Aplikasi Edible Coating Berbasis Pati Sagu dengan Penambahan Vitamin C pada Paprika : Preferensi Konsumen dan Mutu Mikrobiologi

- Miskiyah, - Widaningrum, C Winarti

Abstract


Paprika merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki prospek pasar yang terbuka dan cukup luas baik pasar lokal maupun ekspor. Namun demikian, karena paprika merupakan jenis sayuran yang tidak awet (perishable commodity), maka teknologi penanganan pascapanen yang baik diperlukan. Salah satu teknologi penanganan pascapanen yang dapat diterapkan pada paprika yaitu edible coating berbasis pati sagu. Penelitian bertujuan mengevaluasi tingkat penerimaan konsumen dan mutu mikrobiologi paprika merah yang diberi perlakuan edible coating berbasis pati sagu dan vitamin C. Perlakuan yang diberikan untuk pengujian karakteristik organoleptik yaitu (a) konsentrasi asam askorbat 0, 0,5, dan 1,0%,  dan (b) lama pencelupan, yaitu 3 dan 5 menit. Sebagai kontrol dilakukan juga pengamatan terhadap paprika yang tidak diberi coating. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan coating tidak berpengaruh nyata pada penerimaan panelis (P>0,05) terhadap atribut warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan paprika. Panelis dapat menerima perlakuan coating pada paprika, baik dengan maupun tanpa penambahan vitamin C. Lebih lanjut diketahui bahwa perlakuan coating dan penambahan vitamin C berpengaruh terhadap jumlah mikroba, ditandai dengan umur simpan paprika yang dapat lebih lama dari 3-7 hari.


Sweet pepper is one of vegetable crops that has good prospects either for local or export market. Nevertheless, sweet pepper is  a perishable commodity, so postharvest handling technology is needed. Edible coating based on sago starch is one of postharvest handling technology that is hopefully applicable for sweet pepper. This research was aimed to evaluate consumer’s acceptance and microbiological quality of red sweet pepper treated with edible coating based on sago starch and vitamin C. Treatments for organoleptic evaluation were (a) ascorbic acid concentration i.e. 0, 0.5, and 1.0%, and (b) dipping periods, i.e. 3 and 5 minutes. Sweet pepper without the edible coating was used as the control. The results showed that the coating treatment did not significantly  influent panelist acceptance  in term of color attribute, aroma, texture, taste, and entire sweet pepper. Panelists commonly accepted sweet pepper coating either with or without vitamin C. Furthermore, it was indicated that coating and vitamin C treatment had an effect to microbial content, signed by prolong storage life of sweet pepper till 3-7 days.


Keywords


Edible coating; Sago starch; Vitamin C; Microbial quality; Sweet pepper

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v21n1.2011.p68-76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats