DAYA ADAPTASI PELAKU BRAIN GAIN DALAM BERUSAHATANI HORTIKULTURA DI DATARAN TINGGI DIENG KABUPATEN BANJARNEGARA

Wiwik Yuniarti, Sumardjo Sumardjo, Widiatmaka Widiatmaka, Winny Dian Wibawa

Abstract


The Brain Gain Actors Adaptability in Horticultural Farming in The Dieng Highlands, Banjarnegara Districts. The number of farmers in Indonesia is decreasing while the regeneration of young farmers has not optimally contributed. The return of educated and skilled personnel to rural areas called brain gain is a potential approach for regenerating the agricultural actors. Horticulture is one of the agricultural sub-sectors which dominantly attracts brain gain actors, and adaptation becomes an important determinant of farming sustainability. This study examined the adaptability of brain gain actors as well as the factors that affected the brain gain actor’s adaptability in horticultural farming in the highlands. The study was carried out through a survey design and cluster random sampling, from June to December 2020. 100 respondents came from seven sub-district of Banjarnegara Regency and were further analyzed with descriptive statistics and Partial Least Square (PLS). The results showed that the filterability and competitiveness were in the high category, while the partner ability was in a low category. Information technology support was the most influential factor to brain gain actors competency. Increasing personal, social, managerial, and technical competence will increase the adaptability of brain gain actors in horticultural farming.

Kata kunci: brain gain, adaptability, competence, regeneration, farmers

 

ABSTRAK

 

Jumlah petani di Indonesia semakin menurun sedangkan regenerasi petani muda belum memberikan kontribusi yang optimal. Kembalinya tenaga terdidik dan berkeahlian ke perdesaan untuk melakukan usaha tani (brain gain) merupakan potensi mengatasi permasalahan keterlambatan dan kualitas regenerasi pertanian. Hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang dominan menarik minat pelaku brain gain, dan dalam prosesnya adaptasi menjadi hal penting sebagai penentu keberlanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya adaptasi pelaku brain gain serta faktor-faktor yang memengaruhi daya adaptasi pelaku brain gain dalam berusahatani hortikultura di dataran tinggi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Desember 2020 dengan desain survei dan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Jumlah responden 100 orang berasal dari tujuh lokasi kecamatan dataran tinggi Kabupaten Banjarnegara. Pengolahan data menggunakan teknik deskriptif dan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saring dan daya saing berada pada kategori tinggi, sedangkan daya sanding berada pada kategori rendah.  Dukungan teknologi informasi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kompetensi. Peningkatan kompetensi personal, sosial, manajerial dan teknis akan meningkatkan daya adaptasi pelaku brain gain dalam berusahatani komoditas hortikultura.

Kata kunci: brain gain, daya adaptasi, kompetensi, regenerasi, petani


Keywords


brain gain, adaptability, competence, regeneration, farmers,brain gain, daya adaptasi, kompetensi, regenerasi, petani

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ainembabazi, J.H. dan J. Mugisha. 2014. The role of farming experience on the adoption of agricultural technologies: evidence from smallholder farmers in Uganda. The Journal of Development Studies, 50(5): 666-679.

Alonge, J.H., A. Matthew, dan O.E. Osagiobare. 2014. Women empowerment for self-reliance: educational management strategies in Nigeria case. Journal of Educational and Social Research, 4(1): 517-524.

Badan Ketahanan Pangan. 2019. Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan. Badan Ketahanan Pangan. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Indonesia. 2021. Hasil Sensus Penduduk 2020. Berita Resmi Statistik No. 07/01/Th. XXIV tanggal 21 Januari 2021. https://www.bps.go.id/news/2021/01/21/405/bps--270.

Badan Pusat Statistik Indonesia. 2018. Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Indonesia. 2015. Analisis Rumah Tangga Usaha Hortikultura di Indonesia: Hasil Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Hortikultura Tahun 2014. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta.

Böhme, M.H. 2015. Migration and educational aspirations - Another channel of brain gain? IZA Journal of Migration, 4(12): 1-24.

Boncea, I. 2015. Turning brain drain into brain gain: Evidence from Romania’s medical sector. Procedia Economics and Finance, 20(15): 80-87.

Bulan, S.J. 2016. Faktor-faktor yang memengaruhi knowledge sharing di antara dosen (Studi kasus STIKOM Uyelindo dan STIKOM Artha Buana). Jurnal Sistem Informasi, 2(12): 90-94.

Faiz, P.M. 2007. Brain drain dan sumber daya manusia Indonesia: Studi analisa terhadap reversed brain drain di India. Makalah disampaikan pada Indonesia Student International Conference (KIPI). Sydney, 7-9 September 2007.

Fatchiya, A. 2010. Tingkat Kapasitas Pembudidaya Ikan dalam Mengelola Usaha Akuakultur secara Berkelanjutan. Jurnal Penyuluhan, 6(1): 74-83.

Haryanto, Y. 2018. Penguatan Kapasitas dan Kemandirian Tokoh Petani Maju sebagai Penyuluh Swadaya. Disertasi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Haryanto, Y., Sumardjo, S. Amanah, dan P. Tjitropranoto. 2018. Efektivitas peran penyuluh swadaya dalam pemberdayaan petani di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20(2): 141-154.

Hasanefendic, S. 2017. “Brain drain, brain gain, brain sustain?”: Challenges in building Portuguese human research capacity. Sociologia Problemas e Praticas, 83: 117-135.

Heitor, M., H. Horta, dan J. Mendonça. 2014. Developing human capital and research capacity: Science policies promoting brain gain. Technological Forecasting and Social Change, 82(1): 6-22.

Humaidi, L., A.V.S. Hubeis, H. Puspitawati, dan E. Anwas. 2020. Pengaruh dukungan lembaga dan pemanfaatan media sosial terhadap kompetensi penyuluh pertanian di Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 23(1): 27-51.

Indraningsih, K.S., B.G. Sugihen, P. Tjitropranoto, P.S. Asngari, dan H. Wijayanto. 2010. Kinerja penyuluh dari perspektif petani dan eksistensi penyuluh swadaya sebagai pendamping penyuluh pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian, 8(4): 303-321.

Inwood, S. dan J. Sharp. 2009. Succession and enterprise adaptation at the rural urban. Department of Human Community Resource Development. The Ohio State University.

Kartika, L.N. dan A. Sugiarto. 2014. Pengaruh tingkat kompetensi terhadap kinerja pegawai administrasi perkantoran. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 17(1): 73–90.

Kupets, O. 2012. Brain gain or brain waste? The performance of return labor migrants in the Ukrainian labor market. Working paper No 11/06E. Economics Education and Research Consortium. Ukraine.

Lokollo, E.M., I.W. Rusastra, H.P. Saliem, Supriyati, S. Friyatno, dan G.S. Budhi. 2007. Dinamika Sosial Ekonomi Pedesaan: Analisis Perbandingan Antar Sensus Pertanian, Laporan Akhir Penelitian TA 2007. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Mahbubani, K. 2011. Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Globak ke Timur yang tak Terelakkan. Bambang M, penterjemah. Kompas Media Nusantara. Jakarta.

Manyamsari, I. 2014. Karakteristik petani dan hubungannya dengan kompetensi petani lahan sempit (Kasus: di Desa Sinar Sari Kecamatan Dramaga Kab. Bogor). Agrisep, 15(2): 58-74.

Mardiharini, M., Sumardjo, P. Tjitropranoto, dan D. Sadono. 2020. Perbedaan kapasitas dan kapabilitas petani padi dan bawang merah dalam upaya meningkatkan produktivitas isahatani. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 22(3): 327-341.

Norfahmi, F., R. Winandi, R. Nurmalina, dan N. Kusnadi. 2020. Dinamika dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan non pertanian pada rumah tangga petani padi di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 23(1): 1-10.

Nugroho, A.D., L.R. Waluyati, dan J. Jamhari. 2018. Upaya memikat generasi muda bekerja pada sektor pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 6(1): 76-95.

Pujiharto. 2011. Kajian potensi pengembangan agribisnis sayuran dataran tinggi di Kabupaten Banjarnegara Provinsi jawa Tengah. Agritech, 2(12): 154–175.

Putri, C.A., O. Anwarudin, dan D. Sulistyowati. 2019. Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan dan Adopsi Kabupaten Garut. Jurnal Agribisnis Terpadu, 12(1): 103-119.

Raharjo, S., Widiatmaka, dan U. Sudadi. 2015. Analisis kesesuaian lahan untuk komoditas sayuran unggulan di Kabupaten Batang. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 5(1): 33–41.

Sadono, D., D. Gani, dan S. Amanah. 2014. Farmer empowerment in the management of rice farming in two districts in West Java. JORI, 2(1): 104-120.

Sarwono, J. dan U. Narimawati. 2015. Membuat Skripsi, Tesis, dan Disertasi dengan Partial Least Square SEM (PLS-SEM). Erlangga. Yogyakarta.

Sayektiningsih, T., T. Atmoko, A. Ma’ruf. 2014. Persepsi masyarakat terhadap pembangunan penangkaran rusa sambar (Cervus unicolor Kerr, 1792) di KHDTK Samboja Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 11(2): 143–153.

Setiawan, I., Sumardjo, A. Satria, dan P. Tjitropranoto. 2015. Self relience development strategy for youth agribussines agent using “brain gain actors” in West Java. Mimbar, 31(2): 409-418.

Setiawan, I., Sumardjo, A. Satria, dan P. Tjitropranoto. 2016. Studi potensi brain gain sebagai inovasi regenerasi pelaku agribisnis di Dataran Tinggi Cianjur. Sosiohumaniora, 18(1): 47-54.

Setiawan, T.P., E. Ebrilyani, dan E.N. Azilla. 2020. Modal sosial dalam keberlanjutan pertanian di tengah alih fungsi lahan di Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Agricore Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad, 5(1): 59-69.

Sitorus, S., M. Jalaluddin, dan D.R. Panuju. 2012. Analisis kesesuaian dan ketersediaan lahan serta arahan pengembangan komoditas pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 14(2): 45–55.

Sumardjo, 1999. Transformasi Model Penyuluhan Pertanian Menuju Pengembangan Kemandirian Petani (Kasus di Propinsi Jawa Barat). Disertasi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Susilowati, S.H. 2016. Fenomena penuaan petani dan berkurangnya tenaga kerja muda serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1): 35-55.

Tuomisto, H.L., I.D. Hodge, P. Riordan, dan D.W. Macdonald. 2012. Does organic farming reduce environmental impacts? A meta-analysis of European research. Journal of Environmental Management, 112(2012): 309-320.

White, B. 2012. Agriculture and the generation problem: Rural youth, employment and the Future of farming. IDS Bulletin, 43(6): 9-19.

Yuniarsih, E.T., A.N. Tenriawaru, S. Haerani, dan A. Syam. 2020. Analisis korelasi sikap petani dengan adopsi teknologi budidaya cabai di Sulawesi Selatan. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 23(3): 375-385.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v24n2.2021.p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Alamat Redaksi

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP)


Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Telepon : (0251) 8351277
Fax       :  (0251) 8350928
E-mail    : jpptp06@yahoo.com
Website  : http://www.bbp2tp.litbang.pertanian.go.id