Pengembangan Peternakan Rakyat Sapi Potong: Kebijakan Swasembada Daging Sapi dan Kelayakan Usaha Ternak

S. Rusdiana, L. Praharani

Abstract


To achieve animal source food self-sufficiency for coping with increased demand, the government launches policy on beef cattle development. The program focuses on breeding efforts through Artificial Insemination (IB), natural mating, and fattening. It is intended to produce calves such that beef cattle population and beef production improve. This paper aims: (1) to describe inter-temporal government policies on encouraging beef cattle population at farm level; (2) to estimate projections of beef consumption and beef cattle development program; and (3) to discuss feed provision and beef cattle business feasibility. The government commits to meet beef demand and to improve farmers’ income. Brood stock cattle potency could be maximized to produce calves through IB and natural mating in order to accelerate domestic beef cattle population enhancement. To achieve beef self-sufficiency, the government needs collaboration of various stakeholders. It is necessary to encourage investment in livestock business as well as to empower beef cattle farmers such that their business is feasible and their income improves. 

 

Abstrak

Dalam rangka swasembada pangan hewani karena kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, pemerintah membuat kebijakan pengembangan sapi potong. Program ini fokus pada usaha pembibitan melalui Inseminasi Buatan (IB), kawin alam, serta penggemukan. Pada gilirannya induk akan menghasilkan pedet, sehingga dapat meningkatkan populasi sapi potong dan produksi daging sapi. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas diharapkan perkembangan sapi potong dapat meningkat. Tujuan tulisan ini adalah: (1) mendiskripsikan kebijakan pemerintah intertemporal dalam mendorong populasi sapi potong di tingkat peternak; (2) membuat proyeksi konsumsi daging sapi dan program pengembangan sapi potong; dan (3) membahas penyediaan pakan dan kelayakan usaha sapi potong. Komitmen pemerintah adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan  asal daging sapi serta meningkatkan pendapatan peternak. Ternak sapi potong indukan dapat dimaksimalkan potensinya untuk dapat terus menghasilkan pedet melalui IB dan kawin alam. Upaya ini dilakukan sebagai wujud untuk mengakselerasi penambahan populasi sapi potong di dalam negeri. Tercapainya pemenuhan kebutuhan pangan asal daging sapi, diperlukan kerjasama berbagai pihak agar populasi sapi potong meningkat. Pemerintah perlu mendorong investasi usaha ternak dan pemberdayaan peternak sehingga peternak mampu mencapai kelayakan usaha dan pendapatan mereka meningkat.


Keywords


business development; beef cattle; beef self-sufficiency; business feasibility; pengembangan usaha; sapi potong; swasembada daging sapi; kelayakan usaha

Full Text:

PDF

References


Adetunji MO, Rauf. 2012. Analysis of household demand for meat, in southwest, Nigeria. Global Journal of Science Frontier Research Agriculture and Biology.12 (1): 15-22.

Ashari, Ilham N dan Nuryanti S. 2012. Dinamika program swasembada daging sapi: reorientasi konsepsi dan implementasi. Analisis Kebijakan Pertanian. Juni 2012, 10(2):181-198

Hasni A, Firman A, Khaerani L, dan Islami. 2012. Inventarisasi dan pemetaan lokasi budidaya dan lumbung pakan ternak sapi potong, Jurnal Ilmu Ternak, Desember 2012, 12(2):26-34

Ariningsih, E. 2014. Kinerja kebijakan swasembada daging sapi nasional. Forum Agro Ekonomi, 32 ( 2), Desember 2014: 137 – 156

Adawiyah CR. 2017. Urgensi komunikasi dalam kelompok kecil untuk mempercepat proses adopsi teknologi pertanian. PSEKP, Jurnal Forum Agro Ekonomi,36(1):59-74.

Bamualim A. . Thalib AY. M. Anggraeni dan Maryono. 2008. Teknologi peternakan sapi potong berwawasan lingkungan. Wartazoa, Oktober 2008,18(3):149-156.

Bamualim A. 2010. Pengembangan teknlologi pakan sapi potong di daerah semi arid Nusa Tenggara. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Pemuliaan Ruminansia (Pakan dan Nutrisi Ternak). Kementerian Pertanian, 29 Nopember hal.1-59.

Diwyanto K. 2008. Pemanfaatan sumber daya lokal dan inovasi teknologi dalam mendukung pengembangan sapi potong di Indonesia, Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 2008, I(3): 173-188.

Diwyanto K, S, Rusdiana dan B, Wibowo. 2010. Pengembangan Agribisnis Sapi Potong Dalam Suatu Sistem Usahatani Kelapa Terpadu. Wartazoa 20(1):29-40.

Dewi D, Harianto Sjafri M., dan Nunung K. 2010. Peran pengembangan sumber daya manusia dalam peningkatan pendapatan rumah tangga petani di Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum Pascasarjana IPB. Juli 2010, 33(3):155-177.

[Ditjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2011. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan 2010-2014 Edisi Revisi. Jakarta [ID]: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

[Dirjen PKH]. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. 2016. Pedoman pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB) .Jakarta [ID] Kementerian Pertanian 1-56

Diarmita I, Ketut 2017. Upaya Kementerian Pertanian mewujudkan ketahanan pangan asal ternak. Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tim Yuliana Susanti [Internet] [Diunduh 14 Juli 2018] tersedia dari http://ditjennak.pertanian.go.id/arah-pembangunan-peternakan-Indonesia-menuju-swasemba-pangan-hewani.

Diarmita I. Ketut. 2018. Arah pembangunan peternakan Indonesia menuju swasemba pangan hewani, [Internet] [Diunduh 18 Juli 2018]. Tersedia dari http://ditjennak.pertanian.go.id/arah-pembangunan-peternakan-Indonesia-menuju-swasemba-pangan-hewani,

[Dirjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2018. Kebutuhan pangan hewani asal daging ruminansia besar dan kecil.

Guntoro S, Sriyanto, Suyasa N dan Yasa MR. 2006. Pengaruh pemberian limbah kakao olahan terhadap pertumbuhan sapi Bali, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2006, hal. 116.120

Hadi PU dan Ilham N. 2002. Problem dan prospek pengembangan usaha pembibitan sapi potong di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian. 21(4):148-147.

Hoddi AH , Rombe dan Fahrul. 2011. Analisis pendapatan peternakan sapi potong di Kecamatan Tanete, Kabupaten Barru. Jurnal Agribisnis. 10(3):98-109.

Harmini, RW. Asmarantaka dan Atmakusuma J. 2011. Model dinamis sistem ketersediaan daging sapi nasional. Jurnal Ekonomi Pembangunan IPB. 12(1):128-146.

Haddi A H., Rombe MB, Fahrul. 2011. Analisis pendapatan peternakan sapi potong di Kecamatan Tanete, Kabupaten Barru. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Jurnal Agribisnis Peternakan 2011. 10(3):98-109.

Hermawan S. 2012. Dampak sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu terhadap adopsi teknologi, produktivitas dan pendapatan usahatani padi. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor. 16(2):140-148

Hasan S dan Baba S. 2014. Model pengembangan sapi potong berbasis peternakan rakyat dalam mendukung program swasembada daging sapi nasional. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar. [Internet]. [Diunduh Agustus 2018]. Tersedia dari .http://repository.unhas.ac.id/jurnal/unsoed/pdf,

Handayani S, Fariyanti A dan Nurmalina R. 2016. Swasembada daging sapi analisis simulasi ramalan swasembada daging sapi di Indonesia, Jurnal Sosiohumaniora. 18(1): 57- 64

Handayanta T, Rahayu ET dan Sumiyati M. 2016. Analisis finansial usaha peternakan pembibitan sapi potong rakyat di daerah pertanian lahan kering. Jurnal Sains Peternakan UNS. 14(1):13-20.

Happyana D. 2017. Analisis tingkat keuntungan usaha penggemukan sapi potong rakyat di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 5(2):33-39.

Isbandi. 2003. Integrasi tanaman ternak di lahan pasang surut: potensi, kendala dan alternatif pemecahannya. Wartazoa Buletin Ilmu Peternakan Indonesia. 13 (2):74-82.

Ilham. N. 2006. Analisis sosial ekonomi dan strategi pencapaian swasebada daging 2010, Jurnal Analisis Keebijakan Pertanian, 7(2):131-145

Ilham, N. 2009. Kebijakan pengendalian harga daging sapi nasional. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. 7(3):211-221.

Ilham, N. 2017. Analisis sosial ekonomi dan strategi pencapaian swasembada daging 2010. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. 4(2):131-146

Idris N, Afriani H dan Fatati. 2017. Analisis tingkat kemandirian peternak pada pola integrasi ternak sapi dengan perkebunan kelapa Sawit di Propinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi. 1(2):162-169.

[Kementan] Kementerian Pertanian 2017. Upaya mewujudkan kebutuhan pangan asal ternak. [Internet] [Diunduh 8 Agustus 2018]. Tersedia dari http://ditjenpkh.pertanian.go.id/artikel/202929/pfd., ditjennak@pertanian.go.id.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2017. Konsumsi produk peternakan per kapita per tahun, 2014-2016. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Statistik Peternakan. Jakarta Agustus 2017. hal.1-216.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2018. Peningkatan populasi sapi potong hasil program Siwab IB dan hasil pedet Kementerian Pertanian. Jakarta. [Internet] [ Diunduh 12 Nopember 2018]. Tersedia dari http://aplikasi.pertanian.go.id/bdsp/newkom.asp.

Kusnadi U. 2008. Inovasi teknologi peternakan dalam sistem integrasi tanaman-ternak untuk menunjang swasembada daging sapi. Pengembangan Inovasi Pertanian. 1(3):189-205.

Krishnapillai S. 2012. Impact of NAFTA on the preference for meat consumption in USA: an inverse demand system approach. International Journal of Economics and Financial Issues. 2(1):79-84.

Kusumaningrum A. 2015. Sistem pendukung keputusan kesesuaian lokasi ternak ruminansia menggunakan metode AHP. Studi Kasus: Kabupaten Brebes. Jurnal Teknomatika. 8(1):43-52

[Kementan] Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. 2017. Harga rata- rata daging sapi tingkat konsumen menurut kota tahun 2012-2016. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian , hal.31-45

Nasrul D. 2011. Tingkat adopsi inovasi pengolahan limbah kakao dalam pakan ternak sapi potong. Studi kasus: kelompok tani Karya Abadi Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang [Internet] [Diunduh 27 Juli 2018]. Tersedia dari http://repository./jurnal/unand.ac.id/17244/1limbah kakao

Nuhung UA. . 2015. Kinerja, kendala, dan strategi pencapaian swasembada daging sapi. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 33(1):63-80

Mukson S. Marzuki PI, Sai, dan Setiyawan H. 2008. Faktor-faktor yang mempengaruhi potensi pengembangan ternak sapi potong rakyat di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jurnal Indonesia Tropikal Anim. 33 (4): 305-312.

Mathius IW. 2009. Produk samping industri kelapa sawit dan teknologi pengayaan sebagai bahan pakan sapi yang terintegrasi. Penyunting: AM Fagi, Subandriyo dan I Wayan Mathius. Diterbitkan LIPI Press Anggota Ikapi Jl. Gondangdia Lama 39 Menteng Jakarta 10350. ISBN 978-979-799-449-5. Bogor (ID) : Puslitbang Peternakan. hlm. 65-139.

Mayulu H, Sunarso C, Sutrisno I dan Sumarsono. 2010. Kebijakan pengembangan peternakan sapi potong di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 2010, 29(1):34-41

Mauludin M, Ali, Winaryanto S, dan Alim S. 2012. Peran kelompok dalam mengembangkan keberdayaan peternak sapi potong. Kasus di wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Ternak. 12(2):1-8

Muladno. 2013. Realita di luar kandang. Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) : PT.Permata Wacana Letari (PWL) (penerbit Majalah Trobos) Jakarta-Indonesia,Cetakan Pertama, November 2013, Hak Cipta dilindungi Undang-undang, Hal. 1-182

Muzayyanah, Mujtahidah AM, Nurtini S dan Widiati R. 2017. Analisis keputusan rumah tangga dalam mengkonsumsi pangan sumber protein hewani asal ternak dan non ternak. Studi kasus di Provinsi Yogyakarta. Buletin Peternakan UGM. 41(2):23-211

Murfiani F. 2017. Upaya Kementerian Pertanian dongkrak populasi sapi potong agar peternak sejahtera. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan. [Internet[ [Diunduh 2 Juli 2018]. Tersedia dari http://ditjenpkh.pertanian.go.id/upaya-kementerian-pertanian-dongkrak-populasi-sapi-agar-peternak-sejahtera.

Otoluwa M, Andri AHS, Salendu AK, Rintjap dan Massie MT. 2016. Prospek pengembangan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Zootek. 36(1): 191-197

Parwati IA, Yasa IMR dan Guntoro S. 2006. Tingkat pendapatan petani ternak dengan pemberian limbah kulit kopi pada ternak sapi. Lokakarya Nasional Pengembangan Jaringan Litkaji Sistem Integrasi Tanaman-Ternak, hal. 242-247

Prawira HY, Muhtarudin, Sutrisna R. 2015. Potensi pengembangan sapi potong di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(4):250-255

Pamungkas D. 2016. Perkembangan sapi potong dan kebutuhan akan daging, prediksi produksi daging sapi. Seminar Nasional Ke-2 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya [Internet] [Diunduh 15 Juli 2018]. Tersedia dari http://semnas.fapet.ub.ac.id/wp-content/uploads/2017/12/Materi.pdf.

Rathinavelu R. dan Graziosi G. 2005. Potential alternative uses of coffee wastes and by-products. ICS-UNIDO, Science Park, Department of Biology. Journal University of Trieste, Italy. 21(4):119-123.

Rustijarno S. dan Sudaryanto B. 2006. Peningkatan ketahanan pangan melalui kecukupan daging sapi 2010. Dalam B. Sudaryanto, Isbandi, B.S. Mulayatno, B.Sukamto, E. Rianto, dan A.M. Legowo (Ed.). Pemberdayaan Masyarakat Peternakan di Bidang Agribisnis untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Prosiding Seminar Nasional 2006, Universitas Diponegoro Semarang. Nopmeber 2006, hlm.366-374.

Riszqina, Jannah L, Isbandi E, Rianto dan Santoso SI. 2011. Analisis pendapatan peternak sapi potong dan sapi bakalan karapan di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. JITP. 1(3):188-192.

Rusdiana S, Razali H M dan Tahlib C. 2012. Economic analysis selling fregnat female in business of raising beef cattle. Proceedings International Conference on Livestock Production and Veterinary Technology, Bogor-Indonesia, Oktober 1-4, 2012, Pp.384-391

Rusdiana S, dan Adawiyah CR. 2013. Analisis ekonomi dan prospek usaha tanaman dan ternak di lahan perkebunan kelapa. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis SEPA. 10(1):118-131.

Rusastra I W. 2014. Perdagangan ternak dan daging sapi: rekonsiliasi kebijakan impor dan revitalisasi pemasaran domestic. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 32(1): 59-71.

Rusono. 2014. Strategi dan kebijakan dalam percepatan pencapaian swasembada daging 2014. Info Kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta. 8(2):70-77.

Rusdiana S, Budiarsana IGM dan Sumanto. 2014. Analisis pendapatan usaha pertanian dan peternakan kerbau di Kabupaten Lombok Barat (NTB). JAREE IPB. Jurnal Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan. 1(2):56-67

Rusdiana S, dan Martono B. 2014. Analisis finansial diversifikasi usaha perkebunan kakao rakyat dan ternak di tingkat petani. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Jurnal Sirkuler Inovasi Tanaman Industrri dan Penyegar. 2(3):167-169.

Rusdiana S, Hutasoit R dan Sirait J. 2016a. Analisis ekonomi usaha sapi potong di lahan perkebunan sawit dan karet. Jurnal SEPA. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS. 12(2):146-155

Rusdiana S, Adiati U dan Hutasoit R. 2016b. Analisis ekonomi usaha ternak sapi potong berbasis agroekosistem di Indonesia. Jurnal Agroekonomika. 5(2):137-149.

Rusdiana.S. dan Aries Maesya. 2016. Pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia. Jurnal Aagrioekonomika, 6(1)12-25

Rusdiana S and Soeharsono. 2017a. Farmer group performance Bali cattle in Luwu District east: the economic analysis. The International Joural Of Trovical Veterinery and Biomedical Research, The Faculty of Veterinery Medicine Syiah Kuala University. 2(1):18-29

Rusdiana S dan Soeharsono. 2017b. Program SIWAB untuk meningkatkan populasi sapi potong dan nilai ekonomi usaha ternak. Forum Agro Ekonomi, 35(2):125-137.

Soekartawi. 2002. Prinsip dasar ekonomi pertanian teori dan aplikasi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Saherman, I., D. Febrina dan Hidayati. 2007. Penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi potong di Desa Bagan Sinembah Kecematan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Peternakan Brawijaya, 4(2):57-64.

Suryana. 2010. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan. Jurnal Litbang Pertanian. 28(1):29-39.

Suresti, A., dan R. Wati. 2012. Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Pesisir Selatan, Jurnal Peternakan Indonesia, 14(1):261-249.

Sodiq A dan Budiono M. 2012. Produktivitas sapi potong pada kelompok tani ternak di pedesaan. Jurnal Peternakan Agripet. 12(1):28-33

Suhaema E, Widiatmaka dan Tjahjono B. 2014. The regional development of cattle based on physical and forage land suitability in Cianjur Regency. Jurnal Tanah Lingkungan. 16(2):53-60

Syahyuti, Sunarsih, Wahyuni S, Sejati WK, Aziz M. 2015. Kedaulatan pangan sebagai basis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, Forum Penelitian Agro Ekonomi. 32(2):96-109.

Saputra J, Indrya, Liman dan Widodo Y. 2016. Analisis potensi pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 6 4(2):115-123

Sodiq A, Yuwono P. 2016. Pola pengembangan dan produktivitas sapi potong, Program Kemitraan Bina Lingkungan di Kabupaten Banyumas dan Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Agripet. 16(1):56-61.

Sinta. 2016. Proyeksi kebutuhan dan konsumsi daging dan keunggulannya secara nasional 2015-2019, [Internet] [Diunduh tgl, 30 Agustus 2018]. Tersedia dari https://sinta.unud.ac.id/uploads/jurnal/090471011-2-keunggulan sapi Bali/20I.pdf,

Suryana A. dan Munawar K. 2017. Proses dan dinamika penyusunan undang-undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan. 35(1):1-17.

Suji D, Fitri H. 2017. Penggunaan hormon pada hewan ternak. [Internet] [Diunduh 2018] Tersedia dari https://vetindonesia.com/2017/05/30/penggunaan-hormon-pada-hewan-ternak.

Sengkey, Natasya M, Salendu AHS, Wanatse E dan Weleleng POV. 2017. Potensi pengembangan ternak sapi potong di Kecamatan Tampaso Barat. Jurnal Zootek. 27(2):350-359

Sodiq A, Suwarno, Fauziyah FR, Wakhidati YN dan Yuwono P. 2017. Sistem produksi peternakan sapi potong di pedesaan dan strategi pengembangannya, Jurnal Agripet 2017, 20(1):60-66.

Sulaiman AA. 2017. Pemerintah genjot populasi sapi potong dan kerbau. Kementerian Pertanian [Internet[. [Diunduh Juli 2018]. Tersedia dari http://www.mediaindonesia.com/index.php/news/read/102670/pemerintah-genjot-populasi-sapi-dan-kerbau.

[USU] Universitas Sumatera Utara. 2013. Sentra populasi sapi potong di Indonesia terdapat di 3 (tiga) provinsi di pulau Jawa. [Internet] [diunduh 2018]. Tersedia dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/68007/Chapter%20I.pdf?sequence=3&isAllowed=y

Tseuoa T, Syaukat, Hakim YDB. 2011. The impact of the Australia and New Zealand free trade agrrement on the beef industry on Indonesia. Journal ISSAAS. 18(2)70-82.

Tawaf R. 2018. Analisis usaha pembiakan sapi potong pola kemitraan antara koperasi dengan peternakan rakyat. Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Humaniora. 20(1):45-56

Winarso B, Sajuti R dan Muslim C. 2005. Tinjauan ekonomi ternak sapi potong di Jawa Timur. Forum Penelitian Agro-Ekonomi. 23(1): 61-71.

Widaryati, R.B..2010. Penerapan teknologi dalam upaya meningkatkan produktivitas sapi lokal di Nusa Tenggara Timur, Wartazoa Buletin Ilmu Peternakan Indonesia Vol. 20 No. 1 Maret 2010, hal 12-20.

Winarso B. 2014. Realisasi kegiatan program daerah dalam pengembangan pembibitan sapi potong guna mendukung swasembada daging nasional (realization of the regional programme for the development of beef cattle breeding to support national self-sufficiency), Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 14(2):111-123.

Watemin dan Sulistyani B. 2015. Pemberdayaan petani melalui penguatan modal kelembagaan petani di kawasan Belik Kabupaten Pemalang. Jurnal Agriekonomika 4(1):50-58

Widiati, R. 2014. Membangun industri peternakan sapi potong rakyat dalam mendukung kecukupan daging sapi Wartazoa Mei 2014, 24(4):191-200.

Yusdja Y, dan Ilham N. 2004. Tinjauan kebijakan pengembangan agribisnis sapi potong, Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. 2(2):167-182.

Yusdja Y. dan Ilham N. 2006. Suatu gagasan tentang peternakan masa depan dan strategi mewujudkannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi 25(1):19-28.

Yuliati I, Fanani Z dan Hartono B. 2014. Analisis profitabilitas usaha penggemukan sapi potong. Jurnal Ilmu Peternakan, Brawijaya Malang. [Internet] [Diunduh 2018]. Tersedia dari http://fapet.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/03/ Jurnal-Analisis-Profitabilitas-Usaha-Penggemukan -Sapi-Potong.pdf.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v36n2.2018.97-116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.