Model Multinomial Logit dan Aplikasinya dalam Analisa Proses Adopsi Varietas Padi

nFN Erwidodo

Abstract


English

A Multinomial or multivariate logit model is, unlike logit model, rarely used for analyzing adoption processes of new agricultural technology in Indonesia. This model is more flexible in terms of its capability to accomodate a multiple-choice decision making process faced by farmer. This article attempts to present a multinomial logit model and its application in assessing a varietal adoption process in rice farming. The discusion focuses on result interpretation, not policy implications due to the fact that the data used in this analysis is relatively outdated. The result shows that price of paddy (gabah) received by farmer, price of fertilizer, labor wages, and total area planted are important determinant for varietal adoption processes. Implementing any policies which tends to favor consumers will, therefore, discourage the adoption of new varieties, which in the long run against the government's effort of maintaining rice-self sufficiency.


Indonesian


Model multinomial atau multivariate logit, tidak seperti model logit, masih jarang diterapkan dalam menganalisa proses adopsi teknologi usahatani di Indonesia. Model ini lebih fleksibel karena dapat mengakomodasikan berbagai pilihan yang dihadapi oleh pengambilan keputusan, tidak terbatas hanya dua pilihan sebagaimana dalam model logit. Tulisan ini bertujuan untuk mengetengahkan model multinomial logit dan penerapannya dalam menganalisa proses adopsi varietas padi. Penekanan diberikan pada interpretasi hasil analisa, bukan implikasi kebijaksanaan, mengingat data yang dipergunakan relatif kedaluarsa. Dari hasil analisa empiris adopsi varietas unggul padi di wilayah DAS Cimanuk, diketahui bahwa harga keluaran dan masukan sangat menentukan peluang diterapkannya varietas unggul. Harga gabah yang petani, harga pupuk, upah tenaga kerja dan luas lahan garapan sangat menentukan peluang pilihan varietas yang ditanam petani. Kebijaksanaan harga gabah yang terlalu condong kepada kepentingan konsumen, akan menghambat proses adopsi varietas baru yang pada akhimya menghambat upaya mempertahankan swasembada beras.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v9n1.1990.1-11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo