The Total Factor Productivity Measurement of Corn in Java, 1972-1992

Bambang Sayaka

Abstract


Indonesian

Total Factor Productivity (TFP) jagung di Jawa selama periode 1972-1992 selalu positif, berkisar dari 1.8826 sampai 2.3681. Selama periode tersebut TFP banyak meningkat 0.02 persen per tahun. Untuk sub-periode 1972-1977 dan 1977-1982 pertumbuhan TFP negatif dan menjadi positif pada dua sub-periode berikutnya, 1982-1987 dan 1987-1992. Disamping gangguan alam dan hambatan teknis, rendahnya pertumbuhan TFP tersebut menunjukkan hampir tidak adanya perubahan teknologi dalam produksi jagung. Kemajuan teknologi produksi perlu ditingkatkan bukan hanya melalui banyaknya input yang dipergunakan, tetapi juga jenisnya serta efisiensi pemanfaatannya. Kemudahan memperoleh kredit usaha tani (KUT) untuk jagung adalah sangat perlu karena salah satu hambatan utama yang dihadapi petani adalah terbatasnya modal, misalnya untuk membeli benih varietas unggul.

Keywords


productivity; technological progress; corn; Java

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v14n1.1995.39-49

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo