Sebuah Catatan Tentang Definisi Petani Besar dan Kecil

nFN Soekartawi

Abstract


Indonesian

Artikel ini menyuguhkan ‘cara baru’  bagaimana membuat batasan usahatani ‘besar’ dan ‘kecil’ sebagai usaha untuk memperbaiki ‘cara lama’ (yang biasanya dipakai dengan mendasarkan diri pada batasan nilai tengah atau rata-rata luas usahatani). Model non linear regression di pakai pada cara baru tersebut dan hasilnya ternyata berbeda bila dibandingkan dengan cara lama. Keunggulan cara baru ini adalah mampu di pakai untuk memisahkan usahatani besar dan kecil secara lebih baik berdasarkan masing-masing teknologi yang ada pada kelompok usahatani tersebut dan berdasarkan distribusi luas usahatani yang ada. Sedangkan kelemahan cara baru ini adalah bila paket regresi non-linear belum tersedia di komputer di Indonesia, maka ia tidak dapat dikerjakan. Implikasi dari cara ini adalah pemberian batasan tentang petani atau usahatani besar dan kecil yang keliru akan menghasilkan implikasi  kebijaksanaan yang keliru pula.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v3n2.1984.11-17

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo