SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN HAMA TERPADU PADA TANAMAN PADI BE RPBEANSGIESNDALIAN TEKNOLOGI INFORMASI / Information Tecnology Based Decision Support System for Integrated Pest Management on Rice

I Nyoman Widiarta

Abstract


Pest and disease are important biotic obstacles to increase rice yield and production in Indonesia since adoption of green revolution to increase rice yield. This is partly due to the irrational use of pesticides. This paper is a review on information technology (IT) based decision support system (DSSs) in line to the integrated pest management (IPM) implementation strategy for extensionists and farmers in the fields. IPM integrates compatible control techniques to manage pest populations below the economic injury level. IT based DSSs ultimately needed so that extension workers and farmers can quickly access sources of information about pests and diseases as well as prediction of development and control techniques to implement IPM. Web based DSSs to grow healthy rice plant, pest observation and monitoring, cyber extension to make famers an expert on IPM were available, except on how to identify and utilize natural enemies are still lacking. Indonesia need to develop more IT based DSSs which accessible on web as well as on smartphone and create enabling environment for improving IPM implementation on rice not only by officer but also gradually by farmers it self to control pests and diseases of rice which are still an obstacle in increasing production.

Keywords: Rice, pest, diseases, integrated pest management, information technology

 

Abstrak

Sejak inovasi revolusi hijau diintroduksikan di Indonesia, hama dan penyakit tanaman semakin berkembang sehingga menghambat upaya peningkatan produktivitas dan produksi padi. Hal ini antara lain disebabkan oleh penggunaan pestisida yang tidak rasional. Tulisan ini mengulas kesiapan sistem pendukung pengambilan keputusan (SPPK) berbasis teknologi informasi (TI) dalam pengendalian hama terpadu (PHT) oleh penyuluh maupun petani di lapangan. PHT mengintegrasikan berbagai teknik pengendalian hama dan penyakit agar tetap berada di bawah ambang ekonomi. TI diperlukan agar penyuluh dan petani dapat dengan cepat mengakses sumber informasi tentang jenis hama dan penyakit tanaman serta perkiraan perkembangan dan teknik pengendalian untuk penerapan PHT. SPPK berbasis TI yang bertujuan menjadikan tanaman tumbuh sehat, pengamatan dan monitoring perkembangan hama dan penyakit, serta penyuluhan berbasis web sudah tersedia, kecuali identifikasi dan cara pemanfaatan musuh alami. Oleh karena itu perlu dikembangkan SPPK berbasis TI yang dapat diakses melalui web maupun telepon pintar dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk meningkatkan implementasi PHT tidak hanya oleh petugas tetapi juga petani secara bertahap dalam upaya mengendalikan hama dan penyakit padi yang masih menjadi kendala dalam peningkatan produksi.

Kata kunci: Padi, hama, penyakit, pengendalian hama terpadu, teknologi informasi


Keywords


Rice; pest; diseases; integrated pest management; information technology

Full Text:

PDF

References


[Balitbangtan] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2010). Pedoman Umum Produksi Benih Sumber Padi.

[BB Padi] Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (2008). Direktori Padi Indonesia. Sukamandi (ID): BB Padi. [BBPOPT] Balai Besar Peramalan dan Pengamatan Organisme Penggangu Tanaman (2018). Laporan Kinerja.

[BPS] Biro Pusat Statistik (2020). Statistik Indonesia 2020. Jakarta (ID): Biro Pusat Statistik.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2019). Statistik Harga Komoditas Pertanian 2019. Jakarta (ID): Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2020). Statistik Iklim, Organisme Pengganggu Tanaman dan Dampak Perubahan Iklim. Jakarta (ID): Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Alfarisi, M.S., Bintang, C.A. dan Ayatillah, S. (2018). Desa Exsys (Drone Security with Audio and Expert System) untuk Mengusir burung dan mengidentifikasi hama atau penyakit padi guna menjaga ketahanan pangan dan peningkatan kemandirian pangan di Indonesia. Journal of Applied Agricultural Science and Technology 2(1):35–50.

Amin, M. (2014). Efektivitas dan perilaku petani dalam memanfaatkan teknologi informasi berbasis cyber extension. Informatika Pertanian 23(2):211–219.

Antara (2020). Harga gabah dan beras premium turun pada November 2020. Antaranews.com. [diunduh pada 5 Maret 2021].

Arora, Sumitra, Sehgal, M., Srivastava, D.S., Arora, Sanjay and Sarkar, S.K. (2019). Rice pest management with reduced risk pesticides in India. Environmental Monitoring and Assessment 191(4):241. doi: https://doi.org/10.1007/s10661-019-7384-5.

Baehaki, S.E. (2011). Strategi fundamental pengendalian hama wereng batang coklat dalam pengamanan produksi padi nasional. Pengembangan Inovasi Pertanian 4(1):63–75.

Baehaki, S.E. (2013). Hama penggerek batang padi dan teknologi pengendalian. Iptek Tanaman Pangan 8(1):1–14.

Birthal, P.S., Negi, D.S., Khan, M.T. and Agarwal., S. (2015). Is Indian agriculture becoming resilient to droughts?: evidence from rice production systems. Food Policy 56:1–12.

Bottrell, D.G. and Schoenly, K.G. (2012). Resurrecting the ghost of green revolutions past: the brown planthopper as a recurring threat to high-yielding rice production in tropical Asia. Journal of Asia-Pacific Entomology 15(1):122–140.

Bottrell, D.R. and Bottrell, D.G. (1979). Integrated Pest Management. Council on Environmental Quality. p. 120 pp.

Burman, R.R., Dubey, S.K., Sharma, J.P., Vijayaragavan, K., Sangeetha, V. and Singh, I. (2013). Information dynamics for designing cyber extension model for agricultural development. Journal of Community Mobilization and Sustainable Development 8(2):182–185.

Cabauatan, P.Q. and Hibino, H. (1984). Detection of spherical and bacilliform virus particles in tungro-infected plants by leafhopper transmission. IRRN 9:18–19.

Damos, P. (2015). Modular structure of web-based decision support systems for integrated pest management. A review. Agronomy for sustainable development 35(4):1347–1372.

Deutsch, C.A., Tewksbury, J.J., Tigchelaar, M., Battisti, D.S., Merrill, S.C., Huey, R.B. and Naylor, R.L. (2018). Increase in crop losses to insect pests in a warming climate. Science 361(6405):916–919.

Dini, A.F.B., Winasa, I.W. dan Hidayat, S.H. (2015). Identifikasi virus penyebab penyakit kerdil pada tanaman padi di Sukamandi, Jawa Barat. Jurnal Fitopatologi Indonesia 11(6):205–210.

Dubey, S., Pandey, R.K. and Gautam, S.S. (2013). Literature review on fuzzy expert system in agriculture. International Journal of Soft Computing and Engineering 2(6):289–291.

Fangohoi, L., Sugiyanto, S., Sukesi, K. and Cahyono, E.D. (2018). Establish the perception of agricultural extension workers through cyber extension as the media information. Journal of Socioeconomics and Development 1(1):32–37.

FAO. (1966). Report of the FAO/UNEF panel experts on integrated pest control 1965. Rome. Part 1, 91pp; Part 2, 186pp; Part 3, 129pp.

Gao, D., Sun, Q., Hu, B. and Zhang, S. (2020). A framework for agricultural pest and disease monitoring based on internet-ofthings and unmanned aerial vehicles. Sensors 20(5):1487.

Helmy, Z., Purnaningsih, N. dan Tjitropranoto, P. (2013). Hubungan kompetensi penyuluh dengan karakteristik pribadi, persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan dan persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension. Jurnal Agro Ekonomi 31(1):1–18.

Ifriza, Y.N. dan Djuniadi, D. (2015). Perancangan sistem pakar penyuluh diagnosa hama padi dengan metode forward chaining. Jurnal Teknik Elektro 7(1):30–36.

Ikhwani, I. (2014). Dosis pupuk dan jarak tanam optimal varietas unggul baru padi. Informatika Pertanian 23(1):19–28.

Iost Filho, F.H., Heldens, W.B., Kong, Z. and Lange, E.S. de (2020). Drones: innovative technology for use in precision pest management. Journal of Economic Entomology 113(1):1–25.

Irwan, N. (2016). Aplikasi Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Padi Menggunakan Metode Certainty Factor. Skripsi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Juan, W.A.N.G. and Lanzhu, dan J.I. (2007). Research progress of expert system in integrated pest management. Journal of Anhui Agricultural Sciences 35(17):5328.

Kasryno, F. (2016). Sumber daya manusia dan pengelolaan lahan pertanian di pedesaan Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi 18(1):25–51.

Kristoko, H., Eko, S., Sri, Y. and Bistok, S. (2012). Updated Pranata mangsa: Recombination of local knowledge and agro meteorology using fuzzy logic for determining planting pattern. International Journal of Computer Science Issues (IJCSI) 9(6):367–372.

Ling, K.C. (1979). Rice Virus Disease. IRRI. Makarim, A.K. (2009). Aplikasi ekofisiologi dalam sistem produksi padi berkelanjutan. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(1):14– 34.

Malian, A.H., Mardianto, S. dan Ariani, M. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, konsumsi dan harga beras serta inflasi bahan makanan. Jurnal Agro Ekonomi 22(2):119–146.

Mariyono, J., Kompas, T. and Grafton, R.Q. (2010). Shifting from green revolution to environmentally sound policies: technological change in Indonesian rice agriculture. Journal of the Asia Pacific economy 15(2):128–147.

Maulana, M. (2016). Peranan luas lahan, intensitas pertanaman dan produktivitas sebagai sumber pertumbuhan padi sawah di Indonesia 1980–2001. Jurnal Agro Ekonomi 22(1):74–95.

Mulyani, A. dan Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan potensi lahan sub optimal untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan 7(1):47–55.

Phadikar, S., Sil, J. and Das, A.K. (2013). Rice diseases classification using feature selection and rule generation techniques. Computers and Electronics in Agriculture 90:76–85.

Pingali, P.L. (2012). Green revolution: impacts, limits, and the path ahead. Proceedings of the National Academy of Sciences 109(31):12302–12308.

Pranadji, T. dan Saptana, S. (2016). Pengelolaan serangga dan pertanian organik berkelanjutan di pedesaan: Menuju revolusi pertanian gelombang ketiga di abad 21. In Forum Penelitian Agro Ekonomi 23(1):38–47.

Pretty, J. and Bharucha, Z.P. (2015). Integrated pest management for sustainable intensification of agriculture in Asia and Africa. Insects 6(1):152–182.

Rahman, A., Nuriadi, N. dan Taufik, M. (2018). Pengendalian hama tikus sawah dengan teknik mina padi Desa Lara Kecamatan Tirwuta, Kolaka Timur. Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS 9(1):1–9.

Ramadhani, F., Runtunuwu, E. dan Syahbuddin, H. (2015). Sistem teknologi informasi kalender tanam terpadu. Informatika Pertanian 22(2):103–112.

Ravi, C.G. (2012). Mobile Technologies for Agriculture Sector Development (M-Agriculture). London Metropolitan University Faculty of Life Sciences and Computing.

Ravisankar, H., Rao, S.G. and Sreedhar, U. (2014). Expert system for identification of natural enemies of tobacco pests. Indian Journal of Plant Protection 42(4):312–316.

Sahbana, A. (2017). Implementasi Sistem Pakar Dalam Mengidentifikasi Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Certainty Factor.Skripsi, Universitas Negeri Semarang.

Savary, S., Horgan, F., Willocquet, L. and Heong, K.L. (2012). A review of principles for sustainable pest management in rice. Crop Protection 32:54–63.

Sawada, H., Subroto, S.G., Suwardiwijaya, E., Mustaghfirin, K.A. and Kusmayadi, A. (1992). Population dynamics of the brown planthopper in the coastal lowland of West Java, Indonesia. JARQ 26:88–97.

Semangun, H. (2008). Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia, Edisi kedua. Gadjah Mada University Press. p. 475 pp.

Shepard, B.M., Barrion, A.T. dan Litsinger, J.A. (2011). Musuh Alami Hama Padi. Bogor IRRI. p. 136 pp.

Singh, N. and Gupta, N. (2016). ICT based decision support systems for integrated pest management (IPM) in India: A review. Agricultural Reviews 37(4):309–316.

Siraj, F. and Arbaiy, N. (2006). Integrated Pest Management System Using Fuzzy Expert System.

Sirnawati, E. (2020). Urgensi Penyuluhan Pertanian Baru Di Indonesia: Sebuah Pemikiran Implementasi Konsep Intermediary Inovasi Untuk Reformasi Penyuluhan Pertanian Dari Prerpektif Transfer Teknologi Ke Sistem Inovasi.IAARD Press, Jakarta. p. 79 pp.

Sogawa, K. (2015). Planthopper outbreaks in different paddy ecosystems in Asia: Man-made hopper plagues that threatened the green revolution in rice. In Rice Planthoppers. Springer, Dordrecht:33–63.

Stern, V.M., Smith, R., Bosh, van den and Hagen, K.S. (1959). The integration of chemical and biological control of the spotted alfalfa aphid; the integrated concept. Hirgardia 29:81–101.

Sudarmaji (2018). Tikus Sawah: Bioekologi dan Pengendalian. IAARD Press. Jakarta. p. 120 pp.

Sudarmaji, R., Herwati, N.A. dan Anggara, A.W. (2005). Perubahan musiman kerapatan populasi tikus sawah di ekosistem sawah irigasi. Penelitian Pertanian 24(3):119–125.

Sudarmaji, S., Herawati, N.A. dan Pesar, B. (2017). Perkembangan Populasi Tikus Sawah Pada Lahan Sawah Irigasi Dalam Pola Indeks Pertanaman Padi 300.

Sudir, S., Nasution, A., Santoso, S. dan Nuryanto, B. (2014). Penyakit blas Pyricularia grisea pada tanaman padi dan strategi pengendaliannya. Iptek Tanaman Pangan 9(2):85–96.

Sudir, S., Nuryanto, B. dan Kadir, T.S. (2012). Epidemiologi, patotipe, dan strategi pengendalian penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. Iptek Tanaman Pangan 7(2):79–87.

Supriatna, A. (2012). Meningkatkan indeks pertanaman padi sawah menuju IP padi 400. Agrin 16(1):1–18.

Suprihanto, S., Somowiyarjo, S., Hartono, S. dan Trisyono, Y.A. (2016). Preferensi wereng batang cokelat terhadap varietas padi dan ketahanan varietas padi terhadap virus kerdil hampa. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 35(1):1–8.

Supriyanto, B. (2013). Pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal, kultivar jambu. Agrifor 12(1):77–82.

Suyamto dan Saeri, M. (2018). Evaluasi rekomendasi pemupukan hara spesifik lokasi (PHSL) padi sawah di Jawa Timur. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 2(1):1–8.

Untung, K. (2007). Kebijakan Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Widiarta., I.N. dan Muhsin, M. (2016). Pengendalian Penyakit Tungro Terpadu Tanaman Padi Berdasarkan Dinamika Populasi Vektor Dan Epidemiologi Virus. IAARD Press. Jakarta. p. 74. pp

Widiarta., I.N. dan Suharto, H. (2009). Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi Secara Terpadu. hlm. 441-469. Dalam Suyamto, I. N. Widiarta dan Satoto (Ed.). Padi Buku 1. Jakarta (ID): LIPI Press. p. 529.

Widiarta, I.N. (2014). Strategi Pengendalian terpadu penyakit tungro berdasarkan dinamika populasi vektor, patologi, dan epidemiologi virus. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 33(2):61–68.

Yuan, L., Bao, Z., Zhang, H., Zhang, Y. and Liang, X. (2017). Habitat monitoring to evaluate crop disease and pest distributions based on multi-source satellite remote sensing imagery. Optik 145:66–73.

Yulia, D. (2019). Revolusi hijau kebijakan ekonomi pemerintah bidang pertanian di Kanagarian Selayo tahun 1974-1998. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah 4(2):10–21.

Zen, S. (2017). Parameter genetik padi sawah dataran tinggi. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 12(3):196–201.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v40n1.2021.p9-20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats