Respons Pertumbuhan Bibit Jeruk JC terhadap Pemberian CaCO3 dan Pupuk P pada Ultisol

- Martias


Penelitian responss pertumbuhan bibit jeruk Japansche Citroen, terhadap pemberian CaCO3 dan pupuk P pada ultisol
telah dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dari bulan Mei hingga Sep tem ber 2001.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bibit jeruk JC pada ultisol yang diberi CaCO3 dan pupuk
P. Hipotesis penelitian adalah pemberian CaCO3 dan pupuk P pada ultisol meningkatkan pertumbuhan bibit jeruk JC
Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah dosis CaCO3 dalam empat taraf
(0,00; 7,31; 14,62; dan 21,93 g/kg tanah setara dengan 0; 6,25; 12,50; dan 18,75 ton/ha CaCO3) dan faktor kedua
adalah dosis pupuk P dalam empat taraf (0,00; 0,052; 0,104; dan 0,156 g/kg P2O5 setara dengan 0; 100; 200; dan 300
kg/ha P2O5). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian CaCO3 hingga dosis 14,62 g/kg setara 12,50 ton/ha
CaCO3 jika dikombinasikan dengan dengan P2O5 meningkatkan pertumbuhan bibit jeruk secara nyata. Pertumbuhan
terbaik diperoleh pada kombinasi 14,62 g/kg CaCO3 dengan 0,052 g/kg P2O5 setara 100 kg/ha. Pemberian CaCO3
>14,62 g/kg berakibat menurunnya pertumbuhan tanaman meskipun diberi pupuk P. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat mendukung penelitian dan pengembangan jeruk pada ultisol.

The responsse of cit rus seed ling growth of Japansche Citroen to CaCO3 and P fer -
til izer, to which were added on ultisol, has been stud ied. This study was con ducted from May un til Sep tem ber
2001,and held at green house of Ag ri cul ture Fac ulty of Gadjah Mada Uni ver sity. The ob jec tive of the study was to find
out the cit rus seed ling of JC grown on ultisol and added by sev eral dos ages of CaCO3 and P fer til izer. The hypotesis of
the study was that there was an in crease of cit rus seed ling growth by sup ply ing of CaCO3 and P fer til izer. The de sign of
the was com pletely ran dom ized fac to rial. The first fac tor was the dos age of CaCO3 which was given at four lev els (0;
7,31; 14,62; and 21,93 g/kg soil were equiv a lent to 0; 6,25; 12,50; and 18,75 ton/ha CaCO3). The sec ond fac tor was P
fer til izer which con sisted of four lev els (0; 0,052; 0,104; and 0,156 g/kg soil corresponsd to 0; 100; 200; dan 300 kg/ha
P2O5). The re sult showed that the ap pli ca tion of 14,62 gkg-1 CaCO3 (12,50 ton/ha CaCO3) com bined with 0,052 g/kg
P2O5 (100 kg/ha P2O5) gave the best growth while the ap pli ca tion of more than 14,62 g/kg CaCO3 de creased plant
growth. This pre lim i nary study was hoped to be a ref er ence for fur ther re search and de vel op ment of cit rus in ultisol.


Responsse; Seed ling; Cit rus; JC; CaCO3; Phos pho rus; Ultisol

Full Text:




  • There are currently no refbacks.

Copyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :



 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at
Permissions beyond the scope of this license may be available at

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120


free web stats

View My Stats