Sources of Major Agricultural Export Earnings Stability in Indonesia

Pantjar Simatupang

Abstract


Indonesian

Stabilitas penerimaan ekspor adalah penting untuk mengurangi premi resiko bagi eksportir. Oleh karena itu, stabilitas penerimaan ekspor dapat mempengaruhi volume ekspor, dan selanjutnya tingkat produksi. Stabilitas penerimaan ekspor juga penting bagi pemerintah dalam mengelola cadangan devisa. Stabilitas penerimaan ekspor juga mempengaruhi tingkat nilai tukar. Oleh karena itu, pemahaman akan sumber penyebab ketidakstabilan penerimaan ekspor adalah sangat penting, sehingga dapat diambil kebijakan yang tepat. Dalam penelitian ini dibahas sumber ketidakstabilan penerimaan ekspor dari empat komoditi ekspor utama Indonesia yaitu karet, kopi, kelapa sawit, dan teh dengan mempergunakan sidik ragam. Komoditi yang paling tidak stabil nilai ekspomya adalah karet dan kopi. Sumber utama ketidakstabilan penerimaan dari ekspor karet adalah harga internasional selama periode 1976-1985. Harga internasional merupakan sumber utama ketidakstabilan dari ekspor kopi pada periode 1976-1980. Namun, pada periode 1981-1985 volume eksporlah yang menjadi sumber utama ketidakstabilan. Kelapa sawit dan teh sama seperti ketidakstabilan pada kopi.


English

Export earning stability is important for exporters to reduce risks premium. Hence, it may affect the volume of export and then production. For the government export earning stability is important in managing its foreign exchange reserve. Export earning stability may also affect the prevailing exchange rate. Understanding the causes of export earning instability will be useful in taking appropriate policies for the export earning stabilization. This paper decomposes the export earning sources of instability of four Indonesia major agricultural export commodities: rubber, coffee, palm oil, and tea using variance analysis. The most unstable is rubber export and followed by coffee. The main source of instability for rubber is international price for the 1976-1985 period. Price was the main source of instability for coffee during the 1976-1980 period. But in the 1981-1985 period, quantity is the main source of export earning instability. Palm oil and tea follow the same pattern with coffee.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v7n1.1988.47-60

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo