Analisis Daya Saing Susu Segar Dalam Negeri Pasca Krisis Ekonomi dan Dampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Usaha Peternakan Sapi Perah di Indonesia

Nyak Ilham, Dewa K.S. Swastika

Abstract


English

Economic crisis has positive as well as negative impacts. The positive impact is that, it caused an increase in the price of imported milk, hence increased the competitiveness of domestic fresh milk. On the other side, the crisis was also caused an increase in prices of dairy farm inputs, such as cows and feed. The question is whether these impacts provide more incentive or disincentive to farmers who mostly are smallholders and members of cooperative. There are three objectives of the study, which are: (1) to assess the economic impact on the competitiveness of small-holder dairy farm; (2) to assess the impact of increasing Rupiah exchange rate on the competitiveness of domestic fresh milk; and (3) to assess the impact of government intervention on the performance of dairy farm industry. The primary data were collected from farmers in the two provinces West Java and East Java, using two steps stratified sampling method based on topography and farm size. In addition, the secondary data were collected from sources, such as Primary Cooperatives, Secondary Cooperatives (GKSI), CBS, Directorate General of Livestock Service, and other related institutions. The data were analyzed by using Policy Analysis Matrix (PAM). The results showed that after the crisis, the domestic dairy farm industry is economically more efficient, in both high, low to medium altitudes. The DRCRs are ranged from 0,5735 to 0,6713. If interest rate fixed at 18 percent per annum, domestic fresh milk still have competitive at the exchange rate are ranged from Rp 6000,- to Rp 6500,- per US dollar. Net impact of government policy did not provide an incentive to farmers. This was indicated by the magnitud of EPC = 0, 7063, mainly due to the low price of fresh milk at IPS level compared to its border price (CIF).


Indonesian

Krisis ekonomi menyebabkan meningkatnya harga bahan baku susu impor, mengakibatkan meningkatkan daya saing susu segar dalam negeri (SSDN). Sisi lain, krisis ekonomi juga meningkatkan harga input usaha peternakan sapi perah, terutama pakan konsentrat dan sapi bibit. Permasalahannya adalah bagaimana dampak total tersebut terhadap daya saing SSDN yang sebagian besar merupakan produk usaha peternakan rakyat yang tergabung dalam wadah koperasi. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu : (1) Menganalisis dampak krisis ekonomi terhadap daya saing usaha peternakan sapi perah rakyat; (2) menganalisis dampak menguatnya nilai tukar rupiah terhadap daya saing produk SSDN dengan produk impor; dan (3) Menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap usaha tersebut. Data primer yang digunakan pada penelitian ini dikumpulkan dari peternak pada daerah sentra produksi utama, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur dengan metode stratifikasi dua tahap, yaitu topografi lokasi dan skala pemilikan sapi laktasi. Data sekunder diperoleh dari koperasi primer susu, GKSI, BPS, Direktorat Jenderal Peternakan dan instansi terkait lainnya. Analisis data dilakukan dengan metoda matriks analisis kebijakan atau Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan adanya krisis ekonomi, daya saing produk SSDN menjadi sangat efisien dengan nilai DRCR antara 0,5735-0,6713. Jika suku bunga bank tetap pada kondisi 18 persen per tahun, produk SSDN akan tetap memiliki daya saing jika nilai tukar rupiah berada antara Rp 6.000,- - Rp 6.500,- per dolar AS. Dampak bersih kebijakan pemerintah dan distorsi pasar yang ada memberikan disinsentif bagi peternak sapi perah untuk berproduksi, hal ini diindikasikan oleh nilai rataan EPC sebesar 0,7063, terutama dalam menentukan harga SSDN di tingkat IPS yang jauh lebih murah dari harga CIF.

Keywords


daya saing; susu; Indonesia; competitiveness; dairy farm

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v19n1.2001.19-43

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo