Kinerja Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian dan Implikasinya dalam Upaya Percepatan Produksi Pangan di Indonesia

Rizma Aldillah

Abstract


English
Based on typical agro-ecology and socio-economy conditions, Indonesian agriculture needs agricultural tools and machinery support with certain characteristics. The government has provided agricultural tools and machinery, especially in the last three years, although its success is limited. This paper is a scientific review discussing needs of agricultural tools and machinery for agricultural development, its implementation, and efforts to achieve effectiveness. Materials are compiled from various sources, both documentation of development planning, program reports, as well as the results of critical evaluation and analysis of various research results. The results show that development of agricultural tools and machinery in Indonesia requires a good mapping with respect to the needs and availability, as well as institutional efforts to increase its effectiveness. Use of agricultural tools and machinery can reduce farming costs and provide benefits for farmers and it contributes to food self-sufficiency. Agriculture mechanization has a good prospect if it is preceded by a mapping of needs and availability as well as an adequate institutional environment. Consequently, farm costs become lower and farming efficiency will improve.


Indonesian
Dengan kondisi agroekologis dan sosial ekonomi yang khas, pertanian Indonesia membutuhkan dukungan penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan karakter tertentu. Pemerintah telah lama mengembangkan Alsintan, terutama tiga tahun terakhir, meskipun keberhasilannya masih terbatas. Tulisan ini merupakan review ilmiah (scientific review) yang membahas kebutuhan Alsintan untuk pembangunan pertanian, pelaksanaannya, serta upaya mencapai efektivitas penggunaannya secara optimal. Bahan disusun dari berbagai sumber baik dokumentasi perencanaan pembangunan, laporan program, maupun hasil evaluasi dan analisis kritis dari berbagai hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan Alsintan di Indonesia membutuhkan pemetaan yang baik berkenaan dengan kebutuhan dan ketersediaannya, serta upaya kelembagaan untuk peningkatan efektivitasnya. Penggunaan Alsintan mampu menekan biaya usaha tani dan memberikan keuntungan bagi petani, sehingga mampu berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan. Mekanisasi Pertanian mempunyai prospek yang baik kalau didahului dengan pemetaan kebutuhan dan ketersediaan serta langkah langkah kelembagaan (enabling institutional environment) yang memadai. Sebagai konsekuensinya biaya usaha tani dapat ditekan dan efisiensi usaha tani dapat diperbaiki.

Keywords


agricultural tools; food self-sufficiency; machinery; mechanization; production; alat dan mesin pertanian; mekanisasi; produksi; swasembada pangan

Full Text:

PDF

References


Akdemir B. 2013. Agricultural mechanization in Turkey. 2013. IERI Procedia. 5:41-44.

Alihamsyah T. 2007. Teknologi mekanisasi pertanian mendukung sistem pertanian tanaman pangan industrial. Makalah pada Simposium Tanaman Pangan V di Bogor; 2007 Agu 28-29 Agustus; Bogor, Indonesia.

Alfan Z. 1999. Mekanisasi, pemecahan masalah efisiensi kerja petani [Internet]. [diuduh 2006 Mei 2]. Tersedia dari: http://www.indomedia.com/bpost/ 012000/20/opini/opini1.htm

Ananto EE, T Alihamsyah. 2012. Pengembangan mekanisasi pertanian: keberhasilan dan permasalahan. Dalam: Kemandirian pangan Indonesia dalamperspektif MP3EI. Jakarta (ID): IAARD Press. hlm. 212-238.

Anon 2000. Kebijakan pengembangan industri Alsintan. Makalah pada Seminar Sehari Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Produksi Dalam Negeri. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.

Ariningsih E, Tarigan H. 2005. Keragaan usaha pelayanan jasa Alsintan (UPJA) di Jawa Barat: studi kasus di Kabupaten Indramayu. ICASEPS Working Paper No. 79. Bogor (ID): Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

[BBP Mektan]. 2006. Telaah Strategis Mekanisasi Pertanian dalam Pembangunan Pertanian Berwawasan Agribisnis. Laporan Akhir. Tangerang (ID): Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian.

[BBP Mektan]. 2016. Laporan akhir: telaah strategis mekanisasi pertanian dalam pembangunan pertanian berwawasan agribisnis. Tangerang (ID): Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Diao X, Cossar F, Houssou N, Kolavalli S. 2014. Mechanization in Ghana: emerging demand and the search for alternative supply models. Food Policy. 48:168-181

[FAO] Food and Agriculture Organization of the United Nations. 2014. Agricultural innovation: common understanding the upcoming SOFA 2014 [Internet] Rome (IT): Food and Agriculture Organization of the United Nations; [cited 2016 May 2]. Available from: http://www.fao.org/fileadmin/templates/tci/pdf/ Investment_Days_2012_1st_day/Session_I/JulienDeMeyer.pdf

Handaka. 2004. Inovasi mekanisasi pertanian berkelanjutan: suatu alternatif pemikiran. Tangerang (ID): Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian.

Handaka. 2012. Kontribusi mekanisasi pertanian dan teknologi pasca panen pada sistem dan usaha agribisnis. Makalah pada Expose dan Seminar Mekanisasi Pertanian dan Teknologi Pasca Panen; 2002 Jul 30-31. Malang, Indonesia.

Handaka, Joyowinoto. 2002. Proses inovasi teknologi mekanisasi pertanian di Indonesia. Tangerang (ID): Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian.

Handaka, Prabowo A. 2014. Kebijakan antisipatif pengembangan mekanisasi pertanian. Anal Kebijak Pertan. 11(1):27-44.

Hardjosentono M, Wijarto, Elon R, Badra IW, Dadang TR. 1996. Mesin-mesin pertanian. Jakarta (ID): Dunia Aksara.

Hermanto, Mayrowani H, Prabowo A, Aldillah R, Soeprapto D. 2016. Evaluasi rancangan, implementasi dan dampak bantuan mekanisasi terhadap percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

[IRRI] International Rice Research Institute. 1986. Small farm equipment for developing countries. Proceedings of the International Conference on Small Farm Equipment for Developing Countries: Past Experiences and Future Priorities; 1986 Sep 2-6; Los Baños, Filipina. Los Baños (PH): International Rice Research Institute.

Irwanto KA. 1980. Alat dan mesin budidaya pertanian Bandung (ID): Institut Teknologi Bandung, Fakultas Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian.

Joyowinoto. 2004. Pengembangan mekanisasi pertanian kinerja dan tinjauan kelembagaan. Tangerang (ID): Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2016. Statistik Pertanian 2016. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Kim KU. 2009. Farm mechanization policies in Korea. Eng Agric Environ Food. 2(4):132-143.

Lakitan B. 2013. Connecting all the dots: identifying the “actor level” challenges in establishing effective innovation system in Indonesia. Technol Soc. 35:41-54.

Lisyanto. 2002. Pengembangan teknologi berbasis pertanian (suatu modal kemandirian dalam menghadapi era global). Makalah Pengantar Falsafah Sains. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Program Pascasarjana.

Manwan I, Ananto EE. 1994. Strategi penelitian dan pengembangan mekanisasi pertanian tanaman pangan Dalam: Ananto EE, editor. Prospek mekanisasi pertanian tanaman pangan. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. hlm. 1- 9.

Mangunwidjaja D, Sailah I. 2005. Pengantar teknologi pertanian. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Miserque O. 2015. Mechanization costs in Walloon livestock farms. Farm Machinery and Processes Management in Sustainable Agriculture, 7th International Scientific Symposium. Agriculture and Agricultural Science Procedia 7 ( 2015 ) 170 – 176.

Mugniesyah, Machfud SS. 2006. Peranan penyuluhan pertanian dalam pembangunan pertanian. Bogor (ID): IPB Press.

[OECD] The Organisation for Economic Co-operation and Development. 2015. Frascati manual: proposed standard practice for surveys on research and experimental development [Internet]. 6th ed. Paris (FR): The Organisation for Economic Co-operation and Development; [cited 2016 Jun 13]. Available from: http://www.oecd.org/sti/ frascatimanual

Nepal R, Thapa GB. 2009. Determinants of agricultural commercialization and mechanization in the hinterland of a city in Nepal. Appl Geography. 29:377-389.

Olmstead AL, Rhode PW. c2014. Agricultural mechanization. In: van Alken NK, editor in chief. Encyclopedia of Agriculture and Food Systems. London (UK): Elsevier Inc. p. 168-178

Patrick OA, Abubakar AG, Adama AI, Lawal AO, Musa AA. 2016. Agricultural mechanization and south-south knowledge exchange: What can Ghanaian and Nigerian policymakers learn from Bangladesh’s experience? GSSP Policy Note and NSSP Policy Note 6 and 36. Washington, DC (US): International Food Policy Research Institute.

Pramudya B. 1996. Strategi pengembangan alat dan mesin pertanian untuk usaha tani tanaman pangan. Agrimedia. 2(2):5-12.

Pretty J. 1995. Regenerating agriculture: policies and practice for sustainability and self reliance. London (UK): London Press.

Priyanto A. 2011. Penerapan mekanisasi pertanian. Bul Keteknikan Pertan. 11(1):54-58.

Priyati A, Abdullah SH. 2015. Studi keberadaan usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian (UPJA) Kaliaji di Desa Monggas Kecamatan Kopang Lombok Tengah. J Ilm Rekayasa Pertan Biosist. 3(1):153-158.

PSP-IPB dan Departemen Pertanian. 2003. Evaluasi Dampak Deregulasi Agroinput. Laporan Akhir Kegiatan. Bogor (ID): PSP-IPB bekerja sama dengan Departemen Pertanian.

Rizaldi T. 2006. Mesin peralatan. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara, Fakultas Pertanian, Departemen Teknologi Pertanian.

Robbins JH. 2005. CRC handbook of engineering in agriculture. Boka Raton. (US): CRC Press.

Roggers EM. 1995. Diffusion of Innovations. New York (US): The Free Press.

Saliem HP, Kariyasa K, Mayrowani H, Agustian A, Friyatno S, Sunarsih. 2015. Prospek pengem-bangan pertanian modern melalui penggunaan teknologi mekanisasi pertanian pada lahan padi sawah. Laporan Analisis Kebijakan. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Salokhe VM, N. Ramalingam. 1998. Agricultural mechanization in South and South-East Asia. Paper at the Plenary Session of the International Conference of the Philippines. Los Banos (PH): Society of Agricultural Engineers.

Siahaan S. 2001. Penelitian tentang Diklat jarak jauh penyuluhan pertanian dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bogor (ID): IPB Press.

Siam S. 2001. Membangun sistem dan kelembagaan usaha pelayanan jasa Alsintan (UPJA) mendukung program ketahanan pangan. Dalam: Pembangunan Pertanian. Bogor (ID): Pusat Penelitian Agro Ekonomi.

Subagiyo. 2016. Analisis kelayakan finansial penggunaan Alsintan dalam usaha tani padi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agros. 18(1):33-48.

Suhendrata T, Kushartini E, Prasetyo A, Ngadimin. 2011. Alsintan di Kabupaten Sukoharjo dan Sragen. Laporan Akhir Kegiatan. Ungaran (ID): BPTP Jawa Tengah.

Suhendrata T, Kushartini E, Sudaryanto T, Jauhari S, Budiman, Ngadimin. 2012. Pengkajian intensifikasi padi pada lahan sawah tadah hujan melalui perbaikan teknologi budidaya. Laporan Akhir Kegiatan. Ungaran (ID): BPTP Jawa Tengah.

Sukirno MS. 1999. Mekanisasi pertanian: pokok bahasan alat mesin pertanian dan pengelolaannya. Diktat Kuliah UGM. Yogyakarta (ID): Universitas Gadjah Mada.

Todaro MP. 1993. Pembangunan ekonomi di dunia ketiga. Aminuddin, Mursaid, penerjemah. Jakarta (ID): Ghalia Indonesia.

Umar S. 2008. Pengembangan alat tanam biji-bijian pada beberapa kondisi lahan untuk peningkatan efisiensi. Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian 2008; 2008 Nov 18-19; Yogyakarta Indonesia. Yogyakarta (ID): Universitas Gadjah Mada, Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian. hlm. 1-12.

Verma SR. 2005. Impact of agricultural mechanization on production, productivity, cropping intensity income generation and employment of labour [Internet]. Pensylvania (US): Pensylvania State University, Departemen of Engineering; [cited 2016 Aug 23]. Available from: http://citeseerx.ist.psu.edu/ viewdoc/download? doi:10.1.1.511.5214&rep=rep 1&type=pdf

Wijanto. 2002. Mesin dan peralatan usaha tani. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

Yogatama MR, Ciptohadijoyo S, Masithoh RE. 2003. Kajian kinerja usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian (UPJA): kontribusi dalam strategi pengembangan alat dan mesin pertanian (Studi Kasus UPJA di DIJ). Agritech. 21(4):149-156.

Zhang X, Yang J, Thomas R. 2017. Mechanization outsourcing clusters and division of labor in Chinese agriculture. China Econ Rev. 43:184-195.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v34n2.2016.163-171

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.