Predicting Technology Adoption in Paddy (Rice) Cultivation at Sukoharjo and Wonokarto Village of Sekampung Subdistrict in East District of Lampung Province, Indonesia

Muhammad Ibnu, Budiman Hutabarat

Abstract


Indonesian

Pengenalan banyak teknologi baru selama ini telah semakin kurang berhasil, sebagaimana ditunjukkan oleh tingkat adopsinya yang rendah. Proses pengenalan teknologi baru padi sampai petani berkeinginan untuk mengadopsinya memang bukanlah hal mudah. Tujuan makalah ini adalah menganalisi faktor-faktor yang menjadi penggerak niat petani untuk mengadopsi teknologi baru dalam budidaya padi dengan mempertimbangkan efek simultan dari peubah-peubah terukur dan variabel peubah-peubah laten yang mempengaruhi niat petani. Penelitian ini mengintegrasikan technology acceptance model (TAM) dan theory of planned behavior (TPB) untuk memprakirakan penerimaan teknologi petani melalui pengukuran niat dan kemampuan menjelaskan maksud mereka dalam hal sikap, persepsi kemudahan penggunaan, penggunaan, pengalaman masa lalu, persepsi pengaruh perilaku, dan peubah-peubah yang saling berhubungan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peubah persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan pengalaman masa lalu petani secara positif mempengaruhi sikap petani terhadap adopsi teknologi baru. Selain itu, hasil analisi juga menunjukkan bahwa peubah sikap persepsi yang mengendalian perilaku, persepsi keguanaan, kondisi fasilitas pendukung dan persepsi risiko secara positif mempengaruhi niat petani dalam mengadopsi teknologi.


English

The introduction of many new technologies has come up with limited success, as indicated by the low of observed rates of adoption. Furthermore, the process of   introduction until paddy farmers have willingness to adopt this new technology is not always easy. The objective of this paper is to analyze factors that drive farmers’ intention to adopt a new technology in paddy cultivation, by taking into account simultaneous effects of measured and latent variables influencing the intention. This study uses integrated technology acceptance model (TAM) and theory of planned behavior (TPB) for predicting farmers’ technology acceptance by measuring their intentions, and the ability to explain their intentions in terms of their attitudes, perceived ease of use, perceived usefulness, past experience, perceived behavioral control, and interrelated variables.  Results of this paper reveal that attitude, perceived behavioral control, perceived usefulness, resource facilitating conditions and perceived risks positively engender the intention of agricultural technology adoption.

Keywords


niat petani; perilaku adopsi teknologi pertanian; structural equation models (SEM); technology acceptance model (TAM); theory of planned behavior (TPB); farmers’ intention; agricultural technology adoption

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v30n1.2012.59-79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo