Analisis Kepuasan Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik pada Tanaman Padi

I Gusti Made Gama, Rina Oktaviani, Amzul Rifin

Abstract


English
Demand for rice as Indonesian main food staple continues increasing along with the population growth. Currently, most of rice production is still supported by use of chemical fertilizers not environmentally friendly. Government through the Minister of Agriculture Regulation No. 40/2007 recommends organic fertilizer application to improve soil condition and fertility as well as to increase inorganic fertilizer efficiency. One of the organic fertilizers which has been widely applied by farmers is Beka-Pomi fertilizer, a package consisting of Beka decomposer and Pomi organic fertilizers. This research aims to analyze Beta-Pomi customers segmentation, customer satisfaction level, and the main factors affecting farmers’ satisfaction as the fertilizer users. Primary data were collected through random survey of 180 paddy farmers using the fertilizer in Central Java, West Kalimantan, and Lampung Provinces in February-June 2016. The data were analyzed using the descriptive, IPA, CHAID, and CSI methods. Results of analysis indicated that the fertilizer users were dominated by farmers of productive age group (76%), Jajar Legowo and Haston planting pattern (90%), with educational level from primary to secondary schools (91%), agriculture as side job (73%), and land tenure less than 1 hectare (61%). Most farmers satisfied with the Beka-Pomi fertilizer performance (CSI = 80.22%). The main determinants of the satisfaction were land area, planting pattern, educational level, product opinion, farmers’ activities, farmers’ interest, absence of side effects, ability to produce paddy above 10 tonnes/hectare and quick response from the officers. To increase Beka-Pomi sales, it is necessary to improve facilities and field officers’ qualities, decrease product price, and appreciate the farmers applying the fertilizer.

 
Indonesian
Kebutuhan beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Sampai saat ini, sebagian besar produksi padi masih didukung oleh penggunaan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/2007 merekomendasikan penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki kondisi dan kesuburan tanah, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik. Salah satu pupuk organik/hayati yang telah beredar di kalangan petani adalah pupuk Beka-Pomi yang merupakan paket pupuk hayati (decomposer) Beka dan organik Pomi untuk tanaman padi. Penelitian bertujuan menganalisis segmentasi, tingkat kepuasan, dan faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan petani sebagai konsumen pupuk. Data dikumpulkan melalui survei secara acak pada 180 petani padi yang telah menggunakan pupuk Beka-Pomi di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Lampung pada bulan Februari-Juni 2016. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif, IPA, CHAID, dan CSI. Penelitian menunjukkan bahwa pengguna pupuk Beka-Pomi didominasi oleh petani kelompok umur produktif (76%), pola tanam Jajar Legowo dan Haston (90%), tingkat pendidikan setingkat SD─SMA (91%), pekerjaan sampingan di bidang pertanian (73%), dan luas lahan kurang dari 1 ha (61%). Petani merasa sangat puas (CSI = 80,22%) pada kinerja pupuk Beka-Pomi. Kepuasan petani dipengaruhi luas lahan, pola tanam, pendidikan, opini produk, aktivitas petani, minat petani, tidak adanya efek samping, kemampuan menghasilkan padi di atas 10 ton/ha, dan respons cepat petugas. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penjualan Beka-Pomi ialah meningkatkan fasilitas dan kualitas petugas lapangan, menurunkan harga produk, dan mengapresiasi petani pengguna.

Keywords


kepuasan konsumen, petani padi, pupuk organik, customer satisfaction, organic fertilizer, paddy farmers

Full Text:

PDF

References


Agustanti VMF. 2011. Analisis kepuasan konsumen The Coffee Bean & Tea Leaf Sudirman Plaza [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Amita RW. 2013. Analisis kepuasan masyarakat terhadap pembuatan akte kelahiran di Depok Jawa Barat [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Aryanto A, Triadiati, Sugiyanta. 2015. Pertumbuhan dan produksi padi sawah dan gogo dengan pemberian pupuk hayati berbasis bakteri pemacu tumbuh di tanah masam. J Ilmu Pertan Indones. 20(3):229-235.

Ayudia L, Fitriyani, Bangun YR. 2014. Impact of SRI organic as community development program of PT Medco E & P Indonesia. J Manaj Agribis. 11(3):164-17.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014. Tabel luas panen-produktivitas-produksi tanaman padi seluruh provinsi. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

Bisnis.com. 2013 Jul 16. 400 pengusaha pupuk organik gulung tikar [Internet]. [diunduh 2016 Des 5]. Tersedia dari: http://industri.bisnis.com/read/20130716/99/151193/400-pengusaha-pupukorganik-gulung-tikar.

[Ditjen PSP] Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2015. Pupuk terdaftar 2015. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Handayani S. 2007. Analisis kepuasan minuman isotonik Mizone [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Hasana SN, Kunto YS. 2006. Analisis CHAID sebagai alat bantu statistik untuk segmentasi pasar (Studi kasus pada Koperasi Syariah Al-Hidayah). J Pemasar. 1(2):88-97.

Hatta M, Rosmayati. 2015. Profil karakter tanaman padi populasi BULK generasi F4 pada kondisi kahat hara NPK. J Floratek. 1(10):10-17

Hermawan W. 2015. Analisis kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dalam pendaftaran tanah pertama kali pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Ibnu M, Hutabarat B. 2012. Prediksi adopsi teknologi dalam budi daya padi di Desa Sukoharjo dan Wonokarto, Kecamatan Sekampung Lampung Timur, Indonesia. J Agro Ekon. 30(1):59-79.

Indraningsih KS. 2011. Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usaha tani terpadu. J Agro Ekon. 29(1):1-24.

Irawan H. 2002. 10 prinsip kepuasan pelanggan. Jakarta (ID): Elex Media Komputindo.

Jafri J, Rudi R, Rahmat S, Asmawi. 2015. Interaksi partisipatif antara penyuluh pertanian dan kelompok tani menuju kemandirian petani. J Agro Ekon. 33(2):161-177.

Kotler P. 2002. Manajemen pemasaran. Edisi bahasa Indonesia. Jilid 1. Jakarta (ID): Prenhall Indonesia.

Kusnadi N, Tinaprilla N, Susilowati SH, Purwoto A. 2011. Analisis efisiensi usahatani padi di beberapa sentra produksi padi di Indonesia. J Agro Ekon. 29(1):25-48.

Medan Bisnis. 2011. Produsen pupuk organik terancam gulung tikar [Internet]. [diunduh 2015 Des 14]. Tersedia dari: https://www.google.co.id/#q=produsen+pupuk+organik+dan+hayati+terancam+gulung+tikar.

Muchlis MB. 2011. Aplikasi pupuk anorganik dan pupuk organik hayati pada budi daya padi SRI (System of Rice Intensification) [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Mustikarini F, Retnaningsih, Simanjuntak M. 2014. Kepuasan dan loyalitas petani padi terhadap pestisida. J Ilmu Kel Konsum. 7(2):93-102.

Nazam M, Sabiham S, Pramudya B, Widiatmika, Rusastra IW. 2011. Penetapan luas lahan optimum usahatani padi sawah mendukung kemandirian pangan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. J Agro Ekon. 29(2):113-145.

Nunung K, Tinaprilla N, Susilowati SH, Purwoto A. 2011. Analisis efisiensi usaha tani padi di beberapa sentra produksi padi di Indonesia. J Agro Ekon. 29(1):25-48.

Nuryani SHU, Haji M, Widya N. 2010. Serapan hara N, P, K pada tanaman padi dengan berbagai lama penggunaan pupuk organik pada vertisol Sragen. J Tanah. 10(1):1-13.

Padmanabha IG, Arthagama IDM, Dibia IN. 2014. Pengaruh dosis pupuk organik dan anorganik terhadap hasil padi (Oryza sativa L.) dan sifat kimia tanah pada tanah inceptisol Kerambitan Tabanan. E-J Agroekotek Trop. 3(1):41-50.

Parasuraman A, Berry, Leonard L, Zeithaml VA. 1988. SERVQUAL: a multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. J Retail. 64(Spring):12-40.

