PERAN TEKNOLOGI BUDI DAYA DAN POLA TANAM PILIHAN PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARET RAKYAT / Role of Cultivation Technology and Planting Patterns of Farmer Choice for Improving Smallholding Rubber Productivity

Junaidi Junaidi

Abstract


Smallholding rubber productivity in Indonesia is still relatively low due to low cultivation technology adoption. The characteristics of smallholder plantations, with limited land tenure and capital, require a specific approach compared to large plantations. This article is aimed to inform rubber cultivation innovations to improve smallholder rubber productivity. Land conservation can increase the opportunity for developing rubber in sub-optimal environments such as peatlands, tides and high-elevated areas. Plant breeding activities in Indonesia have resulted IRR superior clones series with high yield potential (more than 1,500 kg/ha/yr), vigorous growth, and resistance to main diseases. Modification of planting space can increase land productivity and alternative income for farmers during immature period. To obtain the high yield, the clonal typology harvesting system supported by latex diagnosis can optimize the potential of clones and prevent tapping panel dryness (TPD). To increase technology adoption at the farm level, the role of extension workers, farmer groups, and support from the government is required.

Keywords: Rubber, farmers, technology, productivity

 

Abstrak

Produktivitas tanaman karet rakyat di Indonesia masih tergolong rendah, terutama disebabkan oleh adopsi teknologi budi daya belum optimal. Karakteristik perkebunan karet rakyat, terutama penguasaan lahan dan modal yang terbatas, memerlukan pendekatan spesifik dibanding perkebunan besar. Tulisan ini menginformasikan inovasi teknologi budidaya karet yang dapat meningkatkan produktivitas karet rakyat. Konservasi lahan dapat meningkatkan potensi pengembangan tanaman karet di lahan suboptimal seperti lahan gambut, pasang surut, dan daerah berelevasi tinggi. Pemuliaan tanaman di Indonesia telah menghasilkan klonklon unggul seri IRR dengan potensi hasil tinggi (rata-rata di atas 1.500 kg/ha/th), pertumbuhan jagur, dan tahan terhadap penyakit. Modifikasi pola tanam dapat meningkatkan produktivitas lahan dan sumber pendapatan petani selama tanaman belum menghasilkan (TBM). Untuk mendapatkan produksi yang tinggi dan berkelanjutan, sistem pemanenan lateks tipologi klon yang didukung oleh diagnosis lateks dapat mengoptimalkan potensi klon dan mencegah kering alur sadap (KAS). Untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani diperlukan dukungan penyuluh, kelompok tani, dan pemerintah.

Kata kunci: Karet, petani, teknologi, produktivitas.


Keywords


Rubber; farmers; technology; productivity; karet; petani; teknologi; produktivitas

Full Text:

PDF

References


Adiwiganda, Y.T., Hardjono, A., Manurung, A., Sihotang, U.T.B.D., Sudiharto, Goenadi, D.H. dan Sihombing, H. (1994). Teknik penyusunan rekomendasi pemupukan tanaman karet. Forum Komunikasi Karet. pp. 1–7.

An, F., Cahill, D., Rookes, J., Lin, W. and Kong, L. (2014). Realtime measurement of phloem turgor pressure in Hevea brasiliensis with a modified cell pressure probe. Botanical Studies 55(1): 1–11. doi: https://doi.org/10.1186/1999-3110-55-19.

Andriyanto, M. dan Tistama, R. (2014). Perkembangan dan upaya pengendalian kering alur sadap (KAS) pada tanaman karet (Hevea brasiliensis). Warta Perkaretan 33(2): 89–102. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v33i2.54.

Ardika, R. dan Herlinawati, E. (2014). Alternatif penyediaan bahan tanam karet dengan sistem root trainer. Warta Perkaretan 33(2): 73–78. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v33i2.52.

Astuti, M., Hafiza, Yuningsih, E., Wasingun, A.R., Nasution, I.M. dan Mustikawati, D. (2014). Pedoman Budidaya Karet (Hevea Brasiliensis) Yang Baik. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Boerhendhy, I. dan Amypalupy, K. (2011). Optimalisasi produktivitas karet melalui penggunaan bahan tanam, pemeliharaan, sistem eksploitasi, dan peremajaan tanaman. Jurnal Litbang Pertanian 30(1): 23–30. doi: https://doi.org/10.21082/jp3.v30n1.2011.p23-30.

Boerhendy, I., Agustina, D.S. dan Setiono (2012). Paket teknologi karet untuk mempersingkat masa tanaman belum menghasilkan kurang dari empat tahun. Prosiding Konferensi Nasional Karet, Yogyakarta 19 - 20 September 2012. Bogor: Pusat Penelitian Karet, pp. 269–278.

Burhansyah, R. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi pertanian pada Gapoktan PUAP dan non PUAP di Kalimantan Barat (studi kasus: Kabupaten Pontianak dan Landak). Informatika Pertanian 23(1): 65–74. doi: https://doi.org/10.21082/ip.v23n1.2014.p65-74.

Cahyo, A.N., Ardika, R. dan Wijaya, T. (2011). Konsumsi air dan produksi karet pada berbagai sistem pengaturan jarak tanam dalam kaitannya dengan kandungan air tanah. Jurnal Penelitian Karet 29(2): 110–117. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v29i2.243.

Chow, K.S., Mat-Isa, M.N., Bahari, A., Ghazali, A.K., Alias, H., Mohd.-Zainuddin, Z., Hoh, C.C., and Wan, K.L. (2012). Metabolic routes affecting rubber biosynthesis in Hevea brasiliensis latex. Journal of Experimental Botany 63(5): 1863–1871. doi: https://doi.org/10.1093/jxb/err363.

Dalimunthe, C.I., Fairuzah, Z. dan Daslin, A. (2015). Ketahanan lapangan tanaman karet klon IRR seri 100 terhadap tiga patogen penting penyakit gugur daun. Jurnal Penelitian Karet 33(1): 35–46. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v33i1.169.

Daslin, A. (2013). Produktivitas klon karet pada berbagai kondisi lingkungan di perkebunan. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian 18(1): 1–6. doi: https://doi.org/https://doi.org/10.30596/agrium.v18i1.337.

Daslin, A. (2014a). Perkembangan penelitian klon karet unggul IRR seri 100 sebagai penghasil lateks dan kayu. Warta Perkaretan 33(1): 1–10. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v33i1.44.

Daslin, A. (2014b). Produktivitas klon karet IRR seri 100 dan 200 pada berbagai agroklimat dan sistem sadap. Warta Perkaretan 33(1): 11–18. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v33i1.45.

Daslin, A. dan Pasaribu, S.A. (2015). Uji adaptasi klon karet IRR seri 100 pada agroklimat kering di Kebun Sungei Baleh Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Karet 33(1): 25–34. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v33i1.168.

Dian, K., Yedoh Gnagne, M., Okoma, M.K. and Sagare, A. (2017). Effect of ethephon stimulation on downward tapping in latex production metabolism on upward tapping in PB 217 clone of Hevea Brasiliensis. International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology 2(6): 2944–2957. doi: https://doi.org/10.22161/ijeab/2.6.22.

Dianita, R. (2012). Keragaman fungsi tanaman pakan dalam sistem perkebunan. Pastura 2(2): 66–69.

Direktorat Jenderal Perkebunan (2018). Statistik Perkebunan Indonesia 2015 - 2017: Karet. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Djunaedi, P. (2016). Analisis asuransi pertanian di Indonesia: konsep, tantangan, dan prospek. Jurnal Borneo Administrator 12(1): 9–27. doi: https://doi.org/https://doi.org/10.24258/jba.v12i1.209.

Dongsansuk, A., Ayutthaya, S.I.N., Kaewjumpa, N. and Polthanee, A. (2016). Photosynthetic efficiency of PSII and growth of young rubber tree (Hevea brasiliensis) planted with Mucuna (Mucuna bracteata) cover crop. KKU Research Journal 21(3): 12–27.

Fairuzah, Z., Dalimunthe, C.I. dan Karyudi (2012). Efektivitas beberapa fungi antagonis (Trichoderma sp.) terhadap penyakit jamur akar putih di laboratorium. Prosiding Seminar Nasional Mikologi: Biodiversitas Dan Bioteknologi Sumberdaya Hayati Fungi Dan Pembentukan Perhimpunan Mikologi Indonesia. Purwokerto, 15-16 Mei 2012. pp. 614–621.

Fairuzah, Z., Dalimunthe, C.I., Karyudi, K., Suryaman, S. dan Widhayati, W.E. (2014). Keefektifan beberapa fungi antagonis (Tricoderma sp.) dalam biofungisida Endohevea terhadap penyakit jamur akar putih (Rigidoporus microporus) di lapangan. Jurnal Penelitian Karet 32(2): 122–128. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v32i2.158.

Ferry, Y. dan Samsudin (2014). Keragaan awal tanaman karet rakyat dan penerapan teknologi budidayanya di Kabupaten Karimun. Sirinov 2(2): 101–112.

George, S., Idicula, S.P., Soman, T.A. and Syamala, V.K. (2013). Field performance of polybag and root trainer rubber plants at different stages of growth. Rubber Science 26(2): 197–203.

Gohet, E., Cavaloc, E., Cardoso, S., Cairo, I., Garcia, D., Rivano, F., Lacote, R., and Lesturgez, G. (2015). A first physiological assessment of latex clonal metabolic typology and rubber yield potential of ‘CMS’ rubber tree clones. Proceeding International Rubber Conference, Ho Chi Minh 2 - 3 November 2015. Ho Chi Minh: Agriculture Publishing House, pp. 287–294.

Harist, A., Wawan dan Wardati (2017). Sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) pada beberapa kondisi penutupan lahan dengan Mucuna bracteata. Jurnal Online Fakultas Pertanian Universitas Riau 4(2): 1–14.

Herlinawati, E. dan Kuswanhadi, K. (2013). Aktifitas metabolisme beberapa klon karet pada berbagai frekuensi sadap dan stimulasi. Jurnal Penelitian Karet 31(2): 110–116. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v31i2.138.

Hermawan, H. dan Andriyanta, H. (2012). Lembaga keuangan mikro agribisnis: terobosan penguatan kelembagaan dan pembiayaan pertanian di pedesaan. Analisis Kebijakan Pertanian 10(2): 143–158. doi: https://doi.org/10.21082/akp.v10n2.2012.143-158.

Indraningsih, K.S., Pranadji, T. dan Sunarsih (2013). Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian dalam perspektif membangun industrialisasi pertanian pedesaan. Forum Penelitian Agro Ekonomi 31(2): 89–110. doi: https://doi.org/10.21082/fae.v31n2.2013.89-110.

Iskandar, D. (2011). Penggunaan bibit karet unggul oleh petani karet di Jambi dan Kalimantan Barat; motivasi dan hambatan. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia 13(3): 165–170.

Lacote, R., Doumbia, A., Obouayeba, S., Gohet, E., Michels, T. and Gohet, E. (2013). Tapping panel diagnosis, decision support tool for more sustainable rubber tapping system. IRRDB-MRPPA International Workshop on The Development of Smallholder Rubber Industry in Myanmar. Mawlamyine, Myanmar, pp. 1–8.

Langenberger, G., Cadisch, G., Martin, K., Min, S. and Waibel, H. (2017). Rubber intercropping: a viable concept for the 21st century? Agroforestry Systems 91: 577–596. doi: https://doi.org/10.1007/s10457-016-9961-8.

Lasminingsih, M., Woelan, S., Daslin, A., Hadi, H. dan Boerhendhy, I. (2001). Evaluasi dan Keragaan klon karet harapan penghasil lateks dan kayu. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet 2001. Medan: Pusat Penelitian Karet, pp. 82–93.

Michels, T., Eschbach, J.M., Lacote, R., Benneveau, A. and Papy, F. (2012). Tapping panel diagnosis, an innovative on-farm decision support system for rubber tree tapping. Agronomy for Sustainable Development 32(3): 791–801. doi: https://doi.org/10.1007/s13593-011-0069-2.

Nabayi, A., Teh, C.B.S., Husni, M.H.A. and Sulaiman, Z. (2018).

Plant growth, nutrient content and water use of rubber (Hevea brasiliensis) seedling grown using root trainer and different irrigation systems. Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science 4 1(1): 251–270.

Nancy, C., Agustina, D.S. dan Syarifa, L.F. (2013). Potensi kayu hasil peremajaan karet rakyat untuk memasok industri kayu karet: studi kasus di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet 31(1): 68–78. doi: https://doi.org/10.22302/ jpk.v31i1.134.

Narso, Saleh, A., Asngari, P.S. dan Muljono, P. (2012). Strategi pengembangan peran penyuluh pertanian lapang di Provinsi Banten. Jurnal Penyuluhan 8(2): 176–183. doi: https://doi.org/ 10.25015/penyuluhan.v8i2.9889.

Nhean, S., Ayutthaya, S.I.N., Songsri, P., Gonkhamdee, S. and Sdoodee, S. (2016). First testing of the double cut alternative tapping system on rubber tree clone RRIM 600 in marginal area, Northeast Thailand. KKU Research Journal 21(3): 28– 35.

Nhean, S., Ayutthaya, S.I.N., Songsrn, P., Gonkhamdee, S. and Sdoodee, S. (2017). Efficiency of double cut alternative tapping system to improve latex productivity of rubber tree clone RRIT 251 in marginal area, Thailand. Asia-Pacific Journal of Science and Technology 22(03): 1–6.

Nofriadi (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi karet di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi (Studi kasus Desa Muaro Sebapo). e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan 5(1): 1–12.

Nugraha, I.S., Alamsyah, A., Agustina, D.S. dan Syarifa, L.F. (2016). Faktor-faktor penentu yang mempengaruhi petani menanam tanaman sela di antara karet di Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet 34(1): 77–88. doi: https://doi.org/10.22302/ jpk.v0i0.217.

Nugroho, P.A., Istianto, Rosyid, M.J. dan Wijaya, T. (2015). Pemanfaatan lahan sub-optimal untuk pengusahaan tanaman karet: suatu rangkuman hasil survei dan penelitian. Jurnal Pertanian Tropik 2 (2): 110–115.

Nuryanti, S. dan Swastika, D.K.S. (2016). Peran kelompok tani dalam penerapan teknologi pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi 29 (2): 115–128. doi: https://doi.org/10.21082/ fae.v29n2.2011.115-128.

Obouayeba, S., Soumahin, E.F., Boko, A.M.C., Dea, G.B., Dian, K. and Gnagne, Y.M. (2008). Improvement of productivity of rubber trees in smallholding by the introduction of upward tapping in the south-east of Cote d’Ivoire. Journal of Rubber Research 11 (3):163–170.

Pinizzotto, S. (2019). The Condition and Outlook of World Natural Rubber Supply and Demand. Singapore. Purnamayani, R. dan Asni, N. (2013). Teknologi Pemupukan Karet Unggul Dan Lokal Spesifik Lokasi. Jambi: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.

Rodrigo, V.H.L., Stirling, C.M., Silva, T.U.K. and Pathirana, P.D. (2005). The growth and yield of rubber at maturity is improved by intercropping with banana during the early stage of rubber cultivation. Field Crops Research 91: 23–33. doi: https://doi.org/ 10.1016/j.fcr.2004.05.005.

Sahuri (2017a). Pengaturan pola tanam karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) untuk tumpang sari jangka panjang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 22(1): 46–51. doi: https://doi.org/ 10.18343/jipi.22.1.46.

Sahuri (2017b). Pengaruh tanaman sela sorgum manis terhadap pertumbuhan tanaman karet belum menghasilkan. Jurnal Agroteknologi 8(1): 1–10. doi: https://doi.org/10.24014/ ja.v8i1.2079.

Sahuri, S., Cahyo, A.N. dan Nugraha, I.S. (2016). Pola tumpang sari karet-padi sawah pada tingkat petani di lahan pasang surut (studi kasus di Desa Nusantara, Kecamatan Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan). Warta Perkaretan 35(2): 107–120. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v35i2.94.

Sahuri, S. dan Rosyid, M.J. (2015). Analisis usahatani dan optimalisasi pemanfaatan gawangan karet menggunakan cabai rawit sebagai tanaman sela. Warta Perkaretan 34(2): 77–88. doi: https:// doi.org/10.22302/ppk.wp.v34i2.250.

Sakiah, Sembiring, M. dan Utomo, T. (2018). Pengaruh kacangan penutup tanah Mucuna bracteata terhadap beberapa sifat fisik dan kimia tanah ultisol pada perkebunan karet (Hevea brasiliensis). Jurnal Agro Estate II(1): 9–15.

Sakiroh, Sasmita, K.D. dan Izzah, N.K. (2014). Tanggap morfologi, fisiologi dan molekuler klon-klon karet terhadap cekaman kekeringan. Sirinov 2(1): 71–84.

Salisu, M.A., Daud, W.N., Halim, R.A. and Sulaiman, Z. (2016). Effect of soilless media on growth and some physiological traits of rubber (Hevea brasiliensis) seedlings. International Journal of Agriculture, Forestry and Plantation 3: 95–100.

Sayurandi, Suhendry, I. dan Woelan, S. (2015). Uji adaptasi klon karet harapan IRR seri 200 pada masa tanaman belum menghasilkan di daerah beriklim basah, Kebun Aek Tarum – Kabupaten Asahan. Jurnal Penelitian Karet 33(1): 11–24. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v33i1.167.

Sayurandi dan Tistama, R. (2018). Evaluasi kinerja klon karet unggul berdasarkan sistem sadap untuk mencapai produktivitas optimal. Workshop Penguatan Pemahan Kultur Teknis Budidaya Bagi Planters di Perkebunan Karet, Medan 16 - 17 Oktober 2018. Medan: Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, pp. 18–39.

Siagian, N. (2017). Teknologi Memanen Lateks Pada Tanaman Karet Untuk Mewujudkan Produktivitas Tinggi. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Perkebunan.

Siagian, N. dan Bukit, E. (2015). Komparasi teknis dan finansial pengadaan benih melalui okulasi tanaman di polibeg dengan okulasi di lapangan. Warta Perkaretan 34(2): 115–126. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v34i2.253.

Simamora, D.I.S., Yusri, J. dan Dewi, N. (2017). Analisis faktorfaktor yang mempengaruhi produksi usaha tani karet di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Jural Online Mahasiswa Faperta Universitas Riau 4(2): 1–12.

Subekti, S., Sudarko dan Sofia (2015). Penguatan kelompok tani melalui optimalisasi dan sinergi lingkungan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian 8(3): 50–56.

Sudjarmoko, B., Listyati, D. dan Hasibuan, A.M. (2013). Analisis faktor penentu adopsi benih unggul karet. Buletin RISTRI 4(2): 117– 128. doi: https://doi.org/10.21082/jtidp.v4n2.2013.p117-128.

Sugiyanto, Y. (1987). Suatu usulan untuk merevisi evaluasi lahan untuk tanaman karet. Warta perkaretan 6(1): 8–12.

Sumarmadji dan Azwar, R. (1994). Identifikasi Dini Bibit Karet Palsu (Dok. No. 9476/Agr/Krt). Medan: Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet.

Sumarmadji, Junaidi, Atminingsih, Kuswanhadi dan Rouf, A. (2012). Paket teknologi penyadapan untuk optimasi produksi sesuai tipologi klon. Prosiding Konferensi Nasional Karet, Yogyakarta 19-20 September 2012. Bogor: Pusat Penelitian Karet, pp. 207–216.

Syarifa, L.F., Agustina, D.S., Nancy, C. dan Supriadi, M. (2012). Evaluasi tingkat adopsi klon unggul di tingkat petani karet Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet 30 (1): 12– 22. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v30i1.118.

Syarifa, L.F., Nancy, C. dan Supriadi, M. (2011). Model penumbuhan dan penguatan kelembagaan perbenihan untuk meningkatkan mutu bahan tanam dan produktivitas karet rakyat. Jurnal Penelitian Karet 29(2): 130–141. doi: https://doi.org/10.22302/ jpk.v29i2.245.

Thomas, Grist, P. dan Menz, K. (2000). Permodelan pertumbuhan tanaman karet berdasarkan unsur-unsur iklim. Warta Puslit Karet 22(2–3): 64–76.

Tian, Y., Yuan, H., Xie, J. and Zheng, Y. (2016). Shade tolerance and suitability of tree species for planting in rubber plantations. Journal of Forest Science 78(1): 11–18. doi: https://doi.org/ 10.2989/20702620.2015.1089093.

Tistama, R., Dalimunthe, C.I., Sembiring, Y.V., Fauzi, I.R., Hastuti, R.D. dan Suharsono, S. (2016). Tumpangsari sorgum dan kedelai untuk mendukung produktivitas lahan TBM karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.). Jurnal Penelitian Karet 34(1): 61-67. doi: https://doi.org/10.22302/jpk.v0i0.222.

Tistama, R., Siregar, A.P., Mawaddah, Ade-Fipriani, L. and Junaidi (2019). Physiological status of high and low metabolisme Hevea in the difference stage of tapping panel dyness. Biodiversitas 20(1): 267–273. doi: https://doi.org/10.13057/biodiv/d200143.

Wijaya, T., Istianto, Sudiharto dan Rosyid, M.J. (2008). Pengembangan karet di lahan sub-optimal. Prosiding Lokakarya Nasional Agribisnis Karet 2008, Yogyakarta 20-21 Agustus 2008. pp. 131–144.

Woelan, S., Azwar, R., Daslin, A., Suhendry, I., Lasminingsih, M., Sayurandi dan Pasaribu, S.A. (2016). Keunggulan klon karet IRR 220 dan IRR 230. Warta Perkaretan 35(2): 89–106. doi: https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v35i2.238.

Woelan, S., Siagian, N., Sayurandi, S. dan Pasaribu, S.A. (2012). Potensi kayu karet hasil peremajaan di tingkat perusahaan perkebunan. Warta Perkaretan 31(2): 75–84. doi: https://doi.org/ 10.22302/ppk.wp.v31i2.269.

Xianhai, Z., Mingdao, C., Weifu, L. and Zeng Xianhai (2012). Improving planting pattern for intercropping in the whole production span of rubber tree. African Journal of Biotechnology 11(34): 8484–8490. doi: https://doi.org/10.5897/ajb11.3811.

Yang, X., Blagodatsky, S., Marohn, C., Liu, H., Golbon, R., Xu, J. and Cadisch (2019). Climbing the mountain fast but smart/ : modelling rubber tree growth and latex yield under climate change. Forest Ecology and Management 439: 55–69. doi: https://doi.org/10.1016/j.foreco.2019.02.028.

Yulia, E.Y., Istifadah, N., Widiantini, F. dan Utami, H.S. (2017). Antagonisme Trichoderma spp. terhadap jamur Rigidoporus lignosus (Klotzsch) Imazeki dan penekanan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet. Agrikultura 28(1): 47–55. doi: https://doi.org/10.24198/agrikultura.v28i1.13226.

Zakariyya, F., Puspitasari, N. dan Prawoto, A.A. (2016). Ragam model pola tumpangsari kakao-karet. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia 28(1): 19–28.

Zhang, Y., Leclercq, J. and Montoro, P. (2016). Reactive oxygen species in Hevea brasiliensis latex and relevance to tapping panel dryness. Tree Physiology 37: 261–269. doi: https://doi.org/ 10.1093/treephys/tpw106.

Zhu, J. and Zhang, Z. (2009). Ethylene stimulation of latex production in Hevea brasiliensis. Plant Signaling & Behavior 4(11): 1072–1074. doi: https://doi.org/10.1016/j.plaphy.2009. 06.003.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v39n2.2020.p86-95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats