Pengaruh Air Laut terhadap Populasi Bakteri Biofertilizer, P Tersedia dalam Tanah, dan Pertumbuhan Bayam (Amaranthus sp.)

Sri Widawati, Suliasih Suliasih, Agus Muharam

Abstract


Pemanfaatan pupuk hayati merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan pembudidayaan tanaman yang ramah lingkungan. Penelitian bertujuan mengetahui ketahanan bakteri pelarut fosfat dan bakteri pengikat nitrogen nonsimbiosis terhadap salinitas dan peranannya dalam menyediakan P dan N untuk pertumbuhan tanaman bayam. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Rumah Kaca Mikrobiologi, LIPI Cibinong, Bogor, Jawa Barat, sejak bulan Februari sampai dengan Desember 2013. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama, yaitu plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dalam pupuk organik hayati yang terdiri atas: A, B, C, D (A+B), E (A+C), F (B+C), G (A+B+C), H (ABC+TSP+ KCl+ Urea+kompos), I (TSP+KCl+Urea+ABC), dan J (kompos+ABC), serta kontrol (K1 = kompos, K2 = tanpa pupuk, K3 = TSP+KCl+Urea). Faktor kedua, penyiraman yaitu, (1) air laut dan (2) air tawar. Tanaman bayam (Amaranthus sp.) ditumbuhkan dalam media tanah menggunakan pot di dalam rumah kaca. Peubah yang diamati mencakup tinggi tanaman, berat segar bayam, pH tanah, salinitas tanah, populasi bakteri, PME-ase tanah, dan P tersedia dalam media tanah, pada 7 dan 28 hari setelah tanam (HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air laut dengan kadar garam 30 dS/m berpengaruh nyata terhadap populasi bakteri, produksi enzim PME-ase, P-tersedia, tinggi, dan berat segar tanaman bayam. Semua bakteri tahan terhadap kondisi salin dan bakteri Azotobacter lebih tahan salin daripada Azospirillum. Masing-masing isolat yang terkandung dalam inokulan B, H, dan J mampu bertahan pada salinitas sebesar 2,03; 4,0; dan 4,0 dS/m, dengan populasi bakteri sebesar 27,88 dan 79 x 105sel g/tanah, mampu memproduksi PME-ase sebesar 0,60; 0,62; dan 0,55 mg pnitrofenol/ml, P tersedia sebesar 5,96; 8,95; dan 7,30 ppm serta berdampak positif terhadap tinggi tanaman (14,47; 21,50; dan 25,83 cm) dan berat segar tanaman bayam (12,50; 79,56; dan 102,63 g/pot). Aplikasi bakteri tersebut pada lahan-lahan salin akan bermanfaat untuk pembudidayaan sayuran.

Keywords


Amaranthus sp.; PGPR; Salinitas; Pupuk organik hayati

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v25n3.2015.p222-228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats