Pengaruh Saluran Komunikasi Interpersonal terhadap Keputusan Adopsi Inovasi Pertanian Bioindustri Integrasi Seraiwangi–Ternak di Provinsi Jawa Barat

nFN Rushendi, Sarwititi Sarwoprasdjo, Retno Sri Hartati Mulyandari

Abstract


English
Citronella-livestock bio-industry farming system is an innovative integrated farming model consisting of citronella farming, livestock, and other farming and product processing related activities in a biomass and material circular manner. Development of this innovation is still going on, but innovation delivery to the local community is still sub-optimal. The reason is presumably due to some determinants of adoption decision including communication form, delivery method, innovation recipients, and technological innovation. The objective of the study is to analyze the level of adoption decision and the influence of interpersonal communication media. The study used survey method with descriptive quantitative approach using multinomial logistic regression. The location was selected purposively. The survey was conducted in the period of March–May 2016 from 230 farmers who were selected using cluster random sampling technique. Results indicated that technology components adopted by farmers including plant citronella, use of dung manure for organic fertilizer and household biogas, and yoghurt processing. Factors influencing innovation adoption decision are interpersonal communication media through talk, dialogue, and results show. Credibility factors of information sources influencing adoption decision are confidence level and competency of information sources from fellow farmers, existing institutions, extension workers, and staff of the experimental station.


Indonesian
Pertanian bioindustri integrasi serai wangi-ternak merupakan model pertanian terpadu yang terdiri atas usaha tani serai wangi, peternakan, dan kegiatan usatani maupun pengolahan hasil lainnya dalam bentuk siklus biomassa dan materi. Pengembangan inovasi tersebut masih berjalan, namun penyampaian inovasi kepada masyarakat sekitar belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penentu keputusan adopsi termasuk bentuk komunikasi yang disampaikan, metode penyampaian, penerima inovasi, dan teknologi inovasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keputusan adopsi dan pengaruh media komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan metode survei melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dengan uji regresi multinomial logistic. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupatan Bandung Barat. Penelitian dilakukan selama bulan Maret–Mei 2016 dengan jumlah responden sebanyak 230 petani yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen teknologi yang diadopsi petani meliputi menanam serai wangi, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan biogas rumah tangga, serta membuat yoghurt. Faktor yang memengaruhi keputusan adopsi inovasi adalah media komunikasi interpersonal melalui ceramah, dialog, dan demonstrasi hasil. Faktor kredibilitas sumber informasi yang memengaruhi keputusan adopsi adalah tingkat kepercayaan dan kompetensi sumber informasi dari sesama petani, kelembagaan yang ada, penyuluh, dan staf Kebun Percobaan.

Keywords


adopsi, inovasi, bioindustri, komunikasi interpersonal, adoption, bioindustry, innovation, interpersonal communication

Full Text:

PDF

References


Andriaty E, Setyorini E. 2012. Ketersediaan sumber informasi teknologi pertanian di beberapa kabupaten di Jawa. J Perpust Pertan. 21(1):30-35.

[Balitbangtan] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2014. Dukungan program bioindustri dari Balitbangtan untuk sukseskan SIPP [Internet]. [diunduh 2015 Sep 17]. Tersedia dari: http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/1788/.

Effendy OU. 2011. Ilmu komunikasi: teori dan praktek. Bandung (ID): Remaja Rosdakarya.

Fitria DN. 2004. Kajian aktualisasi potensi jejaring institusi dalam sistem inovasi nasional sektor tanaman pangan: kasus komoditas padi. Jakarta(ID): Pappiptek LIPI.

Halil W, Armiati. 2012. Sistem penyuluhan pertanian di Indonesia. Bul Penel Pengkaj BPTP Sulawesi Selatan. 6:10. Juga tersedia dari: http://sulsel. litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=835:sistem-penyuluh-pertanian-di-indonesia&catid=164:buletin-nomor-6-tahun-2012&Itemid=342

Harinata YW. 2011. Adopsi inovasi pertanian di kalangan petani di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Agrin. 15(2):164-174.

Haryanto B. 2009. Inovasi teknologi pakan ternak dalam sistem integrasi tanaman-ternak bebas limbah mendukung upaya peningkatan produksi daging. Pengemb Inov Pertan. 2(3):163-176.

Hendrawati E, Erlinda Y, Radian. 2014. Analisis persepsi petani dalam penggunaan benih padi unggul di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. J Soc Econ Agr. 3(1):53-57.

Hosmer DW, Lemeshow S. 2000. Applied survival analysis regression modeling of time to event data. New York (US): John Wiley and Sons, Inc.

Hovland CL. 2007. Definisi komunikasi. Jakarta(ID): PT. Raja Grafindo Persada.

Hubeis AVS, Priono M, Sedyaningsih S, Sriati A, Bintari A, Rusli Y, Mientarti. 2007. Komunikasi inovasi. Ed 2. Jakarta (ID): Universitas Terbuka.

Iskandar D. 2012. Inovasi dan difusi teknologi agroforestri untuk peningkatan pendapatan petani. Dalam: Widiyatno, Prasetyo E, Kuswantoro DP, Widyaningsih TS, editors. Pembaharuan agro-forestri Indonesia: benteng terakhir kelestarian, ketahanan pangan, kesehatan, dan kemakmuran. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri III; 2012 Mei 29; Yogyakarta, Indonesia. Yogyakarta (ID): Universitas Gadjah Mada. hlm. 534-538.

Leeuwis C. 2009. Komunikasi untuk inovasi pedesaan: berpikir kembali tentang penyuluhan pertanian. Yogyakarta (ID): Kanisius.

Mardikanto T. 2010. Komunikasi pembangunan: acuan bagi akademisi, praktisi, dan peminat komunikasi pembangunan. Surakarta (ID): UNS Press.

Pyndick RS, Rubinfeld DL. 1998. Econometric models and economic forecast. 4th ed. Singapore (SG): McGraw Hill.

Rogers, EM. 2003. Diffusion of innovations. 5th ed. New York (US): The Free Press.

Saptana, Ashari. 2007. Pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kemitraan usaha. J Penelit Pengemb Pertan. 26(4):123-130.

Sevilla CG, Ochave JA, Punsalan TG, Regala BP, Uriarte GG. 2007. Research methods. Quezon City (PH): Rex Printing Company.

Slamet M. 1985. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam penbangunan pedesaan. Interaksi. 1(1):3-7.

Soenarno ARP. 2015. Analisis pengaruh kualitas informasi dan kredibilitas sumber terhadap kegunaan informasi dan dampaknya pada adopsi informasi. J Adm Bisnis [Intenet]. [diunduh 2016 Jun 16]; 25(1):1-8. Tersedia dari: http://administrasibisnis.student journal.ub.ac.id

Soekartawi. 2005. Agribisnis: teori dan aplikasinya. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.

Sunaryo, Joshi L. 2003. Peranan pengetahuan ekologi lokal dalam sistem agroforestri. Bahan ajaran 7. Bogor (ID): World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v34n2.2016.135-144

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo