DISEMINASI DAN KINERJA INOVASI TEKNOLOGI BUDI DAYA PADI PADA BEBERAPA AGROEKOSISTEM DI SUMATERA UTARA / The Dissemination and Performance of Rice Cultivation Technology Innovation in Several Agro-ecosystems in North Sumatera

Musfal Musfal

Abstract


Rice cultivation technology developed in farmers currently is not yet the best (best management practices), so the obtained result is still relatively low. This is because farmers do not get information about cultivation technology innovation that is appropriate to the local agro-ecosystem. This paper discusses the dissemination and performance of rice cultivation technology innovation in several agro-ecosystems in North Sumatera in 2018. The discussion is directed at sosialization and technical guidance to Farmers and Field Agriculture Instructor and application of rice cultivation technology in the three types of land. The implemeted rice cultivation innovations include: (1) Jarwo Super technology in irrigated paddy fields in Pematang Setrak Village, Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai District, (2) Raisa technology in tidal land in Sei Tuan Village, Pantai Labu, Deli Serdang District, and (3) Largo Super technology in dry land in Sena Village, Batang Kuis, Deli Serdang District, North Sumatera. From the result of the study, it can be concluded that interest and response of Farmers and Field Agriculture Instructor to technology innovation developed were quite good. They were eager to follow the technical guidance that took place at the assessment site. The highest result was obtained from the application of Jarwo Super technology in irrigated paddy fields about 10.50 ton/ha Harvested Dry Grain (HDG). The application of Raisa technology in tidal land produced 5,80 ton/ ha HDG and from the application of Largo Super technology in dry land about 2,65 ton/ha HDG.

Keywords: Rice, cultivation, paddy field, tidal land, dry land 

 

Abstrak

Teknologi budi daya padi yang berkembang di petani saat ini belum yang terbaik (best management practices) sehingga hasil yang diperoleh relatif masih rendah. Hal ini disebabkan karena petani tidak mendapatkan informasi inovasi teknologi budi daya yang sesuai dengan agroekosistem setempat. Tulisan ini membahas diseminasi dan kinerja inovasi teknologi budi daya padi pada beberapa agroekosistem di Sumatera Utara pada tahun 2018. Pembahasan diarahkan pada sosialisasi dan bimbingan teknis kepada petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta penerapan teknologi budi daya padi pada tiga tipe lahan. Inovasi budi daya padi yang diterapkan antara lain: (1) teknologi Jarwo Super pada lahan sawah irigasi di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, (2) teknologi Raisa pada lahan pasang surut di Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, dan (3) teknologi Largo Super pada lahan kering di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dari hasil pengkajian dapat disimpulkan bahwa minat dan respon petani serta PPL terhadap inovasi teknologi yang dikembangkan cukup baik. Mereka bersemangat mengikuti bimbingan teknis yang berlangsung di lokasi pengkajian. Hasil tertinggi diperoleh dari penerapan teknologi Jarwo Super pada lahan sawah irigasi 10,50 t/ha gabah kering panen (GKP). Penerapan teknologi Raisa pada lahan sawah pasang surut menghasilkan 5,80 t/ha GKP dan dari penerapan teknologi Largo Super pada lahan kering 2,65 t/ha GKP.

Kata kunci: Padi, budi daya, lahan sawah, lahan pasang surut, lahan kering 


Keywords


Rice;cultivation;paddy field;tidal land;dry land

Full Text:

PDF

References


Badan Litbang Pertanian (2007). Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah irigasi. Jakarta.

Badan Litbang Pertanian (2016a). Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super. Jakarta, April 2016. p. 25.

Badan Litbang Pertanian (2016b). Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. BB Padi Sukamandi Februari 2016. p. 82.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (2017). Luas panen, produksi dan rata-rata produksi padi sawah tahun 2016. Medan: Badan Pusat Statistik.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (2017). Inpara 8 dan 9 dua varietas adaptif rawa. BB Padi Sukamandi, Bbpadi.Litbang.Pertanian.go.id (Diakses 28 Januari 2019).

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (2018). Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi. BB Padi Sukamandi. bbpadi.litbang. pertanian.go.id (diakses 12 Maret 2019).

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (2018). Singkronisasi data luas lahan sawah di Provinsi Sumatera tahun 2018. Medan.

Djaffar, R. (2017). Diseminasi Teknologi Informasi pada Masyarakat Nelayan di Kabupaten Takalar dan Baru. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik 20(1): 73–87.

Kurniawan, A. (2016). Produksi padi 2016 diprediksi terbesar sepanjang RI merdeka. Sindonews.com edisi kamis 29 Desember 2016.

Makarim, A.K., Nugraha, U.S. and Kartasasmita, U.G. (2000). Teknologi Produksi Padi Sawah. Puslitbangtan, Bogor.

Mohaddesi, A. (2011). Effect of different level of nitrogen and plant spacing on yield, yield components and physiological indeces in high yield rice. In Amer-Eur. J. Agric. Environ.(10):893–900.

Mondal, M.M.A. and Puteh, A.B. (2013). Optimizing plant spacing for modern rice varieties. In Int. J. Agric. Biol.(15):175–178.

Musfal (2016). Adaptasi beberapa varietas padi dan cara pemberian pupuk dilahan rawa pasang surut Sumatera Utara. Buku bunga rampai Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. IAARD Press. pp. 311–332.

Musfal (2017). Pengaruh pemupukan yang diikuti penambahan bahan organik pada padi dilahan rawa pasang surut. Prosiding Semnas Peragi. Bogor 19 Juli 2017. pp. 231–238.

Musfal, Khadijah.E.R., Akmal, Nazaruddin, H., Putri, N.S and Khasril. (2018). Kunci Sukses Penerapan Jarwo Super : Pentingnya Sinergi antar Komponen Teknologi. Buku bunga rampai Model Diseminasi dan Pola Adopsi Teknologi dalam Perspektif Pembangunan Pertanian Perdesaan. IAARD Press. pp.163–182.

Priatna, S. (2018). Terapkan teknologi rawa pasang surut intensif. Balai Besar Penelitian Padi. Subang Jawa Barat.

Pustaka Bogor (2018). Mengenal Teknologi Padi Largo Super.You Tube, Perpustakaan Bogor.

Setyorini, D., Widowati, L.R. and Rochayati, S. (2003). Uji Tanah sebagai Dasar Penyusunan Rekomendasi Pemupukan. Sumber Daya Tanah Indonesia. Seri Monograf No. 2. Pusat Penelitian Tanah Dan Agroklimat, Bogor. p. 45 hlm.

Soepandie, D., Poerwanto, R. and Sobir (2012). Sistem Pertanian yang Berkelanjutan. Dalam R. Poerwanto, I.,Z. Siregar dan A. Suryani (penyunting). Merevolusi Revolusi Hijau; Pemikiran Guru Besar IPB. IPB Press. Bogor.

Subiksa, I.G.M. (2015). Evaluasi kinerja pembangunan pertanian dalam perspektif ekoregion rawa pasang surut. Dalam Pembanguan Pertanian Berbasis Ekoregion. Badan Litbang Pertanian Press, Jakarta. pp. 87–114.

Suwarno, E.L., Alidawati, Soemantri, L.H., Minantyorini and Bustamam, M. (2004). Perbaikan varietas padi melalui markah molekuler dan kultur antera. Prosiding Hasil Penelitian Rintisan Dan Bioteknologi Tanaman. pp. 53–62.

Suyamto (2017). Manfaat bahan dan pupuk organik pada tanaman padi di lahan sawah irigasi. Iptek Tanaman Pangan. Buletin Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Wahyunto and Widiastuti, F. (2014). Lahan sawah sebagai pendukung ketahanan pangan serta pencapaian kemandirian pangan. Jurnal Sumberdaya Lahan. Edisi khusus Kerakteristik dan Variasi Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Balitbang Pertanian. Kementerian Pertanian.

Yoshida, S., Farno, D.A., Cock, J.H. and Gomez, K.A. (1972). Laboratory Manual for physiological studies of rice. IRRI. Losbannos. Philipinnes.

Yuniarti, S. (2015). Respons pertumbuhan dan hasil varietas unggul baru (VUB) padi gogo di Kabupaten Pandeglang, Banten. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia. pp. 848–851.

Zaini, Z. (2009). Memacu peningkatan produktivitas padi sawah melalui inovasi teknologi budi daya spesifik lokasi dalam era revolusi hijau lestari. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(1): 35–47.

Zaini, Z., Abdurrachman, S., Widiarta, N., Wardana, P., Setyorini, D., Kartaatmaja, S. and Yamin, M. (2009). Pedoman Umum PTT Padi Sawah. Departemen Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Jakarta. p. 20 hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v38n2.2019.p77-85

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats