Efisiensi Teknis Usaha Tani Bawang Putih Pola Tumpang Sari di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

Fattiyah Rahmawati, nFN Jamhari

Abstract


English
Consumption of garlic in Indonesia continues to increase. An effort for increasing production to meet the increasing need is by increasing efficiency. This study was aimed to determine the factors that influence production, the level of technical efficiency, and the factors that affect technical inefficiency in the intercropping garlic farming in Karanganyar Regency. The study was conducted in April 2018. Regional sampling was done using multistage cluster sampling method. Sampling of farmers was done by simple random sampling method, with a total of 60 farmers. Analysis of factors that influence production using the OLS method, technical efficiency using Stochastic Frontier analysis with the MLE method. Results showed that the production of garlic with intercropping pattern in Karanganyar Regency was influenced by the land, the quantity of seeds and liquid pesticides. Garlic farming with intercropping pattern in Karanganyar Regency was not technically efficient. Factors that reduce technical inefficiency were age, farmer experience, and training. Production of garlic in Karanganyar Regency can be increased by increasing land area, increasing the quantity of seeds, and reduce the quantity of liquid pesticides. Technical efficiency can be improved through providing training for farmers.

Indonesian
Konsumsi bawang putih di Indonesia terus mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi guna memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut adalah dengan cara meningkatkan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi, tingkat efisiensi teknis, dan faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis pada usaha tani bawang putih pola tumpang sari di Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018. Pengambilan sampel daerah dilakukan dengan metode multistage cluster sampling. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling, dengan jumlah 60 petani. Analisis faktor yang memengaruhi produksi menggunakan metode OLS, efisiensi teknis menggunakan analisis stochastic frontier dengan metode MLE. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi bawang putih pola tumpang sari di Kabupaten Karanganyar dipengaruhi oleh luas lahan, jumlah benih, dan pestisida cair. Usaha tani bawang putih pola tumpang sari di Kabupaten Karanganyar belum efisien secara teknis. Faktor yang menurunkan inefisiensi teknis adalah umur, pengalaman petani, dan pelatihan. Peningkatan produksi bawang putih di Kabupaten Karanganyar dapat dilakukan dengan penambahan luas lahan, peningkatan penggunaan jumlah benih, dan mengurangi penggunaan pestisida cair. Efisiensi teknis dapat ditingkatkan melalui pemberian pelatihan bagi petani.

Keywords


Allium sativum; efisiensi; frontier stokastik; tumpang sari; Allium sativum; efficiency; intercropping; stochastic frontier

Full Text:

PDF

References


Anggraini N, Harianto, Anggraeni L. 2016. Efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi pada usahatani ubikayu di kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. J Agribis Indones. 4(1):43-56.

Ardiansyah N, Hartono S, Suryantini A. 2018. Technical efficiency of soybean in Pandeglang Regency. Agro Ekon. 29(1):1-17.

Burhansyah R. 2016. Technical efficiency of rainfed rice farming in Sambas Regency border area with stochastic frontier of production function approach (Case study in Sebubus Village, District Paloh). Inform Pertan. 25(2):163-170.

Coelli TJ, Rao DSP, O’Donnell CJ, Battese GE. 2005. An introduction to efficiency and productivity analysis. 2nd ed. New York (US): Springer.

Darmansyah AN, Sukiyono K, Sugiarti S. 2013. Analisis efisiensi teknis dan faktor yang mempengaruhi efisiensi pada usaha tani kubis di Desa Talang Belitar Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong. Agrisep. 12(2):177-194.

Ebers A, Nguyen TT, Grote U. 2017. Production efficiency of rice farms in Thailand and Cambodia: a comparative analysis of Ubon Ratchathani and Stung Treng Provinces. Paddy Water Environ. 15(1):79-92.

Etwire PM, Martey E, Dogbe W. 2013. Technical efficiency of soybean farms and its determinants in Saboba and Chereponi Districts of Northern Ghana: A stochastic frontier approach. Sustain Agric Res. 2(4):106-116.

Fadwiwati AY, Hartoyo S, Kuncoro SU, Rusastra IW. 2014. Analisis efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan efisiensi ekonomis usahatani jagung berdasarkan varietas di Provinsi Gorontalo. J Agro Ekon. 32(1):1-12.

Fauzan M. 2014. Profitabilitas dan efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Nganjuk. SEPA. 11(1):35-48.

Gultom L, Winandi R, Jahroh S. 2016. Analisis efisiensi teknis usahatani padi semi organik di Kecamatan Cigombong, Bogor. Inform Pertan. 23(1):7.

Ismail M, Fariyanti A, Rifin A. 2017. Efisiensi teknis usahatani kedelai pada lahan tadah hujan dan lahan kering di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Forum Agribis. 7(1):21-34.

Kurniawan AY. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis pada usahatani padi lahan pasang surut di Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. J Agribis Perdes. 02(01):35–52.

Lawalata M, Darwanto DH, Hartono S. 2015. Efisiensi relatif usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul dengan pendekatan data envelopment analysis (DEA). Ilmu Pertan. 18(1):1-8.

Lutfi M, Baladina N. 2018. Analisis efisiensi teknis penggunaan faktor produksi pertanian pada usahatani tembakau (Studi kasus di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan). J Ekon Pertan Agribis. 2(3):226-233.

Nugroho AY, Hartono S, Masyhuri. 2013. Efisiensi alokatif usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul. Agro Ekon. 24(2):138–147.

Ogundari K, Ojo SO. 2006. An examination of technical, economic and allocative efficiency of small farm: The case study of cassava farmers in Osun State of Nigeria. J Cent Eur Agric. 7(3):423-432.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian. 2015. Statistik konsumsi pangan 2015. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian. 2017. Basis data statistik pertanian [Internet]. Jakarta (ID): Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian. [diunduh 2017 Oct 6]. Tersedia dari: https://aplikasi2.pertanian.go.id/bdsp/.

Rizkiyah N, Syafrial, Hanan. 2014. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani kentang (Solanum tuberosum L) dengan pendekatan stochastic production frontier (Kasus Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu). Habitat. 25(1):25-31

Samijan, Prastuti TR, Pramono J. 2015. Intensifikasi budidaya bawang putih dataran tinggi [Internet]. [diunduh 2017 Oct 6]. Tersedia dari: http://jateng. litbang.pertanian.go.id./index.php/artikel/artikel-info-teknologi/item/50-intensifikasi-budidaya-bawang-putih-dataran-tinggi.

Sarker B, Majumder S, Khatun MA. 2017. Technical efficiency, determinants and risks of watermelon production in Bangladesh. IOSR J Econ Financ. 8(2):51-59.

Suprapti I, Darwanto DH, Mulyo JH, Waluyati LR. 2016. Technical efficiency of Madura farmers on hybrid and local corn farming in Guluk-Guluk District, Indonesia. J Econ Sustain Dev. 7(24):154-158.

Warsana. 2009. Introduksi teknologi tumpangsari jagung dan kentang. Bul Penel. 45(7):9-12.

Yekti A, Darwanto DH, Hartono S. 2017. Technical efficiency of wet season melon farming. J Ekon Kebijak.10(2):12-29.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v36n2.2018.135-147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo