Dampak Pengembangan Produk Turunan Minyak Sawit terhadap Peningkatan Ekspor Produk Minyak Sawit ke Pasar Amerika Serikat

Nila Rifai, Yusman Syaukat, Hermanto Siregar, E. Gumbira-Sa’id

Abstract


English

In 2013, the world palm oil production reached 55.7 million tons. Indonesia and Malaysia shared 86 percent in the world palm oil market with their production volumes of 26.7 and 21.7 million tons, respectively. This study aimed to analyze the impacts of palm oil derivative products development on improved palm oil export and its derivative products to the US market. This analysis used times series data from 1992 to 2012. Data were analyzed using a Two-Stage Least Squares (2SLS) approach. Results of the study show that policy to develop palm oil derivative products will increase export of palm oil and its derivative products to USA market and decrease total export of Indonesia CPO. The better policy option is enhancing CPO export tax along with improved rupiah’s exchange rate and downstream palm oil industry development. This policy will boost export of Indonesian palm oil derivative products to the US market and significantly reduce CPO export.


Indonesian

Pada tahun 2013, produksi minyak sawit dunia mencapai 55,7 juta ton, dengan kontribusi Indonesia sebesar 26,70 juta ton dan diikuti oleh Malaysia sebesar 21,7 juta ton. Dengan demikian, Indonesia dan Malaysia secara bersama menguasai sekitar 86 persen produksi minyak sawit dunia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pengembangan produk turunan minyak sawit terhadap peningkatan ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke pasar Amerika Serikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder time series tahunan selama periode 1992–2012. Data dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika Two Stages Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri produk turunan minyak sawit mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit ke Amerika Serikat dan mampu menurunkan ekspor minyak sawit mentah yang memiliki nilai tambah yang rendah. Kombinasi kebijakan yang lebih baik adalah dengan program peningkatan pajak ekspor CPO yang didukung oleh peningkatan nilai tukar dan pengembangan industri hilir minyak sawit. Kebijakan ini akan mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan akan menurunkan secara signifikan ekspor minyak sawit dalam bentuk CPO.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v32n2.2014.107-125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo