences 13, p. 1154. AlAyyash, S., S., R. Al-Adamat, H. Al-Amoush, O. Al-Meshan, Z. Rawjefih, A. Shdeifat, A. Al-Harahsheh and M. Al-Farajat. (2012). Runoff Estimation for Suggested Water Harvesting Sites in the Northern Jordanian Badia. Journal of Water Resource and Protection 04 (03), 127-132. at: http://www.scirp.org/ journal/doi.aspx? DOI=10.4236/jwarp.2012.43015. BBSDLP (2014). Roadmap penelitian dan pengembangan lahan kering. Bogor: Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian. 120 hlm. Bitterman, E., Tate, K., Meter, J. Van, and Basu, N.B. (2016). Water security and rainwater harvesting: A conceptual framework and candidate indicator. Applied Geograph 76: 75- 84. Diponegoro, F., Rusnam dan Ekaputra, E.G. (2021). Rancang Bangun Hidroponik dengan Bantuan Pompa Bertenaga Surya. Jurnal Teknik Pertanian Lampung 10(3): 356-366. Direktorat Irigasi Pertanian (2017). Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian. Direktorat Pengelolaan Air (2010). Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Tingkat Usahatani (JITUT)/Jaringan Irigasi Desa (JIDES). Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian. Ditjen PSP (2020). Laporan Kinerja Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun Anggaran 2019. Jakarta: Kementerian Pertanian. 88 hlm. El-Nahry, A. and Rashash, A. (2015). Rain Water Harvesting Using GIS and RS for Agriculture Development in Northern Western Coast, Egypt. Journal of Geography & Natural Disasters 05(02). Available at: http://www.omicsgroup.org/journals/rain-waterharvesting- using-gis-and-rs-for-agriculture-developmenti n n o r t h e r n - w e s t e r n - c o a s t - e g y p t - 2 1 6 7 - 0 5 8 7 - 1000141.php?aid=61148. Fajri, M.Y., Pujilestari, N. dan Hervani, A. (2021). Potensi Produksi dan Analisis Ekonomi Tanaman Sayuran Hidroponik NFT Melalui Pengembangan Berbasis Panel Surya. Buletin Hasil Penelitian Agroklimat dan Hidrologi 18: 33-43. Ferrand, E.A., and Cecunjanin, F. (2014). Potential of rainwater harvesting in a thirsty world: A survey of ancient and traditional rainwater harvesting applications. Geography Compass 8(6): pp. 395–413. Geekiyanage, N. and Pushpakumara, D.K.N.G. (2013). Ecology of ancient Tank Cascade Systems in island Sri Lanka. Journal of Marine and Island Cultures 2, 93-101. Gould, J. (2003). Designing water storage for rainwater harvesting system. Paper presented at International Training Course on Rainwater Harvesting and Utilization. Water Resources Bureau of Ganzu Province - International Rainwater Catchments System Association - Ganzu Res. Hadimoeljono, M.B. (2022). Air Adalah Sumber Kehidupan dan Kunci Pembangunan Berkelanjutan. In: World Water Forum Ke-9. Dakar, Senegal, 21-26 Maret 2022. Hari., D., Reddy, K.R., Vikas, K., Srinivas, N. and Vikas, G. (2018). Assessment of rainwater harvesting potential using GIS. In: ICRAMMCE 2017. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering 330 (2018) 012119. Hari, I., Rahmarestya, E. and Harsono, H. (2021). Development of Io Base Smart Irrigation System with Programmable Logic Controller. Int. J. Agr. Syst. 9(1): 27-39. Harmanto, Sutrisno, N. dan Surmaini, E. (2018). Pengembangan Teknologi dan Sistem Pengelolaan Infrastruktur Panen Air Pada Lahan Tadah Hujan dan Lahan Kering Untuk Adaptasi Perubahan Iklim. Bogor: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. Heryani, N. (2019). Modul 7. Konsep Neraca Air. Disampaikan pada Pelatihan Adaptasi Perubahan Iklim Tingkat Usaha Tani. Lembang 24 Juni 2019. Balitbangtan- Ditjen PSP. Heryani, N., Adi, S.H. dan Kartiwa, B. (2013). Kriteria Rancang Bangun Sistem Panen Hujan dan Aliran Permukaan: Studi Kasus DAS Cisadane Hulu. Ris.Geo.Tam. 23(2): 141-154. Heryani, N., Irianto, G. dan N. Pujilestari. (2002a). Pemanenan Air untuk Menciptakan Sistem Usahatani yang Berkelanjutan (Pengalaman di Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta). Buletin Agronomi 30(2): 45-52. Heryani, N., Irianto, G. dan N. Pujilestari. (2002b). Upaya peningkatan ketersediaan air untuk menekan resiko kekeringan dan meningkatkan produktivitas lahan. Prosiding Seminar Nasional Agronomi dan Pameran Pertanian, Bogor 29-30 Oktober 2002. Perhimpunan Agronomi Indonesia. Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., Muhardiono, I., Rahayu, B. and Purwaningasih (2021). Rainwater harvesting technology to increase cropping index under perennial crops. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 648(2021) 012101. Available at: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/ 1755-1315/648/1/012101 Heryani, N., Kartiwa, B., Irianto, G. dan Bruno, L. (2001). Pemanfaatan sumber daya air untuk mendukung sistem usaha tani lahan kering: Studi kasus di Sub-DAS Bunder, DAS Oyo, Gunungkidul, DIY. Dalam: Sofyan, A. et al. (eds.). In: Prosiding Seminar Sehari Peranan Agroklimat dalam Mendukung Pengembangan Usaha Tani Lahan Kering. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Heryani, N., Sosiawan, H. dan Adi, S.H. (2014). Penilaian Kesesuaian Pembangunan Dam Parit Bertingkat untuk Antisipasi Kekeringan: Studi Kasus di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sumber Daya Air 10(2): 113-124. Heryani, N., Tala’ohu, S.H., Hamdani, A., Kartiwa, B., Sudarman, K. dan Sosiawan, H. (2017). Model Pengelolaan Air Terpadu Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Dan Indeks Pertanaman Menghadapi Perubahan Iklim. Laporan akhir penelitian. Bogor: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. Irianto, G., Perez, P. and Duchesne (2001). Modeling the influence of irrigated terrace on the hydrological response of a small basin. Jayasena, H.A.H., Chandrajith, R. and Gangadhara, K.R. (2011). Water management in ancient tank cascade systems (TCS) in Sri Lanka: evidence for systematic tank distribution. Journal of the Geological Society of Sri Lanka 14: 29-34. Jayatilaka, C.J., Sakthivadivela, R., Shinogia, Y., Makina, I.W. and Witharana, P. (2003). A simple water balance modelling approach for determining water availability in an irrigation tank cascade system. Journal of Hydrology 273: 81-102. Kajisa, K., Palanisami, K. and Sakurai, T. (2007). Effects on poverty and equity of the decline in collective tank irrigation management in Tamil Nadu, India. Agricultural Economics 36(3): 347-362. Karama, S. (2003). Panen Hujan dan Aliran Permukaan untuk Menanggulangi Banjir dan Kekeringan serta Mengembangkan Komoditas Unggulan. Badan Litbang Kementan-Kemenristek. Krishnaveni, Sankari, S. and Rajeswari, A. (2011). Rehabilitation of irrigation tank cascade system using remote sensing GIS and GPS International. Journal of Engineering Science and Technology (IJEST) 3(2): 1624-1629. Li, B., Zhou, Wang and Zhu 2013. Opportunities and ecoenvironmental influence of cascade hydropower development and water diversion projects in Hanjiang River Basin. Journal Geological Society of India 82: 692-700. Mulualem, A. and Yegizaw, E.S. (2020). Potential rainwater harvesting suitable land selection and management by using GIS with MCDA in Ebenat District, Northwestern Ethiopia. J. Degrade. Min. Land Manage 8(1), 2537–2549. doi: 10.15243/ jdmlm. 2020.081.2537. Nursyamsi, D. (2017). Apresiasi Implementasi Desain dan Pendampingan Pembangunan Infrastruktur Panen Air untuk Meningkatkan Indeks Pertanaman di Lahan 4 Juta Hektar. Laporan Akhir Kerja Sama Penelitian Badan Litbang Kementan dengan Kemendesa PDTT. Raji, P., Uma, E. and Shyla, J. (2011). Rainfall-Runoff Analysis of a Compacted Area. Agricultural Engineering International: the CIGR Journal 13(1): p. 1547. Rejekiningrum, P. dan Kartiwa, B. (2017). Pengembangan Sistem Irigasi Pompa Tenaga Surya Hemat Air dan Energi Untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Tanah dan Iklim 41(2): 159- 171. Sawiyo, Kartiwa, B., Sosiawan, H. dan Sudarman, K. (2007). Panen air dengan dam parit dan aplikasi irigasi suplementer untuk peningkatan produktivitas lahan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (tidak dipublikasikan). Sayl, K.N., Mohammed, A.S. and Ahmed, A.D. (2020). GIS- based approach for rainwater harvesting site selection. In: IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering 737 (2020) 012246 IOP Publishing. doi: 10.1088/1757- 899X/737/1/012246. Sulaiman, A.A., B.I. Setiawan, K. Subagyono, P. Rejekiningrum, B. Kartiwa, F.Y. Aquino, Y. Apriyana, H.A. Sofiyuddin, dan A. Andayani. (2018). Menata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan. IAARD Press. Suprayitno, M., Eko, A., Rohman, D. dan Atho’illah, M. (2019). Otomasi Sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Technique) Berbasis Arduino Android dengan Memanfaatkan Panel Surya sebagai Energi Alternatif. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) 3(2), 30–37. Available at: https:// journal.uny.ac.id/index.php/elinvo/article/view/21161. Sutrisno, N. dan Heryani, N. (2015). Dukungan Pembangunan Irigasi dan Lahan Kering terhadap Kemandirian Pangan. IAARD Press. Sutrisno, N. dan Heryani, N. (2019). Pengembangan Irigasi Hemat Air untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Lahan Kering Beriklim Kering. Jurnal Sumberdaya Lahan 13(1): 17–26. Sutrisno, N, S. dan Pujilestari, N. (2003). Pengelolaan Air dan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan untuk Penanggulangan Banjir dan Kekeringan. Laporan Akhir Penelitian. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi dan Proyek Pembinaan Perencanaan Sumber Air Ciliwung – Cisadane (tidak dipublikasikan). Van Meter, K., Basu, N., Tate, E. and Wyckoff, J. (2014). Monsoon Harvest: The living Legacies of Rainwater Harvesting Systems in South India. Environmental Science and Technology 48(8), 4217-4225. Weerasinghe, H., Schneider, U.A. and Low, A. (2011). Water harvestand storage- location assessment model using GIS and remote sensing. Earth Syst. Sci. Discuss 8, 3353-3381. doi: 10.5194/ hessd-8-3353-2011. Zakaria, S., Al-Ansari, N., Knutsson, S. and EzzAldeen, M. (2012). Rainwater harvesting and suplemental irrigation at Northern Sinjar Mountain Iraq. Journal of Purity, Utility Reaction and Environment 1(3): 121-141.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v41n2.2022.p74-84

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats