Mekanisasi Pertanian dan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA)

Herlina Tarigan

Abstract


Agricultural Machinery Services Business (UPJA) is an institution based on the awareness of limited agricultural land, inadequate agricultural labor, fast planting time, and important agricultural modernization. UPJA is expected to overcome farming problems as well as being a factor of economic growth through capital accumulation and agricultural competitiveness. This paper is a critical review that aims to analyze agricultural mechanization and institutional development of UPJA as a rural economic institution for optimizing agricultural machinery. Results of the analysis show that the application of agricultural mechanization has been able to accelerate production process as well as to increase production and farming profits. The Special Effort (Upsus) program through agricultural machinery assistance has not run optimally. One way for optimizing the program is to grow and build UPJA as a manager of agricultural machinery. UPJA has the potential to spur the development of modern agriculture and at the same time it drives farmers’ economy in rural areas. Comprehensive and professional handling of UPJA is possible to develop this institution into a farmers’ corporation.

 

Abstrak

Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) adalah lembaga yang dibangun dari kesadaran bahwa lahan pertanian di Indonesia sudah relatif sempit, tenaga kerja pertanian makin terbatas, perlu mengejar waktu tanam, dan pentingnya modernisasi pertanian. UPJA diperkirakan mampu mengatasi masalah usaha tani sekaligus menjadi faktor pertumbuhan ekonomi melalui akumulasi modal dan daya saing pertanian. Tulisan ini merupakan review ilmiah (critical review) yang bertujuan menganalisis mekanisasi pertanian dan  pengembangan kelembagaan UPJA sebagai lembaga ekonomi desa dalam rangka optimalisasi alsintan. Hasil analisis menunjukkan penerapan mekanisasi pertanian telah mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan produksi, dan keuntungan usaha tani.  Program Upsus melalui bantuan alsintan belum berjalan secara optimal.  Salah satu bentuk upaya optimalisasi adalah dengan menumbuhkan dan membangun UPJA sebagai pengelola alsintan. UPJA potensial memacu berkembangnya pertanian modern sekaligus menggerakkan ekonomi petani di pedesaan.  Penanganan UPJA secara menyeluruh dan profesional berpotensi mengembangkan lembaga ini menjadi korporasi petani.


Keywords


UPJA; upsus; modern agriculture; farmer corporation; pertanian modern; korporasi petani

Full Text:

PDF

References


Ahmad A. 2015. Strategi pengembangan usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian (UPJA) di Kabupaten Sinjai. J KIAT Universitas Alkhairaat 7(1): 78-89.

Aldillah R. 2016. Kinerja pemanfaatan mekanisasi pertanian dan implikasinya dalam upaya percepatan produksi pangan di Indonesia. Forum Penel Agro Ekon 34 (2):163-177.

Anantanyu S. 2011. Kelembagaan petani: peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. SEPA 7(2): 102 – 109

Ariningsih E, Tarigan H. 2005. Keragaan usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) di Jawa Barat:studi kasus di Kabupaten Indramayu. ICASEPS Working Paper No. 79. Bogor (ID): Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

[Ditjen PSP] Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2015. Pedoman pelaksanaan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian APBN-P TA. 2015. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

[Ditjen PSP] Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2018. Pedoman Teknis Pengadaan dan Penyaluran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian. Kementerian Pertanian. 2018. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Farming Id. 2018. Peran penerapan alsintan dalam meningkatkan kesejahteraan petani [Internet]. [diunduh 2018 Nov 5]; Tersedia dari https://farming.id/peran-penerapan-alsintan-dalam-meningkatkan-kesejahteraan-petani/.

Handaka. 2012. Inovasi mekanisasi pertanian berkelanjutan. Tangerang (ID): Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Badan Litbang Pertanian.

Hermanto, Mayrowani H, Prabowo A, Aldillah A, Soeprapto. 2016. Evaluasi rancangan, implementasi dan dampak bantuan mekanisasi terhadap percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Hermanto, Swastika DKS. 2011. Penguatan kelompok tani: langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Anal Kebijak Pertan. 9(4): 371-390.

Hermawan H, Andianyta H. 2012. Lembaga keuangan mikro agribisnis: terobosan penguatan kelembagaan dan pembiayaan pertanian di perdesaan. Anal Kebijak Pertan.10(2): 143-158.

Hutahaean L, Anasiru RH, Sarasutha IGP. 2005. Analisis kelayakan usaha pelayanan jasa alsintan di Sulawesi Tengah. J. Pengkaj Pengemb Teknol. Pertan.8(1): 150-163.

Indraningsih KS, Swastika DKS, Susilowati SH, Syahyuti, Askin A. 2017. Pengembangan model kelembagaan petani dan penyuluhan pertanian mendukung implementasi program Pertanian Modern. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal. Kementerian Pertanian

Kompas.com. 2018. Jokowi Resmikan Korporasi Petani Pertama di Indonesia [Internet]. [diunduh 2018 …]. Tersedia dari: http://www.Kompas.com/

Kuwado FJ. 2018. Jokowi resmikan korporasi petani pertama di Indonesia [Internet]. [diunduh 2018 Nov 3]. Tersedia dari: https://nasional.kompas.com/ read/2018/06/07/12582401/

Mangunwidjaja D, Sailah I. 2005. Pengantar teknologi pertanian. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Manwan I, Ananto EE. 1994. Strategi penelitian dan pengembangan mekanisasi pertanian tanaman pangan Dalam: Ananto et al. (eds). Prospek mekanisasi pertanian tanaman pangan. Bogor (ID): Puslitbangtan, Badan Litbang Pertanian.

Mayrowani H, Pranadji T. 2012. Pola pengembangan kelembagaan UPJA untuk menunjang sistem usaha tani padi yang berdaya saing. Anal Kebijak Pertan. 10(4): 347-360.

Mugniesyah. 2006. Mesin peralatan. Medan (ID): Departement Teknologi Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Nasrul W. 2012. Pengembangan kelembagaan pertanian untuk peningkatan kapasitas petani terhadap pembangunan pertanian. Menara Ilmu 3(29): 166-174.

Owombo A, Ayodele, Koledoye. 2012. Economic impact of agricultural mechanization adoption: Evidence from Maize Farmers in Ondo State, Nigeria. J Agric Biodivers Res.. 1(2): 25-32.

Pramudya B. 1996. Strategi pengembangan alat dan mesin pertanian untuk taman pangan. Agrimedia 2(2): 5-12.

[PSEKP] Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. 2015. Hasil penelitian pertanian modern di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan. Analisis Kebijakan. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Saliem HP, Kariyasa K, Mayrowani H, Agustian A, Friyatno S, Sunarsih. 2015. Prospek pengembangan pertanian modern melalui penggunaan teknologi mekanisasi pertanian pada lahan padi sawah. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementrian Pertanian.

Suryana A, Hermanto, Kariyasa IK, Ariani M, Agustian A, Tarigan H, Rachmita A. 2017. Kebijakan pelaksanaan program peningkatan produksi pangan pokok. Analisis Kebijakan. Bogor (ID): PSEKP, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Tarigan H, Suhaeti RN, Sunarja RR, Darwis V, Hastuti S. 2017. Analisis tipologi dan penguatan kelembagaan petani kecil dalam rangka transformasi menuju petani komersial. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal. Kementerian Pertanian.

Tarigan H. 2018. Tipologi petani dan penguatan kelembagaan dalam Farmpreunership: solusi menumbuhkan generasi petani milenial dan menyejahterakan keluarga petani. Seminar Nasional Agribisnis 2018 dan Loka Karya Nasional FKPTPI Kawasan Timur Indonesia. Denpasar 14-15 September 2018.

Umar S. 2013. Pengelolaan dan pengembangan alsintan untuk mendukung usaha tani padi di lahan pasang surut. J Teknol Pertan. Universitas Mulawarman. 8(2): 37-48.

Wahyudi D. 2015. Urgensi pendampingan terhadap tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan program swasembada dan swasembada berkelanjutan di Kota Padang Sidimpuan. Agrica Ekstensia 10(1) : 57-63.

Yumeikochi. 2011. Modernisasi Pertanian [Internet]. [diunduh 2019 Feb 13]. Tersedia dari: https://yumeikochi.wordpress.com/2011/05/16/modernisasi-pertanian.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v36n2.2018.117-128

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.