Parmelee RW, Bohlen PJ, Blair JM. 1998. Earthworms and nutrient cycling processes: integrating across the ecological hierarchy. In: Edwards CA, editor. Earthworm ecology. Boca Raton (US): St. Lucie Press. p. 123-143.

[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian nomor 40/Permentan/OT.140/4/2007 tentang rekomendasi pemupukan N, P, dan K pada padi sawah spesifik lokasi. 2007. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Pramono J. 2004. Kajian penggunaan bahan organik pada padi sawah. Agrosains. 6(1):11-14.

Purba R. 2015. Kajian pemanfaatan pupuk organik pada usaha padi sawah di Serang Banten. Agriekon. 4(1):59-65.

Rusastra IW. 2005. Analisis ekonomi ketenagakerjaan sektor pertanian dan pedesaan di Indonesia. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Saefudin E. 2002. Analisis kepuasan konsumen terhadap merek produk pestisida Proclaim 5SG PT Syngenta Indonesia [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Santoso AB. 2015. Pengaruh luas lahan dan pupuk bersubsidi terhadap produksi padi nasional. J Ilmu Pertan Indones. 20(3):208-212.

Saragih B. 2000. Agribisnis sebagai landasan pembangunan ekonomi Indonesia dalam era millenium baru. J Studi Pembang Kemasy Lingkung. 2(1):1-9.

Saraswati R. 2012. Teknologi pupuk hayati untuk efisiensi pemupukan dan keberlanjutan sistem produksi pertanian. Dalam: Wigena P, Nurida NL, Setyorini D, Husnain, Husen E, Suryani E, editors. Seminar Nasional Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi; 2012 Jun 29-30; Bogor, Indonesia. Bogor (ID): Balai Besar Penelitian dan Pengembangan S umberdaya Lahan Pertanian. hlm. 727-738.

Sebayang HT, Sudiarso, Lupirinita. 2004. Pengaruh sistem tanam dan kombinasi pemupukan organik dan anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah (Oryza sativa L). J Habitat. 15(1):111-124.

Setyawan T. 2013. Aplikasi pembenaman jerami, pupuk organik, dan pupuk hayati untuk pengurangan dosis pupuk NPK pada padi sawah [Skripsi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Simamora H. 2004. Manajemen sumber daya manusia. Ed ke-3. Cetakan pertama. Yogyakarta (ID): STIE YKPN.

Siswanto T. 2014. Peran pupuk organik dalam peningkatan efisiensi pupuk anorganik pada padi (Oryza sativa L.) [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Siswanto T, Sugiyanta, Melati M. 2015. Peran pupuk organik dalam peningkatan efisiensi pupuk anorganik pada padi. J Agron Indones. 43(1):8-14.

Subarna T. 2013. Apresiasi petani terhadap teknologi dan penyuluhan pertanian dalam peningkatan produksi padi di Jawa Barat. J Bina Praja. 5(2):133-140.

Sumarno, Kartasasmita UG. 2012. Kesiapan petani menggunakan pupuk organik pada padi sawah. J Penel Pertan Tanam Pangan. 31(3):137-144.

Sumarwan U. 2004. Perilaku konsumen: teori dan penerapannya dalam pemasaran. Bogor (ID): Ghalia Indonesia.

Syam’u E, Kaimuddi, Dachla A. 2012. Pertumbuhan vegetatif dan serapan N tanaman yang diaplikasikan pupuk N anorganik dan mikroba penambat N non-simbiotik. J Agrivigor. 11(2):261-251.

Wibowo NI, Alawiyah NS. 2014. Efektivitas pupuk hayati dalam mensubstitusi pupuk kimia sintetik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman stroberi (Fragaria sp.). J Agrosci. 4(2):140-144.

Wijayanti N, Paranoan D, Kalalinggi R. 2015. Analisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Kutai Timur. J Adm Reform. 3(2):263-275.

Zuwita ER. 2012. Analisis kepuasan pengguna jasa pelayanan perizinan penanaman modal di pelayanan Badan Koordinasi Pelayanan Modal (BKPM) [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v34n2.2016.105-122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo