Dampak Kebijakan Input, Output, dan Perdagangan Beras terhadap Diversifikasi Pangan Pokok

Edi Setiawan, Sri Hartoyo, Bonar M. Sinaga, M. Parulian Hutagaol

Abstract


English
As one of the five most populous countries in the world, Indonesia has a big challenge to meet the food needs of its people. Food diversification has long been an important agenda of the national agricultural development planning program, but the achievement, however, remains disappointing. This paper aims to analyze the impacts of rice input, output and trade policy on diversification of major staple food consumption and production. This study analyzes four main staple foods, i.e. rice, maize, cassava, and wheat using national series data for the period of 1981-2013. The System of Simultaneous Equations Model consisting of 22 structural equations and 31 identity equations were estimated using a Two-Stage Least Square method. The results show that single policy instrument of reducing fertilizer and seed subsidies and increasing the government purchasing price policy increase diversification of food consumption and production. Increasing rice import tariff is not effective to improve either consumption nor production diversification, but rice import ban could improve consumption diversification. Increasing the government purchasing price is not quite effective as the compensation for the fertilizer subsidy reduction. The fertilizer subsidy reduction policy should be conducted gradually. Seed subsidy reduction combined with rice import ban is considered as an alternative to the existing policy.


Indonesian
Sebagai salah satu dari lima negara dengan penduduk terbesar di dunia, Indonesia mempunyai tantangan cukup besar dalam pemenuhan konsumsi pangan penduduknya. Diversifikasi pangan sudah lama menjadi salah satu agenda penting dalam program nasional pembangunan pertaniani namun pencapaiannya masih jauh dari yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan input, output, dan perdagangan beras terhadap diversifikasi produksi dan konsumsi pangan pokok yaitu, beras, jagung, ubi kayu, dan terigu, untuk data tingkat nasional tahun 1981–2013. Penelitian ini menggunakan model persamaan simultan, terdiri atas 22 persamaan struktural dan 31 persamaan identitas yang diestimasi dengan metode Two Stage Least Square (2SLS). Hasilnya menunjukkan bahwa kebijakan tunggal baik pengurangan subsidi pupuk dan benih, maupun kebijakan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah mampu meningkatkan diversifikasi produksi dan konsumsi pangan pokok. Kebijakan tarif impor beras tidak efektif untuk meningkatkan diversifikasi konsumsi dan produksi pangan pokok, tetapi kebijakan pelarangan impor dapat meningkatkan diversifikasi konsumsi pangan. Kebijakan peningkatan harga pembelian pemerintah terbukti kurang efektif sebagai kompensasi pengurangan subsidi pupuk. Kebijakan pengurangan subsidi pupuk harus diterapkan secara bertahap. Pengurangan subsidi benih yang disertai dengan pelarangan impor dapat menjadi kebijakan alternatif saat ini.

Keywords


diversifikasi pangan, harga output, kebijakan perdagangan beras, pangan pokok, subsidi input, food diversification, input subsidy, price output policy, rice trade policy, staple food

Full Text:

PDF

References


Abidin MZ. 2015. Dampak kebijakan impor beras dan ketahanan pangan dalam perspektif kesejahteraan sosial. Sosio Informa [Internet]. [diunduh 2016 Nov 3]; 1(03):213-230. Tersedia dari: http://ejournal. kemsos.go.id/index.php/Sosioinforma/article/ viewFile/ 168/110

Anggraini EF. 2015. Pengaruh substitusi bekatul (rice bran) terhadap sifat organoleptik donat. Boga [Internet]. [diunduh 2016 Nov 3]; 4(08):63-70. Tersedia dari: http://ejournal.unesa.ac.id/article/ 13239/48/article.pdf

Ariani M. 2010. Analisis konsumsi pangan tingkat masyarakat mendukung pencapaian diversifikasi pangan. J Gizi Indones [Internet]. [diunduh 2013 Mar 7]; 33(1):20-28. Tersedia dari: http://ejournal. persagi.org/go/index.php/Gizi_Indon/article/view File/84/81

Ariani M, Suradisastra K, Saad NS, Hendayana R, Soeparno H, Pasandaran E, editors. 2013. Diversifikasi pangan dan transformasi pem-bangunan pertanian. Jakarta (ID): IAARD Press.

[BKF] Badan Kebijakan Fiskal. 2012. Analisis efektifitas kebijakan subsidi pupuk dan benih. Laporan Kegiatan Jakarta (ID): Badan Kebijakan Fiskal.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2014. Pedoman gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan tahun 2014. Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 1980-2015a. Statistik Indonesia. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS]. Badan Pusat Statistik. 1980–2015b. Neraca bahan makanan Indonesia. Jakarta (ID). Badan Pusat Statistik.

[BPS]. Badan Pusat Statistik. 1980–2015c. Statistik harga konsumen Indonesia. Jakarta (ID). Badan Pusat Statistik.

[BPPKP] Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan. 2013. Kajian peran kebijakan perdagangan dalam rangka percepatan swasembada pangan. Jakarta (ID): Kementerian Perdagangan.

Firdaus M, Baga LM, Pratiwi P. 2008. Swasembada beras dari masa ke masa: telaah efektivitas kebijakan dan perumusan strategi nasional. Bogor (ID): IPB Press.

Habib A. 2013. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhiproduksi jagung. Agrium [Internet] [diunduh 2016 Jan 3]; 18(1):79-87. Tersedia dari http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/agrium/article/viewFile/347/314

Hanjani RI, Syafrial, Suhartini. 2013. Dampak kebijakan proteksi tarif dan kuota impor beras terhadap kinerja perberasan Indonesia. Habitat [Internet]. [diunduh 2016 Feb 6]; 24(2):96-109. Tersedia dari http://habitat.ub.ac.id/index.php/ habitat/article/viewFile/109/194

Hermawan I. 2014. Analisis dampak kebijakan subsidi pupuk urea dan TSP terhadap produksi padi dan capaian swasembada pangan di Indonesia. J Ekon Kebijak Pub [Internet]. [diunduh 2016 Feb 6]; 5(1):63-78. Tersedia dari: https://jurnal.dpr.go.id/ index.php/ekp/article/view/145/93

Jamal E, Hendiarto, Ariningsih E. 2008. Analisis kebijakan penentuan harga pembelian pemerintah. Pengemb Inov Pertan [Internet]. [diunduh 2016 Feb 6]; 1(1):74-81. Tersedia dari: http://pustaka. litbang.pertanian.go.id/publikasi/ip011086.pdf

Kariyasa K. 2007. Usulan HET pupuk berdasarkan tingkat efektifitas kebijakan harga pembelian gabah. Anal Kebijak Pertan [Internet]. [diunduh 2016 Mar 23]; 5(1):72-85. Tersedia dari: http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/4371/3688

Koutsoyiannis A. 1977. Theory of econometrics: an introductory exposition of econometric methods. Second Edition. London (UK): The Macmillan Press Ltd.

Kristian. 2015. Determinan produksi, konsumsi dan harga ubi kayu Indonesia. Inov Pembang [Internet]. [diunduh 2016 Nov 3]; 3(1):1-23. Tersedia dari: http://e-jurnal.balitbangnovda lampung.org/user/files/400023439.pdf

Kumalasari DA, Hanani N, Purnomo M. 2013. Skenario kebijakan swasembada beras di Indonesia. Habitat [Internet]. [diunduh 2015 Des 5]; 25(1):48-63. Tersedia dari: http://habitat.ub.ac. id/index.php/habitat/article/view/100

Lantarsih R, Widodo S, Darwanto DH, Lestari SB, Paramita S. 2011. Sistem ketahanan pangan nasional: kontribusi ketersediaan dan konsumsi energi serta optimalisasi distribusi beras. Anal Kebijak Pertan [Internet]. [diunduh 2015 Sep 11]; 9(1):33-51. Tersedia dari: http://ejurnal.litbang. Pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/4186/3529

Machfoedz MM. 2011. Mewujudkan ketahanan berke-daulatan: reorientasi kebijakan politik pangan. J Dialog Kebijak Pub [Internet]. [diunduh 2016 Jul 14]; 4(3):9-20. Tersedia dari: http://ejurnal. kependudukan.lipi.go.id/ojs248jki/index.php/ jki/article/view/24

Mardianto S. 2013. Dampak perubahan komponen sistem inovasi padi terhadap sektor pertanian dan kemiskinan [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Maulana M. 2012. Prospek implementasi kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) multikualitas gabah, dan beras di Indonesia. Anal Kebijak Pertan [Internet]. [diunduh 2016 Nov 3]; 10(3):211-223. Tersedia dari: http://ejurnal.litbang.pertanian. go.id/index.php/akp/article/view/4088/3415 doi: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v10n3.2012.211-223

. Pangestika VB, Syafrial, Suhartini. 2015. Simulasi kebijakan tarif impor jagung terhadap kinerja ekonomi jagung di Indonesia. Habitat [Internet]. [diunduh 2016 Feb 12]; 26 (2):100-107. Tersedia dari: http://habitat.ub.ac.id/index.php/habitat/ article/download/ 193/224

Pindyck RS, Rubenfield DL. 1991. Econometric models and economic forecasts. 3rd Ed. New York (US): McGraw Hill Inc.

Prayuginingsih H. 2008. Perkiraan kondisi perberasan nasional tahun 2020. Agritop [Internet]. [diunduh 2014 Agt 4]; 6(2):113-120. Tersedia dari: http://digilib.unmuhjember.ac.id/files/disk1/2/umj-1x-henikprayu-59-1-3.perkir-0.pdf

Riyanto W, Ridwansyah M, Umiyati E. 2013. Permintaan beras di Provinsi Jambi (penerapan partial adjustment model). J Perspekt Pembiayaan Pembang Drh [Internet]. [diunduh 2016 Nov 3]; 1(1):11-20. Tersedia dari: http://online-journal.unja. ac.id/index.php/JES/article/download/1337/875

Rosmawati H. 2009. Analisis surplus dan distribusi pemasaran beras produksi petani Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur. Agronobis [Internet]. [diunduh 2016 Jul 9]; 1(1):99-116. Tersedia dari: https://agronobisunbara.files. wordpress.com/2012/11/13-hal-99-116-henny.pdf

Santoso AB. 2015. Pengaruh luas lahan dan pupuk bersubsidi terhadap produksi padi nasional. J Ilmu Pertan Indones [Internet]. [diunduh 2016 Jun 8]; 20 (3): 208-212. Tersedia dari: http:// journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/10732

Sembiring SA, Harianto, Siregar H, Saragih B. 2012. Dampak kebijakan pemerintah melalui instruksi Presiden tahun 2005-2008 tentang kebijakan perberasan terhadap ketahanan pangan. Forum Pascasarjana IPB. 35 (1):15-24.

Sinaga BM, Sitepu RK. 2006. Aplikasi model ekonometrika estimasi, simulasi dan peramalan menggunakan Program SAS. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Suryana A. 2005. Kebijakan ketahanan pangan nasional. Makalah Simposium Nasional Ketahanan dan Keamanaan Pangan pada Era Otonomi dan Globalisasi. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Widiarsih D. 2012. Pengaruh sektor komoditi beras terhadap inflasi bahan makanan. J Sos Ekon Pembang [Internet]. [diunduh 2016 Nov 3]; 2(6):224-256. Tersedia dari: http://www. ekonomipembangunan.com/wp-content/uploads/ 2012/12/3_Dwi-Widiarsih.pdf.

Widyawati W, Syafrial, Mustadjab MM. 2014. Dampak kebijakan tarif impor beras terhadap kinerja ekonomi beras di Indonesia. Habitat [Internet]. [diunduh 2016 Feb 6]; 25(2):125-134. Tersedia dari: http://habitat.ub.ac.id/index.php/habitat/ article/view/150




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v34n2.2016.81-104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo